Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 157 Kegelisahan Viky


__ADS_3

Kegelisahan Viky


"Maaf Lord… apa cucu dari pimpinan satu adalah seorang perempuan yang dulu pernah Lord selamatkan…? kalau tidak salah namanya adalah Antika Bilets …" Ucap AS.35 bertanya kepada Viky.


"Iya dia orangnya… aku menyelamatkannya sebagai rasa permintaan maaf dari aku, karena menurut informan aku, dia mengatakan bahwa Antika sudah bertunangan, maka dari itu dulu aku membiarkannya pergi… namun kemarin dia menemui aku di taman dan meminta aku agar dapat menikahi dia…… selama kamu berada di Divisi perang Montana… apa kamu pernah mendengar bahwa dia sudah bertunangan…? dan siapa orang yang bertunangan dengannya…" Ucap Viky menjelaskan permasalahannya dan bertanya mengenai tunangan dari Antika atau cucu pimpinan 1, dia bertanya kepada Ritz karena Ritz sudah berada Divisi perang cukup lama, jadi dia sedikit banyaknya pasti mengetahui informasi ini.


"Ijin menjawab Lord… selama aku berada di Divisi perang, aku sempat sekali mendengar bahwa cucu pimpinan 1 bertunangan dengan seorang laki-laki, tapi aku tidak tahu siapa laki-laki tersebut… dan baik itu pimpinan 1 atau Nona Antika Bilets tidak pernah mengungkapkan siapa identitas laki-laki tersebut…" Jawab AS.35 atau Ritz.


"Aku juga sudah mengirim orang beberapa kali untuk menyelidiki ini semua… tapi hasil yang di dapat masih sama, menemukan jalan buntu… kamu tahukan sikap dia seperti apa, aku takut dia datang dan mengacaukan acara pernikahan aku dengan Rere…" Ucap Viky menceritakan kegelisahannya.


Bagi Viky, Antika datang dan mengacau di acara pernikahan Viky dan Rere sih tidak apa-apa… tapi pasti beda cerita untuk Rere…


"Lord Jika di perbolehkan untuk saya memberi saran… bagaimana jika Lord, sebelum melangsungkan acara pernikahan, Lord ceritakan dulu masalah ini dengan Ratu… dan lihat bagaimana respon dari Ratu tentang masalah ini…" Ucap AS.35 memberikan saran kepada Viky.


"Boleh juga saran kamu… aku terlalu terpaku pada masalahnya dan tidak mempersiapkan pertahanan yang bagus…" Ucap Viky mengacungkan jempol ke arah Ritz.


"Tidak Lord… saran dari saya hanyalah sedikit ide dari ide dan pemikiran Lord yang luas…" Jawab Ritz merendahkan dirinya.


"Yah sudah lah… tapi terima kasih…" Ucap Viky berterima kasih.


"Oh iya… ada satu tugas untuk kamu… kamu tanyakan kepada pimpinan 1 siapa laki-laki yang di tunangkan dengan Antika… jika dia tidak memberitahukannya bilang saja aku yang menyuruh kamu untuk bertanya kepada pimpinan satu…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Ritz.


"Baik Lord… setelah ini saya akan mencoba menghubungi Pimpinan 1 dan bertanya soal siapa tunangan dari cucu pimpinan 1 ?…" Jawab Ritz.


"Baiklah… aku akan menunggu kabar baik dari kamu… Besok lusa kita bertemu kembali di Divisi perang Kota Taraka, bersama yang lain…" Jawab Viky.


"Baik Lord… kalau tidak ada hal lain yang ingin di bicarakan saya ijin untuk pergi dan kembali ke Divisi perang Montana… untuk lebih mematangkan semua persiapan untuk acara besok…" Ucap Ritz meminta ijin untuk pergi dari sana.

__ADS_1


"Baiklah kamu bisa pergi sekarang…" Jawab Viky memberikan Ritz ijin untuk pergi, dan Ritz setelah di berikan ijin pergi oleh Viky, dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah Ritz pergi dari ruangan tersebut, saat ini Viky kembali sendirian, dan ketika dia hendak berjalan ke arah Jendela untuk melihat kembali pemandangan Kota Taraka,


"Brak…" Suara pintu masuk di buka dengan keras, Viky berbalik badan dan melihat ke arah pintu masuk, untuk melihat siapa yang melakukan itu, dan terlihat di pintu masuk saat ini Rere berdiri dengan ekspresi wajah yang rumit, Rere tanpa berkata apa pun, dia dengan terburu-buru berlari menuju ke arah Viky dan dia langsung memeluk Viky, Viky yang sedikit kaget karena melihat sikap Rere yang tidak seperti biasanya, Viky awalnya ingin bertanya kepada Rere tapi dia mengurungkan niatnya untuk bertanya dan hanya membalas pelukan dari Rere, agar Rere bisa sedikit lebih tenang.


"Viky… apa kamu bisa berjanji kepada aku, untuk kamu tidak akan meninggalkan aku selamanya…?" Ucap Rere yang masih di dalam pelukan Viky.


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu…? tadi pagi kamu baik-baik saja… apa yang terjadi kepada kamu…?" Jawab Viky dengan sedikit bingung dari pertanyaan Rere yang tiba-tiba bertanya seperti itu dan dia kembali bertanya kepada Rere.


"Kamu jawab saja… apa kamu bisa berjanji kepada aku…!" Jawab Rere dengan nada yang sedikit tinggi dan lebih memeluk Viky dengan sangat erat.


"Iya… Iya… aku akan berjanji kepada kamu, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu… tapi apa yang terjadi kepada kamu…?" Jawab Viky, dan kembali bertanya tentang apa yang terjadi kepada Rere.


"Nanti saja aku jelaskan semuanya… sekarang kamu bantu aku selamatkan dulu seseorang…" Ucap Rere melepaskan pelukannya kepada Viky.


"Nanti saja di jalan aku jelaskan semuanya…" Jawab Rere sambil menarik Viky ke arah luar ruangan, dan Viky hanya bisa mengikuti Rere tanpa banyak bertanya, karena Viky bisa melihat dari raut wajah dan sikap Rere terlihat sangat cemas.


"Jadi apa yang terjadi…?" Tanya Viky setelah mereka berada di dalam lift, dan dengan melihat Rere yang sudah merasa sedikit tenang.


"Jadi begini… tadi aku bertemu dengan teman aku di sebuah restoran… setelah selesai bertemu dengan dia… aku bergegas untuk kembali ke sini… namun di saat aku selesai membayar makanan dan hendak pergi dari sana, tanpa sengaja aku menabrak seseorang pelayan, dan minuman yang di bawa si pelayan tersebut tumpah ke baju salah seorang pengunjung di sana… awalnya aku tidak di ijinkan pergi oleh mereka, dan mereka memaksa aku untuk menemani mereka sampai kunci mobil aku di rampas oleh mereka, tapi ada seorang laki-laki yang menolong aku… kemudian aku kabur dari sana… entah apa yang terjadi kepada si pelayan dan si laki-laki yang menolong aku tadi…" Ucap Rere menceritakan kejadian yang terjadi.


Setelah mendengar cerita dari Rere, raut wajah Viky berubah dengan cepat, dan sorot mata yang tajam serta aura kemarahan terlihat dari tatapan Viky.


"Tapi kamu tidak apa-apa kan… apa mereka menyakiti kamu atau gimana…?" Tanya Viky kembali, tapi dia tidak melihat ke arah Rere, karena kemarahan Viky sudah sangat memuncak.


Kemudian Viky mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelpon Deky.

__ADS_1


"Deky… kamu siapkan dengan segera mobil… aku sedang berada di dalam lift sekarang…" Ucap Viky setelah panggilan kepada Deky tersambung, namun belum sempat Deky menjawab Viky sudah mematikan telponnya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2