Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 86 Keluarga Ye


__ADS_3

Keluarga Ye


"Aku ingin tahu siapa Ye Zhou dan kalimat apa yang harus Ye Zhou cari arti dan maksudnya…" Ucap Rere bertanya kepada Ye Diton


Ye Diton tidak buru-buru menjawab pertanyaan dari Rere melainkan melihat dulu ke arah Viky, karena dia takut melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya, tapi Viky tidak memperdulikan dia, dan Ye Diton mengerti bahwa Viky tidak akan marah jika dia menceritakan semuanya kepada wanita yang berada di depannya.


"Baik Nona aku akan menceritakan semua yang aku tahu…" Jawab Ye Diton kemudian dia menceritakan semua yang dia tahu.


"Ye Zhou adalah kepala keluarga yang baru di keluarga Ye, namun beberapa tahun yang lalu sebelum Ye Zhou mewarisi sebagai kepala keluarga, kejadian tidak terduga terjadi yaitu dia di racuni oleh musuhnya, kami semua keluarga Ye sudah hampir putus asa dan sudah hampir menggunakan semua sumber daya yang ada untuk menyembuhkan Tuan mudah Ye Zhou, bahkan keluarga Ye hampir mendekati kebangkrutan… Namun racun tersebut tidak kunjung hilang dari tubuh Tuan Muda…"


"Sampai pada titik terakhir kami mendapatkan kabar bahwa ada seseorang Master yang mempunyai kemampuan yang bisa menetralisir segala racun, dengan sisa sumber daya yang ada kami semua mengerahkan semua kemampuan kamu untuk mencari orang tersebut…"


"Dan pada akhirnya salah satu dari kami menemukan Master tersebut dan membawa Tuan Muda kami kepadanya…"


"Hampir satu bulan lebih Tuan muda kami berada di tangannya untuk di obati, karena Tuan muda adalah satu-satunya pewaris yang sah yang kita miliki, tapi dengan kondisinya kami semua sudah pasrah…"


"Karena kekosongan kepala keluarga jadi kami memilih kandidat kepala keluarga yang lain di luar, bahkan sampai terjadi perpecahan di antara semua orang-orang keluarga Ye, antara menunggu Tuan muda atau memilih pewaris secara acak…"


"Dan yang tidak kami duga adalah di saat kritis dan akan terjadi perang saudara, Tuan muda datang dan mengambil alih kekuasaan keluarga dan dia sendiri menyatakan bahwa dirinya 90% sudah terlepas dari racun tersebut, kami semua sangat senang mendengar kabar itu dan kami mengadakan sebuah acara pesta demi menyambut kepala keluarga baru dan kesembuhan Tuan muda…"


"Tapi di saat kami semua menggelar pesta dan larut dalam kebahagian semua itu tidak berlalu untuk Tuan muda, jadi kami semua berinisiatif menghentikan pesta dan bertanya kepada Tuan muda tetang apa yang terjadi, kemudian tuan muda menceritakan semuanya…"


"Tuan muda ingin menjadi murid dari Master yang berhasil menekan racun tersebut tapi Tuan muda di berikan tugas harus mencari arti dan maksud dari sebuah kalimat dan jika Tuan muda berhasil, bukan hanya akan menjadi murid Master tersebut tapi racun di dalam diri Tuan muda pun akan sepenuhnya hilang…"


"Dan untuk masalah kalimat yang menjadi tugas Tuan muda hanya kami para petinggi di keluarga Ye yang tahu, jangankan orang luar, bahkan orang biasa di keluarga Ye tidak mengetahui tentang masalah ini, dan untuk kalimat tersebut hanya beberapa orang yang tahu… aku pun yang sebagai kepala cabang tidak di beri tahu tetang kalimat tersebut…"


"Aku hanya mendapat perintah untuk menghindari segala sesuatu yang akan menyebabkan konflik dengan Octa Grup, tanpa di beri tahu dengan alasan pastinya, dan sekarang aku sudah mengetahui kenapa aku di perintahkan seperti itu… Tapi aku yakin Tuan muda belum mengetahui bahwa Master berada di Kota Taraka yang kecil ini… dan juga Tuan muda pasti akan sangat senang mendengar kabar yang sangat baik ini… " Ucap Ye Diton menjelaskan semua yang di tahu kepada Rere, namun di kalimat terakhir Ye Diton menatap ke arah Viky.


"Heemm…" Rere hanya mengangguk sebagai jawaban atas semua cerita yang Ye Diton ceritakan.


Rere berjalan ke arah Viky dan berkata:


"Jadi apa hubungan kamu dengan Master yang menolong Tuan muda dari keluarga Ye…?" Tanya Rere kepada Viky, sebenarnya dia sudah bisa menebak tapi hanya meyakinkan dengan tebakannya.


"Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan Master tersebut… " Jawab Viky dengan santai kepada Rere.


"Lantas bagaimana kamu bisa tahu tetang kalimat yang menjadi tugas bagi Tuan Muda keluarga Ye…" Ucap Rere dengan sedikit kesal.


"Yah… bagaimana aku tidak tahu, karena aku sendiri yang memberikan kalimat tersebut kepada Zhou kecil…" Jawab Viky dengan tersenyum ke arah Rere.

__ADS_1


"Yah memang kamu tidak punya hubungan apa-apa karena kamu adalah orang yang sama…" Ucap Rere dengan kesal dengan ekspresi cemberut kepada Viky.


"Baiklah… kalau begitu karena kita semua juga bukan orang asing dan memiliki hubungan yang cukup dekat… jadi untuk masalah ini kita selesaikan sampai di sini… dan untuk masalah tagihannya mungkin nanti kami akan mengirim orang untuk mengantarkan uangnya ke sini…" Ucap Rere melihat ke arah Ye Diton.


Ye Diton sangat kaget setelah mendengar ucapan dari Rere, karena dia pikir masalah ini tidak sesederhana yang terlihat, tapi Rere menyelesaikan masalah ini dengan sangat simpel.


"Tuan…" Ucap Ye Diton melihat ke arah Viky, tapi belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya sudah di potong oleh Viky, karena Viky tahu bahwa masalah ini tidak bisa di selesaikan dengan cara yang Rere mau.


"Yang di katakan istriku adalah benar, Aku tidak masalah dengan keputusan istriku, tapi kalian harus menemui Ye Zhou, biar dia yang menentukan tindakan apa yang akan dia lakukan kepada kalian… kalian berdoa lah Ye Zhou tidak akan menghukum kalian terlalu berat…" Ucap Viky memotong kata-kata dari Ye Diton.


"Terima kasih Tuan… Terima kasih Nyonya… " Ucap Diton dengan posisi kembali berlutut setelah mendengar jawaban yang pasti dari Viky, setelah dia berkata demikian dia melirik kepada semua orang yang berada di belakangnya untuk berlutut dan berterima kasih kepada Rere dan Viky, dan orang-orang yang berada di belakangnya pun mengikuti apa yang Ye Diton lakukan.


Bahkan untuk si manager dia sangat bersyukur atas pengampunan Viky dan juga Rere, di meminta maaf dan berterima kasih dengan sangat tulus. karena jika tidak, dia tidak akan memiliki lidah lagi, serta selama hidupnya tidak akan bisa berbicara kembali seperti orang normal.


"Tuan… Nyonya… untuk masalah pembayarannya mungkin kita bisa lupakan saja, dan kami juga meminta maaf karena memberikan jamuan makan yang sederhana untuk Tuan dan Nyonya…" Ucap Ye Diton dengan sopan dan melihat ke arah Viky dan juga Rere secara bergantian.


"Aku tidak bisa memutuskannya, karena semua keputusan akhir berada di tangan suamiku…" Jawab Rere kepada Diton, namun di kata-kata terakhir nada suara Rere terdengar lebih pelan.


……


"Aku akan tetap membayarnya, bisnis adalah bisnis, dan juga aku ke sini bukan untuk berkunjung melainkan mengajak keluargaku untuk makan bersama di sini… jika kamu tidak menerimanya, mungkin masalah ini akan berlanjut dan bahkan akan semakin rumit…" Ucap Viky menatap ke arah Ye Diton.


Suasana di dalam restoran tersebut pun menjadi hening, semua mata memandang punggung Aldo, karena posisi Aldo yang berada di paling belakang.


Di saat punggung Aldo sudah tidak terlihat suasana di restoran pun masih hening, tapi tiba-tiba dari arah pojok ruangan terdengar ada seorang pria berteriak kegirangan.


"Hore… aku menang taruhan…" Teriak pria tersebut berdiri dengan mengangkat tangan yang di kepalkan dengan ekspresi wajah cerah dan bahagia, dengan serempak semua orang berbalik menatap ke arah orang tersebut.


"Maaf…" Dengan sedikit malu-malu pria tersebut berucap setelah menyadari bahwa semua perhatiannya tertuju kepadanya, dan dia pun menjadi salah tingkah karena baru pertama kalinya dia menjadi pusat perhatian seperti itu.


Tapi berbeda dengan 2 orang yang berada tidak jauh dari posisi duduk pria tersebut, wajah kedua orang tersebut terlihat sangat murung sekali, bagaimana tidak, awalnya mereka berdua akan mendapatkan uang 20 juta secara cuma-cuma tapi hal yang mengejutkan terjadi, dan akhirnya mereka berdua mau tidak mau harus kehilangan uang 25 juta.


………


Setelah Viky, meninggalkan ruangan restoran di berjalan menuju parkiran, dan di sana semua orang sedang menunggu Viky dengan sangat cemas.


"Kakak…" Teriak Lisa kemudian berlari menuju ke arah Viky setelah melihat Viky yang tengah berjalan ke arah mereka.


Semua orang dengan serempak melihat ke arah tujuan Lisa berlari, wajah semua orang berubah yang mana awalnya terlihat cemas, sekarang terlihat cerah setelah melihat Viky baik-baik saja, semua orang di saat ini bisa bernapas lega.

__ADS_1


"Kakak… apa kakak baik-baik saja…? bagaimana dengan orang jahat tadi…? apa kakak sudah memberi pelajaran kepada orang tersebut…" Ucap Lisa bertanya tanpa henti setelah berada di dekat Viky, dengan posisi Lisa memeluk lengan Viky.


"Kamu ini, kalau nanya satu-satu… kakak jadi bingung harus menjawab pertanyaan kamu yang mana dulu…" Jawab Viky dengan mencubit manja kepada Lisa.


"Dari yang mana saja boleh, asal semua pertanyaannya di jawab…" Jawab Lisa dengan manja kepada Viky.


"Baiklah… kamu bisa lihat kakak sekarang seperti apa, dan untuk orang tadi… karena kakak ipar kamu memaafkan mereka jadi mereka bisa bebas dan tidak di beri pelajaran oleh kakak kamu yang hebat ini…" Ucap Viky, yang memanjakan Lisa.


Tapi di saat Viky memanjakan Lisa dari arah sebelah Viky terpancar aura kecemburuan yang menggebu-gebu.


*Author up 1 bab karena ada kerjaan tapi bab nya author bikin lebih panjang sedikit.


#Jangan lupa untuk Vote nya


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2