Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 36 Pertempuran Yang sengit


__ADS_3

Pertempuran Yang Sengit


Setelah kalimat tersebut keluar dari Luky, kemudian Luky mengangkat tangannya, serta mengepalkan jari-jarinya, mengisyaratkan bahwa orang-orang yang berada di belakang Luky untuk diam, dan suasana pun menjadi hening seketika.


Tiba-tiba.


Ding…dong


Ding…dong


Ding…dong


Terdengar suara dari jam menara berbunyi 12 kali, menandakan waktu tepat jam 00.00.


Dan tanpa ada aba-aba dari siapa pun 5 tetua dan 2 master yang berada di belakang Luky melesat maju untuk menyerang kearah Viky.


Wush wush wush wush wush.... tidak ada sedikit pun rasa takut di antar mereka, sekejap mata para tetua dan 2 Master dari Keluarga Handoko menyerang, ke arah Viky.


Bruk…


Bruk…


Terdengar suara 2 benturan dari kepalan tangan antara Serangan dari 2 master bintang 5 keluarga Handoko yang berhasil di halau oleh 2 master yang di bawa oleh Deky.


Setelah serangannya berhasil di halau oleh 2 master yang di bawa oleh Deky, 2 Master dari keluarga Handoko segera bergerak mundur.


Semua orang tidak dapat melihat dengan jelas pergerakan ke 4 master dari kedua belah pihak itu, tidak tahu mereka berbuat apa tapi hanya suara benturan saja yang terdengar oleh semua orang.


Dan Master-master bintang 4 yang mana dari awal hanya bertugas menjaga Yanto, mereka pun menerjang maju ke arah 5 tetua dari keluarga Handoko, untuk menghalau serangannya.


Bruk…


Bruk…


Bruk…


Terdengar lagi 5 kali benturan tangan… Para tetua pun segera mundur setelah serangannya berhasil di halau oleh para Master bintang 4 dari kelompok Viky.


Sekarang di tengah-tengah terdapat 14 orang yang saling berhadapan, 5 master bintang 4 berhadapan dengan para tetua dari keluarga Handoko, dan 2 master bintang 5 yang di bawa oleh Deky berhadapan dengan 2 master bintang 5 yang di bawah oleh Luky.


Tetapi hal yang paling mengejutkan terjadi berikutnya adalah tetua ke 4 batuk dan memuntahkan seteguk darah hitam dari mulutnya.

__ADS_1


"Uhuk…"


"Uhuk…"


"Sialan kamu, ternyata tadi bukan hanya menghalau serangan ku saja tapi kamu juga menyerang aku di saat aku lengah…" Umpat Tetua ke 4 dengan tangan yang menunjuk ke arah salah satu master bintang 4 yang menghalau serangan para tetua tadi.


Wush… tanpa aba-aba tetua ke 3 menyerang ke arah master yang melukai tetua ke 4, serangannya dari tetua ke tiga di arahkan tepat mengenai dada dari master bintang 4 tersebut.


Karena belum siap untuk menghalau serangan dari tetua 3, master bintang 4 tersebut pun terpental jauh dan menabrak sebuh pohon besar,dan master bintang 4 tersebut pun tidak bergerak kembali, tidak tau master tersebut masih hidup atau sudah mati.


"Ha…ha…ha… ternyata kamu tidak punya kemampuan untuk menahan satu serangan dari ku…" Tetua ke 3 tertawa lepas setelah menyerang master bintang 4 tersebut.


Tetua ke 1 dan tetua ke 2 pun tidak mau kalah, mereka berdua menyerang 2 master bintang 4 lain secara bersama-sama, dan hasilnya pun tidak jauh berbeda dengan tetua ke 3.


"Kalau tau hanya segini kekuatan orang-orang dari Octa Grup, Harusnya sudah dari dulu saja kita merebut Octa Grup dari tangan Deky… ha…ha…ha…" Ucap tetua pertama dengan tertawa lepas penuh kemenangan, dan menatap tajam ke arah Deky.


"Benar tetua pertama… Bahkan orang-orang dari Octa Grup tidak mampu memberikan perlawanan terhadap kita… ha…ha…ha" Timpal tetua ke 2 dengan tertawa juga.


tapi berbeda dengan tetua kelima, dia menyadari akan keanehan yang terjadi,


"Ada yang aneh, tidak mungkin kekuatan orang-orang dari Octa Grup selemah itu, apa yang di rencanakan orang itu…" Gumam tetua ke 5, dengan mata menatap tajam ke arah Viky.


Tetua ke 5 menghampiri Luky dan bertanya:


Luky menyipitkan matanya dan menatap ke arah tetua ke 5


"Apanya yang aneh… tetua ke 5 terlalu berlebihan… orang-orang dari Octa Grup saja yang terlalu lemah… mereka hanya bersandar pada 2 master bintang 5 itu saja…" Tunjuk Luky kepada 2 Master bintang 5 yang di bawa oleh Deky yang sedang bertarung dengan master bintang lima dari keluarga Handoko.


"Tetua ke 5 tetang saja… kita belum mengeluarkan 2 kartu AS kita… tapi aku rasa hanya dengan begini sudah cukup untuk mengalahkan Deky…" Ucap Luky dengan menepuk pundak Tetua ke 5.


Setelah mendengar jawaban dari Luky akhirnya tetua ke 5 bisa sedikit bernapas lega, meski pun begitu masih ada rasa yang mengganjal di hatinya, tapi segera dia tepis perasaan tersebut, dan kembali bersiap untuk bertarung.


Di tengah-tengah tempat tersebut sekarang, dari pihak Viky tersisa 2 master bintang 5 untuk master bintang 4 sudah di kalahkan oleh serangan gabungan dari tetua ke 2 dan tetua ke 3, untuk tetua pertama membantu 2 master bintang lima dari keluarga Handoko, walau tidak banyak membantu tapi serangan dari tetua pertama cukup merepotkan.


2 Master yang tersisa dari raut wajahnya terlihat sudah kelelahan, melawan 1 orang dengan tingkat yang sama saja sudah pasti menguras energi, di tambah dengan 2 tetua yang membantu mengalihkan perhatian menjadikan 2 master tersebut kewalahan, karena serangan dari 2 tetua yang membantu tidak memberikan efek yang lebih.


……


Viky melirik ke arah Deky, Deky menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah master bintang lima tersebut.


"Sudah cukup…" Ucap Deky setelah berada di dekat master bintang 5 tersebut.

__ADS_1


Kemudian Deky menepuk pundak 2 master bintang 5 dan berkata:


"Kalian beristirahatlah… sudah cukup kalian mengulur waktunya… sekarang mari kita tunjukan kekuatan kita yang sebenarnya kepada merek…" Ucap Deky dan berjalan maju.


Setelah mendengar perintah dari Deky, 2 master itu pun melangkah mundur.


Langkah Deky terlihat berbeda dari biasanya, dengan napas yang memburu serta energi yang kuat keluar dari tubuhnya.


Raut wajah Deky pun berubah serius yang mana biasanya selalu terlihat santai dan murah senyum.


Luky dan para tetua yang mengetahui sikap keseharian Deky seperti apa, mereka berpikir bahwa Deky mempunyai kepribadian ganda. karena Deky yang berada di depan merek sekarang bertolak belang dengan Deky yang mereka kenal.


"Sudah cukup untuk main-mainnya…" Ucap Deky menatap kearah 2 Master dan para tetua dari keluarga Handoko.


Setelah kalimat tersebut selesai terucap, Deky melesat menyerang salah satu master bintang lima, dengan kecepatan tinggi, Deky berhasil mendaratkan sebuh pukulan kearah dada dari salah satu master tersebut.


Setelah menerima pukulan dari Deky Master tersebut tidak bergerak sama sekali, bahkan mundur hanya 1 inci pun tidak, semua orang dari keluarga Handoko menatap aneh ke arah Deky dan master yang menerima pukulan dari Deky.


Mereka berpikir bahwa Master dari keluarga Handoko lebih hebat dari Deky, karena serangannya tidak berefek sama sekali.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2