
Kent Latimore
"Bu… bukan maksud aku tidak mau mendengarkan kata-kata dari ibu, untuk tidak pergi ke Klan Xian meminta keadilan… hanya saja, aku juga sudah tahu siapa musuh aku yang sebenarnya… mau aku pergi atau tidak ke Klan Xian, pada akhirnya mau tidak mau aku harus berhadapan dengan orang tersebut, karena sudah dari dulu, aku dan orang tersebut sudah saling bersinggungan satu sama lain, akan tetapi kita tidak pernah di berikan waktu untuk kita bertemu dan menuntaskan permasalahan di antara kita…" Jawab Viky, sedikit memberitahukan kepada ibunya tentang gambaran kedepannya apa yang akan dia lakukan.
"Tapi apa kamu tahu sebesar apa kekuatan musuh kamu tersebut…? Jika kamu mampu untuk mengalahkan musuh kamu, ibu tidak mempermasalahkannya ibu hanya bisa berdoa, agar kamu baik-baik saja… namun jika kamu tidak mampu, maka sudahi saja dari sekarang, sebelum semuanya terlambat…" Jawab Ratna dengan nada yang sedikit cemas, karena bagaimana pun di pernah menyelidikinya oleh karena itu dia sedikit tahu tentang kekuatan yang di miliki oleh orang yang berada di belakang Klan Xian.
"Jika masalah kekuatan… kekuatan yang aku miliki saat ini jauh berada di atas mereka, akan tetapi, jika aku menyerang dan mengalahkan mereka sekarang… maka dampak yang di timbulkan terhadap perekonomian masyarakat juga sangat besar, dan untuk sekarang aku masih belum sanggup untuk mengurangi setidaknya sedikit dari dampak tersebut… oleh karena itu, dari sekarang aku sudah mulai membangun sebuah perusahaan, untuk mengurangi dampak tersebut…" Jawab Viky.
"Dan untuk orang-orang aku juga, saat ini sudah mulai terjun ke dunia bisnis… jika melihat dari kemampuan yang di miliki oleh masing-masing orang, mereka akan siap ketika aku sudah menggelar acara pernikahan aku bersama dengan Rere, untuk memperluas wilayah bisnis hingga ke beberapa kota yang ada di sekitar kota Taraka…" Lanjut Viky berkata.
Orang-orang yang Viky maksud adalah orang-orang dari pasukan Magnium, karena mereka semua memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan juga belajar dengan cepat, yang mana kemampuan tersebut berada di atas rata-rata orang biasa.
"Tadi aku sempat berbicara dengan paman kamu, jika kamu mau, kamu bisa melanjutkan bisnis Keluarga Latimore… jadi untuk kota Yako ini kamu tidak perlu membangun bisnis kamu dari awal…" Ucap Ratna menyampaikan apa yang di katakan Jinsen kepadanya, sekaligus memberikan saran kepada Viky.
"Aku tidak yakin, karena aku pun belum tahu bagaimana kondisi bisnis dari Keluarga Latimore… dan juga, jika aku mengambil alih bisnis Keluarga Latimore, apa nantinya tidak akan berdampak pada keharmonisan Keluarga Latimore sendiri, karena di dalam Keluarga Latimore sendiri sudah ada yang lebih berhak melanjutkan bisnis tersebut, yaitu ahli waris dari keluarga inti Keluarga Latimore sendiri…" Jawab Viky, dengan maksud menolak tawaran dari ibunya, karena ada beberapa hal yang perlu di pikirkan ketika mengambil alih sebuah perusahaan, contohnya saja di saat Viky mengambil alih Octa Grup dari Deky, banyak hal harus Viky benahi.
"Tidak kak… aku tidak akan menuntut apa pun jika kakak mau mengambil alih semua perusahaan Keluarga Latimore…" Ucap Kent Latimore dengan terburu-buru menjawab pernyataan dari Viky.
"Kamu siapa…? apa kamu punya hak untuk memutuskan di dalam Keluarga Latimore…?" Ucap Viky bertanya dengan melihat ke arah Kent.
__ADS_1
Ketika Kent berkata seperti itu, raut wajah Jibsen terlihat sedikit marah, karena anaknya bersikap tidak sopan seperti itu kepada Viky, ketika Jibsen akan berbicara, kata-katanya di hentikan oleh Viky, yang balik bertanya kepada Kent.
Jibsen dengan raut wajah yang sedikit marah, melihat ke arah Kent, memberikan isyarat untuk Kent tidak menjawab pertanyaan dari Viky, namun Kent tidak memperdulikan hal itu semua.
"Aku adalah ahli waris dari Keluarga Latimore… apa pun yang aku putuskan, Keluarga Latimore juga pasti akan mengikuti apa yang aku putuskan…" Jawab Kent dengan percaya diri.
"Cukup menarik… kamu yang hanya seorang ahli waris saja sudah bisa membuat sebuah keputusan… mungkin jika orang lain, akan percaya dengan kata-kata kamu, tapi tidak untuk aku, lebih baik kamu jujur dari awal kepada aku, sebelum terlambat… di dunia ini tidak ada yang akan menolak untuk mewarisi sebuah perusahaan, apa lagi perusahaan yang di miliki oleh Keluarga Latimore juga, tidak lah kecil, bahkan di luaran sana, ada yang sampai berani membunuh saudaranya sendiri, mungkin salah satunya adalah apa yang kita bicarakan dari tadi, namun kamu dengan santainya mengatakan bahwa kamu tidak keberatan jika perusahaan dari Keluarga Latimore di serahkan kepada orang lain… cukup kamu beri 1 alasan kepada aku, kenapa kamu mau menyerahkan semua perusahaan yang Keluarga Latimore miliki kepada aku, jika kamu memiliki niat lain, jangan harap aku akan memaafkan kamu…" Jawab Viky dengan sedikit tersenyum menanggapi perkataan dari Kent, namun senyum dari Viky tersebut memiliki arti yang lain bagi orang-orang dari Keluarga Latimore, tapi senyum dari Viky, terlihat seperti sebuah harapan bagi Kent.
"Tuan Viky… dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya mohon untuk tidak menanggapi perkataan dari Kent, dia masihlah anak-anak, maafkan saya yang tidak mendidik Kent dengan benar…" Ucap Jibsen dengan sopan, karena di pikirannya jika dia tidak buru-buru meminta maaf kepada Viky, maka nyawa anaknya akan melayang.
"Dia adalah seorang laki-laki, jadi setiap ucapan yang keluar dari dia, harus bisa di pertanggung jawabkan, tidak peduli dia masih anak-anak atau bukan…" Jawab Viky dengan melambaikan tangannya, untuk memberi isyarat kepada Jibsen untuk tidak ikut campur.
Jibsen pun hanya bisa menundukkan kepalanya, tanpa bisa berkata apa pun lagi, dan dia hanya bisa pasrah dengan apa pun yang akan terjadi kepada anaknya nanti.
"Sebenarnya banyak alasan kenapa aku tidak mau mewarisi semua perusahaan dari Keluarga Latimore… namun aku akan mengatakannya beberapa saja kepada kak Viky… yang pertama adalah, aku tidak suka mengurus sebuah perusahaan… karena menurut aku mengurus sebuah perusahaan itu adalah sesuatu yang membuat aku merasa tidak nyaman… alasan aku tidak nyaman adalah karena di dalamnya terdapat banyak orang yang tidak jujur dan bermuka 2, serta tidak sedikit juga orang yang suka menjilat… walau pun sebenarnya aku juga mempunyai sebuah usaha kecil-kecilan, tapi di dalam usaha yang sedang aku jalani tersebut hanya sedikit orang yang tidak jujur, apa lagi orang yang bermuka 2 atau orang yang suka menjilat…" Jawab Kent menjelaskan kepada Viky kenapa alasannya dia mau menyerahkan perusahaan Keluarga Latimore kepada Viky.
1 lagi di tunggu yah
...***************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...