Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 132 Pelanggan Yang Aneh


__ADS_3

Pelanggan Yang Aneh


"Anak ini selalu membuat orang tua ini kebingungan, selalu saja di hadapkan dua pilihan yang sulit, aku tahu ini adalah pertanyaan yang menjebak, tapi jawaban mana yang benar…" Gumam Sulis sambil berpikir dia akan memilih yang mana.


Setelah beberapa saat Sulis berpikir, akhirnya dia memantapkan hatinya untuk memilih salah satu dari dua pilihan yang Viky berikan, Sulis berbalik melihat ke arah Viky.


"Tuan… aku rasa aku akan memilih pilihan yang ke 2…" Ucap Sulis dengan percaya diri dan ketetapan hati yang penuh.


"Walau keuntungan yang Tuan Sulis dapat sangat kecil… dari pilihan yang ke 2…?" Jawab Viky kembali, dan berniat menggoyahkan pilihan Sulis.


"Tidak apa Tuan… walau pun keuntungan yang di dapat sangat kecil, tapi yang aku lihat bukan masalah besar atau kecilnya tapi jangka panjang, jika aku memperebutkan kontrak kerja senilai 3 triliun, dan aku mendapatkan bagian paling besar, namun setelah itu selesai dan kembali ke titik awal, maka semuanya juga selesai, tapi jika aku memilih pilihan yang ke dua maka aku yakin di masa depan akan ada investasi-investasi yang lain yang terus berlanjut…" Jawab Sulis menjelaskan kenapa dia memilih pilihan yang ke 2.


"Tapi bagaimana kalau di masa depan nanti tidak ada investasi yang kembali muncul…?" Ucap Viky kembali bertanya dan mematahkan alasan dari Sulis.


"Kalau tidak ada yah mau bagaimana lagi… tapi aku yakin perusahaan sebesar Octa Grup, dan di pimpin secara langsung oleh tuan sendiri, di masa depan pasti sudah memiliki rencana yang lebih maju, dari pada kami semua yang ada di Kota Taraka ini…" Jawab Sulis dengan santai dan penuh keyakinan melihat ke arah Viky.


"Aku tidak bisa menjamin itu semua berjalan dengan lancar… tapi dengan orang-orang yang kompeten dan selalu mendukung aku secara penuh, aku memiliki sedikit keyakinan untuk masa depan…" Ucap Viky berkata dan melihat ke arah Herman dan juga Sulis.


Baik Herman dan juga Sulis menganggukkan kepalanya, mereka berdua mengerti apa yang Viky maksud, karena semua rencana tidak akan tercapai jika tidak saling membantu dan saling mendukung satu sama lain, dan yang lebih utama adalah rasa saling percaya satu sama lain.


"Oh iya… Ayah jangan lupa nanti malam kita akan pergi ke kediaman keluarga Ma…" Ucap Viky melihat ke arah Herman, dan mengalihkan pembicaraan, karena untuk hal dengan Sulis sudah selesai.


"Iya aku tidak akan lupa… tapi sepertinya aku akan kembali dulu ke rumah dan membantu Novi untuk membenahi rumah…" Jawab Herman, melihat ke arah Viky.


"Sayang… Aku akan ikut ayah pulang dulu untuk membantu beres-beres di rumah…" Ucap Rere melihat ke arah Viky dengan wajah manja dan memegang tangan Viky, dengan ibu jari Rere mengelus-elus tangan Viky.


"Baiklah… kamu bisa ikut ayah kamu… tapi kamu harus di temani oleh Aldo… aku akan menunggu hingga nanti malam dan membantu Deky untuk mengurus masalah kerjaan…" Jawab Viky, dengan wajah rumit karena melihat Rere yang merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


Namun kata-kata Rere tadi memanggil Viky dengan kata sayang, mungkin terdengar aneh di telinga Viky tapi ada sedikit rasa tenang di hati Viky, bahwa Rere mau menerimanya, walau syarat yang di ajukan oleh Rere gagal total.


Seorang pelayan berjalan menghampiri meja Viky dengan membawa sebotol anggur di tangan.


"Tuan… ini anggur terbaik yang tuan pesan tadi… tapi anggur ini sudah di bayar oleh Nona yang di sana…" Ucap si pelayan dengan menyerahkan anggur yang dia bawa, dan menunjuk ke salah satu meja yang berada di pojok. Mata Viky pun otomatis mengikuti arah telunjuk si pelayan.


"Lok kok… orangnya tidak ada…" Lanjut si pelayan berkata dengan bingung dan telunjuk mengarah ke meja kosong, Viky mengernyitkan alisnya karena di sana tidak ada siapa-siapa.


Si pelayan pun berbalik arah melihat ke arah Viky, dia bingung harus berkata apa lagi.


"Aku tidak mau menerima pemberian ini jika tidak jelas siapa yang memberikan ini kepada aku…" Ucap Viky kepasa si pelayan, dan si pelayan menjadi tambah bingung lagi setelah Viky berkata seperti itu.


"Tapi Tuan… anggur ini sudah di bayar oleh orang tadi… aku bingung jika tuan tidak mau menerima anggur ini…" Ucap si pelayan yang menjadi salah tingkah.


"Kamu pergi ke kasir dan tuliskan tagihan anggur ini dan bawa ke sini bil nya, jika nanti di bil nya tidak tertulis anggur ini maka aku tidak akan membayar semua makanan ini…" Ucap Viky memerintahkan kepada si pelayan.


Si pelayan pun mau tidak mau dia pergi ke kasir, dan membicarakan atas apa yang Viky mau.


"Baiklah… karena anggurnya sudah datang, mari kita bersulang…" Ucap Viky, dengan menuangkan anggur ke dalam gelasnya.


Herman dan Sulis juga mengambil botol dan menuangkan anggur ke dalam gelas, namun tidak untuk Rere, dia mengambil gelas jus dan mengangkat gelas untuk ikut bersulang, dengan sekali tegukan mereka ber 3 menenggak habis anggur di dalam gelas.


Si pelayan tadi pun kembali ke meja Viky, dengan wajah rumit, dan di tangannya memegang 2 lembar kertas.


"Tuan… ini bil yang tuan minta… tapi di dalamnya tidak terdapat anggur yang tuan pesan tadi… aku sudah membicarakan hal ini kepada petugas kasir, namun petugas kasir pun tidak mau, karena takut kami di anggap berbuat curang…" Ucap Si pelayan dengan nada yang pelan, setelah berada di dekat meja Viky.


"Yah sudah kalau begitu… aku tidak akan membayar semua makanan ini…" Ucap Viky dengan tegas kepada si pelayan.

__ADS_1


"Tapi Tuan… Nona yang membayar anggur tuan tadi, menitipkan ini kepada petugas kasir saat dia melakukan pembayaran tadi…" Ucap Si pelayan dan memberikan secarik kertas kepada Viky.


Viky mengambil kertas yang di berikan oleh si pelayan, kemudian Viky membuka kertas tersebut dan di dalam kertas tersebut tertulis sebuah pesan deñgan tulisan tangan, dan isi pesan tersebut adalah:


"Aku akan terus mengawasi kamu, anggur ini aku berikan sebagai hadiah pertemuan kita kembali, aku tahu kamu tidak akan menerima anggur ini… tapi itu terserah kamu mau di apakan anggur yang aku berikan kepada kamu…aku berharap kita bisa bertemu, aku akan menunggu kamu di taman yang berada tidak jauh dari restoran saat ini kamu berada…"


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2