Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 61 Masa Lalu Aldo


__ADS_3

Masa Lalu Aldo


"Untuk sekarang Ibu Suri dan Nona muda sudah sedikit terbiasa dengan suasana kehidupan mewah, walau kadang mereka masih enggan jika aku mengajak mereka untuk makan di restoran mewah dan masih sedikit merasa tidak enak jika aku mengajak mereka untuk berjalan-jalan dan membeli pakaian…" Jawab Aldo melirik ke arah Viky.


Yah, selama beberapa hari ini Aldo di tugaskan oleh Viky untuk mengawasi keluarganya dan membimbing mereka agar terbiasa hidup mewah, karena Viky yang sekarang bukan lah Viky yang dulu.


"Hemm… baiklah… terima kasih sudah menjaga dan membimbing keluarga ku…" Jawab Viky.


"Tidak perlu berterima kasih Lord… Keluarga Lord juga adalah keluarga saya juga… bantuan yang kecil ini belum apa-apa di bandingkan dengan bantuan Lord dulu…" Jawab Aldo, yang teringat tetang masa lalunya.


Aldo dan keluarganya bukan lah dari kalangan orang kelas atas, tapi keluarga mereka cukup harmonis dan bahagia.


Suatu kejadian yang merubah semua itu, kampung halaman Aldo dalam sekejap berubah menjadi medan perang, terjadi hujan peluru serta ledakan dari bom terjadi di mana-mana, hanya hitungan jam kampung halaman Aldo menjadi rata dengan tanah, tidak tersisa satu bangunan pun yang ada hanya puing sisa-sisa bangunan.


Semua orang yang berada di sana tewas, tanpa terkecuali keluarga Aldo tapi memang sebuah mukjizat bagi Aldo, hanya dia seorang yang selamat dari sekian ratus jumlah penduduk di sana, walau Aldo terluka cukup parah tapi nyawanya masih bisa di selamatkan oleh Viky.


Setelah mendapatkan perawatan yang cukup inten oleh orang-orang dari Viky akhirnya Aldo bisa selamat sampai sekarang. Setelah Sembuh Aldo di berikan pilihan oleh Viky untuk menetap dan mengikutinya atau Aldi bisa bebas pergi kemana saja.


Tapi Aldo memilih setia dan mengikuti Viky, untuk membalas budi kepada Viky, dan setelah sekian lama dia mengikuti Viky, akhirnya bukan hanya membalas budi saja tapi memang dia sudah nyaman mengikuti Viky.


Aldo sendiri memang terbilang cukup jenius dalam segala hal, tapi karena ekonomi keluarga, perkembangannya sangat terhambat. tapi setelah bergabung dengan Viky perkembangan Aldo menjadi tidak terbatas karena sumber daya yang Viky berikan cukup memadai untuk menunjang perkembangannya.


Untuk Aldo memang dari awal Viky tidak memfokuskan Aldo untuk belajar seni bela diri, tapi lebih ke strategi perang, maka dari itu Aldo tidak menjadi salah satu pasukan terbaik Viky, jika Aldo Fokus belajar seni bela diri mungkin dia bisa setara dengan Letnan Jendral Eagle, bahkan bisa melampauinya.


"Aku sudah membeli rumah di daerah Selatan Kota Taraka, untuk kita tinggal di sana, mungkin 2 atau 3 hari lagi kita bisa pindah ke sana… setelah ini aku akan menelpon ibu dan memberi tahunya…" Jawab Viky.


"Baik Lord… saya akan mempersiapkan semuanya…" Jawab Aldo.


"Mungkin sekali-kali aku harus mengajak mereka untuk berjalan-jalan dan membelikan mereka baju yang pantas sebelum pindah rumah nanti…" Lanjut Viky


Viky melirik ke arah Deky dan berkata:

__ADS_1


"Deky tolong kamu atur acara pernikahan yang sederhana dalam waktu satu bulan ke depan…" Ucap Viky.


"Baik Tuan… akan saya siapkan…" Jawab Deky.


"Tapi Tuan kalau boleh tau acara pernikahan untuk siapa…" Lanjut Deky dengan nada sedikit pelan.


"Untuk aku…" Jawab Viky santai.


Semua orang yang berada di meja kaget mendengar jawaban dari Viky, mulut mereka terbuka, dengan mata melotot ke arah Viky.


"Lord perempuan mana yang sudah meluluhkan hati Lord…" Tanya Aldo dengan reflek, dan nada suara yang cukup kencang.


Karena nada bicara Aldo yang cukup keras hampir semua orang yang berada di sana dapat mendengar kata-kata Aldo.


Sekarang semua orang terdiam dan mata mereka menatap ke arah meja Viky.


"Aku belum memastikan dia mau atau tidak untuk menikah dengan ku di bulan ini… tapi aku berharap dia menyetujuinya…" Jawab Viky yang tidak bisa lagi menghindar.


Setelah mendengar jawaban dari Viky, ruangan tersebut kembali sunyi, semua orang sekarang penasaran siapa dan perempuan seperti apa yang dapat meluluhkan hati Tuan besar mereka.


Setelah satu orang, kemudian di susul dengan yang lain dan terus menerus, tapi Viky kemudian bertindak karen tangannya sudah pegal dari tadi terus berjabat tangan dengan orang yang memberikannya selamat dan mendoakan supaya semuanya lancar.


"Semuanya terima kasih atas doa dari kalian semua, tapi jika terus begini, acara makan-makan nya akan terganggu, aku mengerti kalian semua ingin mengucapkan selamat kepadaku… tapi ini bukan lah waktu yang tepat, jadi sekali lagi terima kasih…" Ucap Viky dengan berdiri dan menatap kepada semua orang yang sedang mengantri ingin mengucapkan selamat kepada Viky.


Semua orang mengerti dengan apa yang Viky maksud dan kembali ke meja masing-masing, walau di wajah mereka terlihat ada sedikit kekecewaan karena tidak sempat mengucapkan selamat kepada Tuan besar.


Deky yang menyadari, bahwa semua orang yang berada di sana sedikit kecewa dia berdiri menatap kepada semua orang dan berkata;


"Semuanya… aku mengerti kalian kecewa karena tidak memberi selamat kepada Tuan besar, bagaimana kalau sekarang kita bersulang untuk acara pernikahan tuan besar nanti dan menyambut Nyonya Besar untuk menjadi bagian dari kita…" Ucap Deky kemudian mengangkat segelas anggur.


Setelah Deky berkata demikian, semua orang pun menuangkan anggur ke gelas mereka dan mengangkatnya.

__ADS_1


"Untuk acara pernikahan Tuan besar dan menyambut Nona besar untuk bergabung dengan kita…" semua orang berteriak dengan serempak dan mengangkat gelas yang mereka pegang di tangan ke udara.


Suara teriakan semua orang sekarang lebih keras dari pada sebelumnya, karena mereka di hati mereka semua sekarang lebih senang lagi, suara tersebut menggema di ruangan tersebut bahkan bisa terdengar sampai keluar saking semangatnya mereka berteriak.


Herman yang sedari tadi diam, dia pun mengikuti semua orang mengangkat gelas dan bersulang.


"Mungkin ada perempuan lain yang membuat Viky tertarik, dan bukan Rere karena aku tahu pertemuan mereka belum lama ini, tidak mungkin mereka berdua memutuskan untuk menikah dengan sangat cepat, dan tanpa memberi tahu aku terlebih dahulu, mungkin aku terlalu berharap kepada Viky, mana mungkin Viky mau kepada Rere yang hanya dari kalangan biasa…" Gumam Herman yang tengah duduk kembali setelah dia bersulang.


*Updatenya aga telat, sebagai permintaan maaf Author, author akan kejar 1 Bab tambahan, jika tidak ke buru mungkin besok di up bab tambahannya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2