Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 272 Pelatihan Tahap Ke 2


__ADS_3

Pelatihan Tahap ke 2


Viky mengambil tangan Dewi dan meletakan jarinya di atas pergelangan tangan dalam Dewi.


Viky menyalurkan energinya untuk mengecek apa energi dari Dewi berhasil bangkit atau tidak, 1 menit telah berlalu, raut wajah Viky mulai berubah, antara kaget dan juga rasa tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan Dewi.


"Apa kamu sudah siap melanjutkan tahap selanjutnya…?" Ucap Viky bertanya dengan melepaskan tangannya dan dia juga melihat bahwa Dewi sudah selesai dengan makannya.


"Siap… bahkan aku lebih siap dari sebelumnya… aku merasakan sesuatu yang bergejolak dari dalam tubuh aku, dan aku merasa sangat bersemangat sekali sekarang…" Jawab Dewi dengan raut wajah yang sangat cerah dan dengan aura yang penuh dengan semangat membara.


"Baiklah… ayo kita temui yang lain yang sedang berada di tempat latihan…" Jawab Viky mengajak Dewi itu bertemu dengan yang lain.


Kemudian Viky berjalan meninggalkan kamar tersebut dan di ikuti oleh Dewi serta Eagle di belakangnya, menuju keluar ke tempat latihan.


Di tempat latihan Tiger dengan sangat keras dan juga tegas mengarahkan semua orang untuk terus berlatih dan berusaha sekuat tenaga melawati latihan tersebut dan dia juga tidak sendirian, dia di bantu oleh orang-orang dari pasukan Magnium yang juga sudah terbiasa melatih di dalam pasukan Magnium.


"Salam Lord…" Ucap Tiger menyapa Viky.


Dan semua orang yang ada di sana juga hendak menyapa kepada Viky dan hendak menghentikan pelatihan mereka.


"Kalian lanjutkan saja latihan kalian, jangan hiraukan aku…" Ucap Viky menghentikan orang-orang dari Divisi perang yang akan pergi ke arah Viky untuk menyapanya.


Setelah mendengar kata-kata dari Viky, semua orang pun menghentikan niatnya yang akan pergi ke arah Viky dan melanjutkan latihan mereka masing-masing, dan untuk Vanteko Ma, Dadan Ling serta yang lainnya, setelah mereka semua menyadari Viky ada di sana, mereka semua menghentikan latihannya dan pergi berjalan ke arah Viky.


"Tiger… apa ada kendala di saat melatih orang-orang dari Divisi perang ini…?" Ucap Viky bertanya kepada Tiger.

__ADS_1


"Tidak ada Lord… dan sampai sekarang belum ada yang mengundurkan diri untuk berhenti berlatih di sini, dan mereka juga dari hari ke hari menjadi lebih semangat dari sebelumnya, walau stamina mereka sudah terkuras banyak…" Jawab Tiger menjelaskan situasi yang terjadi dengan orang-orang dari Divisi perang yang sedang dia latih.


"Baguslah… untuk makan malam nanti, aku sudah menyuruh bagian dapur untuk mencampurkan bahan obat yang sering kita gunakan untuk orang-orang dari pasukan Magnium kita, jadi aku rasa besok stamina semua orang pasti akan kembali lagi, dan untuk pelatihannya kamu tingkatkan sedikit demi sedikit, aku ingin mereka sudah setengah siap di saat acara pesta pernikahan aku di selenggarakan nanti…" Jawab Viky, dan memberitahukan tentang niatnya kepada Tiger.


"Baik Lord… tapi apa tidak terlalu cepat memberikan mereka obat rahasia kita saat ini kepada mereka…? aku takut mereka akan mundur setelah mendapatkan obat tersebut, dan aku rasa tubuh mereka juga belum terlalu siap untuk merasakan khasiat dari obat ini…" Jawab Tiger bertanya dan mengungkapkan pendapatnya.


"Aku tahu apa yang kamu khawatirkan… tapi aku juga memiliki sebuah rencana lain yang akan aku lakukan nanti… dan untuk masalah siap atau tidaknya, mau tidak mau mereka harus siap dan kita juga harus siap siaga jika terjadi sesuatu yang tidak terduga kepada mereka…" Jawab Viky, yang sudah tahu jalan pikiran dari Tiger.


"Baik Lord… maaf jika aku sudah meragukan keputusan dari Lord…" Jawab Tiger yang meminta maaf atas kata-kata dia yang barusan.


"Tidak apa-apa, bagus juga kamu mengatakan pendapat kamu… dan untuk permasalah dari kamu yang tidak ada peningkatan, nanti malam aku akan memberitahu kamu dan yang lainnya untuk bisa menembus ketahap Jendral perang…" Ucap Viky yang tidak mempermasalahkan dengan apa yang Tiger katakan.


"Terima kasih Lord… terima kasih banyak…" Jawab Tiger dengan raut wajah yang berbinar karena bahagia.


"Yah sudah… aku akan pergi ke belakang rumah dulu, jika Lion dan yang lainnya sudah kembali, katakan kepada mereka untuk menyusul aku ke sana, dan kamu juga ikut bersama mereka ke sana.…" Jawab Viky, karena Vanteko Ma beserta yang lain sudah berada di sana. kemudian dia berjalan pergi dari tempat latihan menuju ke belakang rumah tadi, di ikuti oleh yang lainnya berjalan mengikuti Viky.


"Baiklah… kalian semua pergilah berendam di dalam sana… jika kalian sudah tidak merasakan kedinginan lagi, maka kalian sudah melewati tahap yang ke 2 ini, tapi jika tubuh kalian masih merasakan dingin dan kalian pergi ke darat, maka tubuh kalian akan terasa sangat panas, cara untuk menghentikannya adalah kembali ke dalam air tapi tubuh kalian akan mendapatkan luka seperti terbakar api nantinya… dan luka tersebut tidak akan bisa hilang selamanya… Jadi setelah kalian masuk ke dalam air, kalian tidak boleh naik ke daratan, jika tidak ingin mendapatkan resiko tersebut, dan rasa dingin yang akan kalian rasakan nanti, sangat berbeda di saat kalian masuk ke dalam air biasanya, bisa di bilang kalian seperti masuk ke dalam air di saat musim dingin, dan bahkan akan lebih dingin dari saat musim dingin…" Ucap Viky dengan menunjuk ke arah sungai, dan menjelaskan kepada semua orang, tentang tahapan dan apa yang akan mereka rasakan di pelatihan tahap ke 2 ini.


Setelah mendengar penjelasan dari Viky, Dewi tanpa bertanya dan tanpa ada rasa ragu, dia langsung berlari pergi dan menceburkan diri ke dalam sungai, Vanteko Ma dan Dadan Ling sangat terkejut melihat sikap Dewi yang seperti ini, karena terakhir kali, Dewi ada yang merasa ragu untuk mengikuti tahan-tahan yang Viky berikan kepada mereka.


"Kak… apa yang terjadi kepada Dewi, kenapa dia sangat bersemangat sekali…?" Ucap Vanteko Ma dengan memberanikan diri bertanya kepada Viky.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengannya… yang jelas, aku berharap bahwa dia baik-baik saja…" Jawab Viky dengan pura-pura tidak tahu, walau sebenarnya dia tahu apa yang terjadi kepada Dewi, dan hal itu di sebabkan dari kekuatan yang ada di dalam diri Dewi, yang mungkin kekuatan Dewi melebihi yang lain. karena Viky belum mengecek kekuatan yang berhasil di bangkitkan dari diri semua orang masing-masing.


Vanteko Ma tidak menjawab kata-kata dari Viky, dan dia juga pergi masuk ke dalam air, dan di ikuti oleh si No 1, No 3 dan No 4.

__ADS_1


Namun di saat tubuh mereka masuk ke dalam air, dan hanya menyisakan kepala mereka saja di atas air, raut wajah mereka berubah, dan juga wajah mereka terlihat sangat pucat sekali berwarna putih ke biru-biruan, karena yang mereka rasakan adalah air yang sangat dingin dan dinginnya tersebut bahkan sampai ke tulang mereka.


Namun hal tersebut tidak terjadi kepada Dewi, karena raut wajah Dewi tidak seperti mereka, walau pun Dewi juga merasa dingin, tapi dingin yang Dewi rasakan tidak sama seperti dengan yang lain, atau bisa di bandingkan jika dingin Dewi -20 derajat sedangkan untuk Vanteko Ma dan yang lainnya bisa lebih dari -50 derajat, simpelnya bahwa yang di rasakan Vanteko Ma dan yang lainnya bisa 2 kali lipat di atas yang di rasakan oleh Dewi.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2