Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 216 Salah Membeli


__ADS_3

Salam Membeli


Viky bingung dia harus memilih yang mana, karena dia baru pertama kalinya membeli hal seperti ini dan dia juga tadi lupa menanyakan kepada Rere harus membeli yang mana.


"Dari semua merk ini, yang mana yang paling bagus…? kamu bisa pilihkan salah satu untuk aku…" Ucap Viky bertanya dengan menunjuk barang yang di letakan oleh si wanita di atas meja kasir dan meminta si wanita kasir untuk memilihkan yang mana yang paling bagus.


"Semua merk ini adalah yang paling bagus tuan… aku tidak bisa memilih salah satu di antaranya… karena kebutuhan setiap wanita pasti berbeda dan juga aku tidak tahu yang mana yang sering di pakai oleh pasangan tuan…" Jawab si wanita kasir, yang melihat sikap Viky akhirnya dia mengerti bahwa pria di depannya pasti membelikan barang ini untuk pasangannya.


"Lantas merk mana yang sering kamu pakai…? mungkin yang itu saja aku beli…" Jawab Viky bertanya kembali dan sedikit memojokkan si wanita kasir untuk memilihkan salah satu untuk Viky.


"Baik tuan… merk ini yang sering aku pakai…. tapi aku tidak tahu merk ini bisa cocok atau tidak dengan pasangan tuan…" Jawab si wanita kasir mengambil salah satu merk yang ada di atas meja, dia akhirnya menyerah untuk memilihkan salah satu untuk Viky, karena jika tidak begitu maka urusannya akan lebih panjang lagi.


"Baiklah… kamu bungkus kan saja yang itu…" Jawab Viky menyuruh si wanita kasir untuk membungkus barang yang dia pilih tadi.


"Baik tuan…" Jawab si wanita kasir dengan membungkus pesanan Viky.


Setelah Viky selesai membayar apa yang dia beli, dia berjalan dengan santai meninggalkan mini market tersebut dan kembali ke mobilnya untuk kembali ke rumahnya, beberapa orang yang ada di mini market, menatap aneh kepada Viky, sebab mereka baru pertama kalinya melihat seorang laki-laki membeli barang khusus perempuan, tapi berbeda pandangan dari perempuan yang berada di sana, mereka menatap kagum kepada Viky, karena Viky tidak merasa malu membeli barang tersebut, karena bagi sebagian orang laki-laki membeli barang tersebut sedikit memalukan.


Viky kembali ke rumahnya, setelah dia selesai memarkirkan mobilnya, dia pergi menuju ke kamarnya untuk menyerahkan barang yang dia beli kepada Rere, sesampainya dia di dalam kamar… Viky sedikit kaget dan tidak mengerti karena Viky melihat Rere sedang duduk di kursi dengan santai.


Viky sangat kaget karena di dalam buku tertulis bahwa orang yang meminum gelas obat yang pertama tidak akan bisa berjalan untuk beberapa jam karena mereka lemas akibat menahan rasa sakit yang hebat di perutnya.


"Apa ini efek dari pil yang aku berikan kepada Rere tadi…? pil tersebut aku berikan kepada Rere hanya untuk meredakan sedikit rasa sakit… efek pil tersebut biasanya tidak seperti ini, mungkin tubuh Rere saat ini sedang dalam keadaan paling bagus, jadi efek pil nya menjadi lebih maksimal lagi…" Gumam Viky yang melihat ke arah Rere, dengan dia berjalan ke arah Rere yang tengah duduk santai di kursi.


"Rere ini barang yang tadi kamu suruh aku belikan… aku membelinya secara acak karena aku tidak tahu yang mana yang cocok dengan kamu…" Ucap Viky memberikn sebuah kantong yang mana isi di dalam kantong tersebut ada pembalut yang Viky beli tadi.


"Terima kasih… tidak apa-apa jika kamu salah membelinya, lagian aku juga sudah tidak membutuhkan barang tersebut…" Jawab Rere.


"Kenapa…? memangnya apa yang terjadi…?" Ucap Viky yang tidak mengerti maksud dari Rere.

__ADS_1


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu kepada kamu… selama aku menderita penyakit ini, selama itulah aku tidak pernah mengeluarkan darah dari dalam perut aku… tapi ketika aku meminum obat tadi, tiba-tiba banyak darah yang keluar dan ada juga darah yang sudah sangat mengental bahkan berwarna hitam tapi itu tidak berselang lama dan darah tersebut berhenti tidak keluar lagi… bisa kamu jelaskan kepada aku kenapa ini bisa terjadi…?" Ucap Rere menjelaskan apa yang terjadi kepadanya dan meminta penjelasan kepada Viky kenapa hal itu bisa terjadi.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi kepada kamu sekarang… tapi semua yang kamu alami tersebut harusnya terjadi setelah 3 hari kamu meminum obat tersebut bukan di saat kamu baru selesai meminum obat gelas pertama…" Jawab Viky menjelaskan kepada Rere, dan akhirnya dia sedikit mengerti apa arti dari kata P.M.S yang Rere katakan tadi.


"Jadi sekarang bagaimana…? apa aku harus meminum obat yang ke 2 atau tidak…?" Ucap Rere bertanya apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


"Untuk membuat hasil obatnya maksimal lebih baik kamu meminum 1 gelas obat yang tersisa… untuk lebih membersihkan perut kamu, karena darah yang keluar tadi adalah darah yang selama ini tersumbat di perut kamu, darah kotor yang mengendap lama di perut kamu berubah menjadi hitam setelah sekian lama…" Jawab Viky, menyuruh Rere untuk meminum 1 gelas obat yang tersisa dan sedikit menjelaskan kembali dengan apa yang terjadi kepada Rere saat ini.


"Baiklah kalau begitu… aku akan meminum sisa satu gelas obat ini…" Jawab Rere dengan sangat yakin dan percaya kepada Viky, di hati Rere Viky yakin tidak akan berbuat jahat dan menyakitinya.


Kemudian Rere mengambil 1 gelas yang tersisa yang berisi obat yang ada di atas meja, dengan sekali tengah dia meminum habis obat tersebut, setelah gelas tersebut kosong, dia menaruh gelas tersebut kembali di atas meja.


"Kata kamu tadi, efek dari meminum obat yang ke 2 adalah aku akan merasakan panas di tubuh aku… jadi apa aku bisa membuka baju aku untuk sedikit mengurangi rasa panas itu…?" Ucap Rere bertanya kepada Viky.


"Itu terserah kamu… tapi kamu jangan membuka semuanya, karena nanti badan kamu akan berbalik menjadi sangat dingin…" Jawab Viky memberikan saran kepada Rere.


"Baiklah… aku hanya akan membuka baju luar aku saja…" Jawab Rere kemudian dia membuka baju dan celananya, dan sekarang yang tersisa di tubuh Rere ada sebuah kacamata kuda serta sebuah segitiga pengaman, yang berwarna merah.


"Hey… hey… cukup 1 kali kamu menikmati tubuh aku sebelum kita menikah… karena untuk yang ke 2 waktu itu, karena efek dari pengobatan… jika tidak ada kamu, mungkin orang lain pun jadi he…he…he…" Ucap Rere yang melihat ke arah Viky dan dia menyadari bahwa Viku sudah naik dan mungkin sebentar lagi akan menerkam ke arahnya tapi kata-kata Rere barusan menyadarkan pikiran Viky yang sudah berfantasi entah sampai mana, dan di kalimat terakhir Rere sedikit menggoda Viky.


Setelah Rere berkata seperti itu, dia langsung terdiam dengan berdiri namun mata yang melihat ke arah Viky terlihat sangat kosong, Rere seperti pingsan tapi matanya masih terbuka dan masih berdiri dengan tegak, dan kulit putih Rere mulai berubah menjadi berwarna merah.


Viky yang menyadari bawah obatnya mulai beraksi kemudian dia menggendong Rere dan membaringkannya di atas tempat tidur, walau dia merasa sedikit kesulitan untuk membawa tubuh Rere ke atas tempat tidur karena tubuh Rere terasa sangat panas, tapi jika Viky tidak membawanya makan bisa terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan semua orang.


Ketika Viky berbalik badan dan akan melangkah pergi, tangannya di hentikan oleh Rere, yang sudah tersadar.


"Viky kamu jangan pergi… aku merasa sangat dingin sekali… bisakah kamu memeluk aku untuk membantu menghangatkan tubuh aku…" Ucap Rere dengan memegang tangan Viky.


Karena tubuh Rere yang sangat panas, kemudian membalik menjadi sangat dingin, tapi hal tersebut hanya di rasakan oleh Rere, karena jika orang memegang tubuh Rere pasti akan merasakan bahwa tubuh Rere sangat panas, dan itu juga bisa di rasakan oleh Viky di saat tangan Rere memegang tangannya.

__ADS_1


"Aku akan berganti baju terlebih dulu… kamu tunggu lah sebentar dan pakai selimut untuk menutupi tubuh kamu…" Jawab Viky dengan lembut sambil mengusap kepala Rere. kemudian dia menutupi tubuh Rere dengan selimut.


Kemudian Viky berjalan ke arah kamar mandi untuk sedikit membersihkan tubuhnya dan berganti baju, Viky berada di kamar mandi cukup lama karena dia sedikit mengulur waktu agar panas di tubuh Rere sedikit menurun.


Setelah beberapa menit berlalu…Viky keluar dari kamar mandi dengan Memakai baju tidurnya, ketika dia melihat ke arah tempat tidur dia sudah melihat Rere yang sudah terlelap dalam mimpinya.


Viky yang tidak mau mengganggu Rere yang sudah terlelap tidur, dia mengambil selimut lain yang berada di dalam lemari, kemudian dia berjalan ke arah sofa untuk tidur di sana.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2