Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 162 Rere Yang Marah


__ADS_3

Rere Yang Marah


Viky bukan tidak mau menerima Rere apa adanya, tapi jika Rere selalu memperlihatkan kelembutannya kepada musuh-musuh Viky, maka sudah di pastikan Rere akan menjadi sasaran semua orang.


"Jika kamu tidak mengerti dengan apa yang aku maksudkan… secara simpelnya, kamu perlihatkan keberanian dan rasa percaya diri kamu kepada orang lain, dan biarkan semua orang tahu siapa kamu, tunjukan bahwa kamu adalah istri dari seorang Lord Jendral pemimpin dari sebuah pasukan yang sangat kuat dan juga seorang pemilik perusahaan besar Octa Grup… tapi ingat jangan keterlaluan…" Ucap Viky menjelaskan lebih rinci lagi kepada Rere dari apa yang dia maksud, tapi di kalimat terakhir dia sedikit menekankan kepada Rere, maksudnya adalah, jangan sombong, hanya memperlihatkan taringnya kepada orang-orang yang perlu di perlihatkan.


Rere menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia akhirnya mengerti dengan apa yang Viky maksud, dia membulatkan tekadnya, untuk berusaha menjadi apa yang Viky inginkan, karena jika terus seperti ini Rere akan menjadi halangan terbesar bagi Viky, dan mungkin bisa saja, di masa depan Viky akan meninggalkan Rere.


Mereka berdua sampai di parkiran mobil, dan segera pergi meninggalkan tempat tersebut, Setelah keluar dari area parkir Viky mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Herman.


"Ayah… kamu dimana…?" Ucap Viky bertanya kepada Herman setelah telpon tersambung.


"Yah memangnya dimana lagi kalau bukan di gedung Octa Grup… tadi aku ke ruangan kamu… tapi kamu tidak ada di sana…" Jawab Herman di lain telpon, dengan nada sedikit kesal kepada Viky.


"Aku tadi keluar dulu, ada urusan yang harus di selesaikan… oh iya ayah… aku pergi menjemput ayah atau kita bertemu di depan gerbang kediaman keluarga Neo…?" Ucap Viky bertanya kepada Herman.


"Kita bertemu di sana saja… lagian di sini juga ada Aldo, aku bisa pergi ke sana bersama Aldo…" Jawab Herman.


"Baiklah kalau begitu…" Jawab Viky kemudian dia mematikan telponnya, setelah panggilan dengan Herman terputus, Viky kembali menelpon orang lain.


"Tuan Sulis… apa Deky sudah memberitahu kamu…?" Ucap Viky bertanya setelah panggilan tersebut tersambung, dan yang dia telpon adalah Sulis Ling.


"Sudah Tuan… ini saya sedang menuju tempat kejadian…" Jawab Sulis di lain telpon.


"Baguslah… aku percaya Tuan Sulis bisa menyelesaikan masalahnya… dan untuk anak kamu yang bernama Dadan Ling, kamu tidak perlu khawatir mulai saat ini biar aku yang mengurusnya, kamu bisa menganggap bahwa dia sudah mati…" Ucap Viky, memberitahukan niatnya kepada Sulis.


"Baik Tuan… Terima kasih…" Jawab Sulis Ling, mungkin jika orang lain yang berbicara apa yang Viky katakan, mereka pasti akan sangat marah, karena siapa yang tidak akan marah jika seseorang berkata "anggap saja anaknya mati", tapi tidak untuk Sulis Ling, dia percaya kepada Viky, dan Viky tidak akan membuat anaknya celaka dan juga pasti ada alasannya Viky berkata seperti itu, serta mempunyai rencana untuk anaknya.


"Tuan Sulis… Jika tidak keberatan, besok malam aku akan pergi kekediaman Tuan Sulis, ada yang ingin aku bicarakan, dan juga ada yang ingin aku perkenalkan kepada Tuan Sulis…" Lanjut Viky berkata.


"Tidak…Tidak, Tuan… aku tidak keberatan sama sekali… bahkan aku berencana mengundang tuan untuk dapat berkunjung ke kediaman keluarga Ling…" Jawab Sulis Ling dengan nada yang sedikit bahagia.


"Baiklah kalau seperti itu, besok malam aku akan pergi ke sana…" Jawab Viky kemudian mematikan telponnya.

__ADS_1


"Nak… aku harap kamu bisa bertahan, jika kamu bisa melewati semuanya, aku yakin masa depan kamu akan sangat cerah…" Gumam Sulis Ling di lain tempat setelah panggilan telpon terputus.


Setelah telpon terputus dengan Sulis, Viky kembali melakukan panggilan telpon dengan orang lain, namun yang tidak dia sadari adalah Rere yang berada di sampingnya sudah cemberut, karena Viky tengah sibuk dengan urusannya.


"Teko… Besok malam, kita pergi kekediaman keluarga Ling, untuk membicarakan bisnis yang akan kamu jalankan… dan nanti akan ada seseorang yang akan membantu kamu dalam menjalankan bisnis kamu…" Ucap Viky setelah telpon tersambung, dan yang Viky telpon selanjutnya adalah Vanteko Ma.


"Baik kak… besok aku akan pergi ke gedung Octa Grup, dan berangkat dari sana bersama kakak…" Jawab Vanteko Ma, dengan nada yang penuh semangat.


"Satu lagi… mungkin beberapa hari ke depan atau bisa saja besok siang, akan ada yang datang untuk menemui kamu, dan dia akan membantu kamu dalam menjalankan Bisnis ini…" Lanjut Viky berkata.


"Siapa kak…?" Ucap Vanteko Ma bertanya dengan sedikit penasaran.


"Dia adalah Yoki Meng… Dia akan membantu kamu dalam menjalankan bisnis kamu… tapi jika kamu merasa tidak cocok dengannya aku bisa mencarikan orang lain untuk membantu kamu…" Jawab Viky.


Vanteko Ma terdiam sejenak setelah mendengar kata-kata dari Viky, sebab dia sedikit kaget mendengar bahwa Yoki Meng akan membantunya, karena dia dari dulu cukup sulit untuk meminta bantuan kepada Yoki Meng, jangankan membantu, bahkan hanya untuk bertemu saja sangat susah, sekarang Viky bilang bahwa Yoki Meng akan pergi mencarinya dan membantu dia dalam menjalankan bisnisnya.


"Teko… apa kamu masih di sana…?" Lanjut Viky bertanya, karena Vanteko Ma tidak berkata apa-apa.


"Kak… apa kakak tidak sedang bercanda…?" Ucap Vanteko Ma balik bertanya kepada Viky.


"Tidak… tidak kak… aku tidak ada masalah dengan dia… dulu aku sempat menghubungi dia untuk membantu aku menjalankan bisnis itu, tapi sampai sekarang tidak pernah ada tanggapan dari dia…" Jawab Vanteko Ma menjelaskan situasinya kepada Viky.


"Yah sudah kalau begitu… sekarang kamu bisa bebas meminta bantuan kepada dia…" Jawab Viky kemudian mematikan telponnya.


"Kenapa…?" Tanya Viky melihat ke arah Rere, yang berada di sampingnya yang mana saat ini Rere sedang cemberut dan juga memasang ekspresi kesal kepada Viky.


"Kamu urus saja semua urusan kamu dulu… sekarang kamu akan menelpon siapa lagi…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit ketus kepada Viky.


"Sudah kok… semuanya sudah selesai… kamu kenapa sih, apa ada masalah lain…?" Ucap Viky yang tidak mengerti kenapa sikap Rere seperti itu.


"Kamu ini benar-benar yah… aku ini seorang wanita yang butuh perhatian dan juga ingin di manja, tapi kamu selalu saja sibuk dengan semua urusan kamu… apa pernah kamu memperhatikan aku dan memanjakan aku… tidak kan…?" Ucap Rere dengan marah kepada Viky.


Viky bingung harus menjawab perkataan dari Rere seperti apa, karena apa yang dia lakukan juga adalah untuk masa depan mereka berdua.

__ADS_1


"Maaf… semua yang aku lakukan juga untuk kamu… aku selalu memperhatikan kamu setiap saat, dan untuk memanjakan kamu, jujur aku tidak tahu harus berbuat apa…" Jawab Viky meminta maaf dan menjelaskan kepada Rere.


"Aku tahu kamu sibuk demi masa depan kita… aku tidak sama seperti wanita lain yang bisa tunduk hanya dengan uang dan kemewahan, aku ingin kamu meluangkan waktu untuk aku, dan membicarakan masa depan hubungan kita…" Jawab Rere.


Setelah Rere berkata seperti itu, di dalam mobil pun menjadi hening seketika, karena Viky menjadi lebih bingung lagi, sebab tidak biasanya Rere seperti ini, Viky yakin pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Rere, tapi Rere tidak mau membicarakan hal tersebut kepada Viky.


Di saat ini Viky berpikir apa yang harus dia lakukan kepada Rere, dan dia harus meminta bantuan kepada siapa untuk menyelesaikan masalah dengan Rere, masalah perang dan kekerasan Viky tidak perlu meminta bantuan kepada orang lain, tapi untuk masalah hati dan wanita tidak ada seorang pun di sekitar Viky yang bisa di minta bantuan, karena jika bertanya kepada adik atau ibunya, mungkin tidak akan menemukan jawabannya.


Terlintas di pikiran Viky adalah Herman dan juga Dewi, tapi untuk Herman, Viky rasa hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan berbicara kepada adik dan ibunya, karena dia juga tahu bagaimana sikap Novi kepada Herman.


Kemudian Viky memutuskan untuk meminta bantuan kepada Dewi, karena Dewi adalah seorang perempuan jadi setiap keinginan perempuan pastilah ada sedikit kesamaan.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2