
Yosef Yang Ketakutan
Pria paruh baya yang menghampiri meja Viky adalah Maman Epson, di berencana meminta bantuan atas masalahnya kepada Viky atau Deky, masalah terkait anaknya.
"Tuan Deky… Tuan Besar… dan Tuan Aldo… boleh saya ikut bergabung di sini…" Ucap Maman, tapi dia tidak menyebutkan nama Herman karena dia tidak tahu siapa Herman dan ada urusan apa dia di sini.
"Tidak usah basa-basi… langsung saja, aku tidak suka basa-basi…" Ucap Viky yang memang sudah tahu dengan niat orang di depannya.
"Nama saya adalah Maman Epson, kepala keluarga Epson, perusahaan yang saya pimpin sudah bekerja sama dengan Octa Grup cukup lama, jika di ijinkan bolehkah saya meminta sedikit bantuan Tuan besar atau tuan Deky untuk membantu masalah yang sedang saya hadapi, mungkin bagi Tuan ini masalah kecil tapi bagi saya ini adalah masalah besar, karena menyangkut dengan putri kesayangan saya…" Ucap Maman dengan nada pilu memohon, dan ada sedikit rasa takut di hatinya.
"Bantuan seperti apa yang kamu inginkan…" Tanya Viky menatap ke arah Maman, dia teringat tetang Citra Epson, Viky berpikir mungkin wanita cerewet itu adalah anak dari orang yang berada di depannya.
"Begini tuan…" kemudian Maman menceritakan kejadian yang terjadi kepada putri kesayangannya, (Kalau di tulis ga seru karena ngulang cerita awal) Dari awal kejadian sampai terakhir bertemu di hotel tapi untuk kejadian Citra tidak memakai baju, Citra tidak menceritakan kepada ayahnya.
Setelah mendengar cerita Maman yang tidak penting karena Viky sudah tahu dari awal, dan untuk menghilangkan kecurigaan semua orang, Viky terlihat seperti berpikir mencari solusi,
"Heemm… Baiklah… saran saya, biarkan putri anda bebas, jangan di tahan seperti itu, karena kita tidak tahu orang seperti apa yang bermasalah dengan putri anda, aku akan memantau secara pribadi putri anda, dan aku bisa jamin untuk keselamatan putri anda dan aku akan menyelidiki semua masalah serta membereskan masalah ini secara langsung…" Ucap Viky berpura-pura kepada Maman.
Jika Citra di tahan dia tidak akan punya kesempatan untuk makan malam dengan wanita cantik, apa lagi dia mengaku bahwa yang bermasalah dengan putrinya adalah Viky sendiri, dan mungkin akan jadi tidak enak untuk Maman sendiri.
"Dan satu lagi… aku berharap putri anda bisa membereskan masalah ini sendiri… karena itu akan berbuah kebaikan untuk dia di masa depan nanti… jadi biarkan dia membereskan masalahnya sendiri, memberi pelajaran kepada dia agar dia bisa mandiri dalam menyelesaikan suatu masalah secara sendiri, kita sebagai orang tua hanya mengawasi, jika terjadi sesuatu di luar kendali baru kita bertindak…" Lanjut Viky, kepada Maman, dia sebenarnya dari awal sudah punya rencana untuk Citra.
"Tuan besar sangat bijaksana… aku Maman sangat berterima kasih atas saran serta bantuan dari Tuan besar, Terima kasih Tuan besar… terima kasih…" Ucap Maman yang terus berterima kasih.
Setelah menyampaikan niatnya, Maman berpamitan dan pergi dari meja Viky dan kembali ke mejanya.
Viky kembali melanjutkan perbincangannya dengan Deky, dan membahas tetang posisi yang akan Herman tempati di Octa Grup nanti.
Untuk awal Viky dan Deky tidak akan menempatkan Herman di posisi yang sangat penting, karena mungkin akan menjadi masalah kepada Herman sendiri, yaitu kecemburuan sosial. jadi Herman di tempatkan sebagai eksekutif biasa untuk awal, jika dia mampu makan akan beranjak lebih cepat menempati posisi puncak di Octa Grup, tapi masih di bawah Deky dan Viky.
__ADS_1
Di sudut ruangan, terlihat seseorang yang sangat ketakutan dengan wajah pucat dan berkeringat, dia adalah Yosef Simon, terakhir kali dia bertemu dengan Viky, dia sempat merendahkan Viky dan menganggapnya bukan siapa-siapa tapi sekarang Viky adalah atasan dia bahkan kedudukannya jauh di atas dia.
Di hati Yosef sekarang dia sangat bingung memilih di antara 2 pilihan yang sangat sulit, jika dia menemui Viky sekarang mungkin konsekuensi yang dia terima tidak akan terlalu sulit tapi pasti Viky akan mempermalukan dia hari ini, tapi jika nanti mungkin konsekuensinya lebih berat tapi dia tidak di permalukan di depan umum.
Namun beberapa saat dia mengirup napas dalam-dalam dan mengumpulkan keberaniannya dan berjalan melangkah ke arah Viky.
"Vik… Tuan Besar saya minta maaf atas kejadian tempo hari saat kita berada di bank… saya harap Tuan besar tidak mempermasalahkannya dan memaafkan saya karena tidak punya mata tapi tidak bisa melihat keberadaan Tuan besar…" Ucap Yosef setelah berada di dekat meja Viky dengan posisi badan membungkuk 90°.
Dengan posisi seperti itu di hatinya dia mengutuk diri sendiri karen hampir memanggil Viky secara langsung.
"Aku memaafkan kamu atau tidak itu tergantung kepada diri kamu sendiri…" Ucap Viky dengan santai, sambil memegang gelas anggur di tangannya dan menggoyang-goyangkan gelas anggur tersebut.
"Maksud Tuan Besar…?" Ucap Yosef yang bingung atas jawaban dari Viky.
"Kamu masih ingat tetang acara reuni yang kamu selenggarakan… ketika di acara reuni nanti, anggap pertemuan kita yang sekarang tidak pernah terjadi… kamu pasti tahu alasannya kenapa aku berbuat seperti itu…" Ucap Viky kepada Yosef.
Setalah mendengar kalimat yang Viky ucapkan akhirnya dia mengerti dengan apa yang Viky maksud.
Sekarang Yosef bisa bernapas lega, di mana awalnya dia merasa di pundaknya sedang membawa beban yang sangat berat, tapi sekarang setelah berbicara dengan Viky beban tersebut sudah hilang, dan syarat yang Viky ajukan tidaklah berat baginya.
Dan pikiran dia dimana dia akan di permalukan di depan umum hanyalah pikiran dia yang terlalu berprasangka buruk kepada Viky, tapi kenyataannya Viky sangat lah baik.
"Tuan… saya pamit dan kembali lagi ke meja saya… saya sangat menantikan kedatangan Tuan di acara reuni besok malam…" Ucap Yosef dengan sopan.
"Akan aku usahakan untuk datang… dan perlu kamu ingat dengan kata-kataku yang barusan…kamu bisa kembali ke meja kamu…" Jawab Viky.
Setelah Viky selesai berbicara, Yosef pun pergi dari meja Viky dan kembali ke mejanya.
Viky bisa di bilang adalah tipe orang yang suka mempermudah suatu masalah jika orang yang bermasalah dengannya, mempermudah penyelesaiannya dan bertindak berani, maka masalah tersebut akan cepat selesai.
__ADS_1
Setelah Yosef pergi, Viky berbalik melihat kepada Aldo, karena sejak awal dia tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan Aldo.
"Aldo bagaimana kabar ibu dan adikku apa mereka sudah sedikit terbiasa dengan kehidupan yang mewah…" Tanya Viky kepada Aldo.
*Author kasih bonus karena kemarin tidak update.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...