Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 118 Sakit Perut


__ADS_3

Sakit Perut


**Namun di saat Deky akan membuka pintu, dari arah luar terdengar seseorang mengetuk pintu.**


Kemudian Deky membuka pintu dan terlihat seorang petugas keamanan berada di lain pintu.


"Ada apa…?" Tanya Deky kepada penjaga keamanan yang berada di depan pintu.


"Tuan… Dua kepala keluarga dari keluarga Ma dan juga keluarga Ling berada di depan, kepala keluarga Ma katanya ingin bertemu dengan tuan, dan untuk kepala keluarga Ling katanya dia ingin bertemu dengan seseorang bernama Herman… dan juga katanya kepala keluarga Ling, mereka sudah membuat janji untuk bertemu…" Jawab Penjaga keamanan tersebut dengan sopan kepada Deky.


"Baiklah… sebentar lagi aku akan ke sana menemui mereka…" Jawab Deky kepada penjaga keamanan, dan Deky berbalik berjalan ke arah Viky.


"Tuan… kepala keluarga Ling sudah datang, tapi kepala keluarga Ma juga ikut datang ke sini, aku tidak tahu kepala keluarga Ma datang ke sini untuk apa…" Ucap Deky setelah berada di depan Viky.


"Baiklah… aku akan pergi sendiri ke sana… dan memastikan semuanya sendiri, aku ingin tahu bagaimana sikap mereka yang sebenarnya…" Jawab Viky melihat ke arah Deky.


"Rere kenapa kamu dari tadi hanya diam saja…" Ucap Viky berbalik melihat ke arah Rere yang mana sejak mereka pergi dari rumah Rere hanya diam saja, Viky menyadari ada sesuatu yang aneh pada Rere.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada aku, aku merasakan di bagian perutku terasa sakit dan sedikit perih, dari saat aku bangun tidur sampai sekarang…" Jawab Rere dengan raut wajah yang menahan sakit.


Kemudian Viky berjalan ke arah Rere, dan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Rere.


"Itu adalah sesuatu yang Normal, karena kita melakukan hal itu semalaman, aku tidak bisa menahan godaan dari kamu yang terus memaksaku untuk memalukan lagi dan lagi…" Ucap Viky dengan berbisik kepada Rere.


Raut wajah Rere berubah merah karena malu, dan pikiran Rere juga kembali mengingat kejadian semalam, yang mana dia terus menggoda Viky untuk melakukan hal tersebut berulang kali. dan itu pun berada di luar kendali Rere.


"Viky tapi aku tidak tahu kenapa, semalam aku merasakan bahwa aku ingin terus melakukan hal itu bersama kamu, dan juga aku tidak bisa mengendalikan diri aku untuk terus menggoda kamu untuk melakukannya lagi… tidak seperti biasanya, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan kepada aku sehingga menyebabkan aku seperti itu…" Jawab Rere dengan pelan kepada Viky, karena dia takut Deky mendengarnya dan dia akan sangat mau jika Deky mendengar hal itu, karena di sana masih ada Deky yang berdiri tidak jauh dari Rere dan Viky.

__ADS_1


"Aku pun tidak tahu pasti apa yang terjadi kepada kamu, entah itu karena efek dari jarum yang ke 3 atau bukan, karena dulu ketika aku mempelajari teknik ini, aku tidak di beri tahu tetang efek pastinya dari dari jarum ke 3, hanya dulu di beritahu jika saat mencabut jarum yang ke 3, aku harus segera pergi dari dalam ruangan dan mengunci pasien di dalam ruangan tersebut…" Jawab Viky menjelaskan kepada Rere apa yang dia tahu.


"Mungkin itu sebabnya, jika kamu terus berada di dalam ruangan tersebut maka hal seperti semalam akan terjadi antara kamu dan juga pasien yang kamu obati…" Jawab Rere menyimpulkan penjelasan dari Viky.


"Yah mungkin juga seperti itu… kamu sekarang beristirahatlah di sini sementara… jika kamu mau, kamu bisa coba pelajari beberapa dokumen tentang Octa Grup…" Ucap Viky mengelus lembut kepala Rere.


"Baiklah… aku akan menunggu kamu di sini…. karena saat jalan, perutku lebih terasa sakit… nanti aku aku coba pelajari beberapa dokumen yang ada di sini…" Jawab Rere.


Setelah mendengar jawaban dari Rere, Viky pun pergi dari ruangan tersebut dan di ikuti oleh Deky di belakangnya.


"Deky kamu pergilah lebih dulu, aku akan ke bawah untuk menemui mereka, dan tunggu saja Herman dan Aldo kesini…" Ucap Viky setelah berada di luar ruangan.


Viky tidak mengajak Deky, karena dia ingin tahu bagaimana sikap 2 kepala keluarga ini, dan juga Viky ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Rere dan Tuan muda dari keluarga Ma.


Jika dia mengajak Deky, makan dia tidak bisa mencari informasi yang pasti, karena di hadapan Deky pasti lah kedua orang ini akan bersikap sangat sopan.


Ketika Viky sudah sampai di loby dan hendak menuju ke ruang tunggu, dia melihat di pintu masuk ada sebuah keributan kecil antara penjaga keamanan dan seorang wanita, namun yang menjadi perhatian Viky adalah bukan masalah wanitanya, melainkan wanita tersebut sedang menggendong anaknya yang masih kecil, umur anaknya pun tidak lebih dari 2 tahun.


Karena sangat aneh seorang wanita membawa anaknya yang masih balita ke tempat kerja, Viky berjalan ke dekat pintu masuk, dia ingin tahu apa yang sedang terjadi di sana. namun dia hanya memperhatikan terlebih dahulu dari jarak yang aga jauh.


"Apa perlu aku bersujud dan mohon kepada kamu, tolong lah aku sekali ini saja… kamu jangan lihat aku tapi kamu lihatlah anak ini… apa kamu tidak kasihan kepada anak ini… aku mohon, bantulah aku…" Ucap Si wanita dengan memohon kepada si penjaga, dengan air mata yang keluar.


"Nilam… bukan aku tidak kasihan kepada kamu dan juga anak kamu… tapi aku juga hanyalah seorang penjaga keamanan… tidak punya hak untuk berbicara kepada Tuan Deky…" Jawab si penjaga kepada Wanita tersebut, yang mana wanita tersebut bernama Nilam


"Jika begitu maka berilah aku jalan masuk… dan biarkan aku sendiri yang pergi berbicara kepada Tuan Deky…" Jawab kembali si wanita yang bernama Nilam.


"Jika aku mempersilahkan kamu pergi masuk, maka aku pun akan mendapatkan masalah… kamu pergilah dari sini sebelum orang-orang memperhatikan kita di sini dan berpikiran hal lain-lain, kamu jangan mempersulit aku dalam berkerja…" Ucap si penjaga dengan menyuruh si wanita pergi dari sana.

__ADS_1


"Tidak… tidak mau… aku tidak akan pergi dari sini… aku sudah susah payah agar bisa masuk ke sini dan kamu menyuruh aku pergi begitu saja…" Jawab Si wanita dengan nada yang sedikit tegas.


"Kamu… apa kamu tahu tempat apa ini… dengan kamu bisa masuk sampai ke dalam sini saja sudah menjadi masalah, jika ketahuan oleh Tuan Deky atau orang-orang eksekutif Octa Grup, maka bukan hanya aku yang akan mendapatkan masalah tapi kami semua penjaga keamanan disini yang akan mendapatkan masalah bahkan masalahnya akan sangat serius…" Jawab Si penjaga keamanan dengan nada yang sedikit tinggi.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2