
Kemarahan Pasukan Wings Magnium
Sudon melihat ke arah sekeliling dan berteriak ke arah semua orang yang berada di sama.
"Kalian katakan… Apakah Lord Jendral Viky memenuhi syarat atau tidak untuk mengambil alih sebagai pimpinan dari Divisi perang Montana…" Suara Sudon sangat keras bahkan bisa terdengar sampai sejauh 10 Mil karena Sudon berkata menggunakan kekuatan energi untuk mengeraskan suaranya.
Setelah Sudon berkata, semua orang yang hadir di sana, mau itu orang-orang dari Pasukan Wings Magnium, atau orang-orang yang tersisa, hati semua orang bergetar, jika Viky adalah orang yang ganas, berkuasa dan sangat kuat saja tidak memenuhi syarat, lantas siapa lagi yang memenuhi syarat, tapi yang paling membuat orang-orang yang berada di sana lebih terkejut adalah bahwa Sudon tidak hanya berkata omong kosong belaka, tetang mewariskan Divisi perang. Sudon benar-benar memiliki niat yang pasti untuk menyerahkan Divisi Perang Montana kepada Viky dengan sepenuh hatinya.
Namun apakah semua orang tahu berapa umur Viky sekarang…? Umur Viky jika dihitung-hitung belum genap 30 tahun, mungkin lebih dari 25 atau 26 tahun, Viky masih lah sangat muda, bahkan terlalu muda jika di bandingkan dengan ke 4 tetua dari Divisi Perang Montana, dan Jika Viky menerima dengan apa yang Sudon pinta, maka ini adalah sebuah sejarah baru bahwa Viky adalah tetua termuda sepanjang sejarah Montana, dan mungkin tidak akan ada orang yang mampu membuat sejarah seperti ini kembali.
Orang-orang benar-benar sangat terkejut, bahkan Deky sendiri sangat terkejut, Deky sendiri masih belum terlalu mengenal siapa Viky yang sebenarnya, Deky dulu di beri kesempatan oleh Viky untuk memimpin sebuh perusahaan dan dengan kemampuan yang dia miliki akhirnya dia bisa mengembangkan perusahaan yang Viky berikan kepadanya, Deky yang mana dulu hanyalah orang biasa yang bukan siapa-siapa tapi sekarang dia adalah orang terpandang di Kota Taraka, semua itu berkat Viky, dengan sangat percaya memberikan kesempatan yang sangat langka baginya, di dalam hatinya dia bertekad akan mengikuti dan setia kepada Viky apapun yang terjadi selama dia masih hidup.
"Nak… kamu harus memikirkan nasib semua saudara-saudara yang berada di bawah kamu… mereka semua adalah orang-orang kuat kelas atas dan juga mereka adalah orang-orang yang keluar dari Montana, jika kamu menerima Divisi Perang Montana, aku yakin mereka akan sangat senang… ada sebuah pepatah mengatakan, Rumah emas di tanah orang akan lebih nyaman rumah gubuk di tanah sendiri…" Ucap Sudon berbalik menatap ke arah Viky.
Wajah Viky berubah sangat rumit, di bingung harus menjawab apa lagi, kemudian terlintas di pikirkan Viky akan Ibu dan adiknya, yang selama 6 tahun ini sudah menderita.
"Viky sangat berterima kasih atas kasih sayang yang sangat besar dari senior tapi untuk sekarang aku tidak ingin mengurus hal lain dulu untuk saat ini… karena aku ingin berbakti terhadap ibuku… selagi dia masih ada… aku tidak ingin meninggalkan mereka untuk yang kedua kalinya… aku tidak ingin mengulang kesalahan untuk ke 2 kalinya… mungkin Pasukan Wings Magnium yang sudah aku bangun pun akan aku lepaskan…" Ucap Viky dengan suara yang lemas dan sedikit serak, melihat ke arah Sudon berganti melihat ke arah semua orang dari Pasukan Wings Magnium.
Sudon yang mendengar kata-kata yang baru saja terucap dari Viky, perasaannya bercampur aduk, antara kesal, marah dan juga kecewa. kecewa karena sebuah kesalahan kecil membuat masalah ini bisa sampai terjadi.
Ketika Sudon akan bertindak, dari kejauhan seorang pria paruh baya berlari bersama orang-orang nya, dengan jumlah tidak kurang dari 100 orang dan tidak melebihi 300 orang, setelah pria paruh baya sampai di hadapan Viky, dia segera berlutut ke arah Viky, Viky mengernyitkan alisnya, dia tidak mengenal siapa orang yang baru saja datang ini, dan tiba-tiba saja berlutut di hadapannya.
__ADS_1
"Tuan… ini adalah Jaya Kusuma, dia adalah kepala kepolisian Kota Taraka…" Bisik Deky dengan segera karena melihat Viky kebingungan.
"Heemmm…" Viky menganggukkan kepalanya, dia mengerti kenapa orang ini tiba-tiba berlutut.
"Lord Jendral… Maaf… Maafkan aku yang sudah terlambat ini… karena ada beberapa hal yang harus aku bereskan terlebih dahulu… dan aku menerima laporan bahwa tuan menanyakan tetang Luky Handoko ini terlibat atau tidak… Jawabannya Iya… Luky Handoko terlibat dalam masalah ini…" Ucap Jaya yang dengan posisi masih berlutut, kemudian dia menarik napas berat.
"Maaf… Lord bukan aku tidak berani berbuat lebih akan kejadian itu… tapi keluarga Handoko mengancam keluargaku jika aku berani ikut campur atas masalah tersebut keluargaku akan di bunuh oleh mereka… saya mohon Lord Jendral bisa memaafkan aku…" Lanjut Jaya dengan perlahan menejelaskan, dengan suara sedih.
Disaat ini, Viky yang masih terdiam setelah mendengar kesaksian dari Jaya, mata Viky memerah dan mengeluarkan air mata, perlahan energi yang sangat besar keluar dari tubuhnya, sesaat kemudian energi dari tubuh Viky melesat ke atas langit dan menjadikan langit malam yang gelap menjadi terang seketika.
Semua orang yang melihat kejadian tersebut bergidik ngeri, tidak hanya orang luar yang berada di sama, yang bukan dari pasukan Magnium tapi orang-orang dari pasukan Magnium merasa ketakutan, karena selama ini belum pernah melihat pemimpin mereka sampai seperti itu.
Energi yang sama besarnya melesat ke arah langit, energi tersebut berasal dari Letnan Jendral Eagle, di susul dengan ledakan energi yang tidak kalah besar dari Aldo dan 4 Pilar Langit serta 9 Panglima Magnium, dan di susul dengan beberapa ledakan energi yang berasal dari orang-orang kuat lainnya, ledakan energi tersebut terus menerus melesat ke arah langit, dan langit malam di sekitar pun berubah terang.
"Seberapa kuatnya anak ini…? bahkan aku pun ketika berumur sama dengan dia, aku tidak sekuat itu… seberapa berat dan kerasnya usaha yang kamu lalui untuk bisa mencapai semua ini dengan sumber daya yang sangat sedikit… Jika kamu memiliki sumber daya yang cukup aku tidak bisa membayangkan seberapa besar pencapaian yang akan kamu capai…" Gumam Sudon yang ketakutan melihat pencapaian yang Viky raih.
Viky dengan energi yang masih terpancar dari tubuhnya, dia berjalan ke arah Jaya Kusuma, secara perlahan tekanan yang di rasakan Jaya Kusuma semakin Viky mendekat tekanan yang di rasakan pun semakin besar, jika dia orang biasa mungkin sudah pingsan dari tadi, bahkan bisa saja dia mati karena tekanan dari energi Viky, yang begitu besar.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
__ADS_1
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1