Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 308 Ambisi Lidya Long


__ADS_3

Ambisi Lidya Long


"Kak… apa Ovi Long datang ke sini…?" Ucap Dewi bertanya setelah orang yang membawa kabar tadi pergi dari sana.


"Tidak…. tapi itu orang lain, yang bahkan aku pun belum tahu siapa orang ini… kamu masih ingatkan dengan waktu itu aku memberikan perintah kepada Igor Long untuk mencari seseorang… katanya orang tersebut sudah di temukan, tapi entah orang tersebut itu laki-laki atau perempuan… itu pun jika orang yang berada di luar adalah orang yang di kirim oleh Igor Long…" Jawab Viky.


"Yah aku masih ingat… Lantas apa yang akan kakak lakukan kepadanya…?" Ucap Dewi bertanya.


"Kita lihat saja dulu orangnya seperti apa, baru pikirkan rencana apa yang harus di lakukan kedepannya… kamu masih mau di sini atau ingin pergi berlatih…?" Jawab Viky dengan santai, namun di kalimat terakhir dia berniat menyuruh untuk Dewi segera berlatih.


"Nanti saja aku berlatihnya… aku ingin tahu dulu orang yang di kirim oleh keluarga Long itu laki-laki atau perempuan, jika laki-laki aku akan segera pergi dari sini, tapi jika itu perempuan, aku akan tetap menemani kakak di sini, agar kakak tidak bisa berbuat macam-macam…" Jawab Dewi dengan sedikit acuh, namun di kalimat terakhir nadanya sedikit mengancam kepada Viky.


"Terserah kamu saja… jika yang datang adalah seorang perempuan untuk apa aku macam-macam dengan dia, jika aku mau macam-macam kenapa harus dengan dia, orang yang tidak aku kenal… masih ada…" Jawab Viky namun dia tidak melanjutkan kata-katanya, karena dia menyadari perubahan raut wajah pada Dewi.


"Masih ada apa…? kenapa tidak di lanjutkan…?" Ucap Dewi bertanya dengan raut wajah penasaran dan penuh penantian.


Ketika Viky akan menjawab pertanyaan dari Dewi, dari arah pintu terlihat seorang perempuan yang sangat cantik berjalan ke arah Viky.


Perempuan tersebut sangat cantik dengan kulit putih serta mempunyai tubuh yang sangat bagus, dan juga dengan dada yang cukup menonjol tapi tidak berlebihan, perempuan tersebut mengenakan baju yang cukup ketat dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat seksi atau bisa di bilang semok, jika di bandingkan dengan Dewi, kecantikan perempuan tersebut hanya 1 tingkat di bawah Dewi, tapi untuk bentuk tubuhnya, berada jauh di atas Dewi.


"Maaf Tuan… apa tuan adalah Tuan Lord yang di maksud oleh kepada keluarga Long, yang harus saya temui…" Ucap wanita tersebut dengan sopan dan juga dengan nada yang sangat lembut.


"Iya benar, aku yang meminta Igor Long untuk mencari kamu dan menyuruh kamu untuk menemui aku…" Jawab Viky, dengan memperhatikan perempuan yang ada di depannya, namun bukan memperhatikan hal lain, melainkan tingkat kekuatannya.


"Maaf Tuan Lord… nama saya adalah Lidya Long… jika saya boleh tahu kenapa tuan ingin bertemu dengan saya…?" Ucap perempuan tersebut dengan memberitahukan namanya dan bertanya kenapa Viky ingin bertemu dengannya.


"Sebelum aku menjawab pertanyaan dari kamu… aku ingin bertanya terlebih dulu kepada kamu, apa kamu berambisi menjadi kepala keluarga Long…?" Ucap Viky dengan balik bertanya kepada Lidya.


"Yah… aku harus menjadi kepala keluarga Long…" Jawab Lidya dengan pasti dan tidak ada keraguan dari nadanya.


"Jika aku boleh tahu, kenapa kamu ingin menjadi kepala keluarga dari keluarga Long…?" Lanjut Viky bertanya.

__ADS_1


"Aku ingin menghapuskan sebuah aturan yang ada di dalam keluarga Long…" Jawan Lidya.


"Aturan apa yang ingin kamu hapuskan…? bukannya semua aturan itu di buat oleh leluhur keluarga Long…?" Jawab Viky bertanya dengan raut wajah yang sedikit bingung atas jawaban dari Lidya.


"Yah memang semua aturan tersebut di buat oleh para leluhur dari keluarga Long… tapi ada aturan yang tidak sesuatu, yaitu tentang aturan pernikahan, yang mana siapa pun yang berasal dari keluarga Long harus menikah dengan pasangan yang memiliki status yang sama… aku sangat tidak setuju dengan aturan tersebut, karena untuk masalah cinta dan sayang tidak bisa di ukur oleh status…" Jawab Lidya menjelaskan kepada Viky tentang alasan kenapa dia ingin menjadi kepala keluarga Long, dan dia juga saat ini sudah sedikit lebih santai dari sebelumnya.


"Jika peraturan tersebut di hapuskan oleh orang lain, apa kamu masih tetap berambisi ingin menjadi kepala keluarga Long…?" Ucap Viky yang kembali melemparkan pertanyaan lain kepada Lidya.


"Yah… aku masih tetap ingin menjadi kepala keluarga Long, walau pun aturan tersebut sudah di hapuskan, tapi aku tidak percaya bahwa semua orang yang ada di dalam keluarga Long akan melupakan aturan tersebut, jadi aku akan mengawasinya sendiri…" Jawan Lidya, yang masih tetap pada pendirian awalnya.


"Pasti ada alasan yang kuat sehingga kamu ingin sekali menghapuskan aturan tersebut… jika kamu tidak mengatakannya kepada aku, maka dengan cara apa pun, aku pasti akan menghalangi kamu untuk menjadi kepala keluarga Long…" Ucap Viky dengan sedikit mengancam, namun kata-katanya memiliki arti yang lain.


"Tapi jika saya mengatakan alasannya… apa tuan Lord bersedia membantu saya menjadi kepala keluarga Long tanpa harus melakukan sebuah pertarungan terlebih dulu… aku sebenarnya sangat tidak suka kekerasan, tapi situasi yang memaksa aku untuk melakukan hal itu…" Jawab Lidya dengan balik bertanya kepada Viky.


"Jika niat kamu baik, mungkin aku masih bisa memikirkannya untuk membantu kamu, tapi jika niat kamu jahat, aku tidak mau ikut campur lebih dalam lagi, dan menunggu hasilnya nanti, apa yang akan terjadi…" Jawab Viky yang tidak menjawab iya atau tidak.


"Baiklah… akan aku beritahu kenapa alasannya aku sangat ingin menjadi kepala keluarga Long… tapi sebelum itu aku akan sedikit bercerita terlebih dulu, agar tidak terjadi salah paham…" Jawab Lidya, kemudian dia menarik napas dalam-dalam.


"Kalau tidak salah namanya adalah Nadia Silva, dia berasal dari salah satu keluarga kelas 2 yang ada di Kota Taraka, dan juga keluarga Silva adalah salah satu rekan bisnis keluarga Long… "


"Awalnya Luis menolak perkenalan tersebut, tapi karena desakan dari ke 2 orang tuanya dia pun mau tidak mau harus menjalankannya, seiring berjalannya waktu, akhirnya Luis hampir melupakan aku sepenuhnya dan berpaling bersama perempuan yang di bawakan oleh orang tuanya…" Ucap Lidya sedikit bercerita kepada Viky, tentang masa lalu dia, namun ketika dia akan melanjutkan ceritanya, dia di hentikan oleh Viky.


"Baiklah… sudah cukup, aku sudah mengerti sekarang kenapa kamu ingin menjadi kepala keluarga Long dan menghapuskan aturan tersebut… aku ingin tahu, apa kamu masih berharap untuk bisa bersama dengan Luis…?" Ucap Viky menghentikan cerita Lidya karena dia sudah menangkap inti dari permasalahan yang terjadi, dan di kalimat terakhir dia bertanya kepada Lidya.


"Untuk sekarang aku tidak terlalu berharap lebih, karena aku belum menjadi kepala keluarga Long dan menghapuskan aturan tersebut, dan aku juga sadar bahwa aku bukan yang terkuat di dalam keluarga Long… jadi lebih baik menahan diri dari pada sakit hati…" Jawab Lidya dengan nada yang lemas.


"Untuk masalah menghapuskan aturan yang ada di dalam keluarga Long, aku tidak bisa membantu kamu karena hal itu adalah masalah internal keluarga, tapi jika kamu ingin bersama Luis Long, aku bisa membantu kamu berbicara kepada Igor Long dan kepada semua orang-orang dari keluarga Long, hanya saja itu pun jika Luis mau bersama kamu, jika tidak maka kamu harus menelannya sendiri walau pun hal itu akan terasa sangat pahit…" Jawab Viky dengan maksud memberikan sebuah pilihan kepada Lidya.


"Jadi apa yang harus aku lakukan…?" Ucap Lidya bertanya, karena dia mengerti maksud dari kata-kata Viky barusan, dan dia juga sadar bahwa di dunia ini tidak ada yang mau membantu secara cuma-cuma, atau bisa di bilang tidak ada yang gratis.


"Sebenarnya tidak banyak yang harus kamu lakukan, dan hal itu juga bukan untuk aku, tapi akan kembali lagi kepada kamu juga… jadi sekarang mari kita anggap saja bahwa Luis Long masih ingin bersama kamu… dan Igor Long beserta semua orang-orang dari keluarga Long setuju atas kamu bersama dengan Luis, maka kamu harus mundur untuk menjadi kepala keluarga Long dan lupakan tentang penghapusan peraturan tersebut…" Ucap Viky memberitahukan niatnya kepada Lidya.

__ADS_1


"Jika mereka tidak setuju, maka aku sendiri yang akan membantu kamu agar bisa lebih kuat dari semua orang-orang yang ada di dalam keluarga Long dan menjadikan kamu sebagai kepala keluarga Long… dan kamu harus berjanji membawa semua orang-orang dari keluarga Long untuk setia mengikuti aku… namun jika Luis sudah tidak mau bersama kamu lagi, maka kamu harus merelakan semuanya dan melupakan pembicaraan kita saat ini…" Lanjut Viky berkata, dan menjelaskan kepada Lidya tentang pahit dan manisnya pilihan yang akan Lidya ambil.


"Maaf tuan Lord… bukan maksud aku tidak percaya dengan kata-kata dari tuan Lord… tapi apa ada jaminan atas semua yang tuan Lord katakan tadi…? aku rasa apa yang tuan Lord katakan tadi, semuanya terlalu menguntungkan bagi aku…" Jawab Lidya yang tidak buru-buru menjawab tawaran dari Viky, namun dia balik bertanya, karena menurut dia ada sedikit kejanggalan dari kata-kata Viky.


"Tidak ada jaminan apa pun, semua tergantung dari kamu dan juga Luis… karena urusan aku adalah nanti dengan kepala keluarga Long yang baru… entah itu kamu atau Luis, atau bahkan bisa saja orang lain yang menjadi kepada keluarga Long… Untuk sekarang kamu tidak perlu tahu terlalu banyak, cukup tahu sampai di sini saja…" Ucap Viky, dengan maksud mengakhiri pembicaraan di antara mereka, namun dia tidak menjelaskan secara rinci kepada Lidya tentang maksud dan tujuan dia, tapi jika Lidya cukup pintar maka Lidya pasti mengerti maksud arah dari pembicaraan di antara mereka, dan dia juga pasti akan mengerti dengan rencana yang Viky akan jalankan.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2