
Tuan Muda Keluarga Ma, Cipto Ma
Di pintu masuk aula, terlihat seorang pria muda yang cukup tampan berjalan masuk dengan beberapa pengawal di belakangnya, pria tersebut berjalan penuh wibawa dan punuh kesombongan, apa lagi di saat ini semua orang menatap ke arahnya. tanpa dia tahu apa yang sudah terjadi di dalam aula tersebut.
Pria tersebut dengan bangganya berjalan ke arah panggung, namun ketika dia berada di depan panggung, dia merasa aneh, karena ekspresi semua orang terlihat sangat kusut.
"Nenek… maaf aku datang terlambat… karena ada urusan yang harus aku kerjakan terlebih dahulu… dan ini adalah hadiah ulang tahun saya untuk Nenek… sebuah lukisan Pagoda Elang… " Ucap pria tersebut dengan badan sedikit membungkuk dan memperlihatkan sebuah lukisan yang di bawa oleh pengawalnya.
Ketika Nenek akan menjawab, dari arah belakang Rahman berlari ke pria tersebut dan langsung merangkul lengan pemuda tersebut.
"Sayang… kamu tidak lupa kan dengan janji kamu waktu itu…" Ucap Rahma dengan dengan manja sambil menggantung di lengan pria tersebut.
"Rahma… kamu jaga sikap kamu, jangan bertindak sembarangan…" Ucap Nenek Sushi, dengan sedikit marah kepada Rahma, walau Nenek Sushi tau bahwa Rahma punya hubungan lebih dengan pemuda tersebut tapi ini di depan umum dan juga semua orang belum tau tentang kedekatan Rahma dengan pria tersebut.
"Tidak apa Nenek… aku juga sudah terbiasa dengan sikap Rahma yang manja seperti ini… dan ini juga yang membuat aku tertarik kepada Rahma…" Jawab pemuda tersebut dengan masih sopan kepada Nenek Sushi.
Kemudian pemuda tersebut mengambil posisi berlutut di depan Rahma, dengan posisi berlutut dia mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah.
"Rahma Neo… aku Cipto Ma… sudah lama menyukai kamu, jika kamu berkenan maka menikahlah denganku… cincin ini hanya sebagai simbol dari ketulusan cintaku tidak ada maksud lain…" Ucap pria tersebut dengan berlutut dan menyerahkan sebuah cincin untuk di pakai di jari manis Rahma.
Pria tersebut adalah Cipto Ma, Tuan Muda dari keluarga Ma, karena ke 3 adiknya adalah perempuan jadi dia pewaris tunggal dari kekayaan keluarga Ma, sekaligus menjadi kepala keluarga Ma.
Boom… Karena kaget, Rahma tidak menjawab apa pun, dia hanya menatap ke arah Cipto dengan wajah memerah karena malu, namun kebahagian terpancar dari wajah Rahma, Rahma pikir bahwa Cipto akan melamar langsung kepada Nenek bukan melakukan hal seperti ini.
"Terima… Terima…" terdengar dari arah kerumunan berkata, entah siapa yang memulia tapi dengan reflek semua orang juga mengikuti kata-kata tersebut.
Wajah Rahma semakin memerah karena malu, dia tetap tidak mengeluarkan sesuatu dan terus memandang Cipto, matanya berbinar-binar memancarkan kebahagiaan, seakan-akan hal tidak menyenangkan tadi tidak pernah terjadi.
"Rahma… katakan sesuatu, kakiku sudah mulai keram, jika di teruskan lebih lama lagi kakiku akan sakit nantinya…" Ucap Cipto dengan pelan kepada Rahma.
__ADS_1
Kata-kata dari Cipto menyadarkan Rahma yang larut dalam kebahagian, dia tidak berkata apa dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Hore…" Semua orang berteriak dan tepuk tangan, ruangan tersebut pun menjadi sangat hangat dan meriah.
Di saat ini Nenek mengangkat tangannya, dan suasana di sana pun langsung kembali menjadi sepi, dan Cipto yang mengerti dia segera berbalik ke arah Nenek.
"Nenek… " Belum selesai Cipto berkata sudah di potong oleh Nenek Sushi.
"Kamu tidak perlu berkata pun aku sudah mengerti… tidak perlu kamu meminta, aku juga akan memberikan restu kepada kalian berdua… Nenek berharap Rahma akan bahagia hidup bersama kamu…" Ucap Nenek Sushi.
"Terima kasih Nek… aku dapat berjanji akan selalu membuat Rahma bahagia… dan untuk ayah, dia tidak bisa datang dan tidak menyiapkan kado untuk Nenek, karena sedang sibuk mempersiapkan acara perjamuan makan malam untuk dapat mengundang Tuan Besar dari Octa Grup…" Ucap Cipto, di kalimat terkahir nada Cipto sedikit di tinggikan agar semua orang dapat mendengarnya.
Semua orang tidak kaget mendengar kata-kata dari Cipto karena memang keluarga kelas 1 seperti keluarga Ma memang pantas untuk dapat mengundang orang besar seperti Tuan Besar dari Octa Grup.
"Tidak salah… Keluarga Ma memang sungguh keluarga besar, keluarga kelas atas di Kota Taraka, tidak aneh jika dapat mengundang orang besar seperti Tuan Besar Octa Grup yang misterius…"
"Aku percaya setelah keluarga Ma dapat mengundang Tuan Besar yang Misterius nanti, keluarga Ma akan menjadi keluarga besar No 1 di Kota Taraka… Tidak… tidak… bahkan aku lebih yakin jika keluarga Ma akan masuk ke dalam jajaran keluarga besar di montara…"
"Dengan Tuan Muda dari keluarga Ma melamar salah satu wanita dari keluarga Neo, itu berarti Keluarga Neo kita akan naik satu tingkat, di tambah dengan Tuan Muda Jeri, maka di Kota Taraka ini, tidak akan ada yang berani menyinggung lagi keluarga kita lagi…"
"Benar… bahkan keluarga Ling pun akan tergeser menjadi keluarga No 3, karena keluarga No 1 adalah keluarga Ma dan keluarga No 2 adalah keluarga Neo kita…"
Pujian demi pujian kepada Keluarga Ma terlontar dari orang-orang yang hadir di sama atau bisa di bilang mereka semua secara tidak langsung sedang memuji kepada Cipto Ma.
Mereka semua berspekulasi bahwa keluarga mereka akan meningkat tanpa tahu kebenaran yang terjadi, dan Cipto pun larut dalam pujian semua orang.
"Tidak apa-apa… Nenek juga dapat mengerti, orang besar seperti ayah kamu pasti lah sangat sibuk…" Jawab Nenek Sushi dengan bahagia.
"Nenek… ayah… Jika kalian ada waktu… aku dapat berbicara kepada ayahku nanti untuk memberikan 2 kursi kosong untuk kalian berdua, di saat nanti makan malam bersama Tuan Besar dari Octa Grup di kediaman keluarga Ma…" Ucap Cipto dengan bangga mengajak Nenek Sushi dan Jarvice.
__ADS_1
Setelah mendengar kata-kata dari Cipto, baik itu Nenek atau pun Jarvice, mereka berdua tersentak kaget, pasalnya bukan hal mudah untuk dapat makan bersama dengan orang-orang besar, karena keluarga Neo hanya lah keluarga kecil kelas 2 di Kota Taraka.
"Terima kasih Nak Cipto… Bukan Nenek menolak, karena Nenek sudah tua jadi biarkan lah yang muda untuk maju, dan untuk nanti yang akan pergi adalah Jarvice dengan istrinya…" Ucap Nenek Sushi, bagi Nenek Sushi apa lah artinya bertemu dengan orang-orang besar, jadi dia membiarkan anak dan menantunya yang pergi.
Karena kebahagian Nenek Sushi saat ini sudah cukup, dapat melihat cucu kesayangan nya menjadi seorang pemimpin Divisi perang dan menjadi salah satu orang penting di Montana, di tambah dengan cucu perempuannya yang mendapatkan seorang suami yang luar biasa yang berasal dari salah satu keluarga besar di Kota Taraka, walau satu lagi cucunya Sarah masih jomblo, tapi itu urusan nanti karena setelah keluarga Neo bersanding dengan keluarga Ma, makan akan mudah mendapatkan pasangan untuk Sarah.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...