
Zemi Bertekad Akan Setia kepada Viky
Tidak lama 4 pilar dan Aldo keluar dari dalam kamarnya, dengan aura yang terlihat berbeda dari sebelumnya, mereka ber 5 berjalan ke arah Viky yang sedang duduk di kursi ruang tengah, di temani oleh Vanteko Ma dan yang lainnya.
"Salam Lord…" Ucap 4 pilar dan Aldo menyapa Viky dengan serempak setelah berada di dekat Viky.
"Bagaimana dengan peningkatan kekuatan kalian…?" Ucap Viky bertanya.
"Aku berada di tingkat Jendral Perang Bintang 4…" Jawab Aldo.
"Aku berada di tingkat Jendral perang tingkat 3…" Timpal Lion.
"Aku berada di tingkat Jendral Perang bintang 3…" Timpal Tiger.
"Aku berada di tingkat Jendral Perang bintang 4…" Timpal Jaguar.
"Aku berada di tingkat Jendral Perang Bintang 2…" Timpal Cheetah.
"Bagus… kalian semua memang orang-orang terbaik aku… dan kalian juga tidak pernah mengecewakan aku… kalian semua pergi lah latihan… agar kalian bisa terbiasa dengan kekuatan baru kalian… serta agar memperkuat pondasi kalian… " Ucap Viky dengan melihat ke arah semua orang, dan memberikan perintah mereka semua untuk pergi berlatih.
"Baik Lord…" Jawab semua orang dengan serempak, kemudian mereka semua pergi dari sana di pimpin oleh Tiger.
"Teko… apa kamu menyuruh Yoki Meng untuk pergi menemui Prasetyo…?" Ucap Viky bertanya di saat Vanteko Ma, akan ikut pergi bersama yang lain.
"Iya Benar kak… awalnya aku yang akan pergi ke sana sendiri… tapi kakak menyuruh aku untuk memulai latihan, karena sudah membuat janji, jadi aku hanya bisa memerintahkan dia untuk pergi menemui Prasetyo, memangnya ada apa kak…? apa ada masalah…?" Ucap Vanteko Ma berbalik melihat ke arah Viky dan bertanya.
"Tidak… tidak ada masalah, aku hanya ingin mematikannya saja kepada kamu, bahwa apa yang di lakukan oleh Yoki Meng adalah perintah dari kamu…" Jawab Viky.
"Iya kak… aku minta maaf karena tidak memberitahu kakak dari awal… karena situasi yang tidak memungkinkan untuk aku mengatakan hal itu kepada kakak kemarin…" Jawab Vanteko Ma, dengan nada yang sedikit merasa bersalah karena tindakan yang dia lakukan, Viky mengetahuinya dari orang lain bukan dari dia.
"Tidak apa-apa… kamu sudah melakukan hal yang benar, aku sangat senang dengan apa yang kamu lakukan, tidak perlu aku perintah tapi kamu sudah melakukannya sendiri… yah sudah, kamu cepat bergabunglah dengan yang lain…" Jawab Viky, dan menyuruh Vanteko Ma untuk bergabung kembali dengan yang lain.
Setelah kepergian semua orang, saat ini Viky menatap ke arah salah satu pintu kamar yang mana di dalamnya terdapat Dewi atau Grisha Ling.
"Apa kamu baik-baik saja di dalam dan akan memberikan sebuah kejutan lain kepada aku…?" Gumam Viky sambil melihat ke arah pintu kamar, dengan raut wajah harap-harap cemas, karena dia hanya bisa merasakan sedikit aura yang terpancar dari dalam kamar Dewi.
__ADS_1
Untuk Eagle, Viky sudah bisa merasakan aura seorang Lord dari dalam kamar Eagle, walau pun aura tersebut masih sangat lemah, tapi dengan sedikit lagi waktu yang di butuhkan maka tingkat kekuatan Eagle akan sempur di di tingkat seorang Lord.
Ketika Viky tengah melihat ke arah pintu kamar Dewi, dari arah luar terlihat seseorang berjalan masuk dan menghampiri Viky.
"Lord… maaf, di luar ada orang yang mencari Lord… katanya dia di perintahkan oleh tuan Deky untuk menemui Lord di sini…" Ucap orang tersebut dengan posisi berlutut kepada Viky, dan perkataan orang tersebut menyadarkan Viky dari rasa cemasnya kepada Dewi.
"Suruh dia masuk…" Jawab Viky, yang mana dia sudah tahu siapa orang yang sedang berada di luar mencarinya.
"Baik Lord…" Jawab orang tersebut kemudian dia berbalik dan pergi dari sana.
Tidak lama setelah orang tersebut pergi dari sana, terlihat 2 orang berjalan masuk ke dalam rumah tersebut. terlihat salah satu di antara ke 2 orang tersebut berjalan dengan terpincang-pincang sambil di papah oleh orang satunya lagi.
"Tuan…" Ucap ke 2 orang tersebut dengan serempak menyapa Viky setelah berada di dekat Viky.
"Ternyata kalian ber 2 yang datang mencari aku, apa kalian sudah memutuskan untuk mengikuti aku, atau tetap ingin mengikuti Prasetyo…?" Ucap Viky bertanya, tanpa basa-basi.
"Sudah tuan… aku sudah memutuskan akan mengikuti tuan, dan aku juga sudah memutuskan ikatan dengan Prasetyo…" Ucap salah satu di antara mereka, menjawab pertanyaan dari Viky, tanpa ragu dan penuh dengan tekad.
"Kalian ber 2 duduklah, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan kalian ber 2… Zemi siapa nama adik kamu ini…?" Ucap Viky memerintahkan ke 2 orang tersebut untuk duduk di kursi yang ada di sana, dan orang tersebut adalah Zemi dan adiknya, namun karena Viky belum mengetahui nama adiknya jadi dia bertanya kepada Zemi.
"Baik Tuan… terima kasih… untuk nama adik saya adalah Girsang…" Ucap Zemi setelah dia duduk dan memberitahukan kepada Viky siapa nama adiknya.
"Baik Tuan…" Jawab Girsang dengan mengambil secarik kertas yang di berikan oleh Viky kepadanya.
"Dan ini adalah cara yang harus di lakukan setelah kamu mendapatkan semua bahan obat tersebut…" Lanjut Viky berkata dengan menyerahkan secarik kertas lain kepada Girsang.
"Jika kamu mengalami satu kesalahan, maka kamu harus mengulang semua prosesnya dari awal kembali… untuk hal lainnya aku tidak perlu menjelaskannya kepada kamu, aku rasa kamu pasti akan mengerti dengan semua yang tertulis di kertas itu… dan jika kamu beruntung atau bisa mengolahnya dengan baik… maka bukan hanya tangan dan kaki kamu saja yang akan sembuh tapi kamu juga akan mengalami peningkatan kekuatan kamu serta dengan kemampuan yang kamu miliki aku rasa 2 sampai 3 hari kamu akan kembali normal seperti semula…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah Zemi.
"Baik Tuan… terima kasih banyak atas semua yang tuan berikan kepada saya, saya berjanji tidak akan mengkhianati tuan…" Ucap Zemi dengan raut wajah yang sangat kaget setelah mendengar kata-kata dari Viky, dan dia juga berterima kasih atas semua yang Viky berikan kepadanya, bukan hanya mengampuninya tapi juga memberikan obat untuk patah tulangnya dan bukan hanya itu saja, jika dia bisa mengolahnya maka kekuatan yang dia miliki akan bertambah.
"Tapi semua itu tidak gratis… aku ingin kamu dan orang-orang kamu, mengawasi beberapa proyek pembangunan yang di kelola langsung oleh Octa Grup… dan salah satu proyek tersebut di tangani langsung oleh Rere… kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan…" Ucap Viky berkata, dengan maksud memberikan tugas pertama kepada Zemi dan orang-orangnya.
"Baik Tuan… setelah ini aku akan langsung memerintahkan orang-orang aku untuk segera pergi dan menjaga keamanan di sana… dan untuk proyek yang Nona jalankan, aku sendiri yang akan mengawasi keamanan di sana…" Jawab Zemi yang mengerti maksud dari kata-kata Viky, dan dia juga sudah bisa menebak bahwa Viky akan memberikan perintah kepadanya.
"Baguslah kalau kamu sudah mengerti apa yang harus kamu lakukan… jika ada yang bertanya, kamu katakan saja aku yang menyuruh kalian untuk menjaga keamanan di sana selama proyek tersebut berlangsung… dan ini adalah uang makan untuk kalian semua selama mengawasi proyek tersebut, karena aku tidak membawa uang cash maka aku berikan cek kepada kamu… setelah selesai proyeknya aku akan memberikan tambahan untuk kamu dan orang-orang kamu…" Ucap Viky dengan mengeluarkan selembar cek dari saku bajunya dan menyerahkan cek tersebut kepada Zemi.
__ADS_1
Zemi dengan sedikit ragu-ragu mengambil cek tersebut, namun raut wajahnya langsung berubah rumit setelah melihat jumlah yang tertulis di cek tersebut.
"Maaf tuan… apa tuan tidak salah menulis nominal yang ada di cek ini…?" Ucap Zemi dengan tangan yang sedikit bergetar, dengan melihat cek yang ada di tangannya, karena selama dia mengikuti Prasetyo, dia tidak pernah di berikan uang dengan jumlah yang sangat besar seperti yang tertulis di cek tersebut.
"Tidak… aku tidak salah menulis nominalnya… memangnya kenapa…? apa nominal tersebut kurang…?" Ucap Viky bertanya kepada Zemi, karena dia pikir bahwa nominal tersebut kurang.
"Bukan itu maksud saya tuan… tapi nominal ini terlalu besar tuan… aku rasa setengah dari nominal ini juga sudah lebih dari cukup… setelah apa semua yang tuan berikan kepada saya, saya merasa ini terlalu berlebihan bagi saya tuan…" Jawab Zemi yang merasa tidak enak jika harus menerima uang sebanyak itu, dan dengan maksud menolak uang yang di berikan oleh Viky kepadanya, walau pun di beri pekerjaan oleh Viky, tapi dengan nominal yang besar seperti itu, dia merasa sangat tidak enak, dan dia pikir sangat tidak pantas jika dia menerima uang tersebut setelah apa yang Viky berikan kepadanya.
"Tapi uang itu bukan untuk kamu sendiri… tapi kamu bagikan kepada semua orang-orang kamu yang pergi mengawasi proyek… dan jika menurut kamu itu masih terlalu besar, maka kamu bisa menganggapnya sebagai bayaran untuk kamu, karena aku ingin setelah kamu sembuh nanti, kamu bisa menjadi pengawal pribadi untuk Rere…" Ucap Viky, yang sedikit bingung harus berkata seperti apa lagi tetang masalah uang tersebut, namun dia juga sedikit mengerti dengan posisi Zemi, karena Zemi baru mengikuti dia, jadi sangat wajar jika Zemi bersikap seperti itu.
#Author mengucapkan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin, bagi yang menjalankan.
Author juga minta maaf jika ada salah-salah kata dari cerita author, atau ada yang merasa tersinggung dari alur cerita author atau nama tokoh, karena author tidak bermaksud seperti itu.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...