
Kebahagian Aqila
Viky mengernyitkan alisnya menatap kepada 3 orang yang berjalan menuju ke arahnya dengan bercanda dan tertawa ria.
"Tuan… semuanya sudah beres, dalam 1 minggu akan aku usahakan semuanya sudah beres…" Ucap Vice setalah berada di depan Viky.
"Baik… terima kasih… oh iya, bagaimana dengan baju yang akan aku kenakan nanti… apa kamu mempunyai baju yang cocok untukku…" Jawab Viky sekaligus bertanya kepada Vice.
"Kalau untuk Tuan… aku mempunyai baju yang cocok… karena untuk laki-laki tidak memerlukan desain khusu untuk baju di saat pernikahan jadi aku sudah banyak mempersiapkan baju untuk laki-laki…" Jawab Vice.
"Dan satu lagi Tuan… ketika acara nanti, aku bersedia menjadi penata rias untuk Nyonya… jadi biar baju dan gaya nya bisa sinkron…" Ucap Vice kembali.
"Baik lah… kamu atur semuanya, jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa bilang langsung kepadaku atau kamu bisa hubungi Aldo…" Jawab Viky.
"Aqila… apa kamu senang aku serahkan kamu kepada laki-laki hidung belang seperti dia…" Ucap Viky melihat ke arah Aqila dan menunjuk ke arah Vice.
"Tuan memang hidungku belang yah…" Jawab Vice sambil memegang hidung nya.
"Jika laki-lakinya seperti ini sih… tidak di suruh pun aku akan pergi sendiri…" Jawab Aqila. bukan masalah Vice yang sedikit ngon*dek tapi Vice adalah idola Aqila.
"Yah sudah… kalau begitu aku akan tinggalkan kamu di sini berdua dengan Vice…" Jawab Viky.
"Aku sih sangat mau… tapi aku masih ada kerjaan yang harus aku kerjakan…" Jawab Aqila dengan sedikit lemas.
"Bagaimana…? apa kamu sudah membicarakan gaun yang kamu ingin pakai saat acara pernikahan kita nanti…" Ucap Viky bertanya kepada Rere.
"Sudah… tapi…" Rere tidak melanjutkan kata-katanya dan berpikir sesaat.
"Tapi apa… apa ada yang mengganggu pikiran kamu… " Ucap Viky sedikit penasaran karena Rere menggantungkan kata-katanya.
"Ada sih… tapi nanti saja aku akan membicarakannya kepada kamu ketika nanti kita berada di mobil…" Jawab Rere.
"Ok kalau begitu… Vice, karena semuanya sudah selesai, aku pergi dulu aku ingin gaun yang akan istriku pakai nanti, gaun terbaik yang pernah kamu buat selama ini…" Ucap Viky melihat ke arah Vice, sekaligus berpamitan pergi dari sana.
__ADS_1
"Baik Tuan… akan aku kerjakan dengan semua kemampuan yang aku miliki…" Jawab Vice.
Setelah Viky berpamitan, mereka ber 3 pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. tapi hal yang mengejutkan terjadi ketika mereka ber 3 sudah sampai di loby hotal.
Aqila, yang tanpa aba-aba, dia pergi ke arah Viky dan memeluk Viky, dan berkata:
"Terima kasih… terima kasih… hari ini aku sangat senang sekali, berkat kamu aku tidak kesulitan untuk bertemu dengan idolaku…" Jawab Aqila, dengan posisi memeluk Viky,
Di saat Aqila memeluk Viky dari arah samping terasa aura yang sangat mencekam di arahkan kepada Viky dan juga Aqila.
"Ehem… Ehem… Apa sudah selesai berpelukkan nya…? jika masih ingin lama-lama, kita sedang berada di loby hotel, kalian bisa pergi ke atas dan bisa berpelukan dengan puas selama yang kalian mau…" Ucap Rere dengan nada ketus.
Aqila yang mendengar itu dia melepaskan pelukannya, dan melihat ke arah Rere, dimana matanya di saat ini sudah berkaca-kaca, setelah melepaskan pelukannya kepada Viky, Aqila bergegas memeluk kepada Rere.
"Rere… Maafkan aku, karena aku sangat bahagia sekali, jadi aku tidak bisa mengontrol diri aku sendiri… dan juga terima kasih sudah mau mengajak aku…" Ucap Aqila setelah berada di pelukan Rere, dengan air mata yang mulai keluar dari matanya dan membasahi pipi mulus dari Aqila.
"Iya… iya… tidak apa-apa, aku juga bisa mengerti, dan juga karena kita berteman sudah cukup lama jadi, sudah seharusnya saling membantu dan mensuport satu sama lain…" Jawab Rere dengan membalas pelukan dari Aqila.
Cukup lama mereka berdua berpelukan, akhirnya Aqila melepaskan pelukannya kepada Rere, setelah dia merasa sedikit tetang dan sudah bisa mengatur emosinya. Mereka ber 3 pun pergi meninggalkan loby hotel, dengan suasana yang canggung karena Aqila memeluk Viky di depan Rere secara langsung.
"Mungkin aku akan langsung pulang ke rumah…" Jawab Aqila.
"Bagaimana kalau kamu, kami antar pulang…" Jawab Rere menawarkan diri untuk mengantar Aqila pulang.
"Tidak… Tidak usah, aku nanti ada yang menjemput kok… kamu duluan saja…" Jawab Aqila dengan canggung, dan menolak ajakan dari Rere, karena jika dia di antar pulang dan satu mobil dengan Viky dan Rere, ketika di dalam mobil nanti akan sangat canggung bagi mereka ber 3, jadi Aqila mencari alasan untuk menolak ajakan dari Rere, walau dia sebenarnya tidak ada yang menjemput.
"Yah sudah kalau begitu… kami pergi duluan…" Jawab Rere pergi bersama Viky meninggalkan Aqila di pintu masuk hotel.
"Rere… kamu sungguh sangat beruntung mendapatkan lelaki seperti Viky, jujur aku sangat iri dan bahagia melihat kalian…walau aku tidak tahu dengan identitas Viky sebenarnya tapi dia cukup baik untuk di jadikan sebagai suami…" Gumam Aqila yang berada di pintu hotel dengan menatap ke arah punggung Rere yang berjalan pergi ke arah parkiran mobil.
"Jadi sekarang kita akan kemana dulu…" Ucap Viky ketika di dalam mobil, setelah pergi dari kawasan hotel.
"Aku ingin pulang dulu dan mempersiapkan segala sesuatu untuk besok pergi ke rumah nenek…" Jawan Rere.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu…" Jawab Viky
"Viky… kamu sudah mempersiapkan semua pernikahan kita sampai sejauh ini, bagaimana jika Nenek tidak merestui pernikahan kita… bukan aku tidak mau menikah dengan kamu, tapi untuk meminta restu dari Nenek, pasti akan sangat sulit…" Ucap Rere bertanya kepada Viky.
"Kamu tetang saja, aku akan berusaha sebisa aku untuk meminta restu kepada Nenek, dan jika satu cara tidak bisa, maka aku akan menggunakan cara lain agar bisa mendapatkan restu dari Nenek…" Jawab Viky meyakinkan Rere, dan tangan Viky menyentuk tangan Rere.
"Sebenarnya tidak sulit meminta restu dari Nenek, tapi yang akan mempersulitnya adalah kedua paman dan bibiku serta ketiga anaknya yang akan menghasut Nenek… jadi aku sarankan agar kamu tidak terbawa emosi di saat berhadapan dengan merek, dan aku juga berharap ayah bisa mengontrol emosinya… apa lagi jika Jeri pulang dan menghadiri acara ulang tahun Nenek…" Jawab Rere memperingatkan Viky.
"Baiklah… aku akan berusaha untuk mengontrol emosiku nanti… dan siapa itu Jeri dan apa yang terjadi antar ayah dan juga orang yang bernama Jeri" Ucap Viky menjawab sekaligus bertanya kepada Rere.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...