
Asisten Rumah Tangga
Waktu sudah menunjukan jam 10 pagi, namun saat ini Viky baru bangun dari tidurnya, bukan karena dia tidur sendirian di rumah dan tidak ada yang membangunkannya seperti biasanya adiknya suka cerewet membangunkan Viky, tapi karena Viky tidur sudah mau menjelang pagi, sekitar jam 3 atau jam 4 pagi.
Viky bisa pulang ke rumah pada jam seperti itu, karena dia mengurus beberapa kepulangan orang-orang yang gugur, dan juga sedikit menjelaskan kepada keluarga yang di tinggalkan tentang surat jaminan, ada beberapa keluarga yang menerima tanpa bertanya atau berdebat dengan Viky, namun ada juga yang tidak terima dan memarahi Viky, namun Viky menerimanya dengan lapang dada, karena bagaimana pun kematian mereka tidak lepas dari ikut campur tangan Viky, dan mungkin sudah sewajarnya orang akan marah jika kehilangan orang yang di sayang.
Viky beranjak dari tempat tidurnya dan hendak pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Treett…
Treett…
Treeet… Ketika Viky akan membuka pintu kamar mandi, ponsel yang dia simpan di dekat tempat tidurnya berdering, awalnya Viky tidak mau mengangkat telepon masuk tersebut, akan tetapi dia melirik sedikit, dan telepon tersebut berasal dari Rere.
"Viky… kemana saja kamu…? aku dari kemarin malam hingga tadi pagi menghubungi kamu lebih dari 20 kali tapi kamu tidak menjawabnya… apa kamu sedang bersama dengan wanita lain…?" Ucap Rere dengan nada yang marah, dan juga ada sedikit rasa cemburu di kalimat terakhirnya.
"Aku sedang mengurus kepulangan dari orang-orang aku yang gugur kemarin, jadi aku tidak bisa mengangkat telepon kamu… dan aku juga baru bisa tidur tadi sekitar jam 3 atau jam 4 oleh karena itu aku baru bisa bangun sekarang…" Jawab Viky menjelaskan kepada Rere, tentang situasi semalam.
"Tapi setidaknya kamu bisa mengirim aku pesan, jika kamu sedang sibuk…" Jawab Rere kembali, dengan nada yang masih marah kepada Viky.
Viky bingung harus menjawab apa lagi kepada Rere, karena memang kesalahan dia juga tidak mengirim pesan kepada Rere di saat dia sedang santai dia dalam mobil, namun hal itu tidak terpikirkan oleh Viky sebelumnya, karena pikiran Viky berfokus pada kondisi dari keluarga orang-orang yang gugur, mungkin Viky bisa memenuhi segala kebutuhan materi untuk orang-orang yang di tinggalkan oleh orang yang gugur saat berperang, tapi tidak untuk hal yang lain, Viky baru merasakan hal yang seperti ini karena dia juga baru pertama kalinya turun tangan secara langsung untuk penyerahan orang yang gugur kepada keluarganya.
"Jika kamu sedang bersama dengan perempuan lain, aku pun tidak akan marah, tapi setidaknya kamu berikan aku kabar, bahwa kamu baik-baik saja…" Lanjut Rere berkata karena Viky tidak menjawab pertanyaannya tadi, namun nadanya tidak terdengar marah lagi.
"Tidak… tidak… aku tidak bersama dengan perempuan lain, hanya saja ada beberapa hal yang sedang aku lakukan dan hal tersebut yang membuat aku tidak bisa memberikan kabar kepada kamu…" Jawab Viky buru-buru karena dia takut Rere salah paham.
"Kamu sekarang sedang berada dimana…?" Lanjut Viky bertanya dan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku sedang di kontruksi sekolah, hari ini adalah hari pertama memulai pembangunan… kamu sendiri dimana sekarang…? aku tadi pagi sempat pergi ke rumah kamu, tapi tidak ada jawaban…" Jawab Rere, dengan balik bertanya kepada Viky.
"Aku di rumah… tadi pagi aku pastinya masih tidur, dan sudah pasti tidak ada yang menjawab kamu, karena ibu dan juga Lisa sedang berada di kediaman Keluarga Latimore di kota Yako…" Jawab Viky.
__ADS_1
"Pantas saja tidak ada yang menjawab panggilan aku… kamu hari ini mau pergi kemana…? jika kamu tidak sibuk, kamu bisa temani aku di sini…" Jawab Rere, dan memberikan pertanyaan lain kepada Viky.
"Hari ini aku akan kembali ke Kota Yako, karena ada beberapa hal yang belum sempat aku selesaikan di sana… mungkin nanti jika ada waktu aku akan mampir ke sana…" Jawab Viky.
"Baiklah kalau begitu…" Jawab Rere, kemudian dia mematikan teleponnya.
Setelah telepon dengan Rere terputus Viky menaruh kembali ponselnya di tempat semula, dan dia berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Karena tidak ada siapa pun di rumah, dan juga karena waktu juga sudah siang, Viky sarapan hanya dengan beberapa lembar roti tawar.
"Sepertinya aku harus mencari sendiri pelayan untuk di rumah, agar tidak terjadi lagi hal seperti ini, sudah bangun kesiangan, sarapan pagi pun hanya dengan roti… kemarin aku meminta Deky untuk menyiapkannya tapi sampai sekarang belum juga datang, mungkin Deky sedang sibuk dan banyak urusan yang lebih penting yang harus dia kerjakan di Octa Grup" Gumam Viky dengan mengendarai mobilnya pergi meninggalkan perumahan tempat tinggalnya dan menuju ke arah Gedung Octa Grup berada.
Saat Viky sedang mengendarai mobilnya menuju ke Octa Grup, Viky berhenti di sebuah gedung yang tidak terlalu besar, dan di atas gedung tersebut terdapat sebuah papan iklan bertuliskan Biro Jasa Pencarian Asisten Rumah Tangga, setelah memarkirkan mobilnya, Viky turun dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu masuk dari Gedung tersebut, ketika sudah berada di depan pintu masuk, seorang wanita yang cukup cantik dan juga Seksi membukakan pintu untuk Viky.
"Selamat pagi tuan, perkenalkan nama saya adalah septi… apa ada yang bisa saya bantu…?" Ucap wanita tersebut yang berdiri di bagian dalam pintu masuk dan juga memperkenalkan dirinya, wanita tersebut cukup cantik, dengan kulit putih bersih, serta makeup yang tidak terlalu tebal, dan juga wanita tersebut sangat seksi dengan ukuran tubuh yang terlihat cukup berisi tapi tidak berlebihan serta mengenakan baju berwarna merah bergaris hitam, dengan atasan yang seperti Tanktop dan hanya menutupi dua buah gunung yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil serta baju tersebut menyambung hingga ke bawah sampai pada pertengahan pahanya yang putih serta mulus dari wanita tersebut.
"Aku ingin mencari asisten rumah tangga…" Jawab Viky, yang langsung pada inti dari tujuannya datang ke sana, walau pun Viky sedikit tercengang karena melihat pakaian yang di kenakan oleh orang yang menyambutnya, karena di pikiran Viky, bahwa Biro Jasa penyalur tenaga kerja asisten rumah tangga tidak akan berpenampilan seksi seperti yang terlihat di depannya.
"Silahkan masuk Tuan…" Ucap Septi dengan membukakan sebuah pintu dari sebuah ruangan.
Viky tidak mengatakan apa pun hanya berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut, dan rungan tersebut cukup besar, serta ada sofa dan juga sebuh meja yang di penuhi dengan berbagai macam cemilan serta minuman anggur.
"Silahkan duduk tuan, dan menikmati hidangan sederhana yang kami sajikan…" Ucap Septi mempersilahkan Viky untuk duduk di sofa, dan Viky pun hanya menuruti apa yang di katakan oleh Septi, karena dia tidak tahu bagaimana proses yang harus di jalankan untuk mencari seorang asisten rumah tangga.
"Maaf Tuan… sebelum aku memanggilkan beberapa kandidat asisten rumah tangga yang bisa tuan pilih nanti, jika boleh saya tahu berapa orang yang tuan butuhkan serta asisten rumah tangga yang seperti apa yang tuan inginkan…? jadi nanti akan saya hadirkan sesuai apa yang tuan inginkan…" Ucap Septi bertanya setelah Viky duduk di sofa.
"Aku hanya membutuhkan 4 orang asisten rumah tangga, dan kamu juga tidak perlu repot-repot memanggilkan mereka ke sini, aku hanya ingin orang-orang yang terbaik yang kalian miliki dalam mengurus rumah…"Jawab Viky.
"Baik Tuan… tapi di biro jasa kami menyediakan asisten rumah tangga khusus… tidak hanya mengurus urusan rumah saja, tapi juga bisa mengurus kebutuhan pribadi tuan seperti menemani tuan mandi, menemani tuan tidur dan lain sebagainya yang bersifat pribadi tuan… oleh karena itu tuan bisa memilih sesuai dengan selera yang tuan inginkan… jika tuan mau, aku juga bisa menjadi asisten rumah tangga khusus…" Ucap Septi menjelaskan kepada Viky, karena dia pikir Viky tidak mengerti apa yang dia maksud dari pertanyaan yang dia lontarkan tadi, dan dia juga menjelaskan hal seperti itu kepada Viky, karena Septi melihat bahwa Viky masih muda, jadi pastinya akan membutuhkan asisten rumah tangga yang serba bisa, karena dia juga melihat Viky yang cukup tampan, jadi dia juga menawarkan diri untuk menjadi asisten rumah tangga Khusus untuk Viky walau pun sebenarnya dia bekerja di sana sebagai staf penyedia bukan sebagai tenaga ahli.
Viky sedikit tercengang mendengar penjelasan dari wanita yang berdiri di depannya, karena dia baru tahu bahwa ada asisten rumah tangga yang seperti itu, dan dia juga baru mengerti tentang pertanyaan yang di lontarkan oleh wanita yang berdiri di depannya.
__ADS_1
"Tidak… tidak… aku tidak membutuhkan asisten rumah tangga yang seperti itu, dan bukan pula asisten rumah tangga yang seperti itu yang aku cari… aku ingin orang yang terbaik dalam mengurus urusan rumah yang kalian miliki…" Jawab Viky, sambil berdiri dari sofanya.
"Kamu pilihkan 4 orang asisten rumah tangga yang terbaik, dan suruh mereka pergi ke Gedung Octa Grup dengan membawa surat kontraknya… nanti akan ada orang yang mengurus sisanya di sana…" Ucap Viky dengan nada yang sedikit kesal, sebelum dia pergi dari ruang tersebut, karena dia pikir jika dia masih tinggal di sana, maka dia akan sedikit tergoda oleh tawaran atas asisten rumah tangga khusus atau pribadi, dan itu akan memicu pertengkaran dengan Rere nanti.
"Baik Tuan… saya akan mengurus semuanya, saya jamin tidak akan mengecewakan tuan dan akan mengirim asisten rumah tangga terbaik yang kami miliki…" Ucap Septi dengan sopan sambil menundukkan kepalanya, di saat Viky berjalan keluar dari ruangan tersebut, namun terdengar dari nadanya dia terdengar sangat bahagia, karena bagaimana pun dia berhasil mendapatkan celah untuk bisa masuk ke Octa Grup, dan hal itu sangat mustahil bagi perusahaan kecil tempat dia berkerja untuk bisa mendapatkan kesempatan yang seperti ini.
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1