Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 288 Bantuan Datang


__ADS_3

Bantuan Datang


Try Rasya memasukan kembali ponselnya ke dalam tasnya setelah panggilan dengan ayahnya terputus, dan dia melihat ke arah Zemi.


"Ayah aku, akan mengirimkan orang terbaiknya ke sini… jika ada luka sedikit saja pada aku, dia bilang akan memburu kamu sampai ke ujung dunia sekali pun…" Ucap Try Rasya dengan tatapan dingin dan mengancam kepada Zemi.


Semua orang saat ini bisa sedikit bernapas lega karena akan ada bantuan yang akan datang membantu mereka, mereka semua berpikir jika berteman dengan orang yang mempunyai status tinggi, jika ada masalah, akan gampang meminta bantuan untuk menyelesaikan masalahnya, walau lawan yang di hadapi saat ini tidak tahu lebih kuat atau tidak dari orang-orang keluarga Try.


"Oh… oh… aku takut sekali… ha… ha… ha… aku ingin tahu seberapa kuat orang terbaik yang di miliki oleh keluarga Try… aku beri waktu 10 menit untuk dapat mereka sampai di sini…" Jawab Zemi dengan nada yang bercanda dan sedikit mempermainkan Try Rasya.


"Kakak… apa kita akan menunggu hingga bantuan mereka datang…? aku ingin mematahkan kaki dia sebagai balasan karena telah memukul aku…" Ucap orang yang di pukul oleh Yu Jin, dengan nada yang sedikit pelan.


"He… he… he… Tedi… tedi masih belum tahu luasnya dunia, jadi kamu ikutin saja apa yang aku lakukan… dan nanti akan ada saatnya kamu membalaskan perlakuan mereka kepada kamu…" Jawab Zime dengan santai, dia berkata seperti itu karena situasi yang terjadi di sana berada di bawah kendalinya, dan orang yang di pukul oleh Yu Jin bernama Tedi


Viky saat ini hanya duduk diam di kursinya sambil memakan Barbeque dan sesekali meminum anggur yang ada di gelasnya dengan sangat santai, namun walau pun begitu sudut matanya memperhatikan Rere, dia tidak melakukan apa pun, karena dari awal, Rere bilang jangan berbuat sesuatu, jadi dia hanya bisa diam, selama Rere baik-baik saja dan tidak di usik oleh orang lain, namun dia juga mengamati situasi yang terjadi.


"Baiklah kak… aku akan mengikuti kata-kata dari kakak… tapi bisakah nanti, tidak hanya membuat kaki dia patah saja… aku juga ingin bersenang-senang sambil di temani seorang wanita muda yang cantik…" Jawab Tedi yang mengerti arti dari kata-kata Zemi, dan dia juga melihat bahwa situasi berpihak kepada mereka.


Tedi melihat ke arah para wanita yang berada di kumpulan Yu Jin, dengan tatapan mesum, dia melihat dari ujung kiri hingga ujung kanan barisan untuk menemukan wanita mana yang akan dia pilih untuk dia ajak pergi dari sana.


"Itu terserah kamu… tapi jika mereka bisa memberikan uang 100 juta maka kamu hanya bisa membawa pulang uangnya saja… tapi jika tidak, kamu bebas memilih wanita mana yang akan kamu bawah untuk bersenang-senang dengan kita…" Jawab Zemi.


Di saat ini semua orang hanya diam, mereka semua menunggu orang-orang dari keluarga Try datang ke sini, bagi orang-orang yang berada di pihak Yu Jin, mereka sangat berharap bahwa orang-orang dari keluarga Try, akan menolong mereka, karena hanya satu-satunya harapan untuk mereka semua agar terlepas dari masalah ini tanpa mengalami kerugian yang terlalu besar.


Di saat semua orang terdiam, ada rasa tidak nyaman di hati Viky, karena dia melihat bahwa Tedi, melihat ke arah Rere dengan tatapan yang sangat menjijikan, kemudian dia mengeluarkan ponselnya, serta mengirim sebuah pesan yang entah kepada siapa pesan tersebut di kirim, kemudian dia juga tidak lupa mengirimkan lokasinya kepada No tersebut.

__ADS_1


"Baiklah Nona… waktu yang aku berikan sudah hampir habis, dan orang-orang dari keluarga Try belum juga datang ke sini… kamu sedang mempermainkan aku atau memang benar orang-orang dari keluarga Try akan datang ke sini…" Ucap Zemi dengan raut wajah yang kesal, karena dia sudah menunggu cukup lama tapi orang-orang dari keluarga Try belum juga datang ke sana.


"Baru juga 8 menit… masih ada waktu 2 menit lagi, aku yakin tidak akan lama lagi orang-orang aku akan datang ke sini…" Jawab Try Rasya dengan nada yang penuh keberanian, walau sebenarnya dia juga sangat takut, tapi jika dia tidak seperti ini maka siapa lagi yang akan maju menghadapi masalah ini.


"Baiklah… aku akan menunggu dengan sabar hingga saat dimana kamu akan ikut bersenang-senang dengan aku… aku sarankan lebih baik kamu ikut saja bersama aku sekarang dan tidak perlu mengulur waktu lagi seperti ini… aku janji akan membuat kamu sangat senang nanti…" Jawab Zemi yang mana dia sudah tidak sabar untuk dapat membawa Try Rasya bersamanya.


"Tidak akan ada yang akan membawa Nona Muda Try dari sini… jika ingin membawa Nona Muda Try dari sini, maka langkahi dulu mayatku…" Teriak salah seorang yang berjalan menuju ke tempat Try Rasya.


Orang yang berteriak tersebut berjalan dengan penuh wibawa dan dengan aura pembunuh yang menyelimuti tubuhnya terlihat cukup tebal serta tatapan yang tajam melihat ke arah Zemi, dia datang ke sana pun tidak sendirian, karena di belakangnya di ikuti oleh beberapa orang dengan jumlah tidak kurang dari 1 lusin dan aura mereka juga terlihat cukup kuat dari orang bisa.


Semua orang baik yang berada di barisan Try Rasya atau bawahan dari Zemi, melihat kedatang orang-orang dari keluarga Try, mereka semua merasakan sedikit ketakutan, karena di pikiran mereka, bahwa mereka seperti sedang melihat seekor singa yang ganas dan berjalan ke arah mereka.


"Paman…" Ucap Try Rasya dengan nada yang sedikit berteriak, setelah dia tahu siapa orang yang berkata tersebut, dan orang yang berkata tersebut adalah orang kepercayaan dari keluarga Try, namun Try Rasya sudah menganggapnya sebagai pamannya sendiri.


"Kamu adalah orang yang di kirim oleh keluarga Try untuk menghadapi aku…?" Ucap Zemi bertanya dengan berbalik melihat ke arah sumber suara.


"Sungguh suatu penghinaan bagi aku… keluarga Try hanya mengirim seorang dengan tingkat Grand Master dan beberapa orang dengan tingkat Master, untuk menghadapi aku yang mempunyai tingkat panglima perang…" Jawab Zemi dengan nada yang meremehkan kepada orang-orang dari keluarga Try yang baru saja datang.


"Kamu baru menembus tingkat panglima perang saja sudah sombong… aku tahu bahwa kekuatan kamu masih belum stabil di tingkat panglima perang… akan sangat mudah untuk aku dapat mengalahkan kamu…" Jawab tetua ke 3, dia berkata seperti itu bukan tanpa alasan, karena dia juga merasakan energi yang ada di tubuh Zemi yang belum stabil secara sempurna, jika Zemi sudah lama berada di tingkat panglima perang, dan sudah mengokohkan pondasinya maka akan sangat mustahil untuk bisa mengalahkannya.


"He… he… he… apa kamu tahu siapa aku…? aku beritahu kamu, aku adalah salah satu dari 4 panglima perang yang di miliki oleh tuan Prasetyo… jika kamu terus melangkah maju, maka keluarga Try akan berperang dengan pasukan bawah tanah tuan Prasetyo…" Jawab Zemi dengan mengeluarkan aura pembunuhnya, dan aura tersebut dengan segera menyelimuti tubuh kekar Zemi.


"Jika harus berperang melawan pasukan bawah tanah Prasetyo… Keluarga Try tidak akan mundur walau hanya 1 langkah… dan perlu kamu tahu, keluarga Try sekarang berada di bawah perlindungan Octa Grup, jika keluarga kami berperang, maka pihak Octa Grup pun tidak akan tinggal diam, walau mereka hanya ngirimkan beberapa orang untuk membantu kami, tapi hal itu aku rasa akan cukup untuk mengalahkan kalian semua…" Jawab tetua ke 3, yang mana dia juga tidak mau kalah, dan mengatakan siapa yang berada di belakang mereka.


Namun Viky sedikit mengernyitkan alisnya mendengar kata-kata dari tetua ke 3, karena jika ada salah satu keluarga yang berada di bawah perlindungannya… maka, pastilah ada salah seorang yang mengenalinya, apa lagi keluarga Inti dari keluarga yang berada di bawah perlindungannya, pasti dengan sekali lihat akan tahu siapa Viky, namun Try Rasya tidak mengenalnya sama sekali.

__ADS_1


"Mungkin hal ini Deky yang berbuat dan berada di luar pengetahuan aku… atau tetua ke 3 ini hanya menjual nama saja untuk bisa lepas dari masalah ini… selama hal ini tidak merugikan aku dan Octa Grup, maka terserah kalian saja, yang jelas aku tidak akan ikut campur dengan masalah kalian… namun jika kalian ingin aku ikut campur, maka aku tidak akan segan-segan jika harus melawan kalian ber 2…" Gumam Viky dalam hati, namun dia sedikit kagum kepada tetua ke 3, walau pun lawan berada satu tingkat di atasnya tapi tetua ke 3 masih dengan posisi yang tenang untuk menghadapi lawannya tersebut, dan berusaha untuk mengendalikan situasi yang ada.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2