Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 180 Sambutan Keluarga Ling


__ADS_3

Sambutan Keluarga Ling


"Terserah kamu saja lah… jika di teruskan akan lebih ngawur lagi pembicaraan ini…" Jawab Viky dengan berjalan meninggalkan Vanteko Ma, memang benar dia pernah berkata seperti itu kepada Vanteko Ma, tapi maksud Viky bukan ke hal wanita melainkan ke hal yang lain.


"Kakak mau kemana… jangan tinggalkan aku di sini sendirian…" Ucap Vanteko Ma dengan berjalan mengikuti Viky meninggalkan ruangan tersebut.



Viky terus berjalan dan tidak menanggapi perkataan dari Vanteko Ma, dan Viky menaiki lift untuk pergi ke loby gedung Octa Grup.


"Kakak jangan marah… aku tadi hanya bercanda kok… tapi untuk saran aku, aku benar-benar serius…" Ucap Vanteko Ma dengan sedikit merengek kepada Viky ketika berada di dalam lift.


"Kakak tidak marah kok…" Jawab Viky simpel.


"Kalau tidak marah kenapa kakak pergi…?" Tanya Vanteko Ma kembali.


"Apa kamu lupa kita akan pergi ke kediaman keluarga Ling…" Jawab Viky.


"He…he…he iya juga sih yah…" Jawab Vanteko Ma dengan sedikit tersenyum dan menggaruk kepala yang tidak gatal, dan ada sedikit rasa malu.


Ketika Viky dan Vanteko Ma akan keluar dari lift, di pintu lift Deky sudah berada di sana.


"Deky… mau kemana kamu…? dimana ayah…?" ucap Viky bertanya.


"Tuan… Saya tadi ingin pergi ke ruangan Tuan… dan untuk Tuan Herman, sudah bersiap dari tadi dan sedang menunggu anda di pintu masuk…" Jawab Deky.


"Yah sudah… kita berangkat sekarang…" Ucap Viky kemudian dia berjalan ke arah pintu masuk gedung Octa Grup untuk bertemu dengan Herman, di ikuti oleh Vanteko Ma dan Deky di belakangnya.


"Ayah apa kamu sudah siap…?" Ucap Viky bertanya, setelah dia berada di pintu masuk Octa Grup, dan di sana sudah ada Herman yang sedang menunggunya.


"Sudah dari tadi… kamu nya saja yang terlalu lama… kaki aku ini sudah pegal berdiri lama di sini menunggu kamu… eh dimana Rere…?" Jawab Herman dengan nada yang sedikit kesal, dan menanyakan keberadaan Rere.


"Oh Rere… katanya tadi dia bilang ada hal yang harus dia lakukan… jadi dia tidak bisa ikut kita pergi ke kediaman keluarga Ling…" Jawab Viky.


"Teko… kamu mau pergi dengan mobil kamu atau kamu ikut mobil aku…?" Lanjut Viky berkata, dan melihat ke arah Vanteko Ma yang berada di belakangnya.


"Aku pergi dengan mobil aku saja kak… jadi nanti aku tidak perlu repot untuk kembali ke sini mengambil mobil aku…" Jawab Vanteko Ma.


"Yah sudah kalau begitu… kamu tidak keberatan kan kalau ayahku pergi bersama kamu…?" Ucap Viky kembali bertanya.


"Tentu saja tidak kak…" Jawab Vanteko Ma.

__ADS_1


"Ayah, ayah tidak apa-apa kan jika pergi bersama Vanteko Ma…?" Ucap Viky bertanya kepada Herman.


"Tidak apa-apa… naik mobil kamu atau Vanteko toh sama saja, ke 2-2 nya juga pergi ke kediaman keluarga Ling…" Jawab Herman.


Setelah mendengar jawaban dari Herman, kemudian Viky pergi ke arah mobilnya bersama Deky, dan Vanteko Ma pergi ke arah mobilnya bersama Herman.


Mereka ber 4 pergi meninggalkan gedung Octa Grup menuju ke kediaman keluarga Ling, dengan 2 mobil yang saling beriringan, namun kali ini tidak menjadi pusat perhatian orang, karena mobil yang Vanteko Ma pakai tidak terlalu mencolok.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di depan gerbang kediaman keluarga Ling, dan gerbang kediaman keluarga Ling terlihat cukup besar, serta di jaga dengan penjagaan yang cukup ketat, memang tidak salah jika keluarga Ling adalah keluarga No 1 di Kota Taraka, pintu gerbangnya saja sudah seperti ini.


Ketika mobil Viky akan masuk ke kediaman keluarga Ling, Mobil Viky di hentikan oleh penjaga gerbang, dan seorang penjaga lain segera berlari ke arah pintu mobil Viky.


"Maaf Tuan… apa Tuan adalah Tuan Viky…" Ucap salah satu penjaga bertanya dengan sopan, setelah kaca jendela pintu mobil Viky terbuka.


"Iya benar… itu aku…" Jawab Viky simpel.


"Maaf Tuan… silahkan… nanti di depan akan ada orang yang akan mengantar anda menuju ke aula utama…" Jawab Penjaga tersebut dan memberikan kode kepada penjaga lain untuk membukakan pintu gerbang.


Viky menganggukkan kepalanya, dan kembali menjalankan mobilnya untuk masuk ke dalam kediaman keluarga Ling, Setelah Viky memarkirkan mobilnya terlihat seorang pria berlari ke arah Viky.


"Tuan… Saya Date, saya di tugaskan untuk mengantar Tuan ke aula utama…" Ucap pria tersebut dengan sopan setelah berada di dekat Viky.


"Baiklah… terima kasih, kamu bisa tunjukan jalannya kepada aku…" Jawab Viky, dengan sopan pula.


"Heeemm…" Viky menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Viky berjalan mengikuti pria yang bernama Date, dan di ikuti oleh Herman, Deky, dan juga Vanteko Ma di belakangnya.


Tidak lama mereka berjalan, dan hanya menemui 2 belokan, ke kanan dan juga ke kiri, kemudian mereka telah sampai di sebuah bangunan yang cukup besar, dan di depan pintu masuk bangunan terlihat ada beberapa orang yang sedang berdiri di sana.


"Tuan Viky… Selamat datang di kediaman keluarga Ling yang sangat sederhana ini…" Ucap Sulis Ling, menyambut ke datangan Viky.


"Jika sederhananya seperti ini… lalu mewahnya seperti apa…?" Jawab Viky dengan nada bercanda dan sedikit tersenyum kepada Sulis Ling.


"Tuan Viky bisa saja…" Jawab Sulis Ling, dengan tersenyum kepada Viky, dan dia juga tahu bawah Viky hanya bercanda.


"Tuan ini adalah istri aku namanya adalah Amanda Yao…" Lanjut Sulis Ling, memperkenalkan Viky kepada istrinya.


"Hallo Nyonya Ling… saya adalah Viky" Jawab Viky memperkenalkan dirinya dan menyapa istri Sulis Ling, dengan menyodorkan tangannya ke arah Amanda.


"Tuan Viky tidak perlu sungkan seperti itu… Tuan Viky bisa memanggil nama aku secara langsung…" Jawab Amanda yang merasa tidak enak dengan sebutan yang Viky keluarkan untuknya, dan menyambut tangan Viky untuk bersalaman.


"Baiklah Nyonya Amanda…" Jawab Viky kembali.

__ADS_1


"Dan ini adalah anak pertama saya, mungkin Tuan Viky sudah mengenalnya dia adalah Dadan Ling…" Lanjut Sulis Ling memperkenalkan anaknya yang mungkin sebenarnya tidak perlu karena Viky sudah kenal dengan Dadan Ling.


"Yah… walau aku sudah tahu, tapi kita belum pernah berkenalan bukan…" Jawab Viky dengan melihat ke arah Dadan Ling dengan menyodorkan tangannya.


"Senang berkenalan dengan Tuan Viky…" Jawab Dadan Ling dengan tersenyum dan menyambut tangan Viky untuk bersalaman.


Di saat Sulis Ling, memperkenalkan istri serta anaknya, matanya sekali-kali menatap ke arah Vanteko Ma, dia sangat bingung kenapa Viky membawa anak ke 3 dari keluarga Ma ke sini.


"Tuan Sulis… tadi Tuan bilang Dadan ini adalah anak pertama Tuan Sulis, memangnya Tuan Sulis masih mempunyai anak yang lain…" Ucap Viky, melihat ke arah Sulis Ling.


"Ada… satu lagi Tuan Viky, dia adalah adik Dadan namanya adalah Grisha Ling… walau anak ini adalah seorang perempuan tapi anak ini sangat sulit sekali di atur…" Jawab Sulis Ling dengan nada yang sedikit mengeluh.


#Terima kasih untuk kakak-kakak semua yang telah setia membaca novel author ini, yang tidak bisa author sebutkan satu persatu.


Dan author ucapkan banyak terima kasih untuk kakak Prince Kilroy yang sudah memberikan tip 1000 koin lebih, berkah untuk semua, semoga lebih di murahkan rizkinya, panjang umur, dan sehat selalu.


Tidak lupa juga untuk kakak-kakak semua, sehat selalu, panjang umur, dan di mudahkan Rezekinya.


Amin.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2