
Bingung
1 menit telah berlalu, Viky menemani Rere dan terus mengelap keringat yang keluar di wajah Rere.
"Viky… cepat bawa aku ke kamar mandi… aku sudah tidak bisa kuat lagi menahannya… jika aku bisa sendiri dan tidak lemas… aku bisa pergi sendiri dan tidak meminta kamu untuk membantu aku pergi ke kamar mandi…" Ucap Rere dengan sedikit tidak sabar, karena dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa mules di perutnya, dan dengan nada yang sedikit rasa kesal kepada Viky.
"Baiklah ayo aku antar kamu ke kamar mandi…" Jawab Viky dengan mengangkat lengan Rere dan menaruhnya di pundak Viky, kemudian Viky menyelipkan satu tangannya di lutut bawah Rere dan satu lagi di belakang leher Rere, dengan sekali hentakan Rere sudah di angkat oleh Viky, Rere yang merasa takut jatuh, dia melingkarkan tangan yang satunya lagi di leher Viky.
Kemudian Viky membawa Rere ke kamar mandi, dengan posisi Rere dipangku oleh Viky. Rere melihat ke arah wajah Viky, dan seketika rasa mules di perutnya aga sedikit mereda.
"Kamu bisa sendiri kan…?" Ucap Viky bertanya dengan melepaskan Rere dari pangkuannya.
"Yah bisa… kamu bisa menunggu aku di luar…" Jawab Rere, menyuruh Viky untuk menunggunya di luar, karena jika di temani oleh Viky dia merasa tidak enak.
"Baiklah… aku akan menunggu kamu di luar… jika sudah selesai kamu bisa panggil aku kembali… tapi itu juga jika kamu masih merasa lemas…"Jawab Viky, kemudian dia segera keluar dari kamar mandi dan menunggu Rere di pintu kamar mandi.
Setelah beberapa saat Viky menunggu Rere, Rere membuka pintu kamar mandi dan menyulutkan kepalanya keluar.
"Viky… boleh aku minta tolong kepada kamu…?" Ucap Rere dengan hanya mengeluarkan kepalanya di pintu kamar mandi.
"Minta tolong apa…? apa kamu sudah selesai di kamar mandinya…?" Jawab Viky, yang kembali bertanya kepada Rere.
"Belum… tapi bisakah kamu carikan aku sebuah pembalut… aku saat ini sedang P.M.S…" Jawab Rere meminta kepada Viky dengan sedikit malu-malu.
"Pembalut…? P.M.S…? apa itu…? aku tidak mengerti…" Jawab Viky yang kembali bertanya dengan raut wajah yang bingung dan tidak tahu tentang ke 2 hal yang Rere katakan barusan.
Viky memang tidak tahu tentang ke 2 hal ini, bukan hanya karena dia seorang laki-laki tapi karena ketika di medan perang dia tidak pernah mendengar 2 kata ini dan ini juga dia baru pertama kalinya mendengar 2 kata ini.
__ADS_1
"Aduh kamu ini… apa kamu selama ini hanya tinggal di gunung dan tidak pernah bertemu seorang perempuan…?" Ucap Rere dengan nada yang kesal kepada Viky, karena tidak mengerti dengan apa yang Rere katakan.
"Memang benar… selama ini aku tinggal di gunung dan hanya ada laki-laki saja di sana… jadi aku tidak tahu apa yang kamu maksud barusan…" Jawab Viky dengan santai namun dia menjadi lebih bingung lagi dengan apa yang Rere katakan barusan.
Dan memang benar adanya seperti itu, karena di pasukan Magnium hanya sedikit perempuan yang tergabung dan menjadi salah satu dari mereka, dan para perempuan di sana tidak pernah berkata seperti yang Rere katakan barusan.
"Memangnya apa hubungannya seorang perempuan dengan pembalut dan juga dengan P.M.S…?" Lanjut Viky bertanya dengan polosnya, karena dia sangat bingung, jadi dia meminta Rere untuk sedikit menjelaskannya agar tidak terjadi salah paham.
"Yah sudahlah nanti aku jelaskan kepada kamu… tapi sebelum itu, kamu belikan dulu aku sebuah pembalut ke mini market… jika kamu tidak mengetahui apa itu pembalut… kamu bisa bilang kepada kasirnya bahwa kamu ingin membeli pembalut… tapi kamu cari yang kasirnya seorang perempuan, takutnya nanti jika kasirnya seorang laki-laki tidak tahu apa yang di maksud dengan pembalut… dan nanti kamu akan salah membelinya…" Jawab Rere yang sedikit bingung harus menjelaskannya kepada Viky bagaimana, tapi dia hanya bisa menyuruh Viky untuk pergi ke mini market saja terlebih dahulu, dan nanti dia bisa memikirkan cara untuk menjelaskannya kepada Viky.
"Baiklah… kalau begitu, aku pergi dulu… tapi sebelum itu kamu mau menunggu aku di dalam kamar mandi atau kamu mau aku bantu kembali ke atas tempat tidur…" Jawab Viky yang belum mengerti situasinya, dan menawarkan diri kepada Rere untuk membantunya kembali ke atas tempat tidur.
"Tidak usah… aku bisa menunggu kamu di sini… kamu pergilah terlebih dahulu untuk membeli pembalutnya… kalau bisa cepat yah…" Jawab Rere, dan memerintahkan kepada Viky agar Viky bertindak cepat.
Rere tahu bahwa di rumah Viky ada 2 orang perempuan yaitu Lisa dan juga Ibu Viky atau Ratna, dan dia juga tahu Lisa dan juga Ratna pasti mempunyai stok pembalut, tapi dia menyuruh Viky untuk membelinya di mini market karena Rere tidak mau mengganggu Lisa atau Ratna yang sedang beristirahat.
Kemudian Viky berjalan meninggalkan Rere yang berada di dalam kamar mandi, setelah mendengar jawaban dari Rere, dia mau tidak mau harus pergi mencari apa yang Rere butuhkan, walau malam sudah sangat larut, tapi pasti ada mini market yang buka 24 jam.
Di lingkungan rumah Viky berada, bukan tidak ada mini market tapi kasir di sana adalah seorang laki-laki, jadi dia pergi keluar daerah perumahannya untuk mencari mini market yang kasirnya seorang perempuan yang Rere katakan tadi, sebenarnya mini market di lingkungan Viky juga pasti tersedia, tapi karena ketidak tahuan Viky jadi hanya bisa melewatkan tempat yang dekat dan mencari yang jauh.
Tidak lama Viky mengendarai mobilnya, dia sampai pada sebuah mini market yang kasirnya adalah seorang perempuan, setelah Viky memarkirkan mobilnya, dia berjalan masuk ke dalam mini market dan menghampiri petugas kasir yang berjaga di sana.
"Selamat datang Tuan… apa yang anda butuhkan…? saya bisa membantu Tuan untuk mengambilkannya…" Ucap seorang perempuan penjaga kasir dengan tersenyum ramah menyapa kepada Viky, dan menawarkan diri untuk membantu Viky, karena dia melihat Viky berjalan ke arahnya, dan dia juga mengerti bahwa Viky ingin mencari sesuatu tapi tidak tahu berada dimana barang yang Viky butuhkan.
"Heeemmm… aku membutuhkan sebuah pembalut… bisa kamu ambilkan aku beberapa pembalut…" Jawab Viky dengan santai dan mengatakan apa yang di butuhkan. dan raut wajah perempuan tersebut berubah memerah karena merasa sedikit malu setelah mendengar apa yang Viky katakan… dan senyum yang terukir di wajahnya pun menghilang. serta sorot mata yang menatap aneh kepada Viky.
Yah… kenapa tidak aneh, karena ini baru pertama kalinya, salam dia bekerja di sana ada seorang laki-laki yang mencari barang yang sangat sensitif bagi sebagian orang, dia hanya bisa bersikap profesional dalam kerjaannya, dan dia juga kembali bersikap seperti sebelumnya, setelah memikirkan hal baik yang di lakukan seorang laki-laki yang ada di depannya.
__ADS_1
"Baik Tuan… tolong tunggu sebentar… akan segera saya ambilkan apa yang tuan butuhkan…" Jawab Perempuan penjaga kasir tersebut dengan sopan serta tersenyum kembali kepada Viky, yang mana senyum tersebut sempat hilang beberapa detik setelah Viky mengatakan apa yang Viky butuhkan dan dia segera pergi dari sana untuk mengambilkan apa yang Viky butuhkan.
Tidak lama perempuan penjaga kasir tersebut kembali dengan membawa cukup banyak bungkusan di tangannya.
"Tuan… saya bingung yang mana yang tuan butuhkan, jadi saya mengambil satu dari setiap merk yang ada di tokok kami… jadi tuan bisa memilih salah satu yang tuan butuhkan di sini…" Ucap si penjaga kasir tersebut setelah kembali ke belakang meja kasirnya dan menyimpan bungkusan yang dia bawa di atas meja kasir, untuk Viky pilih.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...