Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 192 Pergi Tinggalkan Octa Grup


__ADS_3

Pergi Tinggalkan Octa Grup


"Krek…" Suara pintu ruangan terbuka dan terlihat Deky masuk ke dalam ruangan tersebut, di ikuti oleh Aldo di belakangnya, dan mereka berdua berjalan ke arah Viky dan Rere yang sedang duduk di kursi.


"Tuan… apa tuan memanggil saya…? apa ada hal penting yang harus saya kerjakan sekarang…" Ucap Deky setelah berada di dekat Viky.


"Kamu kumpulkan semua orang di lapangan. hentikan dulu semua pekerjaan mereka dan kamu suruh orang-orang yang berada di daftar ini untuk berada di barisan paling depan… aku beri kamu waktu paling lama 30 menit untuk menyelesaikan semuanya…" Jawab Viky memberikan perintah kepada Deky, dan menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Deky


"Baik taun… akan segera saya lakukan perintah tuan…" Jawab Deky, kemudian dia segera pergi dari ruangan Viky, dan bergegas menjalankan perintah dari Viky, dengan membawa daftar orang di tangannya.


Di tengah lapangan Semua orang tengah bingung dengan apa yang terjadi, dan kenapa mereka semua tiba-tiba di suruh berhenti bekerja dan di perintahkan untuk berbaris di tengah lapangan seperti ini, mereka semua secara perlahan berkumpul di lapangan, dan di sana sudah ada sebuh podium kecil.


Suasana lapangan tersebut terdengar sangat berisik sekali dan membicarakan apa yang terjadi sampai-sampai mereka di suruh berbaris di lapangan, tanpa ada angin dan hujan.


Deky berdiri di podium dan melihat ke arah semua orang.


"Perhatian semuanya… kalian semua bisa mundur beberapa langkah kebelakang, dan orang yang aku panggil bisa maju ke depan, dan berbaris di depan…" Ucap Deky yang tengah berdiri di podium, kemudian dia melanjutkan membaca daftar orang-orang yang berada di tangannya.


Di tengah lapangan saat ini terbagi menjadi 2 kelompok, yang mana orang yang di panggil oleh Deky di perintahkan untuk berbaris rapih di depan, dan sisanya berbaris di belalang mengikuti barisan paling depan.


Semua orang berpikir jika orang yang berada di barisan depan akan mendapatkan hadiah atas pencapaian yang di dapat, karena orang-orang yang berada di depan hampir semuanya mempunyai jabatan yang cukup tinggi dan berpengaruh untuk karyawan lain di Octa Grup.


Setelah selesai membacakan semua nama yang berada di daftar tersebut Deky kembali turun dari podium dan pergi ke ruangan Viky, untuk melaporkan bahwa tugasnya sudah selesai, dan susana di lapangan pun kembali menjadi berisik.


"Tuan… semua tugas yang tuan perintahkan tadi sudah selesai saya kerjakan dan semua orang saat ini tengah menunggu apa selanjutnya yang akan tuan lakukan…" Ucap Deky melapor kepada Viky setelah berada di ruangan Viky.


"Baiklah… sekarang kita turun ke bawah… tapi apa kamu tidak melewatkan satu orang pun yang ada di daftar ini kan…? dan tidak ada orang yang tidak ada di daftar ini masuk ke dalam barisan orang-orang ini…?" Ucap Viky bertanya kepada Deky.

__ADS_1


"Tidak Tuan… semuanya sudah sesuai dengan apa yang ada di daftar tersebut, tidak ada kelebihan orang atau kekurangan orang…" Jawab Deky.


"Aku ingin tahu bagaimana reaksi semua orang setelah aku mengeluarkan mereka secara tiba-tiba dari Octa Grup…" Gumam Viky, kemudian dia berjalan ke luar ruangan di ikuti oleh Deky dan Aldo di belakangnya dan Rere berada di samping Viky dengan menggandeng lengan Viky.


Ketika mereka keluar dari lift di sana sudah ada Herman menunggu.


"Viky apa yang terjadi, kenapa semua orang di perintahkan berhenti bekerja dan di suruh baris di lapangan…? apa ada sesuatu yang besar terjadi…?" Ucap Herman bertanya kepada Viky yang baru saja keluar dari lift.


"Yah… akan ada hal besar terjadi… dan aku ingin mengeluarkan duri di dalam daging… agar semua orang bisa bersaing secara sehat…" Jawab Viky atas pertanyaan dari Herman.


Kemudian Viky berjalan ke arah lapangan, di ikuti oleh Deky, Aldo dan Herman di belakangnya dan Rere di samping Viky dengan menggandeng tangan Viky, semua orang yang berada di lapangan dengan serempak melihat ke arah Viky dan yang lainnya yang sedang berjalan menuju ke arah podium, dan semua orang kembali diam tidak berani berkata apa pun. walau ada sedikit suara dari orang-orang yang bergerak.


Setelah berada di dekat podium Viky melihat ke arah Rere.


"Kamu tunggulah di sini sebentar…" Ucap Viky dengan lembut sambil mengusap kepala Rere, Rere melepaskan pegangan tangannya dari tangan Viky.


Saat ini semua orang mengetahui dengan jelas siapa Viky, karena bagi sebagian orang belum pernah bertemu dengan Viky, tapi untuk namanya sudah tersebar luar ke seluruh Octa Grup. bahwa CEO dari Octa Grup bernama Viky.


"Apa kalian tahu, kenapa aku memerintahkan kalian untuk menghentikan semua pekerjaan kalian dan menyuruh kalian untuk berbaris di sini…" Ucap Viky dengan melihat ke arah semua orang yang tengah berbaris di lapangan.


Setelah Viky bertanya tidak ada seorang pun yang menjawab pertanyaan dari Viky, dan suasana lapangan pun masihlah sunyi sepi, walau di sana terdapat lebih dari 2.000 orang.


"Baiklah… aku tahu kalian semua pasti bingung dan bertanya-tanya kenapa kalian di perintahkan berbaris di lapangan, tapi sebelum aku mengatakan alasannya, aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu…" Ucap Viky


"Aku adalah pemilik dari Octa Grup yang sebenarnya, Deky adalah salah satu dari sekian banyak orang kepercayaan aku… dan yang berdiri di sana Aldo, dia juga adalah salah satu orang kepercayaan aku…" Ucap Viky menunjuk ke arah Aldo.


"Dan yang berdiri di sampingnya adalah Herman, dia adalah calon ayah mertua aku, tapi karena waktunya tinggal beberapa hari lagi jadi aku sudah menganggap dia sebagai ayahku… dan wanita cantik yang berdiri di sampingnya adalah calon istriku dan juga beberapa hari lagi akan resmi menjadi istriku… mereka semua saat ini adalah pemegang kendali dari Octa Grup… jadi mereka ber 4 bisa memutuskan sesuatu di saat aku tidak ada di sini…" Lanjut Viky memperkenalkan Aldo, Herman dan Juga Rere kepada semua orang, dan memperjelas posisi mereka di Octa Grup.

__ADS_1


"Perkenalannya sudah cukup… Aku tidak suka berbasa-basi jadi untuk orang yang berada di depan, kalian semua silahkan pergi dan tinggalkan Octa Grup sekarang juga…" Ucap Viky dengan menunjuk orang-orang yang berada di barisan depan dan menunjuk ke arah gerbang Octa Grup.


#Janji author semalam sudah di tepati yah… dan ada lebihnya 1 bab… terima kasih 🙏


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2