Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 242 Proyek Kemanusiaan


__ADS_3

Proyek Kemanusiaan


Sekarang semua orang, hanya mengobrol biasa sambil minum anggur, dan menunggu Nayla selesai makan, hanya membahas tentang masa lalu yang terjadi di antara Viky, Reva dan juga Beben, dan sesekali Rere dan Nayla juga membahas tentang masa lalu mereka.


Setelah Nayla selesai makan, mereka semua keluar dari ruangan tersebut dan pergi ke kasir untuk membayar semua tagihan.


"Rere… apa calon suami kamu adalah orang yang berpengaruh di Octa Grup…?" Ucap Nayla bertanya kepada Rere dengan Berbisik, hanya untuk memastikan saja, karena dia juga sudah menilai dari awal bahwa Viky pasti mempunyai pengaruh di Octa Grup.


"Yah… dia memang cukup berpengaruh di Octa Grup… aku juga bisa bekerja dan menangani proyek… semua juga berkat dia, jika orang lain mana mau menyerahkan sebuah proyek besar kepada seorang pemula seperti aku ini…" Jawab Rere, awalnya dia juga sedikit bingung harus menjawab apa, karena posisi Viky di Octa Grup, adalah pembuat keputusan mutlak dan tidak ada yang berani berkata tidak jika Viky sudah berkata, jadi posisi Viky bukan lagi orang yang berpengaruh.


"Oh… pantas saja, kata-kata dia itu bisa memutuskan apa yang akan di lakukan oleh Octa Grup… seperti pembangunan sekolah aku ini, dia bilang akan membantunya… sekarang semua yang dia katakan kemarin menjadi kenyataan… dan aku juga berharap bahwa tuan besar mau untuk bertemu dengan ketua komite sekolah…" Ucap Nayla kembali dengan berbisik.


"Nanti aku akan bantu berbicara kepada Viky tentang hal ini… aku tidak bisa menjaminnya tapi aku akan berusaha untuk membujuk Viky nanti…" Jawab Rere dengan berbisik juga.


"Rere… Nayla…" Ucap seorang perempuan dari arah belakang, memanggil mereka ber 2… dan dengan serempak mereka ber 2 berbalik badan untuk melihat siapa yang memanggil mereka.


"Aqila…"


"Aqila…"


Ucap Rere dan Nayla secara bersamaan, setelah melihat siapa orang yang memanggil mereka, dan orang yang memanggil mereka adalah Aqila, mereka ber 3 kemudian berpelukan dengan sedikit melompat-lompat kecil, karena sangat senang mereka tidak memperhatikan sekitar dan sekarang mereka ber 3 menjadi pusat perhatian semua orang karena membuat sebuah keributan kecil, dan lengkap sudah semua teman-teman Rere.


"Rere… Nayla… kalian ber 2 sedang apa di sini…?" Ucap Aqila bertanya dengan melihat ke arah Rere dan Nayla secara bergantian.


"Kami ber 2 baru saja selesai makan… kamu sendiri ngapain di sini… bukannya kamu sedang bersama Vice Bold yah…?" Jawab Rere, dan balik bertanya.


"Aku juga baru selesai makan… tadi aku juga makan bersama Vice Bold, tapi dia kembali lebih dulu, katanya ada pelanggannya yang meninta bajunya di kirimkan hari ini… dan baju kamu juga sudah jadi, aku yakin nanti kamu akan terlihat sangat cantik saat memakainya…" Jawab Aqila dengan membocorkan sedikit tentang gaun pengantin Rere.


"Oh… apa Viky sudah tahu tentang baju yang sudah jadi ini…?" Ucap Rere bertanya kembali.


"Aku tidak tahu… apa Vice Bold sudah memberi tahu Viky atau belum tentang baju yang sudah jadi…" Jawab Aqila.

__ADS_1


"Nayla… kemana saja kamu selama ini… dan kenapa kamu tiba-tiba muncul di sini bersama Rere…?" Lanjut Aqila bertanya dengan melihat ke arah Nayla.


"Jika di ceritakan semuanya akan sangat panjang… karena kemana aku pergi akan menyambung dengan kenapa aku sekarang berada di sini…" Jawab Nayla.


"Oh… ada Aqila… apa Vice Bold bersama kamu juga di sini…?" Ucap Viky dengan berjalan ke arah Rere dan dia melihat-lihat sekitar, setelah dia menyelesaikan pembayaran di kasir.


"Viky… tadinya sih aku bersama Vice Bold ke sini… tapi di saat tengah makan tadi, dia buru-buru pergi, katanya mau mengirimkan baju pesanan pelanggannya dan memintanya ingin di kirim sekarang juga…" Jawab Aqila.


Beben, Reva dan juga Nayla, mereka tidak tahu siapa Vice Bold dan mereka juga tidak berani untuk bertanya, jadi mereka ber 3 hanya bisa mendengarkan percakapan saja.


"Aqila… apa gaun yang aku minta buatkan kepada Vice Bold sudah selesai…?" Ucap Viky bertanya kepada Aqila.


"Gaunnya sudah selesai… tapi kamu jangan bilang bahwa kamu tahu dari aku… aku takut Vice Bold marah karena aku memberitahu kamu tanpa bertanya terlebih dulu kepada dia…" Jawab Aqila.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan membicarakan hal ini kepada Vice Bold… yang terpenting gaun tersebut sudah jadi…" Jawab Viky.


Dan sekarang… Beben, Reva dan juga Nayla tahu tentang siapa Vice Bold ini, intinya bahwa Viky meminta Vice Bold untuk membuatkan gaun pengantin untuk Rere, selebihnya mungkin hal itu ada di pikiran masing-masing, tentang siapa Vice Bold ini.


"Jika di ijinkan… aku ingin bersama mereka dulu… tapi jika tidak, yah aku akan ikut kembali bersama kamu…" Jawab Rere, dengan raut wajah sedikit memelas kepada Viky.


"Boleh saja… tapi sebaiknya kamu pulang dan ganti baju terlebih dulu… jika ingin pergi kemana-mana dan ibu sudah pulang, kamu bisa memakai mobil aku, untuk bisa pergi bersama dengan teman-teman kamu…" Jawab Viky memberikan ijin kepada Rere, tapi dengan syarat harus berganti baju terlebih dulu, karena baju yang Rere pakai adalah baju khusus seorang istri dari Divisi perang, jika Rere bermain sendiri dengan memakai baju itu, maka takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih… Setelah ini aku akan kembali terlebih dulu ke rumah untuk mengganti pakaian… dan aku juga tidak nyaman jika pergi kemana-mana dengan memakai baju ini…" Jawab Rere.


"Baiklah… kamu hati-hati, jika ada apa-apa kamu kabarin aku secepatnya… aku pergi dulu yah…" Jawab Viky dengan mengelus-elus lembut kepala Rere, dan dia juga berpamitan kepada Aqila dan juga Nayla.


Kemudian Viky pergi dari sana menuju tempat parkir dengan di ikuti oleh Beben dan juga Reva yang berjalan di belakangnya…


"Reva… apa kamu mau bergabung dengan proyek yang akan Rere kerjakan…? sebelum kamu memulai proyek kamu sendiri, kamu bisa mencoba pengalaman kamu terlebih dulu…?" Ucap Viky bertanya kepada Reva, setelah mobil yang mereka naiki pergi meninggalkan restoran tempat mereka makan tadi.


"Tidak… aku merasa tidak enak kepada Rere jika aku ikut bergabung bersama Rere dalam proyeknya…" Jawab Reva menolak, karena dia tidak enak kepada Rere, walau sebenarnya dia ingin ikut bergabung untuk menambah pengalaman dia.

__ADS_1


"Tidak enak kenapa…? toh proyek ini hanyalah sebuah proyek biasa… jika kalian gagal, nanti aku bisa memerintahkan orang lain untuk menyelesaikannya… tapi jika proyeknya berjalan dengan lancar, itu adalah sebuah pencapaian yang bagus untuk lain ber 3 dan itu juga bisa menjadi nilai tambah untuk orang-orang dari Octa Grup untuk bekerja sama dengan kamu atas proyek yang kamu ajukan…" Jawab Viky menjelaskan kepada Reva, Viky memberikan satu jalan untuk Reva agar bisa berkembang, dengan pengalaman semua bisa terjawab, apa kelebihan kita dan apa kekurangan kita di saat menjalankan sebuah proyek.


"Aku minta waktu terlebih dulu untuk memikirkannya…" Jawab Reva, di pikirannya dia tidak enak jika menerima tawaran dari Viky, tapi jika dia tolak maka dia telah menyia-nyiakan sebuah kesempatan yang bagus untuk menambah pengalaman dia.


"Baiklah kalau kamu butuh waktu untuk memikirkannya… proyek ini sebenarnya sebuah percobaan untuk Rere, jika gagal pun sebenarnya aku tidak merasa aneh… karena Rere juga baru pertama kali menangani sebuah proyek… tapi aku menginginkan proyek ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada masalah yang besar yang terjadi… bisa di bilang proyek ini ada sebuah proyek kemanusiaan… karena tidak ada keuntungan setelah proyek ini selesai…" Ucap Viky, kembali menjelaskan kepada Reva tentang proyek yang akan Rere jalankan.


#Maaf kemarin author tidak up, karena ada kerjaan yang harus di selesaikan.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2