Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 125 Kedekatan Herman dan Sulis


__ADS_3

Kedekatan Herman dan Sulis


"Tuan Sulis tidak perlu sungkan, ketika Tuan bilang ingin bergabung dengan aku, maka kita semua sudah menjadi satu keluarga…" Ucap Viky menanggapi ucapan terima kasih dari Sulis.


"Tidak Tuan… karena aku sangat senang dan aku juga jadi bingung harus berkata apa lagi selain berterima kasih kepada Tuan…" Jawab Sulis.


"Sudahlah… untuk pertemukan pertama kita mungkin sampai di sini, jika Tuan Sulis masih ingin mengobrol dengan Herman, silahkan… aku akan kembali ke ruangan aku, karena ada hal yang harus aku selesaikan…" Ucap Viky menutup pertemuan.


"Baik Tuan… silahkan, aku mungkin akan berada di sini sebentar dan berbicara dengan Herman…" Jawab Sulis.


Setelah mendengar jawaban dari Sulis, Viky berdiri dan di ikuti oleh semua orang berdiri, kemudian Viky berjalan ke arah pintu keluar di ikuti oleh Deky dan juga Aldo di belakangnya dan pergi kembali keruangan Viky, yang mana di sana Rere sedang mempelajari beberapa dokumen tetang Octa Grup.


"Herman… kemana saja kamu selama ini…?" Ucap Sulis setelah Viky, Deky dan Aldo keluar dari ruangan, dan yang berada di sana hanya Herman dan Sulis.


"Ada… aku tidak kemana-mana… selama ini aku masih di Kota Taraka…" Jawab Herman simpel.


"Ketika dulu aku pergi ke kediaman keluarga Neo aku tidak dapat menemukan kamu, dan juga aku mencari kamu kemana-mana namun tidak dapat menemukan jejak kamu, kamu seperti di telan bumi, lantas selama kamu menghilang kamu bekerja dimana…? dan bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu dengan Tuan Viky…?" Jawab Sulis dan memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada Herman.


"Baiklah… aku akan menceritakan semuanya kepada kamu… dari awal hingga akhir…" Jawab Herman, kemudian dia menceritakan semua kejadiannya kepada Sulis.


Dari saat dia menghajar Cipto Ma dan di usir dari keluarga Neo, pergi membawa Rere ke rumah sakit, dan membeli rumah biasa untuk tinggal.


"Aku pergi ke sana-sini mencari pekerjaan baru dan tidak ada satu pun perusahaan yang mau menerima aku, sampai pada akhirnya aku mendapatkan pekerjaan, sampai pada akhirnya ada salah satu perusahaan Taksi yang menerima aku bekerja dan aku bekerja di sana sebagai supir taksi…" Ucap Herman menjelaskan.


"Terus…? kenapa kamu tidak datang ke kediaman aku, aku pasti memberikan kamu pekerjaan yang lebih layak…" Ucap Sulis.


"Bukan aku tidak mau pergi ke kediaman kamu dan meminta bantuan kamu, tapi jika kamu menerima aku dan memperkejakan aku, maka keluarga kamu akan berperang secara terbuka dengan keluarga Ma… dan mengakibatkan banyak korban berjatuhan dari ke dua belah pihak, aku tidak menginginkan itu terjadi, dan semua kejadian yang terjadi bersumber dari aku…" Jawab Herman, menjelaskan alasannya kepada Sulis.


"Lantas bagaimana caranya kamu bertemu orang hebat seperti Tuan Viky…?" Ucap Sulis kembali bertanya tetang Viky yang belum Herman jawab.

__ADS_1


"Satu hari… aku sedang menunggu penumpang di bandara… tiba-tiba Viky dan Aldo naik ke dalam taksi aku dan meminta aku untuk mengantar mereka berdua berkeliling Kota Taraka, aku berpikir bahwa mereka berasal dari kota lain… dan aku pun membawa mereka berdua berkeliling Kota Taraka seharian penuh, sampai malam hari karena aku kasihan kepada mereka berdua, jadi aku menawarkan mereka berdua menginap di rumah aku…"


"Di saat makan malam, Viky menawarkan Rere untuk bekerja di Octa Grup ini, dan meminta untuk berbicara berdua dengan Rere, entah apa yang mereka berdua bicarakan aku pun tidak tahu, singkatnya, aku di belikan mobil dan rumah oleh Viky dan aku juga bisa bekerja di sini, namun aku juga baru tahu hari ini dengan identitas Viky yang sebenarnya…" Ucap Herman menceritakan kejadian dia bertemu dengan Viky.


"Itu semua adalah buah dari kebaikan yang kamu lakukan… tapi kenapa Tuan Viky memanggil kamu ayah…?" Jawab Sulis sekaligus dia bertanya kembali.


"Untuk itu aku tidak tahu pasti bagaimana awalnya, karena hanya Rere dan Viky saja yang tahu, yang jelas mereka berdua ingin menikah, asal kan Rere bahagian, aku sebagai orang tuanya hanya bisa mendukungnya…" Jawab Herman, dan memang Herman tidak tahu dengan hubungan antara Rere dan Viky, hanya mengetahui bahwa mereka berdua ingin menikah.


"Memang itu urusan anak muda, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung untuk kebahagian mereka…" Jawab Sulis.


"Herman… sebagai tanda awal pertemuan kita kembali, bagaimana kalau kita pergi mencari makan dan meminum beberapa gelas anggur… tapi jika itu pun kamu memiliki waktu luang… karena yang aku tahu di Octa Grup ini, semuanya pasti sangat sibuk di jam-jam segini… tenang saja, aku yang traktir semuanya…" Ucap Sulis mengajak Herman.


"Aku tidak terlalu sibuk… karena Viky dan juga Deky sedang mempersiapkan sesuatu yang bahkan aku pun tidak mengetahuinya…"Jawab Herman.


Memang Herman, tidak di bari tahu tetang rencana Viky dan Deky, dia hanya di beri perintah untuk memantau keadaan Octa Grup dan secara perlahan dan tidak di sadari oleh Herman adalah Herman mengambil alih ke pemimpinan Octa Grup.


Hubungan Herman dan Sulis, di saat mereka sedang berduaan dari dulu memang seperti ini, seperti teman biasa, entah karena umur mereka yang hampir berdekatan, atau karena mereka berdua mempunyai pemikiran yang sama.


………


"Deky… kamu bawa ke ruangan aku, orang yang kamu tahan di gudang bawah tanah…" Ucap Viky member perintah kepada Deky.


"Baik Tuan… akan segera saya bawa orangnya ke ruangan tuan…" Jawab Deky dengan sopan dan dia berpisah dari Viky dan Aldo, yang mana dia pergi ke arah yang berlawanan dengan Viky. kemudian Viky dan Aldo pergi naik lift untuk pergi ke lantai atas.


"Lord… wanita yang bernama Citra, terus mengajak aku untuk makan malam bersamanya… Aku bingung harus menjawab apa kepadanya…" Ucap Aldo tiba-tiba saat mereka berada di lift.


"Terus kamu bagaimana…? Kamu mau makan malam bareng sama dia…?" Tanya Viky kepada Aldo.


"Aku tidak tahu Lord… dan aku juga bingung harus berbuat apa… maka dari itu aku meminta saran dari Lord…" Jawab Aldo.

__ADS_1


"Aku sarankan untuk kamu pergi makan malam dengan Citra, untuk nanti kamu tidak tahu harus berbuat apa, kamu ikutin saja apa yang Citra mau, dan nanti juga kamu akan paham apa yang akan kamu lakukan…" Ucap Viky memberi saran kepada Aldo.


Viky berkata seperti itu karena dia ingin Aldo, memikirkan tetang kehidupannya, namun jika Viky yang berkata maka pasti beda ceritanya, jadi Viky memerintahkan Aldo untuk mengikuti keinginan Citra, dan berjalan seperti air mengalir.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2