
Seperti Naik Roller Coaster
Mobil Viky perlahan melewati pintu gerbang Bukit Himalaya, setelah dia sedikit menjauh dari pintu gerbang, Viky mulai menaikan kecepatan mobilnya.
"Aku ingin tahu seberapa cepatnya mobil ini… yang mana katanya pembuatannya terbatas… jika sama saja seperti yang lain… terus apa yang membuatnya spesial hingga pembuatannya di batasi…?" Gumam Viky dalam hati sambil menginjak pedal gasnya lebih dalam lagi, dan raut wajah Viky berubah sangat serius.
Dengan per sekian detik, kecepatan mobil Viky naik secara terus menerus, hingga mencapai kecepatan 200 koli mater perjam dan kecepatan itu pun sebenarnya bisa naik lebih dari itu, walau keadaan lalu lintas terlihat cukup padat, tapi dengan kemampuan yang Viky miliki, dia bisa mempertahankan kecepatan 200 koli meter perjam dengan stabil, berbelok, melewati setiap perempatan dengan keadaan di saat lampu sedang hijau, menyalip kendaraan lain dengan cara zig zag, namun semua yang Viky lakukan tidak terlihat di kamera pengintai, karena setiap dia melewati kamera pengintai, mobil dia berada pada titik buta kamera.
"Viky aku rasa, sekarang aku seperti sedang naik roller coaster, terombang-ambing ke sana ke sini…Apa bisa kamu mengendarai mobilnya dengan sedikit santai…?" Ucap Rere yang mana dia saat ini, tidak bisa duduk diam, karena Viky mengendarai mobilnya juga selalu menyalip kiri dan kanan. jadi tubuh Rere mengikuti keadaan mobil.
"Tadi kamu bilang ingin sampai dalam 20 menit, jadi seperti inilah caranya agar bisa sampai tujuan dengan waktu 20 menit, bahkan aku rasa kita akan sampai dalam waktu yang kurang dari 20 menit…" Jawab Viky, dengan mata dan pikiran dia fokus ke arah jalan.
Rere tidak menjawab perkataan dari Viky, namun dia juga tahu bahwa Viky memacu mobilnya dengan sangat cepat, jadi dia hanya bisa memegang dengan sangat erat pada pegangan yang ada di pintu, dan di hatinya ada sedikit rasa menyesal karena telah memberikan sebuah tantangan kepada Viky, jika dia tahu akan seperti ini, mungkin dari awal dia tidak akan memberikan tantangan seperti ini kepada Viky.
Perjalanan pun berlalu dengan sangat cepat, dan di dalam mobil tidak ada yang berkata, karena Viky fokus pada mengendarai mobil sedangkan Rere fokus pada pegangan tangannya dan fokus berdoa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
"Baiklah… sekarang kita sudah sampai di dekat pantai… kamu bisa membuka penutup matanya sekarang, dan tanyakan di mana tempat acara reuninya berlangsung…" Ucap Viky dengan memperlambat laju mobilnya, dan melihat ke arah Rere yang matanya masih tertutup, namun bisa terlihat dari raut wajahnya bahwa Rere terlihat sangat ketakutan.
Rere dengan sedikit gemetar dia membuka penutup matanya dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nayla, untuk menanyakan lebih tepatnya di mana tempat acara reuninya.
"Maaf yah… jika tadi cara aku memakai mobilnya membuat kamu takut…" Ucap Viky meminta maaf karena dia melihat tangan Rere yang sedikit gemetar.
"Tidak apa-apa… aku juga yang salah karena memberikan tantangan seperti ini kepada kamu… sebenarnya walau kita datang ke acara reuninya telat pun tidak jadi masalah, dan perjanjian tadi juga aku hanya bercanda saja karena terlalu kesal kepada kamu…" Jawab Rere dengan tersenyum manis ke arah Viky, dan di hatinya ada sedikit rasa lega, karena dia berhasil sampai ke tujuan bukan sampai ke rumah sakit.
"Jadi masalah ciumnya bercanda juga doang…?" Ucap Viky bertanya dengan nada yang sedikit lemas karena Rere tidak menganggap serius tentang perjanjian tantangan tadi.
"Kalau untuk masalah itu… tidak perlu sebuah tantangan pun, kamu bebas memintanya kepada aku secara langsung…" Jawab Rere dengan menundukkan kepalanya, dengan nada yang sedikit pelan dan dengan wajah yang sedikit memerah karena malu, walau pun pelan, tapi masih bisa di dengar jelas oleh Viky, karena hanya ada mereka di sana, dan juga mobil Viky sedikit kedap suara dari kebisingan suara yang ada di luar.
__ADS_1
"Aku juga hanya bercanda kok… akan lebih enak di lakukan jika kita sudah menjadi suami istri yang sah nanti…" Jawab Viky dengan tersenyum lembut kepada Rere, dan tangan Viky perlahan memegang salah satu tangan Rere yang berada di atas pahanya.
Rere tidak menjawab perkataan dari Viky, namun dia hanya membalas pegangan tangan dari Viky, dan di saat tangan mereka saling memegang satu sama lain, ada rasa nyaman dan juga rasa tenang yang dia rasakan saat ini, dan suasana pun berubah menjadi sangat romantis.
"Bagaimana dengan tempatnya… apa kamu sudah menghubungi teman kamu dan menanyakan lebih tepatnya dimana tempat acara reuni di adakan…" Ucap Viky bertanya dan pertanyaan dari barusan membuyarkan suasana romantis yang ada di dalam mobil tersebut.
"Oh iya… aku belum menghubungi Nayla dan bertanya kepadanya, karena tadi di saat aku akan menghubungi dia, di potong oleh kata-kata kamu…" Jawab Rere yang menjadi sedikit salah tingkah, dan juga susana di sana menjadi sanga kaku.
Kemudian Rere menghubungi Nayla dan menanyakan dimana tempat acara reuni di adakan, dan dengan arahan dari Nayla, Viky dan Rere bisa sampai dengan cepat ke lokasi reuni.
Lokasi reuni di adakan di sebuah restoran yang terlihat cukup mewah dan juga terletak tidak jauh dari pesisir pantai, dengan dekorasi yang cukup mewah perpaduan antara gaya eropa dan juga gaya klasik lokal, serta pemandangan yang terlihat langsung ke arah pantai, walau pemandangannya gelap, tapi ada sedikit cahaya dari tengah laut, yang di pancarkan dari perahu nelayan dan juga perahu yang ingin berjalan-jalan di laut malam.
Setelah Viky memarkirkan mobilnya, Rere sedikit merapikan baju dan make up nya terlebih dulu sebelum keluar mobil, walau sebenarnya untuk masalah make up tidak perlu, karena make up yang Rere kenakan hanya terlihat asal saja, bisa di bilang, jika seorang perempuan keluar dari rumah tanpa make up maka perempuan tersebut belum bisa di bilang cantik, walau perempuan tersebut sudah cantik alami.
"Tidak perlu merias diri pun kamu sudah sangat cantik…" Ucap Viky menggoda Rere yang sedang memberikan sedikit make up tambahan ke wajahnya.
"Walau hanya sedikit dan asal… tapi hal itu perlu di lakukan, kamu yang seorang laki-laki tidak akan mengerti hal ini…" Jawab Rere dengan tidak terlalu peduli dengan kata-kata dari Viky, dan hanya fokus menambahkan make up ke wajahnya.
Rere tidak memperdulikan kata-kata dari Viky dan terus fokus merias wajahnya.
Ketika Viky keluar dari dalam mobil, terlihat seorang perempuan yang menuju ke arahnya dengan sedikit berlari kecil, Viky sedikit mengernyitkan alisnya melihat perempuan tersebut, karena Viky pikir dia mengenal perempuan tersebut, tapi perempuan tersebut sangat berbeda dengan yang pernah dia temui sebelumnya.
"Viky… dimana Rere…?" Ucap perempuan tersebut bertanya kepada Viky, setelah dia berada di dekat Viky.
"Dia di dalam… kamu Nyala…?" Jawab Viky menunjuk ke arah mobil dan bertanya dengan raut wajah yang sedikit bingung, serta melihat ke arah Nayla dengan tatap yang sedikit berbeda.
Karena penampilan Nayla terlihat sangat berbeda, bahkan bisa di bilang bahwa Nayla seperti orang yang berbeda, dia mengenakan sebuah gaun pendek berwarna biru cerah serta ada riasan bunga di bagian pinggang serta dadanya, dan memperlihatkan kulit putih mulus dari Nayla, karena baju yang dia kenakan hanya menutupi tubuhnya dari dada hingga setengah pahanya saja. menjadikan kesan Nayla terlihat sangat seksi karena sebagian dadanya juga terlihat dan juga memperlihatkan seperti sebuah lubang celengan di bagian tengahnya, dan hal itu berbanding terbalik dengan dia yang biasanya, dimana dia biasanya terlihat sangat tertutup dan tidak suka memperlihatkan bagian tubuhnya.
__ADS_1
"Iya aku Nayla… memangnya siapa lagi…" Jawab Nayla dengan sedikit asal. kemudian dia melangkah ke arah pintu mobil untuk menghampiri Rere, dan tidak menanggapi tatap dari Viky, yang terlihat sangat aneh, karena dia juga sudah bisa menebaknya bahwa Viky akan bersikap seperti itu.
Tapi baru 2 langkah dia melangkah, dia berbalik melihat ke arah Viky kembali.
"Kamu… kenapa kamu memakai pakaian seperti itu… apa kamu tidak berniat pergi ke sini, dan ingin membuat Rere malu dengan penampilan kamu yang seperti itu… perlu kamu tahu bahwa Rere adalah bunga kelas kami…" Ucap Nayla dengan melihat ke arah Viky, dan memperhatikan Viky dari atas hingga bawah, dia berkata seperti itu, karena penampilan Viky terlihat sangat asal sekali.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...