Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 209 Perkenalan Dan Makan Malam


__ADS_3

Perkenalan Dan Makan Malam


Setelah Viky mengetuk pintu, terlihat seorang perempuan paruh baya membukakan pintu rumah Rere perempuan tersebut sangat cantik dan juga mempunyai tubuh yang bagus, perempuan tersebut adalah Mamah Rere, yang bernama Novi, walau sudah berumur tapi Mamah Rere selalu menjaga kesehatan tubuhnya dengan sering berolah raga serta merawat wajahnya menjadikan dia terlihat 10 tahun lebih muda, oleh karena itu Mamah Rere masih terlihat sangat segar dan juga sangat cantik, walau anaknya sudah berumur lebih dari 20 tahun.


"Halo Mah… gimana kabar Mamah, baik-baik saja kan…? sudah lama tidak bertemu Mamah, Mamah makin hari makin cantik dan terlihat lebih muda…" Ucap Viky menyapa Novi dan sedikit memuji Novi.


"Halo juga Viky… Mamah baik-baik saja kok, kamu bagaimana baik-baik saja kan…? sudah lama kamu tidak mampir ke rumah dan menikmati makanan yang kamu suka…" Jawab Novi menyapa Viky dan menanyakan kabar Viky, namun dari nadanya Novi sedikit malu, karena Viky mengatakan bahwa dia terlihat lebih muda, memang hal tersebut sangat lah sensitif bagi kaum perempuan.


"Aku baik-baik saja kok mah… bukan aku tidak mau mampir dan menikmati makanan yang lezat yang Mamah masak justru aku itu sangat kangen sekali dengan masakan yang Mamah masak, tapi karena beberapa hari ini aku selalu sibuk dalam kerjaan… jadi aku tidak bisa mampir ke sini untuk menikmati masakan Mamah…" Jawab Viky, yang kembali memuji masakan dari Novi, dan memang benar masakan dari Novi sungguh sangat Lezat.


Novi juga tidak lupa untuk menyapa Ratna dan Juga Lisa… tapi tidak untuk yang lain, karena Novi tidak mengenal mereka semua, namun di saat Novi dan Ratna bertemu, mereka ber 2 mengobrol ke sana ke sini sampai lupa bahwa mereka saat ini tidak hanya ber 2, dan semua orang hanya bisa melihat ke 2 ibu-ibu ini yang sedang bergosip tapi bukan membicarakan tentang masalah tetangga yang baru saja membeli motor baru, atau membeli kulkas baru. bergosip mereka ber 2 berbeda dan tidak sama seperti ibu-ibu yang ada di sekitar kita.


"Novi… kenapa lama sekali, bukannya itu adalah Viky dan keluarganya… kenapa tidak di ajak masuk langsung…" Ucap Herman dari dalam.


"Oh iya… karena keasikan mengobrol di sini, sampai lupa mengajak untuk masuk… masa mau mengobrol di sini saja… mari masuk semuanya…" Ucap Novi yang tidak sadar bahwa dia masih berada di pintu masuk, dan kata-kata dari Herman tadi menyadarkan keasikan dia mengobrol dengan Ratna karena dia belum mempersilahkan semua orang untuk masuk ke dalam rumah.


Kemudian Viky dan yang lainnya masuk ke dalam rumah, dan Novi membawa Viky langsung masuk ke ruang makan, di sana Herman juga sudah duduk menunggu kedatangan Viky.


Setelah Di persilahkan untuk duduk… Viky dan yang lainnya pun segera duduk di kursi, dan tinggal menunggu satu orang lagi yaitu Rere.


"Apa Rere masih belum turun dari kamarnya…?" Ucap Novi bertanya kepada Herman yang sedang duduk santai di kursi.


"Kelihatannya bagaimana…? jika Rere sudah keluar dari kamarnya, tentunya dia sudah berada di sini…" Jawab Herman dengan santai sambil melebarkan ke 2 tangannya, raut wajah Novi sedikit di tekuk, sorot mata yang marah menatap ke arah Herman.


"Jika tidak ada Viky dan keluarganya di sini, sudah aku buat kamu berteriak menyerah seperti malam kemarin… awas saja, nanti malam setelah Viky pulang akan aku buat kamu menyesal telah berkata seperti itu…" Gumam Novi dengan sorot mata yang tajam serta sedikit tersenyum ke arah Herman, namun senyum yang Novi keluarkan memiliki arti lain, dia mata Herman.

__ADS_1


"Gluk…"


Herman menelan ludahnya… dia yang menyadari sorot mata yang tajam serta senyum yang sedikit aneh dari Novi dia merasa ngeri dan teringat ketika malam-malam sebelumnya dimana dia di buat K.O secara total, bahkan Herman yang bisa di bilang seorang lelaki jantan karena sudah mempunyai seorang anak, saat malam itu kejantanan Herman seperti tidak ada harganya dan di injak-injak oleh Novi.


Novi memalingkan wajahnya dari Herman dan melihat ke arah kamar Rere yang berada di lantai 2.


"Rere… cepat turun… Viky sudah ada di sini menunggu kamu…" Ucap Novi sedikit berteriak memanggil Rere.


"Iya mah… sebentar lagi… ini aku lagi pakai baju dulu…" Jawab Rere dari arah atas dengan suara yang cukup keras.


Tidak lama Rere keluar dari kamarnya dan dia segera turun dari lantai atas dan menunju ke ruang makan, Rere terlihat sangat terburu-buru sekali dan pakaian yang Rere pakai terlihat biasa saja, serta dia juga tidak memakai make up, hanya riasan sisa tadi pagi saat pergi ke kantor.


"Viky… maaf sudah membuat kamu menunggu lama, dan aku juga hanya memakai pakaian yang biasa dan tidak berdandan, karena tadi aku baru selesai memasak dan terburu-buru berganti baju…" Ucap Rere meminta maaf kepada Viky setelah dia sampai di ruang makan, karena dia tidak sempat berdandan, namun meski begitu Rere terlihat sangat cantik, karena memang Rere sudah cantik dari awalnya jadi mau memakai make up atau tidak, tidak terlalu berpengaruh bagi Rere.


Kemudian Rere berjalan ke arah Viky, yang mana hanya kursi di sebelah kiri Viky saja yang masih kosong, meja makan yang ada di rumah Rere berbentuk persegi panjang, dengan posisi duduk saat ini adalah, dimana Viky dan Herman berada saling bersebrangan, di sebelah kiri Viky adalah Rere, dan di sebelah kanannya adalah Ibunya Viky, dan di samping ibunya Viky adalah Lisa… serta di samping kanan Herman Adalah Novi dan untuk yang lainnya mengikuti barisan dari Rere hingga menyambung ke Herman dan dari Lisa hingga menyambung ke Novi.


"Baiklah… sebelum acara makannya di mulai, aku perkenalan dulu, siapa orang-orang yang datang bersama aku, mungkin Rere, Mamah dan juga Ayah sedikit bingung dan bertanya-tanya tetang siapa orang-orang ini… karena belum tahu siapa orang-orang ini dan apa hubungan semua orang-orang ini dengan aku… …" Ucap Viky memulai pembicaraan di saat Rere sudah duduk di kursi sebelah Viky.


Kemudian Viky memperkenalkan satu persatu siapa orang yang di ajak ke sini dan hubungan apa yang mereka miliki, di mulai dari Deky, hingga AS.35. Untuk Deky dan Aldo, memang Rere dan Herman sudah tahu, tapi hanya sebatas orang kepercayaan Viky saja.


Setelah Viky memperkenalkan orang-orang yang bersama dia, serta hubungan apa yang di milikinya dengan Viky, kemudian Viky mengenalkan Rere dan keluarganya kepada orang-orangnya.


Setelah acara perkenalan selesai, kemudian acara selanjutnya adalah makan, dan mereka pun mulai makan makanan yang sudah di hidangkan di atas meja, mereka semua sambil makan, sambil mengobrol santai.


#Jika memungkinkan akan ada perubahan up date, yaitu up date pagi dan sore.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2