Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 334 Pertempuran di Udara


__ADS_3

Pertempuran di Udara


Pesawat zet Viky menukik kebawah dengan kecepatan yang sangat cepat, di ikuti oleh 2 rudal yang masih mengejar.


Dengan sekali tarikan napas, pesawat Viky kembali berubah lurus dengan posisi sekitar 15 meter dari atas tanah, jika di perhatikan dari atas saat pesawat Viky terjun bebas ke bawah maka akan membentuk seperti huruf L.


"Kak Viky… di arah jam 5, jam 6 serta jam 8 ada pesawat musuh yang mengejar…" Ucap Vanteko Ma memberitahukan kepada Viky tentang musuh yang dia lihat dari radar yang ada di depannya.


"Ok terima kasih… kita tidak perlu mengeluarkan peluru anti rudal serta roket untuk menghancurkan bagian tengah barak musuh…" Jawab Viky.


"Bagaimana caranya kak…? aku rasa sangat tidak mungkin…" Jawab Vanteko Ma dengan lolosnya bertanya kepada Viky, bagaiman tidak, karena dia juga baru pertama kali menaiki pesawat zet tempur, dan belum berpengalaman, jika orang dari Divisi perang atau dari pasukan Magnium mungkin pasti sudah mengerti maksud arti dari kata-kata Viky.


"Kamu perhatikan baik-baik bagaimana caranya… dan jangan mencoba jika kamu memang belum benar-benar bisa menguasai cara menerbangkan sebuah pesawat tempur dengan baik dan benar… lebih baik kamu mencoba menerbangkan dulu sebuah helikopter, baik itu helikopter biasa atau helikopter tempur…" Jawab Viky, dengan nada yang sedikit sombong kepada Vanteko Ma.


Setelah mendengar jawaban dari Viky, Vanteko Ma tidak menjawab kembali kata-kata dari Viky, karena dia juga sadar diri, bahwa dia memang belum bisa menerbangkan sebuah helikopter, apa lagi sebuah pesawat zet yang saat ini dia berada di dalamnya sebagai Co pilot, atau mungkin bisa di bilang Co pilot pajangan.


Di luàr pesawat, saat ini pesawat Viky telah di ikuti oleh 2 rudal dan juga 3 pesawat zet yang lebih kecil ukurannya dari pesawat yang Viky bawa, dengan kecepatan penuh.


Viky terus mengelak dari kuncian tembakan musuh dan terus bergerak ke kiri atau ke kanan, sambil mencari di mana tenda yang mana tadi dia bertemu dengan Fast.


"Sudah ketemu… Teko, lihat bagaimana cara aku menghàncurkan 1 rudal dan 1 pesawat musuh, serta menghancurkan sedikit dari barak musuh…" Ucap Viky setelah dia menemukan tenda yang dia cari.


"Klik…" Viky menekan sebuah tombol dan "Whust…" dengan seketika pesawat zet Viky terbang dengan kecepatan 2 kali lipat dari sebelumnya, dengan sekali hentakan pesawat Viky berbalik membentuk huruf O atau bisa di bilang pesawat Viky melakukan sebuah salto di udara.


Dan saat itu juga pesawat Viky berada di belakang salah satu pesawat musuh, dan rudal yang mengejar Viky pun ikut mengikuti pesawat Viky, akan tetapi ketika Viky berada di belakang musuh, dia kembali mematikan mesin pesawatnya, pesawat Viky sedikit terjatuh dan rudal yang mengikuti pesawat Viky, akhirnya berubah sasaran karena hanya pesawat musuh yang berada di depan rudal yang memiliki panas.


"Boom…" 1 pesawat musuh meledak karena pilot yang ada di dalamnya tidak memiliki waktu untuk bisa menghalau atau menghindar dari rudal tersebut, puing dari ledakan tersebut menyebar ke barak musuh, walau pun puing pesawat tersebut cukup kecil karena sudah habis oleh ledakan tetapi masih bisa untuk memberikan sedikit kerusakan pada wilayah barak musuh, dan untuk pilot, entah dia sudah menyelamatkan diri atau belum melalui pelontar kursi, tidak ada yang tahu, karena di saat puing pesawat jatuh, tidak terlihat ada sebuah parasut yang terbang.

__ADS_1


"Kamu lihat kan… rudal musuh mengenai pesawat mereka sendiri, sisanya tinggal 2 lagi, tapi jika kita melakukan hal yang sama pasti tidak akan berhasil karena musuh sudah mengetahui starategi yang akan kita pakai…" Ucap Viky dengan sedikit pamer kepada Vanteko Ma.


"Jadi untuk 2 pesawat dan 1 rudal yang tersisa, bagaimana kakak mengalahkan mereka…?" Ucap Vanteko Ma bertanya, dengan sedikit kesal atas kesombongan Viky dan juga sedikit iri atas kemampuan yang Viky miliki tapi dia yakin bahwa Viky bisa melakukan hal ini, tidak dengan berlatih dalam waktu yang sebentar.


"karena kondisi saat ini cukup bagus, jadi kita akan memainkan permainan petak umpet…" Jawab Viky dengan santai sambil melihat sekeliling dan memperhatikan awan putih yang cukup banyak.


"Baiklah… jadi apa yang harus aku lakukan…?" Ucap Vanteko Ma bertanya, walau pun dia tahu permainan petak umpet seperti apa tapi dia tidak mengerti bagaimana cara melakukan permainan ini dengan sebuah pesawat zet, dan sedang di dalam sebuah peperangan.


"Kamu perhatikan baik-baik posisi pesawat musuh di radar… kita sebenarnya akan mudah di temukan oleh musuh karena ada rudal yang mengejar kita, tapi kita hanya bisa mengandalkan kelengahan musuh, untuk kita bisa berada di belakangnya dan menggunakan 1 rudal tersisa untuk menghancurkan pesawat musuh … dan yang aku tahu bahwa tipe pesawat yang mereka pakai, untuk jangkauan radarnya cukup terbatas…" Jawab Viky, dengan memberitahukan kepada Vanteko Ma atas apa yang harus Vanteko Ma lakukan.


"Baik Kak…" Jawab Vanteko Ma.


Kemudian Viky mengemudikan pesawatnya masuk dan keluar melewati awan, dan dengan bantuan dari Vanteko Ma yang memberitahukan posisi musuh, Viky bisa dengan mudah menghindar dan bersembunyi dari pandangan musuh serta pergi ke bagian belakang pesawat musuh.


Saat Ini musuh menjadi bingung serta menjadi tidak tahu arah dan tujuan, karena mereka kehilangan posisi pesawat dari Viky, namun yang tidak mereka ketahui adalah bahwa saat ini pesawat Viky berada di belakang mereka, kemudian Viky melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, yaitu mematikan mesin pesawatnya.


"Tinggal 1 pesawat lagi… sekarang giliran aku untuk mengejar kamu…" Ucap Viky dengan menyalakan kembali mesin pesawatnya, dan dia bergegas dengan kecepatan yang cukup cepat mengejar 1 pesawat yang tersisa.


Sekarang posisi sudah terbalik, yang mana awalnya pesawat Viky yang menjadi incaran dan kejaran dari pesawat musuh, sekarang Viky yang mengejar pesawat musuh.


Namun ada sesuatu yang tidak di ketahui oleh semua orang, baik itu yang ada di dalam pesawat yang sedang Viky kejar atau semua orang yang berada di bawah yang sedang melihat pesawat yang sedang bertarung di atas langit, bahkan Vanteko Ma yang berada di belakang Viky pun, dia awalnya merasa tidak ada kejanggalan dari apa yang Viky sedang lakukan.


"Kak… kenapa tidak kakak tembak pesawat yang ada di depan…?" Ucap Vanteko Ma yang menyadari bahwa Viky tidak menembakan roketnya, walau posisi pesawat musuh sudah dia kunci oleh Viky.


"Kamu terlalu lama menyadari apa yang akan aku lakukan… pesawat tersebut hanya sebuah perisai untuk aku bisa meluncurkan roket aku ke tempat yang aku inginkan… " Jawab Viky dengan mengatakan niat dan tujuan dia kepada Vanteko Ma.


"Memangnya tempat mana yang ingin kakak hancurkan terlebih dulu…?" Ucap Vanteko Ma bertanya.

__ADS_1


"Aku ingin menghancurkan, tenda yang paling besar, serta berada di bagian tengah-tengah barak musuh…" Jawab Viky dengan menunjuk sebuah tenda yang paling besar dan juga berada di tengah-tengah barak musuh.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2