
Waktu Pernikahan Yang Menentukan Status
Rere naik ke atas panggung mini dan melihat ke arah semua orang yang hadir di sana, dan suasana di sana pun langung berubah menjadi sangat hening seketika, dan semua mata melihat ke arah Rere.
"Aku tidak pandai dalam berbasa-basi… jadi langsung ke intinya… aku mengundang kalian semua untuk bisa hadir di acara pernikahan aku… yang mana akan di laksanakan di Loka Center…" Ucap Rere dengan memakai pengeras suara, namun ekspresi dari ketua kelas dan juga Falmia langsung berubah rumit.
Setelah Rere menyelesaikan kata-katanya semua orang sangat kaget, sebab 3 orang teman mereka akan menikah dalam waktu yang dekat dan di tempat yang sama, namun hanya waktunya saja yang berbeda, bukan hanya itu saja yang membuat mereka kaget, tapi masalah tempatnya, namun tidak ada yang bertanya kapan cara pernikahan dari Rere akan di laksanakan karena sekarang di pikiran semua orang, sudah tahu jawabannya, yaitu pasti di bulan depan minggu ke 3, karena di minggu pertama sudah ada ketua kelas dan di minggu ke 2 adalah Falmia, jadi untuk Rere pasti di minggu ke 3 atau akhir bulan depan.
"Dan untuk tanggalnya adalah pada hari rabu tanggal 29…" Belum selesai Rere berkata, kata-katanya sudah di potong oleh seseorang dari kerumunan.
"Rere… tidak perlu kamu mengatakan tanggalnya, Kami semua sudah tahu kapan acaranya akan di laksanakan…" Ucap orang tersebut memotong kata-kata dari Rere, dia berkata seperti itu bukan tanpa alasan yang jelas, karena dari awal pun sudah jelas, tentang siapa yang akan menikah lebih dulu, jadi dia berpikir bahwa Rere akan menikah di waktu yang paling terakhir di antara yang akan menikah.
"Iya benar Rere… kamu tidak perlu mengatakan tanggal dan harinya… yang jelas kami semua juga akan datang ke acara pernikahan kamu, dan bukan ke acara pernikahan kamu saja, tapi ke acara pernikahan ketua kelas dan juga Falmia…" Timpal yang lain dari arah kerumunan, yang mana pemikirannya sama dengan orang yang pertama berkata.
"Iya… kita semua adalah teman… jadi siapa pun yang akan menikah dan di mana pun tempatnya jika kita semua di undang pasti kita akan datang untuk menghadiri acara pernikahannya… benar ga teman-teman…?" Timpal orang ke 3, dengan bertanya kepada semua orang yang hadir di sana.
Setelah orang ke 3 selesai berkata, hampir semua orang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan sebagai bukti bahwa mereka semua setuju dengan perkataan dari orang yang ke 3 berkata.
"Baiklah kalau begitu… aku ucapkan terima kasih kepada kalian semua, karena sudah mau datang ke acara pernikahan aku…" Jawab Rere, kemudian dia berjalan turun dari atas panggung, namun di pikiran Rere dan di pikiran semua orang sangat berbeda.
Rere berpikir bahwa semua orang sudah tahu tentang pernikahannya karena melihat dari undangan pernikahan yang Deky sebar, karena di dalam undangan tersebut ada foto dia bersama Viky, tapi kenyataan yang sebenarnya adalah, hanya beberapa orang yang dapat menerima undangan tersebut, bagi orang-orang yang berada di ruangan tersebut mereka tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan undangan yang Deky sebarkan.
Setelah Rere turun dari panggung, baik itu ketua kelas atau pun Falmia, mereka berdua tersenyum lebar, dan mereka ber 2 juga bisa bernapas lega, karena walau pun acaranya berada di tempat yang sama, tapi melihat dari waktunya, mereka ber 2 sudah bisa menebak bahwa status dan koneksi calon suami Rere, berada di bawah mereka ber 2, Jadi Rere dan calon suaminya tidak bisa menggeser waktu mereka ber 2, hanya bisa menempati waktu yang kosong di Loka Center yaitu di akhir bulan depan. Karena waktu kosong yang ada di Loka Center hanyalah di akhir bulan depan saja.
__ADS_1
Dan hal itu juga adalah yang paling masuk akal untuk sekarang, selain dari tuan besar dari Octa Grup, tidak ada yang mempunyai ke dudukan yang lebih tinggi dari mereka ber 2 yang akan melangsungkan pernikahan di Loka Center, jika pun ada, pasti waktu yang di berikan oleh Loka Center kepada mereka tidak akan berada di minggu pertama dan ke 2.
Setelah Rere turun dari atas panggung ketua kelas kemudian mengajak semua orang pergi dari sana, dengan bangganya dia berjalan paling depan dan memimpin semua orang untuk keluar dari ruangan tersebut.
Viky dengan santainya masih duduk di kursi sambil menikmati minuman yang ada di atas meja, dia sedang menunggu Rere kembali, namun dia tersenyum ke arah Rere setelah Rere berada tidak jauh dari tempat dia duduk, untuk Nayla dan Aqila, senyum dari Viky terlihat biasa saja, tapi tidak untuk Rere, dia melihat senyum dari Viky memiliki arti yang lain.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu…?" Ucap Rere sambil duduk di kursi sebelah Viky, dan melihat ke arah Viky, dan di dalam ruangan tersebut juga hanya tinggal beberapa orang saja, karena yang lainya sudah pergi mengikuti ketua kelas, pergi dari sana.
"Tidak apa-apa… aku hanya merasa sedikit lucu saja dengan pikiran teman-teman kamu… mereka semua seperti sudah tahu dengan jelas kapan kamu akan menikah…" Jawab Viky dengan santai.
"Memangnya apanya yang lucu… malah bagus kan mereka semua sudah tahu dengan acara pernikahan aku…" Jawab Rere, yang mana dia belum sepenuhnya paham dengan maksud dari kata-kata Viky.
"Coba kamu pikir, dari mana meraka bisa tahu dengan hari pernikahan kamu…?" Jawab Viky dengan melontarkan sebuah pertanyaan kepada Rere.
"Iya juga sih yah… jika mereka tahu tanggal dan harinya… maka harusnya mereka juga pasti tahu tempat acara pernikahan kalian…" Sahut Aqila yang juga sama merasa sedikit lucu, atas pikiran semua orang.
"Aku berpikir bahwa mereka semua tahu dengan tanggal dan hari pernikahan kita dari undangan yang di sebarkan oleh Deky… jika bukan dari situ memangnya dari mana lagi…?" Jawab Rere dengan mengeluarkan apa yang ada di pikirannya, dan dia juga balik bertanya kepada Viky.
"Yang pertama, mereka semua tidak memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan undangan tersebut, yang ke 2 jika memang mereka tahu tanggal dan hari pernikahan kita dari undangan yang di sebarkan oleh Deky… maka aku sangat yakin mereka sekarang masih berada di dalam sini, dan ingin mendapatkan perhatian lebih dari kamu, apa lagi dengan orang yang kalian panggil ketua kelas itu… yang aku pun tidak tahu namanya siapa…" Jawab Viky menjelaskan kepada Rere, dengan maksud bahwa pemikiran Rere adalah salah.
"Nama ketua kelas yang sebenarnya adalah Yu Jin… tapi aku masih belum mengerti, memangnya kenapa dengan semua orang yang ingin mendapatkan perhatian lebih dari Rere… dan kenapa pula mereka semua ingin mendapatkan perhatian lebih dari Rere terutama dengan ketua kelas…?" Ucap Aqila dengan raut wajah bingung, karena selama ini dia tidak mengetahui apa yang sudah terjadi… karena dia terlalu fokus kepada pembuatan baju pernikahan Rere bersama dengan Vice Bold.
Rere hanya tersenyum ke arah Viky sebagai jawaban, karena setelah di pikir-pikir bahwa apa yang Viky katakan barusan sangat benar, dan tebakan dia yang awal adalah salah… karena untuk ketua kelas saja, yang mana dia baru mendapatkan sebuah proyek kerja sama dengan Octa Grup, dia sudah menjadi pusat perhatian semua orang, apa lagi jika semua orang tahu bahwa Rere adalah calon Istri tuan besar dari Octa Grup atau bisa di bilang bahwa sebentar lagi Rere akan menjadi Nyonya besar dari Octa Grup, entah akan seperti apa situasi yang akan terjadi nanti.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...