
Berjarak Lima Langkah
Lisa menghitung orang dan mengingat nama-nama yang kakaknya sebutkan tadi tapi dia berpikir bahwa ada satu orang yang belum kakaknya kenalkan kepada dia dan juga ibunya.
"Salam kenal semuanya… aku adalah Lisa adik dari kak Viky, senang bisa berkenalan dengan kalian semua…" Jawab Lisa memperkenalkan diri dengan menyapa semua orang.
"Kak… tadi kakak menyebutkan 7 nama, tapi orang yang hadiri di sini ada 8 orang, lantas satu lagi siapa…? kenapa kakak tidak memperkenalkannya kepada aku dan juga ibu…" Lanjut Lisa berkata dengan melihat ke arah Viky, dan menunjuk ke arah semua orang, dia berkata seperti itu karena dia merasa sedikit aneh.
"Oh untuk satu orang lagi… kenapa kakak tidak memperkenalkan di awal, karena orang ini tidak termasuk ke dalam Divisi perang… tapi orang ini bergerak di bidang bisnis… dan dia juga salah satu orang kepercayaan kakak di luar dari orang Divisi perang… dia adalah Deky…" Ucap Viky menjelaskan kepada Lisa dan kepada ibunya, serta di akhir kalimat dia menunjuk ke arah Deky.
"Deky ini adalah orang kepercayaan kakak, dia bergerak di bidang bisnis, beberapa tahu ke belakang, kakak mempercayakan kepada Deky untuk membangun sebuah perusahaan dan dalam waktu itu, Deky berhasil membangun dan mengembangkan perusahaan tersebut, hingga sekarang perusahaan yang Deky kembangkan menjadi salah satu perusahaan terbesar di Kota Taraka… bisa di bilang Deky ini adalah pemegang kendali masalah keuangan…" Lanjut Viky menjelaskan kepada Lisa dan juga ibunya tetang siapa Deky.
"Ibu… semua yang aku miliki saat ini, memang bukan hasil dari aku berada di Divisi perang, karena gaji yang aku dapat dari Divisi perang memang tidak besar, dan mungkin akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan semua ini…tapi semua yang aku miliki saat ini melainkan hasil dari membangun sebuah perusahaan… kenapa aku dulu tidak langsung membangun sebuah perusahaan jika hasilnya bisa seperti itu…? sebab jika mempunyai kekayaan tapi tidak mempunyai kekuatan, maka tetap saja akan ditindas oleh orang yang mempunyai kekuatan…" Lanjut Viky menjelaskan, namun di kalimat terakhir dia sedikit mengingatkan kejadian di masa lalu kepada ibunya, Viky mulai perlahan menjelaskan kepada Ibunya atas apa yang di lakukan di luar sana.
Setelah selesai Viky berkata, Deky berjalan satu langkah ke depan.
"Salam kenal Nyonya dan Nona muda, saya adalah Deky, senang bisa berkenalan dengan Nyonya dan Nona muda… di masa depan jika Nyonya dan Nona muda membutuhkan bantuan saya, jangan sungkan untuk membicarakannya kepada saya secara langsung…" Ucap Deky berkata dengan sopan kepada Ratna dan juga Lisa.
"Baguslah kalau begitu… ibu bisa sedikit tenang, aku takut kamu menempuh jalan yang salah dan menggunakan nama kamu sebagai orang Divisi perang secara semena-mena…" Jawab Ratna yang merasa lega, karena dia tahu jika seseorang yang sudah berada di atas angin akan lupa bahwa dulu orang tersebut pernah menginjak tanah.
"Yah sudah… karena perkenalannya sudah selesai dan ibu juga sudah tahu apa yang aku lakukan di luar, jadi ibu tidak usah ragu lagi untuk memakai perhiasan yang aku berikan ini… dan nanti aku akan menyiapkan mobil beserta sopirnya untuk ibu dan Lisa, jadi jika ingin pergi kemana-mana tidak akan kesulitan, dan untuk Lisa akan mudah jika ingin pergi ke kampus untuk berkuliah…" Ucap Viky.
"Tapi kak… aku tidak mau mobil yang seperti kakak… aku takut orang-orang yang berada di kampusku memandang aku berbeda dari yang lain dan aku akan menjadi pusat perhatian semua orang… jadi kakak berikan saja mobil yang biasa untuk aku dan juga ibu…" Jawab Lisa atas ucapan Viky yang menawarkan mobil untuk Lisa dan juga ibunya.
"Baiklah… jika memang mau kamu seperti itu… nanti kamu pergi bareng Aldo dan Deky untuk memilih mobil yang menurut kamu bagus dan tidak terlalu mencolok, karena Aldo juga ingin membeli mobil jadi bisa sekalian…" Jawab Viky atas tolakan dari Lisa.
__ADS_1
"Sini bu… aku pakaikan kalungnya…" Lanjut Viky berkata dengan mengambil kalung yang ada di dalam kotak yang di simpan oleh Ratna di atas meja, kemudian Viky memakaikan kalung tersebut kepada ibunya.
"Ibu terlihat lebih cantik lagi sekarang…" Ucap Viky memuji setelah selesai memakaikan kalung tersebut kepada Ibunya.
"Iya benar apa yang kakak Viky katakan… ibu terlihat lebih cantik lagi dari biasanya…" Timpal Lisa juga yang memuji ibunya.
Perhiasan yang ada di dalam kotak bukan hanya kalung saja tapi ada juga anting serta cincin dan gelang, namun untuk Lisa, Viky tidak membelikan gelang karena jika memakai perhiasan yang lengkap, mungkin akan terlihat tidak seperti seorang mahasiswi lagi.
"Kak… kenapa yang aku tidak ada gelangnya…?" Ucap Lisa bertanya dengan sedikit iri karena hadiah yang di berikan oleh Viky berbeda dengan ibunya.
"Kakak sengaja tidak memberikan gelang untuk kamu, karena dulu saja, di saat kakak memberikan sebuah gelang biasa, kamu malah menghilangkannya…" Jawab Viky dengan memakai sedikit alasan di masa lalu.
"Tapi kan itu dulu kak… aku yang dulu jelas berbeda dengan aku yang sekarang… aku berjanji tidak akan menghilangkan gelang pemberian dari kakak lagi… jadi boleh yah kakak membelikan aku sebuah gelang… tidak perlu sama seperti ibu, yang penting adalah kakak yang memberikannya…" Jawab Lisa dengan cemberut karena Viky mengungkit kisah masa lalu yang mana Lisa menghilangkan gelang pemberian dari Viky, dan gelang tersebut belum 1 hari di pakai oleh nya, dan di kalimat terakhir nada Lisa sedikit memohon kepada Viky, dengan memasang wajah yang memelas yang terlihat sangat imut.
"Baiklah… baiklah… nanti kakak akan belikan gelang untuk kamu…" Jawab Viky yang tidak bisa menolak keinginan adik kesayangannya tersebut, dan adiknya memasang wajah yang tidak bisa untuk Viky berkata tidak.
"Ayo… aku juga sudah merasa lapar kak…" Jawab Lisa dengan merangkul lengan kiri Viky.
Kemudian Viky menarik tangan ibunya untuk pergi bersama dari sana menuju ke rumah Rere.
"Aldo… tolong kamu bawakan bungkusan yang bersisi bahan obatnya…" Ucap Viky setelah dia berjalan satu langkah dengan melihat ke arah Aldo.
"Baik Lord…" Jawab Aldo, yang berjalan mengambil bungkusan yang berada di atas meja.
kemudian mereka semua berjalan ke arah pintu keluar dengan posisi, Viky paling depan dan di sebelah kiri ada Lisa dengan memeluk lengan Viky, serta di sebelah kanan ada ibu Viky menggandeng lengan Viky yang satunya lagi. dan di ikuti oleh Deky, Aldo Eagle dan yang lainnya berjalan di belakang.
__ADS_1
Hanya melangkah tidak lebih dari 50 langkah dari tengah rumah Viky, akhirnya Viky sudah sampai di depan pintu rumah Rere bisa di bilang rumah Viky dan rumah Rere berjarak 5 langkah, dan rumah di sana semuanya tidak ada yang di pagar di depan rumahnya, jadi jika bertamu bisa langsung menuju ke pintu masuk, tanpa harus membuka pagar rumah terlebih dahulu.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...