Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 51 Makan


__ADS_3

Makan


Disaat ini Rere bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Viky yang baru saja ke luar dari kamar mandi, yang hanya mengenakan sebuah handuk di pinggangnya.


Setelah Rere berada di depan Viky, Rere mencium pipi Viky dan melingkarkan tangannya untuk memeluk Viky, Rere memeluk Viky dengan erat, serta penuh kasih sayang.


Setelah beberapa saat Rere mantapkan tekadnya Rere berkata:


"Aku tahu banyak wanita di luar sana yang menunggu kamu… dan menginginkan kamu untuk jadi laki-lakinya… jika kamu mempunyai wanita lain di luar sama… asalkan kamu tidak meninggalkan aku, aku tidak akan marah dan mempermasalahkan hal tersebut…" Ucap Rere dengan posisi memeluk Viky, bisa terdengar dari nadanya ada aga sedikit pilu.


"Mungkin banyak wanita di luar sana yang menginginkan aku… tapi asal kamu tahu, aku tidak akan mudah tertarik kepada wanita lain… dan aku bisa berjanji kepada kamu… aku tidak akan meninggalkan kamu… kecuali kamu ingin pergi dariku… " Jawab Viky mencoba menenangkan Rere dan membalas pelukan Rere, serta mengelus-elus rambut Rere.


Setelah Viky menyelesaikan kalimatnya, sedikit gejolak di dalam tubuh Viky terpancing kembali, akibat Rere yang memeluknya belum mengenakan baju, dan aset pribadi Rere menempel tanpa ada penghalang pada tubuh Viky, serta wangi tubuh Rere yang bercampur dengan keringat, menjadikan gejolak di dalam tubuh Viky kembali membara.


"Rere… jika hal ini di teruskan lebih lama lagi… mungkin ada ada ronde kedua…dan bahkan pertarungan akan lebih sengit lagi di ronde kedua nanti…" Ucap Viky menggoda Rere yang masih di dalam pelukannya.


"Lain waktu saja jika kamu ingin meminta untuk ronde ke dua… saat ini perutku terasa sakit dan keram, mungkin ini karena aku baru pertama kali melakukan ini… jika sudah terbiasa mungkin aku tidak akan merasa sakit seperti sekarang…" Ucap Rere dengan malu-malu, wajahnya pun berubah memerah karena malu.


Rere melepaskan pelukannya, dan kembali mencium pipi Viky kembali, kemudian di berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan meninggalkan Viky yang masih terdiam, yang sedang mencerna maksud dari perkataan Rere tadi.


Viky yang kebingungan kemudian berjalan ke arah dimana di tadi menyimpan handphonenya tadi dan melihat isi pesan yang masuk, setelah melihat isi pesan tersebut akhirnya Viky mengerti kenapa Rere berkata seperti itu.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua selesai berkemas dan pergi keluar meninggalkan kamar tersebut. mereka berdua bejalan beriringan dengan posisi Rere yang memeluk sebelah tangan Viky.


"Rere bagaimana kalau kita makan dulu… aku merasa sangat lapar setelah pertarungan tadi…" Ucap Viky yang terus berjalan ke arah pintu keluar, dan menatap ke arah Rere.


"Mau makan dimana…? jika kita pergi bersama bagaimana dengan mobil yang aku bawa…" Tanya Rere dengan sedikit manja kepada Viky.


"Terserah kamu… kamu yang menentukan tempatnya mau makan di mana… untuk masalah mobil kamu tidak perlu khawatir, biar aku yang urus nanti…" Jawab Viky. kemudian dia mengambil kunci mobil dari dalam sakunya, dan menekan sebuah tombol untuk membuka kunci mobil

__ADS_1


Rere berpikir sebentar sebelum naik ke dalam mobil, memikirkan dimana dia akan makan bersama Viky. Rere terpikirkan suatu tempat dimana dia sangat ingin pergi ke sana, walau kemungkinannya sangat kecil dia akan bisa pergi ke sana, tapi apa salahnya dia mencoba meminta kepada Viky, siapa tahu Viky mempunyai kartu anggota agar dapat bisa masuk ke sana, atau dia menggunakan jaringan yang dia punya.


Di saat ini mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil. dan dengan capat Viky memacu kendaraannya meninggalkan hotel tersebut.


"Jadi sekarang kita akan makan dimana…?" Tanya Viky kepada Rere yang hanya diam setelah berada di dalam mobil.


Rere melirik ke arah Viky dengan ragu-ragu dia berkata: "Ba-Bagaimana… Bagaimana kalau kita makan di Siren Country…" Ucap Rere dengan malu-malu sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah… baiklah jika kamu ingin makan di sana…" Jawab Viky dengan santai, sambil mengemudikan mobilnya ke arah Siren Country berada.


"Kamu serius… kita akan makan di sana…? untuk kita bisa makan di sana kita perlu mempunyai kartu anggota… dan tidak hanya itu… kalau pun kita sudah mempunyai kartu anggota minimal kita harus memboking tempat, 1 minggu sebelumnya, kalau tidak, kita tidak akan di persilahkan masuk walau kita sudah mempunyai kartu anggota…" Ucap Rere menjelaskan, terdengar dari nadanya dia merasa kurang yakin kepada Viky.


Rere sangat tahu Siren Country itu tempat seperti apa, dia dari dulu sangat ingin pergi ke Siren Country, tapi karena ekonomi keluarga, dia hanya bisa berangan-angan saja.


"Kartu anggota…? aku tidak tahu dan aku tidak memiliki kartu tersebut…" Jawab Viky dengan santai, yah memang Viky tidak tahu jika ingin masuk ke Siren Country harus mempunyai sebuah kartu anggota.


"Kalau kita tidak mempunyai kartu anggota, jangankan untuk bisa makam di sana… hanya sekedar untuk masuk saja, itu sudah pasti tidak mungkin bisa…dan nanti sudah jelas akan di usir oleh penjaga keamanan di sana…" Jawab Rere dengan lemas, dengan raut wajah penuh rasa kecewa.


Dia juga sadar bawah untuk masuk bahkan sampai makan ke Siren Country, adalah sesuatu yang sangat sulit, walau dengan uang yang mencukupi, belum tentu bisa keluar masuk seenaknya begitu saja.


Setelah Rere mengucapkan kalimat tersebut merenungkan, dimana restoran yang menyediakan makanan yang tidak kalah enak dan tidak kalah mewah dibandingkan dengan Siren Country. dia tidak menyadari kalau mobil Viky sekarang sudah berada di gerbang masuk Siren Country.


Di depan gerbang terlihat seorang penjaga keamanan menghampiri mobil Viky yang berhenti tepat di depan gerbang.


"Tuan… apa bisa tuan memperlihatkan kartu anggotanya…" Ucap penjaga tersebut dengan sopan, penjaga tersebut tidak mengetahui dengan identitas Viky yang sebenarnya.


"Aku tidak memiliki kartu tersebut… tapi aku ingin makan di sini… kamu bilang kepada Deky, suruh dia untuk mempersiapkan sebuah ruangan untuk aku makan… dan bilang kepada dia, aku kesini tidak sendirian…" Jawab Viky dengan datar menatap ke arah penjaga tersebut.


Penjaga tersebut kaget setelah mendengar kalimat yang Viky ucapkan, karena selama dia bekerja di sana, tidak pernah ada yang berani memanggil Deky secara langsung, penjaga tersebut tidak merespon atau bergerak sedikit pun, sampai akhirnya terdengar sebuah klakson terdengar sangat kencang dari arah belang mobil Viky.

__ADS_1


Suara klakson tersebut berasa dari sebuah mobil BMW seri S berwarna merah, mobil tersebut mungkin dari tampilan luar terlihat lebih mewah dari pada mobil Viky dan hanya satu tingkat di bawah mobil Viky, tapi jika masalah harga mobil tersebut sangat berbeda jauh di bawah mobil Viky, mungkin harganya sekitar 300-500 jutaan.


*Catatan:


Author minta maaf karena ada sedikit kesalahan, jadinya update bab yang sama 2 kali. karena tidak bisa di hapus, jadi yah sudah lah biarkan saja.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2