
Pendengar Yang Baik
"Kenapa kakak ingin menghancurkan tenda tersebut…? aku lihat tenda tersebut tidak berbahaya, karena di sana tidak ada alat pertahanan atau alat perang yang berbahaya, jika aku mungkin akan menyerang tempat lain yang terdapat alat perang, agar kekuatan musuh sedikit berkurang…" Jawab Vanteko Ma yang mana dia belum tahu tujuan dari Viky menyerang tenda tersebut.
"Pemikiran kamu itu adalah pemikiran yang akan membuat sebuah peperangan yang di hadapi mengalami sebuah kekalahan…" Jawab Viky.
"Kenapa bisa kak…? bukanya menyerang alat perang musuh bisa melemahkan kekuatan lawan…? dan membuat peluang yang lebih besar untuk mendapatkan sebuah kemenangan…" Jawab Vanteko Ma, bertanya dan menjelaskan pendapatnya.
"Memang secara logika hal itu adalah benar… namun perlu kamu tahu, kekuatan terbesar dalam sebuah peperangan itu bukan terletak pada seberapa banyak dan seberapa canggih alat perang yang di miliki, tapi terletak pada orang yang menjalankan strategi dalam perang tersebut, jadi yang perlu kita serang terlebih dulu adalah orang menjalankan strategi lawan, atau bisa di bilang kita hancurkan dulu kepalanya atau pusat dari pertahanan musuh, baru kita serang kaki, tangan dan juga badannya, maka kemenangan sudah pasti berada di tangan kita…" Jawab Viky menjelaskan apa yang dia maksud kepada Vanteko Ma, karena Vanteko Ma memiliki pemahaman lain untuk memenangkan sebuah peperangan dan hal itu sudah pernah Viky lakukan dulu dan Viky mendapatkan sebuah kekalahan telak, jadi dia bermaksud membenarkan pemahaman yang salah Vanteko Ma, agar ke depannya Vanteko Ma tidak melakukan kesalahan yang sama yang pernah Viky lakukan.
"Oh seperti itu… jadi kekuatan musuh yang sebenarnya bukan pada apa yang terlihat namun pada siapa yang menyusun strategi perang tersebut…" Jawab Vanteko Ma yang mengerti maksud dari kata-kata Viky.
"Kamu lihat, kesalahan terbesar mereka adalah, membiarkan pesawat musuh terbang di atas barak mereka, dan hal ini lah yang akan terjadi…" Ucap Viky, sambil menekan sebuah tombol.
Ketika tombol tersebut di telan, 2 roket yang berada di sayap kiri dan kanan pesawat Viky meluncur seketika, namun semua orang yang ada di bawah hanya melihat ke mana arah 2 roket tersebut, apa mengenai pesawat dari pihak mereka atau malah meleset.
Pilot yang ada di dalam pesawat pun dia sedikit panik karena ada 2 roket yang meluncur ke arahnya, namun ketika 2 roket tersebut hampir menabrak dari ujung pesawatnya, roket tersebut hanya melewati pesawatnya, dan dia sedikit bisa bernapas lega, karena serangan dari musuh meleset dan tidak mengenainya. Ketika semua orang merasa bahwa serangan dari pesawat Viky meleset dan mengira bahwa yang ada di dalam pesawat musuh adalah pilot amatir.
"Boom…" terdengar sebuah ledakan dari arah tengah barak, sontak semua orang melihat ke arah ledakan tersebut, dan ledakan tersebut berasal dari tenda yang di isi oleh pemimpin mereka. semua orang seketika langsung panik dan berlarian ke arah tenda pemimpin mereka, untuk melihat apakah pimpinan mereka bisa selamat atau tidak, jika tidak maka peperangan ini sudah di pastikan bahwa mereka sudah kalah.
Viky sedikit tersenyum setelah dia melihat 2 roket yang dia tembakkan mengenai sasaran yang dia ingin kan, kemudian dia membalikan pesawatnya untuk kembali ke tempat orang-orangnya berada, tanpa mengejar pesawat yang tersisa.
Setelah mendaratkan pesawatnya, Viky dan Vanteko Ma turun dan berjalan ke arah Eagle beserta yang lainnya yang berdiri menunggu kedatangan Viky di pinggiran perlintasan pendaratan pesawat.
__ADS_1
"Aldo… bagaimana keadaan Rere saat ini…?" Ucap Viky bertanya kepada Aldo setelah dia berada di pinggir perlintasan pendaratan pesawat.
"Setelah melakukan pemeriksaan secara detail dan juga menyeluruh tidak ada keanehan yang ada di dalam diri Quin, hanya sebuah trauma saja yang di alami oleh Quin saat ini… namum untuk berjaga-jaga mungkin nanti Lord sendiri yang harus memeriksanya agar lebih bisa menyakinkan Lord sendiri, karena di sini alatnya juga sedikit terbatas, jadi mungkin bisa saja ada sesuatu yang sangat kecil yang terlewatkan…" Jawab Aldo menjelaskan kepada Viky, atas hasil dari pemeriksaan pada tubuh Rere.
"Baiklah… mungkin nanti aku akan memeriksanya sendiri untuk lebih menyakinkan lagi… sekarang dimana Rere berada…?" Jawab Viky dengan nada yang sedikit tenang karena Rere baik-baik saja, dan dia kembali bertanya kepada Aldo mengenai dimana Rere berada saat ini.
"Untuk Quin… setelah di berikan obat, saat ini Quin sedang beristirahat Lord, untuk memulihkan trauma yang di alaminya…" Jawab Aldo, yang kembali mengatakan kondisi Rere saat ini.
"Yah sudah… biarkan dia istirahat dulu, untuk sekarang, kita hancurkan dulu musuh yang ada di depan kita… karena setelah ini kita akan berangkat ke kota Yako untuk menyelamatkan Lisa, kita tidak tahu apa yang terjadi di sana, mungkin saja kita akan berperang kembali di sama… sekarang kita bahas strategi apa yang akan kita pakai dalam perang kali ini, aku ingin menyelesaikan perang ini dengan cepat, jika bisa sebelum jam 12 malam, kita sudah memenangkan perang ini… " Jawab Viky, dengan maksud mengajak semua orang untuk berdiskusi atas strategi yang akan di pakai dalam perang ini.
"Baik Lord… saya sudah menyiapkan semuanya di dalam tenda…" Jawab Aldo, dengan menunjuk sebuah tenda yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Kemudian Viky berjalan ke arah tenda tersebut di ikuti oleh, Aldo beserta yang lainya berjalan di belakang Viky.
"Baiklah… Aldo, coba kamu jelaskan strategi apa yang sudah kamu siapkan dan akan kita pakai untuk peperangan kali ini…" Ucap Viky dengan maksud memulai pertemuan pembahasan strategi perang yang akan di pakai.
"Baik Lord…" Jawab Aldo dengan berdiri dan dia membuka sebuah peta yang sudah ada di atas meja.
Kemudian Aldo menjelaskan kepada Viky dan semua orang yang ada di sana atas strategi yang akan di pakai, serta strategi cadangan ketika di perlukan di saat peperangan telah terjadi, dengan singkat, padat dan jelas… dan bukan hanya 1 strategi yang Aldo jelaskan, Karena biar orang lain memilih strategi mana yang lebih cocok yang akan di pakai.
Setelah berdiskusi tentang strategi yang akan di pakai akhirnya telah di putuskan strategi mana yang akan di pakai, namun diskusi yang terjadi hanyalah berlaku Viky, Aldo, Eagle, Lion, Cheetah dan juga Jaguar, karena untuk Vanteko Ma, Dadan Ling serta Dewi, mereka ber 3 hanya bisa menjadi pendengar yang baik saja, karena mereka ber 3 tidak terlalu paham untuk menyusun strategi dalam sebuah peperangan, karena perang kali ini adalah perang pertama bagi mereka ber 3, jadi mereka hanya bisa mengikuti perintah dari Viky atau orang-orang yang berada di sana dengan mereka.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1