
Kedatangan Viky
Acara yang di adakan di kediaman keluarga Ma di lakukan di sebuah aula yang sangat besar, dan berada di bangunan paling depan di kediaman keluarga Ma.
Saat ini Lega Ma berdiri di depan pintu aula untuk menyambut kedatangan tamunya, dia berdiri di dekat pintu dengan jarak ±4 meter dari pintu.
"Bruk… bruk… bruk…" terdengar suara dari sepatu, yang di hentakan ke lantai, dan suara itu pun terdengar sangat keras dan jelas ke dalam aula, karena di dalam aula keadaan yang terjadi sangat sunyi sepi, semua orang menanti dengan jantung yang berdebar kencang.
Dari luar aula, Viky dan Deky keluar dari mobil, dan orang-orang yang dia bawa tadi sudah berbaris dengan rapih di dekat mobil Viky hingga pintu masuk aula, orang-orang tersebut berjumlah tidak kurang dari satu lusin orang.
Barisan orang-orang yang Viky bawa di saat ini mereka berbaris di sebelah kiri dan juga kanan, dari mobil Viky hingga pintu masuk aula, membentuk jalan untuk Viky dan Deky, kemudian seorang pria berjalan ke arah pintu masuk dan membukakan pintu tersebut, setelah membuka pintu, pria tersebut pun berjalan dan berdiri di samping pintu dan bergabung dengan yang lain.
Viky berjalan di antara orang-orang yang berbaris… di belakangnya di ikuti oleh Deky, Viky saat ini dia mengenakan jas dan celana berwarna putih kecoklatan, dan Deky memakai jas serta celana yang berwarna coklat.
Semua orang yang berada di aula menatap kagum, dengan apa yang para pengawal ini lakukan, semua pengawal bersikap profesional melakukan ini dengan cepat dan tepat tanpa ada sedikit pun celah kesalahan yang terjadi.
"Tuan Besar… Tuan Deky, selamat datang di kediaman keluarga Ma yang sederhana ini…" Ucap Lega Ma dengan sopan setelah Viky dan Deky masuk ke dalam aula sekitar 1 langkah.
Setelah Lega Ma berkata, orang-orang yang tadi berada di pinggir membentuk jalan untuk Viky dan Deky, sekarang mereka dengan cepat membentuk dua barisan di belakang, mereka semua berbaris dengan sangat rapi dan juga lurus.
Kekaguman semua orang masih tidak berkurang kepada Viky, dengan di perlihatkannya hal yang sangat jarang terjadi seperti ini, bahkan tidak sedikit dari mereka yang diam-diam merekam kejadian yang terjadi untuk mereka sebarkan di sosial media dan juga untuk di pamer kepada semua orang, semua keluarga Ma saat ini sangat bangga menjadi bagian dari keluarga Ma.
"Saya adalah Lega Ma kepala keluarga sekaligus penanggung jawab keluarga Ma, dan ini istri saya bernama Julia Ma…" Lanjut Lega Ma memperkenalkan dirinya dan juga istrinya.
"Saya adalah Viky, dan ini adalah Deky orang kepercayaan saya di Octa Grup…" Jawab Viky memperkenalkan dirinya, dengan nada dingin dan melihat ke arah Lega serta Julia.
"Mari Tuan… akan lebih enak kalau kita berbicaranya sambil duduk dan menikmati hidangan yang kami sajikan…" Ucap Lega dengan mempersilahkan Viky untuk pergi ke arah meja utama.
__ADS_1
"Baiklah…" Jawab Viky dengan simpel, Viky merasa ada sedikit keanehan, karena di sana hanya ada Lega dan juga istrinya yang menyambutnya, lantas kemana anak-anak dari Lega Ma, atau generasi muda dari keluarga Ma.
Kemudian Viky berjalan beriringan dengan Lega Ma, di belakangnya di ikuti oleh Julia dan juga Deky, serta di bagian belakang lagi adalah orang-orang dari Viky, mereka berjalan seirama, terlihat sangat rapih.
Kemudian mereka duduk di maja utama, di saat Viky akan bertanya dimana anak-anak dari Lega Ma, dari arah belakang datang seorang wanita muda yang sangat cantik, dengan membawa anggur di tangannya, dan wanita tersebut mengenakan gaun merah yang bermotif bunga dan bisa di bilang sama dengan baju yang di pakai Julia, namun yang membedakannya adalah gaun yang di pakainya adalah gaun mini, dengan hanya menutupi tubuh dari bagian dada sampai paha.
Wanita tersebut terlihat sangat cantik dengan postur tubuh yang bagus serta bisa di bilang cukup tinggi, rambut hitam panjang terurai ke atas bahu yang putih mulus, dan di bagian dada juga terlihat ada sebuah tonjolan besar cukup padat berisi dan terlihat penuh, namun tidak berlebihan, serta memiliki kaki yang panjang serta mulus dan tidak tertutup oleh apa pun karen baju yang di pakai hanya menutupi sampai paha bahkan itu pun tidak sampai pertengahan paha, wanita tersebut berjalan dengan sangat gemulai dengan memakai sepatu Hak tinggi.
"Tuan Ini adalah Seli Ma, dia adalah putri kedua saya…" Ucap Lega Ma memperkenalkan anaknya, setelah wanita tersebut berada di dekat meja Lega.
"Hallo Tuan… Saya Seli Ma…" Ucap Seli tersenyum ke arah Viky, dan menyapa Viky dengan suara yang merdu dan juga lembut, namun terdengar dari nadanya ada sedikit nada manja dan mencoba menggoda Viky.
Mungkin jika Viky tidak ada niat lain datang ke keluarga Ma, dia pasti akan sangat tergoda oleh Nani Ma, siapa yang akan tidak tergoda dengan keindahan dan kecantikan yang sempurna di depan mata, serta suara merdu yang menggoda iman seorang laki-laki.
"Hallo… Saya adalah Viky…" Jawab Viky, Viky saat ini dia masih bersikap sopan, karena dia juga ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh keluarga Ma, dan mengikuti permainan dari keluarga Ma terlebih dahulu.
Seli Ma, setelah mendengar perintah dari ayahnya dia pun berjalan ke arah kursi Viky, dan menuangkan anggur ke dalam gelas Viky, namun di saat dia menuangkan anggur ke dalam gelas Viky, dia mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah Viky dan dia dengan sengaja memperlihatkan sesuatu yang menonjol di tubuhnya untuk Viky lihat.
"Silahkan Tuan…" Ucap Sela, dengan tersenyum ramah kepada Viky.
"Terima kasih…" Jawab Viky dengan membalas senyuman dari Sela.
"Tuan Deky… apa Tuan juga mau mencicipi anggur ini…" Ucap Sela melihat ke arah Deky dan menawarkan anggur yang dia bawa.
"Tidak terima kasih… saya malam ini tidak minum anggur…" Jawab Deky dengan sopan menolak tawaran dari Sela.
Setelah mendengar jawaban dari Deky, kemudian Seli menyimpan botol anggur di atas meja dan tidak jauh dari Viky, serta Seli pun duduk di kursi kosong yang berada di samping Viky, dan memang kursi tersebut di siapkan untuk Seli.
__ADS_1
Deky menolak tawaran dari Sela bukan tanpa sebab, karena bukan rahasia lagi jika dalam berbisnis akan ada obat untuk meracuni lawan bisnisnya, obat tersebut bukan obat mematikan tapi obat untuk hilang kendali atas sebuah keinginan yang ada di dalam diri laki-laki, dan itu sudah sering terjadi di dunia bisnis, karena jika sudah terjadi maka negosiasi bisnis akan lebih gampang setelah selesai dari atas ranjang, dan sangat sulit untuk menolak sebuah kerja sama bisnis yang di ajukan oleh pihak si wanita.
Jika hal itu terjadi maka akan repot, jika Viky dan Deky dalam keadaan yang sama, dan rencana awal bisa saja gagal total dan juga nantinya akan jadi senjata untuk melawan.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk...