
Terlihat Dengan Jelas
Di saat makanan sudah tersedia semua orang hanya menatap ke arah makanan yang berada di meja, tidak ada yang berani memulai mengambil makanan.
"Lisa, Rere kenapa kalian diam saja… ayo makan…" Ucap Viky melihat ke arah Lisa dan Rere secara bergantian.
"Kak… aku bingung harus makan yang mana dulu, semuanya terlihat sangat enak…" Jawab Lisa.
"Kamu mau makan yang mana saja dulu terserah, jika di rasa kurang kamu bisa memesan kembali…" Jawab Viky kepada Lisa.
"Viky bagaimana kamu akan menghabiskan semua ini, ini terlalu banyak dan juga aku yakin dengan jumlah makanan sebanyak ini pasti uang yang di keluarkan pun tidak lah sedikit…" Jawab Rere
"Jika tidak habis yah mau bagaimana lagi… dan untuk masalah uang kamu tidak usah memikirkan hal itu…" Jawan Viky dengan tangan mengelus kepala Rere dengan lembut.
Baik Novi atau pun Ratna mereka berdua tidak berkata apa pun, mereka berdua tidak tahu harus berkata apa.
"Aldo… Nanti setelah kamu selesai mengantar ibu dan Lisa pulang, kamu pergi lah ke Siren Country… aku sudah membuat janji bertemu dengan orang tersebut, dan bilang kepadanya aku akan segera datang setelah aku menemui seorang desainer baju untuk membuatkan gaun pernikahan…" Ucap Viky kepada Aldo, yang sedari tadi diam saja.
"Baik Tuan… kalau boleh tahu siapa orang yang harus saya temui…?" Tanya Aldo.
"Dia adalah orang dari bank dunia, dulu aku pernah menitipkan suatu benda kepadanya, yang menurutku tidak penting dan sekarang aku membutuhkan benda tersebut…" Jawab Viky.
"Baik Tuan…" Jawab Aldo singkat.
"Nak Viky… jika Nak Viky ingin pergi menemui seseorang untuk membuat baju pernikahan Rere, ibu bisa pulang naik taksi atau di antar oleh Aldo…" Ucap Novi, yang merasa tidak enak jika harus mengikuti Rere dan Viky dalam memilih baju pengantin, yah walau sebenarnya dia ingin ikut tapi jika dia ikut mungkin akan mengganggu Viky dan Rere untuk berduaan.
"Baiklah… nanti sebelum Aldo mengantar Lisa dan ibu pulang, Aldo akan mengantar ibu terlebih dahulu…" Jawab Viky.
Kemudian mereka semua pun melanjutkan makannya, di saat mereka tengah makam dari arah luar Viky melihat dua orang yang tampak tidak asing baginya.
Dua orang tersebut adalah Beben dan juga Reva, mereka berdua berjalan beriringan dengan tangan yang saling memegang satu sama lain.
Di saat Beben dan Reva memasuki restoran tersebut, mereka berdua menyadari bahwa di dalam restoran tersebut ada Viky yang sedang makan, dan dengan reflek mereka berdua melepaskan tangan mereka dan pergi menghampiri Viky.
"Viky… kamu juga makan di sini…" Ucap Reva yang menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Yah kalau tidak makan untuk apa akau di sini…" Jawab Viky dengan santai.
"Kalian berdua juga mau makan di sini… kalian bisa bergabung dengan kami… aku tadi terlalu banyak memesan makanan…" Ucap Viky menawarkan.
"Tidak… terima kasih… kita berdua akan memesan meja di tempat lain…" Ucap Beben karena takut Viky akan tersinggung jika tahu bahwa mereka berdua jalan bareng.
"Ayolah… kalian tidak perlu sungkan begitu kepadaku… aku juga ingin tahu sudah sampai mana hubungan kalian…" Ucap Viky menggoda mereka berdua.
"Tidak… kita tidak ada hubungan lain… kita hanya kebetulan mau makan di sini, jadi kita berbarengan…" Ucap Reva mengelak.
"Sudahlah tidak usah di tutup-tutupi lagi… sudah Terlihat dengan jelas dan juga aku ada perlu dengan Beben, jadi bisa mengobrol sambil makan…" Ucap Viky memaksa Reva dan Beben.
Karena tidak punya pilihan lain, akhirnya mereka berdua pun duduk makan bersama di sana.
Setelah Reva dan Beben duduk kemudian Viky memperkenalkan semua orang satu persatu kepada Reva dan juga Beben, termasuk Rere yang mana sebagai calon istrinya.
Hati Reva sedikit sakit setelah mengetahui bahwa wanita cantik di depannya adalah Calon istri dari Viky, tapi dia tidak punya pilihan lain untuk melepaskan Viky dan membuka hati untuk Beben, dan sakit tersebut sedikit terobati karena kehadiran dari Beben.
"Beben… apa kamu masih ingat tetang masalah pembuatan kartu bank yang aku bilang tempo hari…" Ucap Viky melihat ke arah Beben yang masih salah tingkah.
"Sudahlah kamu tidak perlu seformal itu kepadaku, kita sudah berteman sangat lama, kamu tidak usah ikut-ikutan orang lain, kamu cukup memanggilku dengan nama saja… dan juga aku senang kalian bisa bersatu…" Ucap Viky yang kurang nyaman di panggil Tuan oleh Beben, di kalimat terakhir Viky melirik ke arah Reva.
"Baiklah… kalau itu mau kamu… tapi benar aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Reva…"Jawab kembali Beben, dan melirik ke arah Reva memberi kode.
Viky adalah seorang Jendral perang pasti bisa membaca gerak-gerik dari Reva dan Beben.
"Terserah kalian saja lah… mengenai 3 kartu bank yang aku minta kamu buatkan adalah untuk ibu dan adikku serta satu lagi untuk calon istriku…" Ucap menjelaskan tetang niatnya itu.
"Viky untuk apa ibu mempunyai kartu bank… kartu itu tidak akan berguna jika berada di tangan ibu… cukup kamu buatkan saja satu untuk adik kamu…" Ucap Ratna, yang memang dia tidak membutuhkan kartu bank.
"Asik… akhirnya aku mempunyai kartu bank sendiri… terima kasih kakak ku yang ganteng…" Timpal Lisa dengan wajah yang berseri-seri bahagia.
"Aku membuatkan kartu itu hanya untuk berjaga-jaga saja… jika kalian membutuhkan sesuatu kalian bisa mempergunakannya…" jawab Viky melihat ke arah ibu dan adiknya.
"Viky aku juga sudah mempunyai kartu bank… buat apa kamu membuatkan kartu bank lain untukku…" Ucap Rere yang merasa tidak perlu untuk kartu bank baru.
__ADS_1
"Coba aku lihat kartu bank apa yang kamu punya…?" Tanya Viky melihat ke arah Rere yang berada di sampingnya.
Kemudian Rere mengeluarkan kartu bank yang dia miliki dan kartu bank tersebut adalah kartu bank Silver, Rere menyerahkan kartu tersebut kepada Viky.
"Beben tolong kamu upgrade kartu ini ke kartu Platinum, bisa kan…?" Ucap Viky setelah mengambil kartu yang Rere serahkan dan menyerahkannya kepada Beben.
"Bisa… sangat bisa sekali… oh iya Viky jika kamu mau… aku bisa buatkan 3 kartu tersebut dan menyuruh orang untuk membawa kartu tersebut ke sini…" Jawab Beben dan mengambil kartu yang Viky berikan kepadanya.
"Baguslah jika bisa seperti itu… akan lebih baik jika bisa di lakukan lebih cepat… tolong kamu urus semuanya yah sekarang…" Jawab Viky.
Beben mengambil telponnya untuk menelpon orangnya dan meminta membuatkan 3 kartu Platinum dan segera di antar ke restoran Diton.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...