Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 310 Pemahaman Dewi yang terlalu Menjurus


__ADS_3

Pemahaman Dewi Yang terlalu Menjurus


Lidya melihat ke arah Viky, setelah dia memutuskan telponnya dengan Luis, dia menunggu apa yang harus di lakukan setelah Viky tahu tentang jawaban yang di berikan oleh Luis.


"Kamu hubungi Igor Long… dan bilang kepada dia, aku ingin berbicara secara pribadi nanti malam… dan untuk kamu, kamu bisa ikut aku untuk melihat kekuatan yang di miliki oleh seorang Grand Master yang sesungguhnya dan agar kamu juga bisa melihat bahwa untuk memperkuat suatu pondasi dari seni bela diri itu tidak mudah dan membutuhkan sumber daya yang cukup bukan hanya sebuah tekad dan kemauan yang kuat saja…" Ucap Viky menyuruh Lidya dan sekaligus mengajaknya untuk melihat orang-orang yang sedang dia latih, sekaligus memperlihatkan kepada Lidya bahwa jalan yang akan Lidya pilih tidak akan berjalan dengan mudah.


Lidya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan dia juga berpikir akan lebih bagus jika bisa belajar dari orang yang sedang terlatih, karena selama ini Lidya hanya mengandalkan buku latihan yang dia temukan di gudang keluarganya, dan hanya melihat sebuah gerakan hanya dari gambar saja, tanpa melihat orang lain mempraktekkannya secara langsung.


Kemudian Viky, Lidya dan juga Dewi pergi keluar dari dalam ruangan tersebut dan menuju ke tempat latihan semua orang, dengan posisi Viky berjalan di depan dan Dewi serta Lidya berjalan di belakang mengikuti Viky, Dewi juga bersikap profesional dan tidak nyosor ke tangan Viky, karena dia juga tahu posisi dan juga tempat saat ini yang di haruskan dia tidak bersikap manja kepada Viky.


"Lidya… kamu belajar ilmu seni bela diri dari mana…? aku sangat penasaran kenapa bisa tingkat kekuatan kamu itu sangat lemah sekali…?" Ucap Viky bertanya kepada Lidya di saat mereka ber 3 berjalan menuju tempat latihan.


"Aku belajar dari buku yang aku temukan di gudang belakang rumah aku, orang tua aku bilang buku itu di tulis oleh kakek buyut aku, karena orang tua aku tidak tertarik dalam mempelajari ilmu bela diri, oleh karena itu, buku tersebut di simpan di gudang…" Jawab Lidya dengan santai.


Lidya belajar ilmu seni bela diri tanpa ada seorang guru atau seorang yang memberikan arahan kepada dia dalam melatih ilmu seni bela diri, tapi karena kejeniusan yang dia miliki, dia bisa mencapai tahan yang sekarang ini, walau pun kekuatannya sangat lemah, tapi hal ini juga yang membuat Lidya masuk ke dalam orang-orang yang memiliki talenta yang besar, dan perlu di berikan perhatian khusus.


Viky sedikit kaget atas jawaban dari Lidya, bukan karena masalah buku yang di temukan oleh Lidya, tapi karena Lidya bisa mencapai tahap seperti ini hanya mengandalkan sebuah buku saja, karena untuk Viky sendiri, tidak sepenuhnya belajar dari buku saja, ada beberapa guru atau orang yang memberikan sedikit pengarahan kepada Viky, walau pun sebagian besarnya Viky sendiri yang mengembangkan semua arahan tersebut.


Dan untuk pencapaian Dewi, memang tingkat kekuatan dari Dewi sangat tinggi, tapi karena Dewi berasal dari keluarga inti, keluarga No 1 yang ada di Kota Taraka ini, Viky tidak terlalu kaget, karena bisa saja sejak lama Dewi sudah di berikan obat-obatan atau ramuan oleh keluarganya.


"Pantas saja, pondasi kamu itu sangat lemah sekali… jika kamu memiliki seorang guru, aku rasa guru kamu adalah guru terburuk yang pernah ada, karena jika kamu mempunyai guru, maka pondasi kamu tidak akan selemah itu… tapi aku tidak merasa aneh jika kamu tidak memiliki seorang guru dan pondasi ilmu seni bela diri kamu sangat lemah… hanya bermodalkan buku saja kamu sudah sampai di tahap ini… aku rasa kamu memiliki masa depan yang bagus itu pun jika kamu bisa mencari guru yang tepat…" Jawab Viky memuji Lidya, dan memberikan sedikit saran kepada Lidya, agar mencari seorang guru.


"Apa ada yang mau mengajari orang seperti aku…?" Ucap Lidya bertanya, namun bukan bertanya kepada Viky, tapi karena dia sadar akan posisi dia yang bukan siapa-siapa dan juga tidak memiliki latar belakang keluarga, karena dia berasal dari keluarga kecil yang ada di dalam keluarga Long.


"Jika kamu mau, aku bisa mengajari kamu dengan sedikit ilmu yang aku bisa…" Ucap Viky dengan sedikit merendah dan memberikan tawaran kepada Lidya.

__ADS_1


"Tuan Lord terlalu merendah… tapi apa yang bisa aku berikan kepada tuan Lord, aku tidak memiliki apa pun untuk di berikan kepada tuan Lord selain tubuh aku ini…" Jawab Lidya yang sedikit mengerti maksud dari perkataan Viky, karena dia yakin bahwa yang di tawarkan oleh Viky tidaklah gratis pasti ada sesuatu yang akan di minta jika dia menerima tawaran dari Viky, dan dia juga memiliki maksud lain, menawarkan tubuhnya kepada Viky.


"Kamu memiliki tubuh yang cukup bagus… kamu juga memiliki penampilan yang cantik dan sangat menarik…" Ucap Viky dengan menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah Lidya, memperhatikan Lidya dari atas hingga bawah.


Ketika Viky memperhatikan Lidya dari atas hingga bawah, sorot mata yang tajam dan penuh kemarahan terarah kepada Viky, yaitu sorot mata dari Dewi. dan Lidya juga sudah bisa menyimpulkan apa yang Viky inginkan darinya.


"Aku tahu apa yang kalian ber 2 pikirkan… hanya saja aku tidak tertarik dengan hal seperti itu… aku memang menginginkan tubuh kamu, tapi bukan untuk menemani aku, cukup kamu menyerahkan tubuh kamu untuk aku…" Lanjut Viky berkata, yang mana dia juga menyadari perubahan pada Dewi, namun Viky tidak mengatakannya dengan rinci apa yang dia mau dari Lidya karena dia juga ingin mencoba sampai mana tingkat pemahaman yang bisa di tangkap oleh Lidya dan Dewi.


Setelah Viky selesai berkata, raut wajah Dewi berubah menjadi sangat marah, sorot mata yang tajam serta aura dari tubuh Dewi pun secara perlahan keluar dari tubuhnya tanpa dia sadari.


"Baik tuan Lord… aku menyanggupi apa yang tuan Lord inginkan…" Jawab Lidya tanpa ragu, di saat Dewi akan mengatakan sesuatu, namun jawaban dari Lidya membuat Dewi menjadi sangat marah.


"Kenapa kamu terlihat sangat marah sekali…? memangnya apa yang salah dari kata-kata aku…?" Ucap Viky berbalik dengan melihat ke arah Dewi.


"Bukan aku tidak tertarik dengan kamu, dengan apa yang kamu miliki hanya laki-laki yang tidak normal saja yang tidak akan tertarik kepada kamu, tapi pemahaman kamu saja yang terlalu menjurus kepada satu hal, oleh karena itu kamu marah kepada aku, coba kamu tanyakan kepada Lidya, atas maksud dari apa yang aku katakan tadi…" Jawab Viky, dengan memberikan sedikit pengertian kepada Dewi.


Dewi berbalik melihat ke arah Lidya, namun masih dengan ekspresi wajah yang marah, dan dengan maksud meminta penjelasan kepada Lidya, Lidya berbalik melihat ke arah Viky, dengan maksud meminta ijin untuk menjelaskan kepada Dewi, atas maksud dari kata-kata Viky, dan Viky pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban memberikan ijin kepada Lidya.


"Baik Nona Dewi, akan aku jelaskan atas apa yang aku pahami atas maksud dari kata-kata tuan Lord… mungkin untuk arti dari menemani Nona Dewi sudah tahu arti dari kata tersebut dan tidak perlu aku jelaskan lagi, namun maksud dari kata-kata menyerahkan tubuh, hal itu memiliki arti bahwa aku harus setia kepada Tuan Lord, atau bisa di bilang hidup dan mati aku berada di tangan tuan Lord… dan aku juga harus siap menerima perintah apa saja yang tuan Lord katakan… mungkin jika di katakan secara kasar hal itu memiliki arti menjadi budak dari tuan Lord…" Ucap Lidya menjelaskan kepada Dewi atas apa yang dia pahami dari kata-kata Viky tadi.


"Viky… apakah yang Lidya katakan itu benar dengan apa yang kamu maksud…?" Ucap Dewi berbalik melihat ke arah Viky dengan bertanya kepada Viky tanpa menanggapi penjelasan dari Lidya, namun dia masih dalam keadaan marah.


"Bisa di katakan seperti itu, walau pun ada satu hal yang salah jika kata-kata aku di artikan dengan menjadi budak aku… karena aku tidak pernah berpikiran kepada setiap orang yang mengikuti aku adalah budak aku… aku selalu menganggap bahwa semua orang adalah keluarga aku, karena jika dalam satu keluarga, akan memiliki sedikit kemungkinan untuk berkhianat…" Jawab Viky, dengan maksud membenarkan apa yang Lidya katakan dan meluruskan sedikit kesalahan dari apa yang Lidya pahami.


"Baiklah… akan aku anggap apa yang Lidya katakan adalah benar arti dari apa yang kakak maksud… tapi jika kakak dan Lidya berbohong kepada aku, maka aku akan mengatakan hal ini kepada kakak ipar…" Jawab Dewi dengan sedikit mengancam Viky, dan dia juga sudah tidak marah lagi seperti sebelumnya, setelah dia selesai berkata, dia berbalik dan berjalan meninggalkan Viky serta Lidya menuju ke arah orang-orang yang sedang berlatih.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2