
Rencana Viky
Setelah Viky berkata suasana di sana pun kembali menjadi serius, yang mana awalnya semua orang tengah bercanda satu sama lain.
"Ijin menjawab Lord, aku sangat senang jika Lord akan menikah dan untuk 4 Pilar juga pasti merasakan hal yang sama seperti aku, dan untuk masalah membangun sebuah benteng di sini aku rasa sangat tidak mungkin jika memindahkan semuanya secara langsung kesini, karena akan membuat Kota Taraka ini menjadi sorotan seluruh dunia…" Ucap Eagle memberikan pendapatnya.
"Benar Lord… aku juga sangat setuju dengan apa yang Eagle katakan, mungkin kita bisa memindahkan pasukan Magnium secara perlahan ke sini…" Timpal Jaguar.
"Dan juga sekarang ini Pasukan Magnium sedang di awasi oleh semua sisi yang ada, karena kejadian tempo hari saat kita semua berkumpul di sini dengan hampir mengerahkan semua pasukan Magnium serta dengan persenjataan yang lengkap…" Timpal Cheetah.
"Lord terakhir kali salah satu Pimpinan Divisi perang Montana berkata bahwa Divisi perang Montana akan di serahkan kepada Lord, ketika dulu aku memimpin Divisi perang Montana dalam perang, hanya memerlukan sedikit untuk di tempa dan hasilnya akan sangat bagus…" Ucap Lion.
"Iya Lord, hanya sedikit latihan makan orang-orang dari Divisi perang akan siap…" Timpal Tiger.
"Baik kalau begitu keinginan kalian… Eagle, kamu pergi lah ke Divisi perang Kota Taraka, dan persiapkan semua yang kita butuhkan di sana… kemarin Aldo juga sudah mendapatkan undangan dari Divisi perang Kota Taraka… " Ucap Viky setelah mendengar saran dari orang-orang kepercayaannya.
"Baik Lord…" Jawab Eagle
"Jaguar… kamu pergi ke Divisi perang Montana jika kamu bingung harus bertemu siapa kamu bisa bertemu dengan orang kita AS.35, dan beritahu mereka tentang rencana kita… dan juga tentang pernikahan aku yang akan di lakukan di bulan ini…" Ucap Viky menugaskan Jaguar.
"Baik Lord…" Jawab Jaguar.
"Cheetah… kamu tutup segala informasi yang akan kita lakukan dari dunia luar… sampai waktunya nanti semua persiapan kita sudah selesai…" Perintah Viky kepada Cheetah.
"Baik Lord…"
"Aldo… kamu bantu Deky untuk mengurus bisnis, karena setelah selesai acara pernikahan… kita akan memperluas jaringan bisnis kita ke kota sebelah dan persiapkan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk memperluas jaringan…" Ucap Viky memerintahkan Aldo.
"Tiger… kamu persiapkan tempat dan bangun sebuah tempat latihan untuk menempa orang-orang dari Divisi perang nanti…" Perintah Viky kepada Tiger.
"Baik Lord…" Jawan Tiger.
"Deky… untuk masalah bisnis, nanti kamu akan di bantu oleh Aldo dan juga Herman, jadi selebihnya kamu bisa mempersiapkan acara pernikahan, aku ingin acaranya di laksanakan pas di tanggal akhir bulan, untuk undangan, biar aku yang mengurusnya dan untuk tempatnya, apa benar di Loka Center…?" Ucap Viky memerintahkan Deky sekaligus bertanya tentang kepastian tempatnya.
"Baik Tuan… Untuk tempatnya memang aku siapkan di Loka Center…" Jawan Deky.
__ADS_1
"Mulai besok semua akan bekerja dari awal, dan untuk masalah dana kalian bisa menggunakan kartu bank ini…" Ucap Viky kemudian mengeluarkan kartu Red Diamond.
"Satu lagi, untuk tempat tinggal kalian semua… mau aku persiapkan tempatnya atau kalian mencari sendiri tempatnya…" Ucap Viky bertanya kepada semua orang.
"Lord tidak perlu repot-repot mencarikan kami semua tempat tinggal, biar kami semua cari sendiri tempat tinggal yang cocok dan pas untuk memperingan pekerjaan kami semua…" Ucap Lion.
"Apa ada yang lain yang perlu kita bahas lagi…?" tanya Viky melihat ke sekeliling, Namun setelah Viky berkata tidak ada seorang pun yang menjawab.
"Baiklah kalau begitu aku rasa sudah cukup untuk malam ini… aku sudah mempersiapkan hotel untuk kalian semua istirahat malam ini… tapi sebelum itu kalian bisa bersantai terlebih dahulu di sini…" Ucap Viky menutup pembahasan.
"Baik Lord…" Jawab Semua orang dengan serempak.
"Aldo, kamu akan tinggal bersama ku atau kamu juga akan memilih sebuah rumah untuk kamu tinggali…" Tanya Viky kepada Aldo.
"Jika di perbolehkan Untuk sementara aku akan tetap tinggal bersama Lord… dan untuk malam ini, aku akan menemani saudara-saudara ku di sini…" Jawan Aldo.
"Baiklah… kalau begitu… aku tidak masalah kamu mau sampai kapan tinggal di rumah ku, jika kamu ingin memilih rumah lain di luar, kamu jangan sungkan untuk bilang saja secara langsung kepada aku…" Jawab Viky.
Setelah selesai berkata, Viky berpamitan kepada semua orang, dan pergi meninggalkan ruangan tersebut. dan pergi meninggalkan Siren Country dengan mobilnya.
Keesokan paginya
Di saat ini Viky sudah siap berangkat menuju ke rumah Rere, untuk menjemput Rere dan keluarganya, dan pergi ke kediaman keluarga besar Rere atau kediaman keluarga Neo.
Setelah sampai di depan rumah Rere, terlihat Herman sudah siap dan sedang menunggu Rere dan juga Novi, namun Raut wajah Herman terlihat rumit dan sangat tegang. Herman yang melihat Viky sudah datang, dia bergegas menghampiri mobil Viky, ketika Viky turun dari mobil dan hendak menyapa Herman, Herman sudah duluan berkata kepada Viky.
"Viky… untung lah kamu sudah datang, aku pikir kamu tidak akan kesini, aku dari semalam tidak bisa tidur karena memikirkan ini semua…" Ucap Herman ketika Viky sudah turun dari mobil.
"Aku pasti datang… karena ini juga adalah syarat aku agar bisa menikah dengan Rere… aku berharap semua berjalan dengan lancar…" Jawab Viky mencoba menenangkan Herman.
"Aku berharap kamu bisa membantu aku… walau kemungkinannya kecil untuk aku bisa kembali ke dalam keluarga Neo, dan juga untuk masalah restu dari Nenek, jika nanti Nenek tidak memberi restu kepada kalian berdua, aku berharap kalian berdua tetap menikah…" Ucap Herman, dengan nada lemas.
"Aku akan berusaha sebisa aku untuk membantu Ayah, walau aku tidak bisa menjaminnya… untuk masalah itu, aku sih terserah Rere, dia maunya seperti apa…" Jawab Viky.
"Oh iya ayah… dimana Mamah dan juga Rere…?" Lanjut Viky berkata dan menanyakan Rere serta Novi kepada Herman.
__ADS_1
"Mereka berdua masih di dalam… biasa lah wanita kalau ingin berpergian suka seperti itu dari mandi hingga siap berangkat bisa 2 jam lebih…" Jawab Herman.
"Heem……" Viky hanya menganggukkan kepadanya sebagai jawaban.
"Viky mari minun tea dan duduk dulu sambil menunggu mereka selesai… aku yakin mereka masih lama…" Ucap Herman mengajak Viky duduk dan minum tea.
Viky mengikuti Herman pergi ke kursi yang ada di depan rumah Herman, untuk menunggu Rere dan Novi.
"Ini kamu minum tea dulu… aku cuman mau bilang jika nanti kamu sudah menikah, jangan aneh jika akan berpergian, kamu akan menunggu seperti ini…" Ucap Herman dengan memberikan 1 gelas tea kepada Viky
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1