
Menemukan Suami Yang Hilang
Viky berbalik melihat ke arah 3 laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya, sebenarnya bagi Viky hal ini tidak perlu di lakukan dan juga harusnya mereka di bebaskan, tapi dia menghargai tindakan Deky, dalam menindak suatu masalah.
"Kamu… coba jelaskan kenapa kamu bisa begini dan apa yang telah kamu lakukan…" Ucap Viky menunjuk salah satu dari ke 3 laki-laki yang berdiri.
"Tu-Tuan maafkan Saya… Saya yang punya mata ini tidak bisa melihat dan membedakan Tuan… Saya tahu tindakan Saya tempo hari salah, karena tidak mengkonfirmasi terlebih dahulu tetang kebenaranya dan langsung mengusir tuan… dan juga kami semua telah terhasut oleh kata-kata dari Maman Epson, yang mana Maman ini adalah salah satu kolega dari Octa Grup…" Ucap salah satu laki-laki yang di tunjuk oleh Viky, dengan gugup dan tubuh yang gemetar, dan keringat sudah membasahi punggungnya.
"Baiklah… karena kamu sudah menyadari dengan kesalahan kamu, maka aku akan memaafkan kalian, tapi ada satu hal yang perlu kalian tahu, peraturan baru di Octa Grup adalah, siapa pun itu dan bagaimana pun keadaan orang tersebut, jika yang datang ke Octa Grup, kalian harus menanyakan terlebih dahulu apa keperluannya, jangan kalian berasumsi sendiri, sebelum kalian bertanya kepada atasan kalian tetang kebenaran kepentingan orang tersebut…" Ucap Viky menjelaskan kepada ke 3 orang tersebut.
Ke 3 orang tersebut setelah mendengar kata-kata dari Viky, dengan reflek mereka kembali bersujud kepada Viky.
"Tuan… Terima kasih Tuan… terima kasih…" Ucap ke 3 laki-laki tersebut dengan menghentakkan kepalanya ke lantai.
"Sudahlah… kalian berdiri…" Ucap Viky memerintahkan ke 3 laki-laki untuk kembali berdiri.
"Tok… Tok… Tok…" dari pintu terdengar suara ketukan, setelah di persilahkan masuk oleh Viky, orang yang berada di balik pintu itu segera masuk, dan berjalan ke arah Viky.
"Tuan… wanita yang tadi sudah kembali dan sekarang berada di luar, apa perlu saya bawa masuk ke sini…" Ucap si penjaga setelah berada di hadapan Viky.
"Kamu bawalah dia masuk ke sini, aku ingin tahu apa ada di antara mereka suami dari si wanita itu…" Jawab Viky kepada si penjaga.
"Baik Tuan, akan saya persilahkan dia masuk ke sini…" Jawab si penjaga, setelah dia selesai berkata, dia pergi ke arah pintu masuk untuk menjemput si wanita.
Tidak lama si penjaga kembali, dan di belakangnya di ikuti oleh si wanita, si wanita berjalan dengan sedikit ragu-ragu, melihat sekeliling dan bersikap aga aneh.
"Jadi siapa suami kamu di antara mereka ber 3…?" Tanya Viky dengan menunjuk kepada ke 3 laki-laki yang berdiri dan melihat ke arah si wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
Si wanita melihat ke arah 3 laki-laki yang berdiri, dan menunjuk salah satu laki-laki di antar mereka, dan berkata:
__ADS_1
"Dia… dia adalah suami saya tuan…" Jawab Si wanita dengan menunjuk salah satu dari ke 3 laki-laki yang berdiri.
"Baiklah… jika sudah ketemu, kamu bisa bawa pulang suami kamu…" Ucap Viky melihat ke arah si wanita.
si wanita hanya diam tidak bergerak, dia merasa aga aneh, karena dia sudah datang ke sini beberapa kali namun tidak dapat menemukan suaminya, dan banyak hal yang membuatnya sulit untuk bertanya kepada siapa pun tetang keberadaan suaminya, namun sekarang, orang yang berada di depannya memerintahkan dia dengan mudah membawa suaminya pulang.
"Tuan… maaf jika aku lancang, tapi aku ke sini sudah beberapa kali, dan semua orang tidak mau memberitahukan tentang keberadaan suami saya, namun sekarang Tuan memperlihatkan saya membawa suami saya tanpa ada syarat apa pun, mungkin ini terdengar aga aneh bagi saya…" Ucap si wanita, melihat ke arah Viky.
Yah memang pasti aga aneh, karena setiap kali si wanita datang ke Octa Grup dia sangat kesulitan mendapatkan informasi tetang suaminya, tapi saat ini dia merasa sangat mudah untuk membawa pulang suaminya.
"mungkin aga aneh di saat kamu ke sini tidak ada yang memberitahukan kamu tetang suami kamu, karena semua orang tidak tahu tetang masalah suami kamu… dan sekarang kamu di persilahkan membawa suami kamu pulang tanpa syarat, tapi jika itu yang membuat kamu sedikit ragu… maka aku akan memberikan 1 syarat kepada kamu… apa kamu mau menjalankan syarat tersebut…?" Ucap Viky menjelaskan sekaligus bertanya kepada si wanita.
Ekspresi ke 3 laki-laki yang berdiri berubah suram dan menatap penuh kemarahan kepada si wanita, mereka ber 3 sudah bebas tanpa syarat apa pun, tapi si wanita ini tiba-tiba datang dan berkata seperti itu, di dalam hati ke 3 laki-laki tersebut mengutuk si wanita, terlebih suami dari si wanita tersebut, dia sangat geram dengan sikap istrinya.
"Syarat apa Tuan… jika aku mampu memenuhi syaratnya akan aku jalankan, tapi jika tidak pun aku akan berusaha memenuhi syarat itu dengan semua kemampuan yang aku punya…" Jawan si wanita dengan penuh percaya diri.
"Syaratnya gampang…" Ucap Viky berdiri dan berjalan ke arah si wanita.
"Hanya itu syaratnya Tuan…?" Jawab si wanita dengan polos dan merasa aneh dengan syarat yang di ajukan oleh Viky. sebab dia pikir awalnya Viky akan meminta dirinya untuk menemani Viky tidur satu malam.
"Yah Hanya itu… apa kamu merasa keberatan…?" Tanya Viky kembali.
"Tidak-tidak Tuan… aku tidak keberatan…. aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih Tuan, dan aku juga akan selalu berkata kepada anakku nanti tetang kebaikan Tuan, selama hidupku aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Tuan…" Jawab si wanita dengan sungguh-sungguh.
"Dimana anak kamu sekarang…?" Tanya Viky kembali kepada si wanita.
"Karena dia sedang tidur jadi Tadi aku titipkan dia kepada tetangga aku…" Jawab si wanita.
"Yah sudah… kalau begitu kamu cepat bawa suami kamu pulang… takut anak kamu nanti terbangun dan dia tidak melihat ibunya…" Ucap Viky dengan tersenyum lembut kepada si wanita.
__ADS_1
"Baik Tuan… sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih Tuan…" Jawab si wanita dan sekali lagi dia berterima kasih kepada Viky.
Kemudian si wanita dan ke 3 laki-laki tadi pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, bersama si penjaga yang tadi mengantar si wanita, tersisa Viky, Rere, Aldo dan Deky yang masih berada di dalam ruangan.
Ke 3 laki-laki tadi dan si penjaga, di saat mereka berjalan meninggalkan ruangan tersebut, di hati mereka ber 4 bertekad akan bekerja dengan serius dan tidak akan pernah berkhianat kepada Tuan barunya itu.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...