Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 294 Sisi Lain Dari Rere


__ADS_3

Sisi Lain Dari Rere


Di saat yang bersamaan juga, tempat Try Rasya, tetua ke 3 dan juga Yu Jin.


"Try Rasya, tetua ke 3… apa kalian ber 2 mengenal siapa laki-laki yang bersama Rere itu…?" Ucap Yu Jin bertanya, kepada Try Rasya dan Tetua ke 3.


"Aku tidak mengenalnya, jika aku kenal dengan dia, dari awal pasti aku sudah berbicara dengannya… mungkin paman kenal dengan laki-laki itu…?" Jawab Try Rasya, dan melemparkan pertanyaan yang sama kepada tetua ke 3.


"Aku juga tidak mengenalnya… karena ini juga aku baru pertama kalinya aku bertemu dengannya… jika dia salah satu tuan muda dari keluarga kelas 1, mungkin aku sudah dapat mengenalinya di saat pertama kali aku datang ke sini…" Jawab tetua ke 3. untuk seorang tetua dari sebuh keluarga besar sangat tidak mungkin jika dia tidak tahu orang-orang dari keluarga inti setiap keluarga kelas atas.


"Jika kalian ber 2 tidak mengenalnya… lantas kenapa dia tadi mengatakan ada yang ingin dia tanyakan kepada kalian ber 2…?" Ucap Yu Jin kembali bertanya.


"Aku juga tidak tahu… kita tunggu saja apa yang ingin dia tanyakan nanti… dan pertanyaan tersebut akan menjawab pertanyaan kamu itu…" Jawab Tetua ke 3, yang mana di dalam kepalanya muncul pertanyaan yang sama seperti yang Yu Jin tanyakan.


Di saat semua orang tengah asik mengobrol dengan tema yang berbeda-beda namun inti dari pembicaraan mereka adalah sama, waktu pun berlalu dengan cepat, 5 menit sudah berlalu.


"Rere… 5 menit sudah berlalu, orang yang kita tunggu juga belum datang… sekarang giliran kamu, mau bagaimana menyelesaikan masalah ini…" Ucap Viky sambil melihat ke arah jam tangannya.


"Baiklah… kalau itu mau kamu…" Ucap Rere dengan nada penuh keyakinan, setelah dirinya membulatkan tekadnya.


Kemudian dia berdiri dan mengambil sebuah gelas yang terisi penuh dengan anggur, dan dengan 1 kali tenggak anggur tersebut di minum habis oleh Rere.


"Waktu 5 menit yang di berikan sudah habis… tapi tuan kamu tidak kunjung datang juga… apa kamu benar orang kepercayaannya atau kamu hanya mengaku-ngaku saja…" Ucap Rere dengan berjalan ke arah Zemi yang tergeletak di lantai, dengan menatap tajam ke arah Zemi.

__ADS_1


Setelah mendengar kata-kata dari Rere, semua orang langsung terdiam, dan mereka semua dengan serempak melihat ke arah Rere, mereka semua menatap dengan tatapan yang tidak percaya, karena mereka semua baru pertama kali melihat sikap Rere yang seperti itu, yang mana bahwa semua orang tahu Rere ini mempunyai sikap yang sopan serta lemah lembut dan juga sangat tidak sudak dengan sebuah kekerasan, oleh karena itu di setiap ada perselisihan antara Rere dengan Falmia, yang selalu membela Rere dan melawan balik terhadap Falmia adalah Nayla dan Aqila.


Raut wajah Nayla, Aqila dan Falmia saat ini raut wajah mereka ber 3 tidak lebih baik dari semua orang, namun 1 pertanyaan yang sama yang ada di dalam kepala ke 3 orang tersebut yaitu, sejak kapan Rere berubah sikap menjadi seperti ini,


Namun berbeda dengan raut wajah Viky, dia sedikit tersenyum bahagia melihat sikap Rere yang seperti ini, walau dia sangat bahagia tapi dia tetap mempertahankan sikap dinginnya.


"Tuan Prasetyo pasti akan datang… tunggu saja sebentar lagi… " Jawab Zemi dengan nada yang sedikit takut, tapi dia bukan takut kepada Rere melainkan takut kepada laki-laki yang saat ini melihat ke arahnya dengan raut wajah yang dingin sambil tersenyum.


"Suasana hatiku sedang tidak baik hari ini… jadi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi… aku akan bertanya kepada kamu 1 kali… bagaimana kamu akan membereskan semua kekacauan yang terjadi di sini…?" Jawab Rere dengan nada yang sangat kesal. memang benar suasana hati Rere saat ini sedang sangat kacau, dia kesal kepada Viky di saat dia akan pergi ke acara reuni tersebut, dan setelah dia sampai di acara reuni tersebut, dia bertemu dengan Falmia dan ada sedikit gesekan di antara mereka dan juga sikap Yu Jin serta Try Rasya dan tetua dari keluarga Try yang tidak peduli dengan nasib para wanita yang akan di bawah oleh Zemi.


"Maaf… maafkan aku Nona… aku dan semua orang-orang aku akan segera pergi dari sini… saya mohon Nona bisa memaafkan aku dan membiarkan kami semua pergi dari sini…" Ucap Zemi sambil bersujud dan membenturkan kepalanya ke atas pasir pantai.


"Jika masalah ini bisa di selesaikan dengan hanya meminta maaf dan pergi begitu saja… lantas kenapa kamu dan semua orang-orang kamu, memilih beberapa wanita yang akan kamu bawa pergi dari sini… dan apa kamu berserta orang-orang kamu akan pergi dari sini dengan membawa semua wanita yang telah kalian pilih tadi…?" Jawab Rere dengan nada dingin serta menatap tajam ke arah Zemi yang terus membenturkan kepadanya ke pasir pantai.


"Kamu… kamu adalah sumber masalah dari semua yang terjadi saat ini… jika kamu tidak datang mencari masalah di sini, maka semua ini tidak akan terjadi… dan…" Ucap Rere dengan menunjuk kearah adik dari Zemi, namun kata-katanya di potong oleh adik dari Zemi.


"Maaf Nona… maafkan semua kesalahan saya, saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya yang seperti ini…" Ucap adik Zemi dengan bersujud ke arah Rere dan membenturkan kepadanya ke pasir pantai dan memotong kata-kata dari Rere.


"Kalian ber 2, jika tidak di berikan hukuman, aku yakin kalian pasti akan mengulangi kejadian yang seperti ini lagi kepada orang lain…" Jawab Rere yang tidak terlalu peduli dengan permintaan maaf dari Zemi dan Adiknya.


"Siapa orang yang berani memberikan hukuman kepada orang-orang aku… tanpa ijin dari aku, tidak ada siapa pun yang akan memberikan hukuman kepada orang-orang aku…" Teriak salah seseorang dari arah belakang kerumunan.


Semua orang dengan serempak melihat ke arah sumber suara tersebut, dan orang-orang yang berada di jalan orang tersebut dengan tanpa sadar, mereka semua membuka jalan untuk orang tersebut pergi ke arah Rere, bagi sebagian orang, yang mengenal orang tersebut raut wajah mereka terlihat sangat pucat dan sangat ketakutan sekali melihat siapa orang yang barusan berkata dan sedang berjalan ke arah mereka, namun bagi sebagian orang yang tidak tahu siapa orang yang baru saja berkata tersebut, mereka semua memasang raut wajah yang bingung dan bertanya-tanya siapa orang tersebut, namun ada sedikit ketakutan di hati mereka, karena orang tersebut datang ke sana membawa begitu banyak orang yang mengikuti di belakangnya.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2