
Menenangkan Rere
Viky keluar dari aula keluarga Neo dengan menggandeng Rere yang sedari tadi sudah menangis, di ikuti olah Herman dan juga Novi di belakangnya, raut wajah Herman dan Novi juga tidak lebih baik dari awal mereka masuk ke dalam kediaman keluarga Neo, di saat meninggalkan aula, di antara mereka tidak ada yang berbicara hanya isak tangis dari Rere saja yang terdengar.
Viky mengendarai mobilnya pergi meninggalkan kediaman keluarga Neo, dan keadaan di dalam mobil pun masih sama.
"Ayah… Mamah… untuk malam ini lebih baik kalian tidak kembali pulang ke rumah… ini demi kebaikan kalian semua… " Ucap Viky memulai pembicaraan dan memecah keheningan.
"Kenapa memangnya…? Terus kalau tidak pulang kita semua mau tidur dimana…?" Tanya Herman yang tidak paham akan maksud dari Viky
"Kan kalian sudah punya rumah… kenapa tidak tidur di sana saja…" Jawab Viky.
"Rumahnya masih kosong… apa kita akan tidur di lantai… dan juga semua barang-barang kan masih berada di rumah lama…" Jawab kembali Herman dengan sedikit kesal kepada Viky.
"Kalau begitu kalian bisa menginap dulu di rumahku untuk satu malam ini, dan juga sekalian aku ingin memeriksa lebih tetang masalah Rere…" Jawab Viky memberikan solusi lain.
"Tapi kenapa kita tidak boleh tidur di rumah…" Tanya Novi tiba-tiba.
"Dengan karakter Jeri yang arogan, dia pasti akan mencari kalian, tapi sebelum itu dia akan pingsan dalam beberapa menit dan akan kembali pulih dalam beberapa jam…" Jelas Viky dengan alasan kenapa dia menyuruh keluarga Herman untuk tidak pulang.
"Tapi kan yang melukai Jeri bukan kami, melainkan kamu… kenapa Jeri mencari kami" Jawab Herman merasa aneh.
"Karena Jeri tidak tahu aku tinggal dimana… dan jika dia tahu pun di akan berpikir dua kali untuk mencari aku, dan yang terpenting kalian adalah sasaran empuk atas kemarahan Jeri…" Jawab Viky kembali.
"Baiklah kalau begitu… aku juga sempat berpikir bahwa Jeri akan datang menuntut balas kepada kami semua… apa lagi Tuan Muda dari keluarga Ma akan melamar adiknya… pasti dia juga tidak akan tinggal diam melihat kakak ipar sekaligus teman baiknya menderita…" Jawab Herman dengan nada yang lemas.
"Tapi Viky… apa yang kamu lakukan kepada Jeri…? dan juga aga aneh jika kamu dapat mengetahui bahwa Jeri akan pingsan… apa itu hanya tebakan kamu sama…" Lanjut Herman bertanya, karena Herman juga tau bagaimana Jeri, jika masalah hanya sepele saja tidak mungkin Jeri akan pergi mencari Herman.
"Akan aku jelaskan nanti setelah di dalam rumah… dan aku juga ada yang ingin aku bicarakan dengan ayah… tapi sebelum itu aku ingin tahu dulu masalah Rere…" Jawab Viky. dan kemudian dia menghentikan mobilnya karena sudah sampai di depan rumahnya.
__ADS_1
"Sudah sampai yah…" Ucap Herman yang sedikit bingung, karena dia tadi tidak memperhatikan jalan. dan juga dia fokus mengobrol dengan Viky dan memikirkan jalan keluar untuk semua masalahnya.
"Rere… maaf aku tidak bisa memenuhi keinginan kamu… dan membuat masalah untuk kalian sampai seperti ini… tapi kalau pun kamu tidak mau menikah dengan aku, aku akan tetap menjaga kamu dan juga aku akan membereskan semua masalah yang timbul akibat aku…" Ucap Viky melihat ke arah Rere yang masih menangis dan tidak menanggapi kata-kata dari Herman.
Novi yang mengerti, dia mengajak Herman untuk turun dan memberikan kesempatan bagi Viky dan Rere untuk berbicara berdua.
Tanpa aba-aba Rere yang masih menangis memeluk Viky dan berkata:
"Viky… Maafkan aku, karena keinginan aku, kamu jadi mendapatkan masalah… aku tidak menyangka keluarga Neo akan melakukan ini kepada aku… dan juga tadi jika kamu tidak bersama aku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepadaku…" Ucap Rere di dalam pelukan Viky dengan air mata yang terus keluar.
"Tidak apa-apa… kamu tidak perlu meminta maaf kepada aku, semuanya sudah terjadi, dan juga aku sudah berjanji kepada kamu untuk tetap melindungi kamu, jadi sudah seharusnya aku berbuat seperti itu…" Jawab Viky dengan tangan memeluk tubuh Rere dan menepuk lembut punggung Rere.
"Jika kamu mau… kamu masih bisa menikah dengan aku, tapi perlu kamu tahu bahwa aku tidak bisa punya anak… jadi kamu bisa mencari perempuan lain dan memiliki anak dari perempuan tersebut…" Jawab Rere yang mana saat ini dia sudah merasa sedikit tenang tapi dari nadanya terdengar kesedihan yang mendalam.
"Aku belum memeriksa bagaimana kondisi kamu kan… jadi belum tentu juga bahwa kamu tidak akan bisa punya anak selamanya…" Jawab Viky.
"Dokter saja bilang bahwa penyakit aku tidak bisa di sembuhkan, apa lagi kamu yang tidak tahu tetang ilmu kedokteran…" Jawab Rere setelah melepaskan pelukan Viky dan menatap tidak percaya ke arah Viky.
Rere pikir Viky hanya mencoba menghiburnya dan tidak serius dalam memeriksa penyakitnya apa lagi menyembuhkan penyakitnya.
"Baiklah… aku akan menyuruh Aldo untuk mempersiapkan semuanya… dan kita bisa memulai secepatnya proses pemeriksaan penyakit kamu…" Ucap Viky, kemudian dia turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Viky… tapi bagaimana caranya kamu akan memeriksa aku…" Tanya Rere setelah keluar dari mobil dan berjalan mengikuti Viky masuk ke dalam rumah, dengan posisi Rere memeluk lengan Viky.
"Akan aku jelaskan nanti bagaimana caranya… karena sangat sulit untuk di jelaskan…" Jawab Viky dengan terus berjalan masuk ke dalam rumah.
Di depan pintu masuk Aldo sudah berada di sana, dan akan menyambut Viky dan Juga Rere, ketika Aldo akan berkata sesuatu, dia di hentikan oleh Viky, di samping Aldo sudah ada Herman dan Juga Novi yang sedang menunggu Viky, karan tidak enak jika mereka asal masuk begitu saja ke dalam rumah.
"Aldo… tolong kamu ambilkan sebuah bungkusan yang aku titipkan kepada kamu dulu… dan nanti kamu antar ke kamar atas…" Ucap Viky memerintahkan Aldo.
__ADS_1
"Baik Lord…" Jawab Aldo dengan sopan dan dia bergegas pergi meninggalkan Viky untuk mengambil bungkusan yang Viky maksud.
"Ayah… Mamah… kalian akan ikut kami ke atas atau kalian menunggu di bawah bersama ibu dan juga Lisa…" Tanya Viky kepada Herman dan Novi.
"Kami akan menunggu kamu di bawah, dan juga aku ingin berbicara dengan ibu kamu…" Jawab Novi, yang tidak mau terlalu ikut campur untuk masalah pribadi mereka berdua, karena apa pun hasilnya dan apa pun keputusan yang di ambil sebagai orang tua hanya bisa mendukung.
"Baiklah kalau begitu aku dan Rere pergi dulu ke atas… dan memeriksa kondisi Rere… mungkin akan memakan waktu cukup lama agar aku dapat memastikan dengan bener kondisi Rere seperti apa…" Jawab Viky, kemudian dia berjalan menuju lantai atas dan di ikuti oleh Rere di belakangnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...