Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 270 Efek Obat Untuk Dewi Berbeda


__ADS_3

Efek Obat Untuk Dewi Berbeda


Viky hanya diam seperti patung tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya melihat ke arah Dewi yang berada di dalam kamar dengan sangat terkejut, serta mata yang melotot.


"Jangan Hanya di lihat saja, bantu aku bangun, aku sangat lemas sekali karena mungkin terlalu lapar…" Ucap Dewi menyadarkan keterkejutan Viky, dengan posisi Dewi yang tergeletak di lantai.


"Dewi apa yang kamu lakukan…? kenapa kamu bisa tergeletak di lantai…" Jawab Viky dengan balik bertanya, dan keringat mulai keluar dari tubuhnya, serta detak jantung yang berdebar sangat kencang.


"Bantu aku bangun dulu, baru nanti aku ceritakan…" Jawab Dewi dengan nada yang kesal karena Viky tidak langsung membantunya, malah berdiri dan bertanya.


Viky sedikit ragu-ragu untuk masuk ke dalam kamar Dewi, karena yang membuat Viky terkejut adalah bukan hanya karena Dewi tergeletak di lantai saja, melainkan saat ini Dewi hanya mengenakan kacamata kuda berwarna pink yang juga terlihat kecil, terpasang di dadanya, entah karena kekecilan atau karena ukuran punya Dewi yang terlalu besar, dan juga sebuah tali membentuk segi tiga berwarna merah muda serta di tengahnya berwarna pink transparan, memperlihatkan sebuah rawa-rawa yang sangat dalam di baliknya.


Sekuat-kuatnya orang bisa menahan, jika di hadapkan dengan pemandangan seperti ini, maka pasti akan merasakan sesuatu yang berbeda dari dalam dirinya dan bohong jika di katakan tidak tergoda dan pikiran yang tidak traveling kemana-mana. bagaimana tidak, dengan wajah Dewi yang cantik serta kulit putih mulus, dan hanya di tutupi kain pada daerah aset pribadinya saja dan juga sesuatu yang lebih berharga bisa terlihat sedikit walau tidak jelas.


"Jangan hanya di lihat saja, tidak akan puas… di sentuh akan lebih nikmat dan juga akan lebih terasa… dan aku juga merasa kurang nyaman jika kamu terus melihat aku seperti itu…" Lanjut Dewi berkata dengan menggoda Viky, namun raut wajahnya terlihat sedikit memerah karena merasa malu di lihat terus menerus oleh Viky, di kalimat terakhir yang dia maksud bukan terlihat oleh Viky melainkan akan tidak enak jika terlihat oleh Eagle.


"Yah sudah… kamu berdiri saja sendiri kalau begitu… aku akan kembali ke ruangan tengah…" Jawab Viky dengan santai namun di dalam dirinya dia sedang berperang untuk melawan agar tidak menerkam ke arah Dewi, dengan berbalik badan membelakangi Dewi.


"Jangan… jika kakak tidak membantu aku, nanti aku bisa masuk angin… kalau pun aku bisa berdiri sendiri, aku tidak akan meminta bantuan dari kakak, dan aku juga tidak akan tidak memakai baju seperti ini…" Jawab Dewi dengan sedikit memohon kepada Viky, dan juga ada nada kesal karena tidak di bantu, setelah melihat tubuhnya yang seperti itu.


"Baiklah… baiklah… aku akan membantu kamu… tapi hanya sampai di atas tempat tidur saja… dan kamu jangan menggunakan kesempatan dalam kesempitan…" Jawab Viky yang tidak punya pilihan, dan juga apa yang terjadi kepada Dewi juga akibat apa yang Viky perintahkan kepada Dewi karena bisa saja apa yang terjadi kepada Dewi efek dari meminum obat tersebut, dan Viky juga membalikan kata-kata dari Dewi tadi pagi, setelah selesai berkata, Viky berbalik badan kembali dan berjalan ke arah Dewi yang tergeletak di lantai.

__ADS_1


"Ok… ok… kak, tapi bawakan makanan juga ke sini yah… aku sangat lemas jika harus pergi ke dapur…" Jawab Dewi dengan nada pasrah, karena awalnya dia berniat ingin Viky menyuapinya makan serta memakaikannya baju, dan juga menggendongnya sampai ke tengah rumah, tapi apa daya, Viky sudah memberikan peringatan kepada Dewi untuk tidak berharap mendapatkan bantuan lebih.


Viky berjalan secara perlahan sambil mengontrol dirinya agar tidak terbawa suasana, dan menerkam ke arah Dewi, walau pun Dewi tidak akan menolak hal itu, tapi jika terjadi maka akan menjadi masalah yang cukup rumit nanti.


Viky memasukan sebelah tangannya ke arah pundak Dewi, dan sebelah lagi di masukan ke bagian bawah lutut, dengan sekali tarikan napas Dewi sudah terangkat, ketika mengangkat Dewi, keringat Viky pun bercucuran dengan sangat deras, dan ada juga keringan Viky yang jatuh ke perut Dewi, bukan karena berat mengangkat Dewi tapi karena di dalam diri Viky sedang berperang, untuk masalah berat badan, tubuh Dewi sebenarnya sangat ringan, bahkan bisa saja Viky mengangkatnya hanya dengan satu tangan, tapi dengan situasi yang sekarang tubuh Dewi sangat berat, bisa di bilang seperti mengangkat tubuh Dewi dengan ukuran 5 kali lipat secara bersamaan.


Dengan posisi ini, Viky merasakan kelembutan dari kulit Dewi dan dia juga bisa melihat dengan sangat jelas lekuk tubuh Dewi dan juga aroma wangi yang berasa dari tubuh Dewi, serta dapat melihat dengan jelas semua aset-aset pribadi milik Dewi.


Viky membaringkan tubuh Dewi di atas tempat tidur secara perlahan, setelah tubuh Dewi terbaring di atas tempat tidur ada sedikit kelegaan di hati Viky, jarak dari tempat tidur ke tempat Dewi berbaring di lantai memang tidak jauh, hanya sekitar 2 langkah saja, jika di lakukan saat normal hal itu pasti tidak akan terlalu berat bagi Viky, dan juga tidak akan terasa lama.


"Baiklah… kamu pulihkan dulu tenaga kamu… nanti aku akan menyuruh seseorang untuk menyuapi kamu makan dan memakaikan baju untuk kamu…" Ucap Viky dengan menutupi tubuh Dewi yang berbaring di atas tempat tidur dengan selimut.


"Jangan sama orang lain… sama kakak saja, aku akan merasa canggung jika di lakukan oleh orang lain…" Jawab Dewi, dengan nada yang sedikit merengek kepada Viky, dan di pikiran Dewi yang akan melakukan hal itu adalah seorang laki-laki, jadi menurutnya akan lebih baik jika di lakukan oleh Viky bukan orang lain.


"Yah sudah tidak apa-apa kalau begitu…" Jawab Dewi dengan nada yang pasrah, karena tidak punya pilihan lagi selain menerima kata-kata dari Viky barusan.


Viky berjalan keluar dari kamar tersebut dan melihat ke arah Eagle yang sedari awal menunggunya di depan pintu kamar.


"Eagle… kamu bilang kepada orang dapur untuk segera membawa makanan ke sini… jika ada seorang wanita di dapur, maka suruh lah dia untuk menyuapi Dewi serta memakaikan baju untuknya, jika tidak ada maka kamu cari saja seorang wanita yang mau melakukan hal itu… siapa saja boleh, tapi harus cepat…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Eagle, di saat Viky berdiri tepat di pintu masuk kamar.


"Baik Lord…" Jawab Eagle dengan singkat, walau dia tidak mengerti kenapa Viky menyuruhnya mencari seorang wanita, tapi dia tidak berani bertanya lebih dan hanya bisa menjalankan perintah dari Viky.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2