Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 267 Menjadi Selimut Penghangat


__ADS_3

Menjadi Selimut Penghangat


Vanteko Ma, Dadan Ling, Dewi dan 3 orang dari Divisi perang yang Viky pilih. mereka semua saat ini sudah mengganti bajunya dengan kaos serta celana panjang biasa, dan mereka juga berbaris dengan rapih di hadapan Viky.


"Gelas yang ada di atas meja adalah obat yang bisa memicu kekutan yang ada di tubuh kalian… di saat kalian meminum obat ini, kalian akan merasakan sakit yang amat sangat, karena kekuatan di dalam tubuh kalian di pancing untuk keluar dan jika tubuh kalian tidak bisa menahan kekuatan yang ada di dalam diri kalian, maka tubuh kalian bisa saja meledak dan kalian akan mati… setelah kalian bisa menahan kekuatan kalian, maka kalian harus melewati pelatihan yang extra, karena untuk membuat pondasi tubuh kalian kuat… jika tidak, maka dalam waktu tidak lebih dari 3 hari maka tubuh kalian tidak akan bisa menahannya lagi dan akan meledak… namun dengan pelatihan yang keras tubuh kalian akan bisa menahan kekuatan tersebut, dan jika dalam 5 hari kalian tidak bisa mengontrol kekuatan kalian, maka bisa saja waktu yang kalian butuhkan tidak kurang dari satu tahun untuk dapat mengontrol kekuatan kalian…" Ucap Viky menjelaskan tentang efek dan juga sedikit tahapan yang akan mereka lalui setelah meminum obat yang ada di atas meja.


"Jika kalian berhasil, maka kalian bisa mengontrol kekuatan kalian seperti aku…" Lanjut Viky berkata dengan mengeluarkan aura dari tubuhnya lebih banyak lagi dan kembali memasukannya ke dalam tubuhnya tanpa ada sisa sedikit pun aura di tubuh Viky.


Ke 6 orang yang berdiri di hadapan Viky, merasa sangat tertekan di saat Viky mengeluarkan auranya yang begitu banyak, namun hal itu hanya di rasakan dalam hitungan detik, karena Viky menarik kembali auranya tanpa tersisa sedikit pun, dan mereka juga melihat Viky seperti orang biasa yang tidak punya kekuatan.


"Kalian lihat kan, sekarang aku seperti orang biasa yang tidak punya kekuatan apa pun dan dalam beberapa detik yang lalu kalian bisa merasakan bagaimana tekanan dari aura yang keluar dari tubuh aku… nah ini adalah salah satu keuntungan yang akan kalian dapatkan nanti… tapi perlu kalian ingat setiap keuntungan pasti ada juga resikonya… sebelum kalian melangkah lebih jauh lagi, kalian bisa memikirkannya terlebih dulu, kalian akan maju atau kalian akan mundur… aku tidak bisa memaksa kalian untuk maju, karena jika gagal maka kematian adalah jawabannya…" Lanjut Viky berkata dan juga memberikan pilihan kepada 6 orang yang ada di depan mereka.


Ke 6 orang yang ada di depan Viky hanya diam tidak langsung menjawab pertanyaan Viky barusan, karena semua orang berpikir setiap keuntungan besar pasti ada resiko yang besar juga, dan juga kesempatan seperti ini tidak akan datang 2 kali jika mereka pergi dari sana sekarang. Untuk ke 3 orang yang Viky pilih, mereka ber 3 memiliki pemikiran lain, yaitu tentang sebuah ujian yang Viky berikan kepada mereka semua.


"Untuk kalian ber 3… ini bukan sebuah ujian lagi, tapi ini adalah sesuatu yang perlu kalian pikirkan dengan benar, apa kalian ber 3 akan memilih untuk melanjutkannya atau kalian akan mundur…" Ucap Viky yang sedikit mengerti dari pikiran ke 3 orang yang dia pilih dari Divisi perang.


"Kak… aku akan memilih maju, apa pun yang terjadi aku sudah siap menerima semua resikonya…" Ucap Vanteko Ma yang pertama menjawab memilih untuk maju, dia berpikir jika terjadi sesuatu kepada dia, Viky pun tidak akan tinggal diam.


"Bagus kalau itu yang kamu pilih, tapi perlu kamu tahu, aku tidak bisa membantu kamu di awal, aku hanya bisa membantu kamu dalam membentuk pondasi di dalam tubuh kamu saja… jadi semua tergantung kepada keberuntungan dan juga daya tahan tubuh kalian…" Jawab Viky mengatakan apa yang harus Vanteko Ma dan yang lainnya tahu, dan memang benar apa yang Viky katakan, bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa di saat efek dari obat itu bekerja.


"Tidak masalah kak… aku sudah membulatkan tekad aku untuk tetap maju…" Jawab Vanteko Ma dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Baiklah… kalau begitu kamu ambil satu gelas yang ada di atas meja, dan pergi ke salah satu kamar yang ada di sini… kamu bebas mau memilih yang mana… setelah kamu yakin, kamu bisa langsung meminumnya nanti saat di dalam kamar…" Jawab Viky dengan menunjuk ke atas meja, dan juga menyuruh Vanteko Ma untuk meminumnya nanti, karena jika di minum saat ini juga maka Viky akan kerepotan menangani Vanteko Ma, di saat obatnya mulai bekerja.


Kemudian Vanteko Ma memilih secara acak gelas yang ada di atas meja dan dia bergegas berjalan ke salah satu kamar yang ada di sana, kemudian Viky melirik ke arah Lion, dan Lion pun mengerti arti dari tatapan Viky, Lion pun mengikuti Vanteko Ma pergi ke kamar yang Vanteko Ma tuju.


Dadan Ling beserta ke 3 orang dari Divisi perang pun mengambil langkah yang sama seperti Vanteko Ma, namun mereka tidak banyak bertanya lagi kepada Viky, dan hanya mengambil gelas yang ada di atas meja setelah di ijinkan oleh Viky, dan mereka pun pergi ke kamar lain yang berbeda-beda, dan mereka juga di ikuti oleh Jaguar dan Juga Cheetah.


Viky menyuruh Lion, Jaguar dan Cheetah mengikuti ke 5 orang tersebut adalah untuk menjelaskan secara lebih rinci lagi tentang apa yang harus di lakukan ketika di dalam kamar, dan mereka juga tidak lupa untuk mengunci pintu dari luar sebelum mereka kembali ke Viky.


Dan yang terisa saat ini hanya Dewi… dia hanya diam dan berdiri di hadapan Viky, tidak mengeluarkan suara atau pun bergerak sedikit pun, hanya menatap ke arah Viky saja.


"Hanya tinggal kamu sendiri… apa kamu mau melanjutkan hal ini atau kamu mau mundur…?" Ucap Viky bertanya kepada Dewi.


"Jika aku mundur, apa kakak akan membuang aku…?" Jawab Dewi yang balik bertanya kepada Viky.


"Masih kok… jika aku mundur, aku masih bisa membantu Vanteko Ma dalam menjalankan bisnisnya, dan selama ini juga, aku yang selalu membantu Vanteko Ma, bisa di bilang hampir 80% semua pekerjaan Vanteko Ma aku yang mengerjakannya dan satu lagi aku juga bisa menjadi selimut penghangat buat kakak, di saat kakak merasa kedinginan dan butuh seseorang untuk menghangatkan kakak, di saat kak Rere tidak bisa menghangatkan kakak…" Jawab Dewi, namun di kalimat terakhir nadanya sedikit maja dan juga mencoba menggoda Viky kembali.


"Oh seperti itu… baguslah jika hampir semua pekerjaan Vanteko Ma kamu yang mengerjakannya, aku ucapkan terima kasih banyak, tapi jika kamu tidak mengambil langkah ini, di masa depan tidak akan ada yang akan melindungi kamu selama 24 jam… dan perlu kamu tahu bahwa musuh kita jauh berada di luar imajinasi kamu, dan mereka itu sangat kuat serta sangat kejam, dan mereka tidak akan memandang kamu seorang wanita atau laki-laki… dan untuk masalah selimut penghangat, masih banyak wanita lain yang bisa menggantikan Rere, jika aku mau, bahkan bisa di bilang jauh lebih baik dari segala hal di bandingkan dengan kamu…" Jawab Viky, dan di kalimat terkahir, wanita yang Viky maksud adalah Cucu dari pimpinan 1 Divisi perang Montana yaitu Antika Bilets.


Dewi hanya diam mendengar jawaban dari Viky, karena dia juga berpikir, dengan status yang Viky miliki akan sangat mudah untuk mendapatkan wanita yang sangat jauh berada di atasnya dari segala hal.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2