
Negosiasi
"Aldo… Jaguar… kita bersiap pergi ke barak musuh… dan untuk sisanya, kalian di sini saja bantu yang lain untuk mendirikan tenda peristirahatan…" Ucap Viky dengan berbalik badan melihat ke arah semua orang yang berdiri di belakangnya.
"Baik Lord…" Jawab mereka semua dengan serempak, namun tidak untuk satu orang yaitu Vanteko Ma, dia berjalan ke depan menghampiri Viky
"Kak… bolehkah saya ikut dengan kakak untuk menjemput kakak ipar…?" Ucap Vanteko Ma bertanya dengan maksud meminta untuk ikut bersama Viky bernegosiasi, setelah berada di depan Viky.
"Kamu di sini saja, dan bantu yang lain… akan tiba waktunya untuk kamu beraksi nanti… untuk sekarang, akan sangat berbahaya jika terlalu banyak membawa orang…" Jawab Viky menolak atas permintaan dari Vanteko Ma untuk ikut pergi bersama Viky.
"Baik kak…" Jawab Vanteko Ma dengan nada yang lemas, dan mau tidak mau, dia harus mengikuti kata-kata dari Viky, karena saat ini Vanteko Ma melihat sikap Viky yang berbeda dan dia yakin dia tidak bisa sedikit memaksa kepada Viky seperti biasanya.
Viky hanya membawa Aldo dan Jaguar bukan tanpa alasan, karena untuk Aldo, biar dia bisa membaca situasi musuh dan juga jumlah kekuatan yang di miliki musuh, dan untuk Jaguar, jika pihak musuh tidak membebaskan Rere terlebih dulu, maka dia dan Jaguar akan pergi menyelinap untuk menyelamatkan Rere.
Viky, Aldo, dan juga Jaguar pergi dengan helikopter biasa yang lebih kecil dari saat dia pergi ke tempat tersebut, dan di bawah helikopter tersebut di pasang bendera warna kuning, menandakan bahwa helikopter tersebut bukan akan menyerang melainkan ingin bernegosiasi.
Pihak musuh yang mengerti dengan arti dari bendera tersebut, mereka tidak menyerang dan memberikan tempat untuk pihal lain mendaratkan helikopternya, namun penjagaan serta kewaspadaan mereka masih sama.
Terlihat seseorang berjalan ke arah Viky yang baru saja turun dari helikopter.
"Aku ingin bertemu dengan pemimpin kalian, ada hal yang ingin aku bicarakan sebelum memulai perang…" Ucap Viky tanpa berbasa-basi sebelum orang tersebut berkata, dan di saat Viky turun dari helikopter, hampir semua orang yang ada di sana mengarahkan senjatanya ke arah Viky, walau pun jarak mereka dan Viky ada yang jauh dan ada juga yang dekat.
"Baik… kalian tunggu dulu di sini, biar aku tanyakan dulu, apa pimpinan aku mau bertemu dengan kalian atau tidak…" Jawab orang tersebut dengan nada yang sedikit sombong kepada Viky, walau pun di hati dia, dia merasakan sedikit ketakutan karena dia bisa merasakan aura yang keluar dari tubuh Viky, tapi dia menutupi ketakutannya, bagaimana pun dia adalah seorang tentara walau pun dia takut kepada musuh tapi dia harus tidak memperlihatkan ketakutannya.
Setelah orang tersebut selesai berbicara, dia langsung pergi meninggalkan Viky, sekarang Viky, Aldo, dan juga Jaguar, hanya bisa menunggu sambil di kelilingi oleh orang yang siap menebak mereka kapan saja, namun mereka ber 3 tidak memperlihatkan sedikit pun bahwa mereka ber 3 merasa ketakutan namun mereka ber 3 terlihat sangat bersemangat sekali, karena mereka sudah lama tidak merasakan hal seperti ini, dan mereka ber 3 juga sudah lupa kapan mereka ber 3 merasakan semangat yang seperti sekarang ini, atau bisa di bilang adrenalin mereka ber 3 terpancing oleh banyaknya senjata yang mengarah ke mereka ber 3.
__ADS_1
Baik itu Viky, Aldo dan juga Jaguar, saat ini mata mereka tidak diam saja, melainkan mengamati situasi musuh, dan mencoba mengumpulkan informasi baik itu soal kekuatan atau juga kelemahan musuh.
"Tuan aku mengatakan bahwa hanya bisa 1 orang saja yang masuk, sisanya tunggu di sini… siapa di antara kalian yang akan pergi masuk…?" Ucap orang yang tadi menemui Viky, setelah dia kembali yang entah dari mana,
Namun orang tersebut tidak tahu di antara orang yang datang ke sini, siapa pemimpin di antara ke 3 nya, karena terlihat dari aura yang di keluarkan hampir sama, dan Viky juga menekan auranya ke tingkatan yang sama dengan Aldo dan juga Jaguar yaitu tingkat Jendral Perang Bintang 4.
Dan dia juga bisa sedikit sombong karena tingkat kekuatan dia berada di atas ke 3 orang yang ada di depannya, yaitu tingkat Jendral perang bintang 5 namun dia merasakan ketakutan karena melihat mata Viky yang merah, dan juga tatapannya sangat tajam, dan dia juga berpikir bahwa kemenangan akan berada di tangan dia, karena dia berpikir bahwa pihak musuh sangat lemah dengan hanya mempunyai orang kuat pada tingkat kekuatan Jendral perang
"Aku yang akan pergi menemui pemimpin kamu…" Jawab Viky dengan melangkah 1 langkah ke depan.
"Baik… kamu ikut aku, dan kamu juga tidak boleh membawa senjata apa pun, tanpa terkecuali… jika tidak, aku tidak akan segan-segan membunuh kamu sekarang, sebelum tanda perang di mulai…" Jawab orang tersebut memberikan sedikit peringatan kepada Viky dan mengajaknya pergi dari sana, namun sebelum itu dia memerintahkan anak buahnya utuk mengecek tubuh Viky, siapa tahu bahwa Viky membawa senjata di tubuhnya.
Viky di bawa oleh orang tersebut ke sebuah tenda yang cukup besar, dan ketika Viky masuk, di dalam tenda tersebut ada 5 orang yang sedang duduk dengan santai di sana sambil menikmati hidangan yang ada di atas meja dan meja tersebut berbentuk persegi panjang.
"Ada perlu apa kamu ingin bertemu dengan aku…?" Ucap salah seorang yang duduk di sana dan orang tersebut duduk di kursi yang paling ujung dari Viky, dan bisa terlihat dari kursi yang diduduki orang tersebut bahwa dia adalah pemimpin dari semua orang yang ada di sini.
"Ha… ha… ha…" ke 5 orang tersebut langsung tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan dari Viky.
"Hanya orang lemah seperti kamu datang ke sini dan meminta aku menyerahkan wanita tersebut kepada kamu… apa di dalam pasukan Magnium tidak ada orang yang lebih kuat dari kamu…? sungguh Lord Jendral Pasukan Magnium tidak memandang aku dan hanya mengirim orang lemah seperti kamu ke sini…" Jawab orang yang tadi bertanya kepada Viky, dengan nada yang merendahkan, baik itu merendahkan Viky atau pun pasukan Magnium, namun dia tidak tahu bahwa orang yang berada di depannya tersebut adalah Lord Jendral dari pasukan Magnium, karena untuk informasi pasukan Magnium sangat terbatas dan hanya sedikit orang yang mengetahui identitas Lord Jendral pasukan Magnium yang sebenarnya.
"Aku tidak suka basa-basi… jika kamu ingin berperang dengan adil dengan pasukan Magnium maka kamu lepaskan sandra tersebut, jika tidak, kamu akan tahu akibatnya…" Jawab Viky dengan santai serta sedikit mengancam orang tersebut dan dia juga membalas tatapan yang tajam dari orang tersebut.
Orang tersebut tidak menjawab perkataan dari Viky, namun dia mengeluarkan auranya dan mengarahkannya kepada Viky, untuk menekan Viky, tapi seberapa pun dia berusaha menekan Viky, tidak ada reaksi sama sekali kepada Viky, dan Viky juga masih dengan santainya berdiri dan menatap tajam kepada orang tersebut.
"Ternyata kamu juga memiliki kemampuan… tidak heran bahwa pasukan Magnium bisa mengalahkan Divisi Danoe King hanya setingkat Jendral Perang saja Bisa menahan tekanan dari seorang Lord tahap awal seperti aku… walau pun aku hanya sedikit mengeluarkan aura aku, jika orang lain mungkin sudah berlutut setelah merasakan tekanan dari aura yang aku keluarkan…" Ucap orang tersebut dengan sedikit memuji Viky. dan memang benar, bahwa dia hanya mengeluarkan sedikit auranya, untuk mengetes kelayakan dari orang yang di kirim oleh pasukan Magnium untuk membebaskan sandera.
__ADS_1
"Baiklah… aku akan melepaskan sanderanya… karena kamu memiliki kemampuan yang cukup bagus… aku berharap kita bisa bertemu dan bertarung di medan perang nanti dengan kamu…" Lanjut orang tersebut berkata, kemudian dia memerintahkan orang yang berdiri di belakang Viky untuk membawa Rere ke sini, yang mana orang tersebut adalah orang yang membawa Viky ke sana.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...