Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 187 Pembicaraan Yang Rumit


__ADS_3

Pembicaraan Yang Rumit


"Apa kamu mau minum anggur…?" Ucap Antika bertanya sambil mengambil botol anggur di atas meja.


"Apa kamu baik-baik saja…?" Jawab Viky yang tidak menanggapi pertanyaan dari Antika.


"Aku baik-baik saja… memang apa yang salah dengan aku, kamu bisa lihat sendiri kan kondisi aku seperti apa sekarang aku terlihat sangat baik bahkan lebih baik dari biasanya…" Jawab Antika, kemudian dia berdiri dan menuangkan anggur ke dalam gelas Viky.


"Bukan dari segi fisik, tapi kamu bersikap berbeda dari biasanya… aku tidak bisa mengenali kamu karena kamu seperti orang lain sekarang…" Jawab Viky.


"Ini lah sisi yang tidak orang ketahui tentang aku… aku di luar terlihat sangat tegas, berani dan juga dingin, tapi perlu kamu tahu, aku juga seorang wanita yang mempunyai sisi lembut… dan wanita seperti ini kan yang kamu inginkan…?" Jawab Antika menjelaskan kepada Viky tentang perubahan sikapnya, dan bertanya tentang keinginan Viky.


"Memang aku menginginkan sosok seorang wanita yang seperti itu… tapi jika kamu datang lebih awal mungkin aku tidak akan membuat janji dengan wanita lain dan akan berbeda cerita di antara kita… Aku juga hanya beberapa hari ini, mengenal sosok wanita selain dari ibu dan juga adikku, oleh karena itu aku tidak tahu banyak soal wanita… yang aku tahu adalah, jika si wanita pergi meninggalkan laki-lakinya, itu berarti si wanita sudah tidak mau bersama dengan laki-lakinya…" Jawab Viky.


"Yah aku mengerti soal itu… karena selama beberapa tahun ini kamu terus berada di medan perang dan hanya mengenal senjata dan strategi perang untuk memenangkan peperangan… di sana tidak ada wanita yang cantik penuh kelembutan, hanya ada kekerasan dimana-mana dan kamu setiap hari hanya bisa melihat mayat dan darah…" Jawab Antika.


"Ketika seorang wanita pergi dari laki-lakinya, bukan berarti si wanita itu tidak mau bersama lagi dengan si laki-laki, tapi karena si wanita ingin tahu jika si wanita pergi apa si laki-laki akan menghentikan si wanita atau tidak, keinginan untuk selalu bersama bukan hanya dari salah satu pihak, tapi dari ke 2 belah pihak…" Lanjut Antika berkata.


"Apa si laki-laki harus memohon kepada si wanita…? atau memaksa si wanita untuk tetap bersama si laki-laki sedangkan si wanitanya sudah tidak mau bersama lagi dengan si laki-laki…" Jawab Viky dengan tidak langsung bertanya.


"Jika si wanita sudah tidak mau bersama dengan si laki-laki maka si wanita tidak akan melihat ke belakang dan berharap si laki-laki mengejarnya kembali, dan meminta si wanita untuk tetap tinggal…" Jawab kembali Antika.


"Apa si laki-laki harus mengejar si wanita dan memaksanya untuk tinggal bersama, jika si wanita sudah memiliki laki-laki lain di luar sana… apa hal itu yang bisa di bilang bahwa si wanita masih menginginkan si laki-laki untuk mengejar dia dan memintanya untuk tetap tinggal…" jawan Viky kembali.


"Apa si laki-laki sudah memastikan bahwa si wanita mempunyai laki-laki lain di luar sana…?" Ucap Antika bertanya.

__ADS_1


"Sudah… bahkan semua orang sudah tahu bahwa si wanita sudah mempunyai laki-laki lain di luar sana…" Jawab Viky.


"Kenapa si laki-laki tidak bertanya secara langsung kepada si wanita, tentang si wanita sudah mempunyai laki-laki lain di luar sana atau tidak…" Jawab Antika.


"Untuk apa si laki-laki bertanya tentang hal itu… jika si wanita memang belum mempunyai laki-laki lain, maka si wanita tidak akan berusaha pergi meninggalkan si laki-laki… dan apa untungnya bagi si wanita menyebarkan isu kepada semua orang bahwa dia sudah mempunyai seorang tunangan…?" Jawab Viky dan kembali bertanya.


"Karena si wanita tidak ingin ada laki-laki lain yang datang melamarnya, dan hanya menunggu si laki-laki datang untuk melamarnya, namun si laki-laki yang dia tunggu ternyata sudah mempunyai wanita lain dan akan menikah…" Jawan Antika.


"Si laki-laki membutuhkan seorang wanita untuk menjadi pendamping hidupnya… maka dari itu si laki-laki mencari wanita lain untuk mendampingi hidupnya dan tidak mengharapkan wanita yang sudah bertunangan dengan orang lain…" Jawab Viky.


"Apa si laki-laki tidak mau membuka hatinya kembali untuk si wanita…? jika yang tersebar itu hanyalah sebuah isu pengalihan saja…?" Ucap Antika bertanya kepada Viky.


"Bukan berarti si laki-laki tidak mau membuka hati untuk si wanita, tapi jika itu di lakukan makan akan ada salah satu wanita yang tersakiti, dan si laki-laki tidak mau hal itu terjadi…" Jawab Viky atas pertanyaan Antika.


"Tapi jika tidak ada yang tersakiti apa si laki-laki, akan memberikan kesempatan untuk si wanita kembali dan tinggal bersama si laki-laki…?" Ucap Antika bertanya kembali.


Percakapan Viky dan juga Antika, terdengar sangat aneh, jika orang lain mendengarnya, dan hanya mereka berdua lah yang tahu tujuan dan arah pembicaraan tersebut, mereka ber 2 menceritakan posisi mereka masing-masing saat ini.


Setelah mendengar kata-kata dari Viky yang terakhir, raut wajah Antika berubah dan sorot mata yang tajam sekarang terlihat sedikit berkaca-kaca dan mulai mengeluarkan air mata.


"Maaf… aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan… mungkin jika ada kesempatan lain, kita bisa bersama-sama… semua berawal dari kesalahpahaman yang tidak bisa di jelaskan satu persatu… aku berharap kamu mengerti dengan kondisi kita masing-masing, di luar sana banyak laki-laki yang menginginkan kamu untuk menjadi pendamping hidupnya… aku yakin salah satu di antara banyak laki-laki di luar sana pasti ada laki-laki baik yang menunggu kamu… dan pantas untuk kamu cintai… tapi semua itu tergantung dari kamu, mau membuka hati untuk orang lain atau tidak…" Ucap Viky meminta maaf kepada Antika.


Antika berdiri dan berjalan ke arah tepi balkon dan melihat pemandangan Kota Taraka.


"Di luar sana banyak laki-laki yang menginginkan aku… tapi apa mereka pantas mendapatkan aku…? sedangkan mereka semua jauh berada di bawah aku, hanya kamu lah yang pantas menjadi pendamping aku…" Ucap Antika dengan melihat ke arah Kota Taraka.

__ADS_1


"Pantas atau tidak, tidak bisa di ukur dengan pencapaian… tapi bisakah laki-laki tersebut menyayangi kamu dan mencintai kamu dengan tulus, jika hal itu bisa di lakukan, maka laki-laki itu pantas untuk mendapatkan kamu serta mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kamu, dan kalian bisa bersama-sama menjalani hidup sebagai sepasang suami istri… aku rasa hal itu akan menjadi kebahagian yang sangat lengkap…" Ucap Viky berdiri dan berjalan menghampiri Antika yang berdiri melihat ke arah Kota Taraka.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2