Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 298 Undangan Yang Sebenarnya


__ADS_3

Undangan Yang Sebenarnya


"Boom…" semua orang yang hadir di sana terdiam tanpa kata, perasaan mereka seperti di sambar petir di siang bolong, mendengar kata-kata dari Viky, raut wajah semua orang saat ini terlihat sangat rumit, bahwa kan, Yu Jin, tetua ke 3, Falmia, Try Rasya raut wajah mereka tidak lebih baik dari semua orang.


"He… he… he… jika kamu adalah orang yang mempunyai Octa Grup… maka aku adalah seorang penguasa Montana…" Ucap Yu Jin yang tidak percaya dengan kata-kata dari Viky, karena dia melihat pakaian yang Viky pakai tidak mencerminkan tuan Besar dari Octa Grup yang misterius yang sering di bicarakan oleh semua orang.


"Tuan… aku tahu kamu ingin berlaga di depan calon istri kamu… tapi sangat tidak baik jika kamu menggunakan nama tuan Besar dari Octa Grup… jika tuan besar tahu, maka bukan hanya kamu saja yang akan mendapatkan masalah, tapi kita semua di sini akan menerima akibatnya, dan masalah yang di timbulkan akan jauh lebih rumit dari sekarang…" Timpal tetua ke 3 yang mana dia juga tidak percaya, karena menurutnya jika tuan besar pergi ke luar maka dia tidak akan pergi sendiri, apa lagi pergi bersama dengan calon istrinya, dan untuk masalah pakaian yang di kenakan, tetua ke 3 tidak mempermasalahkannya karena baginya masalah pakaian tidak mencerminkan status seseorang.


Semua orang saat ini menjadi sangat bingung, setelah mendengar kata-kata dari tetua ke 3, ada yang percaya dengan Viky ada juga yang percaya dengan tetua ke 3, terutama Falmia dan Yu Jin, dia lebih percaya dengan kata-kata dari tetua ke 3.


"Aku tidak akan memaksa kamu untuk percaya sama aku sekarang… tapi kamu bisa buktikan sendiri nanti…" Jawab Viky simpel karena dia malas untuk berdebat dan menjelaskan kepada orang yang suka melemparkan kesalahan kepada orang lain dan mencari aman dirinya sendiri.


"Aku akan menunggu saat di mana kamu membuktikan kata-kata kamu tersebut… aku beri waktu kamu sampai aku bertemu secara langsung dengan Tuan besar dan menceritakan semua yang kamu lakukan sekarang… kamu berdoa saja, tuan besar tidak akan marah kepada kamu…" Jawab Tetua ke 3 yang masih teguh dengan keyakinan bahwa orang yang di depannya tersebut hanyalah mengaku-ngaku saja.


"Bagaimana kalau tuan besar yang kamu maksud tersebut akan marah setelah mendengar cerita dari kamu…? aku yakin kamu tidak akan bisa pergi dari sana dengan mudah…" Ucap Viky dengan balik bertanya.


"Kita lihat saja nanti…" Jawab Tetua ke 3 dengan penuh percaya diri, percaya dirinya tersebut datang bukan tanpa alasan, karena apa yang dia tahu bahwa setiap orang yang mempunyai status akan menilai orang tersebut salah atau tidak dari status yang di miliki orang tersebut, jadi di pikirannya bawah dia lah yang akan benar, karena dia memiliki status sebagai tetua dari keluarga Besar, sedangkan orang yang ada di depannya atau Viky bukan salah satu tuan muda dari keluarga kelas atas.


"Baiklah… tapi sebelum itu, bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah di sini… karena untuk yang lain sudah aku jamin mereka semua akan bisa pulang dari sini dengan aman, dan mereka juga adalah tamu pesta bukan penyelanggara… karena jika seseorang pergi ke sebuah acara, dan acara tersebut mengalami sebuah masalah, maka yang harus bertanggung jawab adalah si penyelenggara bukan tamu undangan…" Jawab Viky, dengan melihat ke arah Yu Jin, Try Rasya dan tetua ke 3, kemudian dia memalingkan wajahnya dan melihat ke arah Prasetyo dan juga ke arah Zemi.


Prasetyo dan Zemi mengerti maksud dari kata-kata Viky barusan, dan mereka ber 2 hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa mereka mengerti maksud dari Viky, terutama Prasetyo, dia bukan orang bodoh, tidak perlu di jelaskan atau di katakan pun dia sudah tahu syarat ke 2 dari Viky apa.


Tetua ke 3, Yu Jin dan Try Rasya mereka ber 3 tertegun setelah mendengar kata-kata dari Viky barusan, dan mereka ber 3 juga dengan waktu yang bersamaan menelan ludah kasar dan raut wajah mereka ber 3 langsung berubah putih pucat, karena mereka sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini, jika mereka ingin pergi dari sana dengan selamat maka uang yang harus di keluarkan pun akan sangat banyak.


……

__ADS_1


"Karena pesta di sini tidak berjalan dengan lancar… bagaimana kalau aku mengundang kalian semua untuk hadir di acara pesta yang akan aku selenggarakan, dan aku pastikan bahwa pesta yang akan aku selenggarakan nanti tidak akan ada masalah seperti ini…" Lanjut Viky berkata dengan berjalan menuju ke arah Rere sambil melihat ke arah semua orang.


"Maaf Tuan Besar… jika kami boleh tahu kapan dan dimana pesta yang akan tuan besar selenggarakan tersebut…?" Ucap salah seorang dari teman Rere, yang mana orang tersebut percaya dengan perkataan Viky tadi, jadi dia memanggil Viky dengan sebutan tuan besar.


"Pertanyaan yang aku tunggu-tunggu… pestanya akan di selenggarakan di akhir bulan, lebih tepatnya di tanggal 30, setelah acara resepsi pernikahan aku dan Rere selesai. dan untuk tempatnya adalah di Siren Country… dan satu lagi, acara pernikahan aku dengan Rere bukan di akhir bulan depan, tapi di akhir bulan ini dan untuk tempat nya tadi Rere sudah mengatakannya…" Jawab Viky dengan melihat ke arah orang yang bertanya tersebut kemudian dia berbalik melihat ke arah semua orang yang hadir di sana.


Setelah mendengar kata-kata dari Viky barusan mereka semua sangat senang mendengarnya, dan suasana di sana pun langsung berubah kembali seperti semula, dengan raut wajah mereka semua terlihat bahagia dan juga terlihat seperti ada darahnya kembali, karena beberapa menit yang lalu, suasana di sana terlihat sangat suram, karena raut wajah semua orang sangat tegang dan wajah semua orang sangat pucat seperti tidak ada darah yang mengalir ke kepala mereka. mereka sangat senang bukan hanya karena mereka semua bisa terlepas dari masalah yang terjadi di sana, tapi karena undangan yang di berikan oleh Viky di tempat yang sangat istimewa yang ada di Kota Taraka.


Semua kesenangan tersebut tidak berlaku untuk Falmia, entah karena apa raut wajahnya masihlah sangat rumit seperti sebelumnya, tapi hal itu tidak menjadi sorotan semua orang yang ada di sana, namun Falmia sendiri menjadi terkucilkan karena semua orang menganggap Falmia terlalu melebih-lebihkan diri sendiri… dan merasa bawah dia sedang berada di atas awan dan merendahkan orang lain, tapi yang di rendahnya ternyata berada jauh di atasnya.


"Tuan… tuan…" Terdengar suara yang lembut dan sangat merdu dari seorang perempuan memanggil Viky dari arah belakang, dengan napas yang sedikit terengah-engah, karena dia sedikit berlari ke arah Viky.


Kemudian Viky membalikan badannya dan melihat ke arah sumber suara tersebut dan berkata:


"Ada apa…? apa ada hal penting yang ingin kamu katakan…?"


Setelah perempuan tersebut selesai berkata dan masih membungkukkan badannya ke arah Viky, kemudian dari arah belakang perempuan tersebut, menyusul seorang perempuan lain yang mengatakan hal yang sama dan juga membungkukkan badannya kepada Viky, setelah orang ke 2, kemudian di susul dengan orang ke 3, ke 4 dan ke 5 dengan mengatakan hal yang sama kemudian mereka menundukkan badannya kepada Viky.


"Sudah cukup… tidak perlu kalian semua berterima kasih kepada aku… karena satu orang saja sudah cukup dan bisa mewakili kalian semua…" Ucap Viky, dengan mengangkat tangannya untuk menghentikan semua orang yang ingin berterima kasih kepada Viky, karena Viky tahu bahwa jika tidak di hentikan maka semua orang yang ada di sana akan melakukan hal yang sama.


"Bukan aku tidak mau menerima terima kasih kalian semua… karena kalian semua adalah teman Rere calon istri aku, jadi apa yang aku lakukan sekarang ini memang sudah sepantasnya aku menolong kalian… jadi kalian tidak perlu sungkan seperti ini… dan ada satu hal yang perlu kalian ingat, jangan ragu untuk menolong orang lain… walau pun hal itu berada di luar kemampuan kalian, karena nanti akan ada tangan-tangan yang lebih mampu untuk membantu kalian menolong orang yang kalian tolong tersebut…" Lanjut Viky berkata.


"Baik tuan… aku akan selalu mengingat kata-kata yang tuan barusan katakan…" Ucap salah seorang dari teman-teman Rere, dan semua orang menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju atas perkataan orang tersebut.


"Jangan hanya di ingat saja tapi harus di lakukan juga…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit bercanda, dan tanpa menunggu jawaban, Viky membalikan badannya, dan kembali berjalan ke arah Rere, kemudian dia mengajak Rere, Nayla dan Aqila untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Dan semua orang yang ada di sana, setelah Viky pergi, ada yang ikut pergi dari sana meninggalkan tempat tersebut dan ada juga yang masih tinggal di sana untuk mengetahui apa yang akan terjadi kepada Yu Jin, Try Rasya dan tetua ke 3, dan orang-orang yang tersisa di sana hampir semua orang yang tidak terlalu percaya dengan kata-kata dari calon suami dari Rere atau Viky, karena mereka semua yang tidak terlalu percaya, adalah orang-orang yang berada di pihak Yu Jin.


Dan orang-orang yang sudah percaya dengan Viky mereka hanya ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, karena mereka juga tidak ada pekerjaan yang harus di lakukan setelah ini, atau biasa di bilang orang-orang tersebut sedang gabut.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2