Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 252 Hanya Bisa Pasrah


__ADS_3

Hanya Bisa Pasrah


Viky berjalan meninggalkan aula kediaman keluarga Long, di ikuti oleh Dewi di sampingnya dan Vanteko Ma serta Ovi Long berada di belakang Viky.


"Kak Viky… kenapa sih kakak tidak mau bersenang-senang bersama aku… aku sudah menawarkan diri kepada kakak berkali-kali dan terus di tolak oleh kakak… tapi oleh Ovi Long, dengan satu kali tawaran kepada kakak, dan kakak langsung setuju untuk bersenang-senang dengannya…?" Ucap Dewi bertanya dengan nada yang sedikit kesal namun masih terdengar sangat manja kepada Viky.


"Apa aku kurang cantik…? jika masalah muda, aku dan Ovi Long tidak jauh berbeda, karena dia juga teman sekelas aku dulu… apa sih yang membuat kakak menerima ajakan dia untuk bersenang-senang…? dan untuk masalah masih di segel, aku juga sama, masih di segel dan belum pernah di sentuh oleh laki-laki mana pun…" Ucap Dewi kembali dan memotong kata-kata dari Viky, di saat Viky akan menjawab pertanyaan yang pertama.


"Sudah bertanya nya…? apa ada yang lain lagi yang ingin kamu tanyakan kepada aku…?" Jawab Viky yang kesal karena tidak di beri kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari Dewi.


"Baiklah… baiklah… kakak bisa menjawab pertanyaan dari aku sekarang…" Jawab Dewi, dengan nada yang sedikit lemas.


"Baik… aku akan menjawab semua pertanyaan dari kamu, tapi kamu jangan memotong kata-kata dari aku… kamu dan Ovi Long memang sama-sama cantik dan masih sangat muda… dan untuk masalah masih di segel, aku tidak peduli untuk hal itu… yang jelas aku pun tidak mau bersenang-senang dengan kalian ber 2… tapi aku menerima tawaran dari dia, aku pun memiliki alasan yang pasti dan aku juga memiliki sebuah rencana… mungkin nanti kamu akan tahu apa yang akan aku lakukan kepada dia… karena sekarang kita akan pergi ke tempat Vanteko Ma, sekalian aku juga ingin melihat bagaimana perubahan tempat yang kalian bangun… jika tidak ada perubahan maka kalian ber 2 bersiap-siaplah untuk menerima hukuman dari aku…" Jawab Viky menjelaskan sedikit rencana dia kepada Dewi.


"Baiklah… untuk sekarang… aku akan percaya sama kak… tapi jika kakak bersenang-senang dengan Ovi Long maka aku juga akan ikut bersenang-senang dengan kalian ber 2, jika tidak aku akan melaporkan hal ini kepada kakak ipar…" Jawab Dewi dengan sedikit mengancam kepada Viky.


"Terserah kamu saja lah…" Jawab Viky, dengan pasrah karena dia bingung mau menjawab apa lagi untuk pernyataan dari Dewi, dan mereka pun telah sampai di tempat dimana Viky memarkirkan mobilnya.


"Ovi… kamu pergi bersama Vanteko Ma…" Ucap Viky berbalik melihat ke arah Ovi Long, dan memerintahkan Ovi Long untuk menaiki mobil Vanteko Ma.


Ovi Long mengernyitkan alisnya melihat ke arah Viky karena dia sedikit bingung dengan kata-kata Viky barusan, kenapa dia di suruh naik mobil orang lain dan bukan mobil Viky, dan ekspresi Vanteko Ma pun sama, dia juga sangat kaget dengan kata-kata Viky barusan, sebab di pikiran Vanteko Ma Viky akan bersenang-senang dengan Ovi Long lantas kenapa Ovi Long di perintahkan untuk menaiki mobilnya.

__ADS_1


"Baik Tuan Lord…" Jawab Ovi Long yang tidak bisa menolak dan hanya bisa menuruti perintah dari Viky.


"Teko… kamu bawa Ovi Long ke tempat kamu, kita akan bertemu di sana…" Ucap Viky dengan berbalik melihat ke arah Vanteko Ma.


"Baik Kak…" Jawab Vanteko Ma dengan singkat, karena dia masih bingung dan belum bisa memahami rencana yang akan di lakukan oleh Viky.


Kemudian mereka ber 4 menaiki mobil dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Long, di dalam mobil Viky, Viky dan Dewi hanya mengobrol hal-hal yang tidak penting, namun berbeda dengan di dalam mobil Vanteko Ma, Vanteko Ma dan Ovi Long tidak berkata apa pun dan hanya diam saja, tapi Vanteko Ma sesekali masih mencuri pandang kepada Ovi Long, dan Ovi Long pun menyadari hal itu hanya saja Ovi Long membiarkan hal itu dan berpura-pura tidak tahu bahwa Vanteko Ma selalu memperhatikannya.


Kembali ke kediaman keluarga Long, yang mana suasana di aula sangat canggung dan juga sangat hening, tidak ada yang berani mengeluarkan suara lebih dan mereka semua melihat ke arah meja utama, menunggu apa yang akan di lakukan setelah ini, apa mereka akan di bubarkan atau ada tindakan lain yang akan di lakukan.


Setelah Mobil Viky terdengar menjauh dan meninggalkan kediaman keluarga Long, Luis Long berteriak sangat kencang, bukan karena rasa sakit di dadanya karena luka yang Viky berikan tapi sakit karena dia yang berbuat tapi adiknya yang bertanggung jawab atas tindakan yang pernah dia lakukan, dia merasa sangat bersalah kepada adiknya dan juga kepada dirinya sendiri, dan dia juga sangat marah tapi tidak jelas harus marah kepada siapa.


"Luis… tenangkan diri kamu, ayah tahu bahwa adik kamu pasti sudah tahu dengan resiko atas apa yang dia lakukan sekarang ini… dan semua ini juga bukan sepenuhnya kesalahan dari kamu… jadi kamu harus menghargai keputusan yang adik kamu ambil… kamu adalah teman dari Lord Jendral dulu… apa ada kemungkinan bahwa Lord Jendral akan pergi meninggalkan Ovi Long setelah dia selesai atau menjadikan Ovi Long sebagai wanitanya… walau pun Ovi Long bukan menjadi wanita pertama Lord Jendral tapi akan sangat baik jika Ovi Long bisa berada di samping Lord Jendral…" Ucap Igor Long mencoba menenangkan Luis, dan dia bertanya kepada Luis tentang sikap Viky kepada wanita.


"Sekarang kita hanya bisa berharap bahwa Lord Jendral atau Viky tidak akan pergi meninggalkan Ovi Long begitu saja setelah selesai dengan Ovi Long… untuk masalah yang lain, kita bicarakan lagi nanti setelah Ovi Long kembali… dan kamu juga harus beristirahat, agar kondisi kamu tidak menjadi lebih buruk…" Jawab Igor Long, dan dia juga hanya bisa berharap yang terbaik untuk anaknya Ovi Long dan dia juga menyuruh Luis untuk beristirahat.


Semua orang-orang dari keluarga Long termasuk Igor Long hanya bisa pasrah dengan perlakukan yang Viky lakukan, karena kekuatan Viky berada jauh di atas mereka, jika mereka melawan Viky, maka kerugian yang akan mereka tanggung pasti akan sangat besar, jika mereka bisa mengalahkan Viky sekali pun, semua masalah itu belum selesai karena akan ada gelombang ke 2, yaitu serangan kemarahan dari pasukan Magnium, dan sudah di pastikan bahwa keluarga Long hanya akan bernasib sama seperti keluarga Handoko, bahkan mungkin akan lebih parah dari keluarga Handoko, karena keluarga Handoko masih tersisa keturunan yang masih kecil dan wanita yang tidak ikut pergi dalam penyerangan, tapi kemarahan karena Lord mereka di bunuh maka tidak akan ada yang tersisa satu orang pun dari keluarga Long.


"Baiklah… sekarang kalian bisa kembali dan beristirahat… nanti setelah Ovi Long kembali, kita akan mengadakan pertemuan yang mendadak untuk membahas masalah yang akan timbul nanti, dan memecahkan masalah tersebut…" Ucap Igor Long dengan berdiri dan melihat ke arah orang-orang dari keluarga Long, kemudian dia berjalan meninggalkan meja utama.


"Semua masalah yang terjadi di akibatkan oleh Nadia Silva… jika dia tidak menyuruh aku untuk berbuat yang tidak-tidak kepada Viky, maka hal ini tidak akan terjadi… aku tidak tahu dendam apa yang Nadia simpan sampai-samapi dia menyuruh aku untuk berbuat jahat kepada Viky, tapi bisa saja memang karakter dia yang sudah jahat dari dulu…? dan yang pasti aku pun tidak rela jika hanya aku dan keluarga aku saja yang menerima hukuman ini, kamu dan keluarga kamu juga harus menerima hukuman atas semua perbuatan kamu…" Gumam Luis Long dengan posisi masih duduk di kursi meja utama dan dengan sorot mata yang tajam dan penuh dengan api kemarahan, melihat ke arah tempat kosong.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2