
Ancaman Dari Viky
"Apa aku tidak di persilahkan duduk…?" Ucap Viky bertanya setelah orang yang berada di belakangnya pergi dari tempat tersebut.
"Oh jadi kamu ingin duduk bersama kami…? boleh saja, tapi kamu harus menjadi bagian dari kami juga… kamu bisa panggil aku Fast komandan Divisi ke 8…" Jawab orang yang duduk di kursi utama, dengan niat agar Viky atau orang yang berada di depannya mengkhianati pasukan Magnium, dan menjadi bawahannya, karena dia melihat kemampuan Viky yang cukup luar biasa, dan dia juga memperkenalkan dirinya.
"Lebih baik aku tetap berada di dalam pasukan Magnium dari pada aku harus menjadi bawahan dari seseorang yang hanya membawahi sebuah Divisi saja…" Jawab Viky dengan santai, namun kata-kata membuat raut wajah ke 5 orang yang duduk di kursi langsung berubah drastis.
"Walau pun hanya sebuah Divisi, jika di bandingkan dengan kekuatan dari pasukan Magnium, Divisi yang aku pimpin sangat jauh berada di atas kekuatan yang pasukan Magnium miliki…" Jawab Fast atau Komandan dari pasukan yang berada di sana dan dia juga terus membanggakan pasukan yang berada di bawahnya, dan ke 4 orang sisanya raut wajah mereka sedikit kembali berubah seperti semula, dan mereka juga sedikit tersenyum bangga atas yang di katakan pemimpin mereka.
"Tetap saja, yang namanya sebuah Divisi hanya sebagian kecil dari sebuah pasukan secara utuh, aku tidak tertarik untuk menjadi bawahan kalian… dan perlu kalian tahu, bahwa pasukan Magnium itu tidak pernah menunjukkan kekuatannya secara utuh kepada musuh yang di hadapinya, jika kalian tidak percaya maka kalian bisa tanyakan saja kepada orang yang sudah mati yang pernah berhadapan dengan pasukan Magnium, karena setiap musuh yang berhadapan dengan pasukan Magnium, mereka semua tidak pernah ada satu pun yang selamat…" Jawab Viky, dengan maksud untuk mematahkan kata-kata dari Fast, namun Fast dan yang lainnya memiliki pengertian lain tentang kata-kata dari Viky.
"Memangnya jabatan apa yang kamu miliki sehingga menolak tawaran dari aku… jika jabatan kamu lebih tinggi dari aku di dalam pasukan Magnium, maka aku bisa membicarakan hal ini kepada Tuan Lord, untuk memikirkan jabatan apa yang pantas untuk kamu…" Jawab Fast dengan nada yang sedikit tinggi karena dia tidak terima penolakan dari orang yang ada di depannya.
Ketika Viky akan menjawab kata-kata dari Fast, orang yang tadi di perintahkan untuk membawa Rere sudah kembali, dan dia datang ke sana tidak sendirian, karena dia membawa Rere dengan posisi tangan yang terikat kebelakang dan juga mulut yang di tutupi dengan kain, serta ada satu luka lebam di wajah Rere dan juga rambut serta baju Rere yang sudah kotor serta acak-acakan, seketika itu juga emosi Viky tidak tertahan lagi melihat bahwa ada sebuah bekas pukulan di wajah Rere.
"Siapa di antara kalian yang berani memukul wanita aku…?" Ucap Viky dengan nada yang sedikit serak, serta wajah yang terlihat sangat marah dan mata yang tajam menatap ke arah 5 orang yang sedang duduk di meja dan juga aura dari tubuh Viky seketika menyebar ke segala arah dari ruangan tersebut dan aura tersebut pun bukan lagi pada tingkat Jendral perang, melainkan pada tingkat Lord.
Awalnya Viky ingin sedikit bermain dengan ke 5 para petinggi dari pihak musuh, namun ketika di melihat Rere yang seperti ini, emosinya tidak bisa tertahan lagi, dengan seketika Viky berubah menjadi sangat menyeramkan, dan ke 5 orang yang berada di meja tersebut seketika menjadi takut kepada Viky, dan juga merasa sedikit tertekan karena aura yang menyebar dari tubuh Viky.
__ADS_1
"Baiklah… karena dari kalian tidak ada yang menjawab, maka aku simpulkan bahwa kalianlah yang memukul wanita aku, dan kalian akan menerima hukuman dari aku nanti…" Lanjut Viky berkata, dengan menatap ke 5 orang tersebut dengan tajam satu persatu, dengan maksud untuk mengingat setiap wajah di antara mereka.
"Namun sebelum itu, kamu…bilang pada pimpinan kamu, tidak perlu susah-susah untuk mencari aku, karena aku akan selalu ada di Kota Taraka, aku siap kapan pun untuk menghadapi kalian, dan jangan coba-coba untuk menyusup ke dalam Kota Taraka, jika itu terjadi maka aku akan mencari kalian dan membunuh kalian tanpa tersisa satu pun…" Lanjut kembali berkata sambil menunjuk ke arah Fast, dan dengan nada yang sedikit mengancam, namun bukan kepada mereka ber 5 saja, tapi juga kepada orang yang berada di belakang mereka.
"Siap kamu memangnya…? berani sekali mengancam tuan Lord aku…? hanya seorang bawahan yang tidak jelas di sebuah pasukan kecil berani mengancam Tuan Lord…?" Jawab Fast dengan marah dan nada yang sedikit tinggi, karena ada orang yang berani mengancam tuan Lord nya, walau pun ada sedikit ketakutan di hatinya, karena aura yang keluar dari tubuh Viky, namun dia tidak terima jika Tuan Lord nya di ancam seperti itu oleh orang lain, bukan hanya Fast saja yang terlihat marah, melainkan ke 4 orang sisanya juga terlihat marah, namun mereka tidak berkata apa-apa karena mereka ber 4 lebih fokus untuk mempertahankan diri dari tekanan aura dari Viky.
"Sebenarnya dengan apa yang kalian miliki, kalian tidak memenuhi syarat untuk tahu siap aku, tapi karena kalian akan mati setelah perang ini di mulai, maka aku akan memberitahu kalian siapa aku… aku adalah Viky, Lord Jendral dari Pasukan Magnium…" Jawab Viky dengan memberitahukan kepada Fast dan orang-orangnya siapa Viky, dan di saat kalimat terakhir dari Viky keluar, aura yang keluar dari tubuh Viky berubah seketika karena Viky tidak menahan lagi tingkat kekuatan yang Viky miliki, pada tingkat Lord Jendral tahap akhir, seketika suasana di dalam ruangan tersebut pun menjadi lebih mencekam lagi.
Ke 4 orang yang duduk di meja, seketika mereka ber 4 memuntahkan seteguk darah dari mulur mereka masing-masing karena tidak bisa menahan tekanan dari aura Viky, namun Fast, dia hanya bercucuran keringat saja, karena dia masih bisa sedikit manahan tekanan dari aura yang Viky keluarkan.
Dan untuk orang yang membawa Rere, dia tidak merasakan tekanan apa pun, karena jarak antara dia dan juga Rere sangat dekat jadi dia bisa mendapatkan efek dari perlindungan yang Viky berikan untuk Rere, namun dia masih bisa merasakan kengerian dari kekuatan yang Viky keluarkan, walau pun dia tidak merasakannya secara langsung.
"Setelah aku kembali ke tempat aku, aku akan menembakan sebuah flare gun ke udara, sebagi tanda bahwa perang sudah di mulai, baik aku atau kalian bisa menyerang kapan pun…" Lanjut Viky berkata, kemudian dia berbalik badan dan melihat ke arah Rere, namun dia tidak mengatakan apa pun kepada Rere hanya memeluk Rere dan segera membawanya keluar dari ruangan tersebut.
"Kamu… antara kan aku kembali ke tempat tadi…" tanpa menunggu jawaban dari orang tersebut, Viky berbalik dan berjalan keluar dari tenda tersebut.
Dan orang tersebut, tidak mengatakan apa-apa dan hanya bisa mengikuti perintah dari Viky, serta berjalan keluar dari dalam tenda bersama dengan Viky, entah karena ketakutan atau karena ada hal lain, yang membuat dia mengikuti perintah dari Viky.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...