
2 Permintaan Dan Tidak Lebih
Malam yang panjang dan melelahkan bagi Viky, karena untuk mengurus Dewi yang sedang mabuk, akhirnya dia bisa tetang untuk tidur di kamarnya sendiri, tapi belum cukup lama dia tertidur, mata hari pagi sudah masuk ke dalam kamar Viky, dan menyorot tepat di wajahnya, karena adiknya Lisa membukakan gorden kamar Viky.
"Kak… bangun sudah siang…" Ucap Lisa setelah membukakan gorden jendela kamar Viky, dan menggoyang-goyangkan tubuh Viky, untuk membangunkan Viky dari tidurnya.
"Kakak, masih ngantuk… kamu ikut tidur saja dengan kakak…" Jawab Viky dengan menarik Lisa di tempat tidur dan serta memeluk Lisa dan menahannya untuk tetap tidur dengan Viky.
"Kak Viky… lepaskan, aku ini sudah dewasa tahu, tidak baik jika kakak melakukan seperti ini kepada aku…" Ucap Lisa dengan mencoba bangun dan juga berusaha untuk terlepas dari cengkraman pelukan Viky tersebut.
"Mau kamu sudah dewasa atau belum, kamu tetap saja adik kecil kakak, dan tidak ada yang melarang aku untuk melakukan hal ini kepada kamu… dari dulu kamu juga sering melawan seperti ini, jadi apa bedanya dulu dan sekarang…" Jawab Viky yang tidak mau melepaskan Lisa, dan terus menahannya untuk tetap tidur di samping Viky.
"Jika kakak, tidak mau lepaskan aku… aku akan berteriak, biar ibu yang memarahi kakak nanti…" Ucap Lisa yang mengancam Viky agar melepaskan cengkeramannya.
"Teriak saja… ibu tidak akan bisa mendengar teriakan dari kamu… toh jarak dari sini ke dapur cukup jauh, jadi tidak akan terdengar…" Jawab Viky dengan santai dan mata yang masih terpejam.
"Ok… ok… aku akan beri tahu kak Rere nanti, tentang kakak yang membawa seorang wanita pulang ke rumah… aku yakin kak Rere tidak mengetahui hal ini… dan nanti juga aku akan bilang bahwa kakak tidur satu kamar dengan wanita tersebut…" Jawab Lisa yang mengancam kembali Viky.
"Kamu tahu dengan seorang wanita yang kakak bawa ke sini…?" Jawab Viky dengan sangat kaget, dan dia juga langsung terduduk melihat ke arah Lisa karena dia tadi malam mambawa Dewi ke rumahnya secara diam-diam.
"Jelas aku tahulah… karena wanita yang kakak bawa tadi malam, sedang ikut sarapan bersama dengan ibu, dan aku di suruh ibu untuk membangunkan kakak… dan dia juga masih menunggu kakak di maja makan sekarang… kalau tidak salah namanya ada Dewi…" Jawab Lisa sambil duduk di tempat tidur dengan raut wajah kemangan terpancar dari wajahnya, serta sedikit berpikir di saat akan menyebutkan sebuah nama.
"Dia itu adalah teman kakak… dia semalam mabuk berat, karena kakak takut di salahkan oleh keluarganya, jadi kakak membawanya ke sini… dan kakak juga tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepadanya…" Jawab Viky mencoba menjelaskan kepada Lisa, dan berharap Lisa tidak menceritakan hal ini kepada Rere.
"Jika teman kakak mabuk berat, berarti dia tidak bisa berjalan yah… lantas bagaimana dia bisa berada di dalam kamar…? apa dia bisa terbang atau ada seseorang yang mengangkatnya, yah…" Ucap Lisa bertanya dan menggoda Viky, serta berpura-pura berpikir.
"Iya… iya… kakak sudah tahu dengan apa yang kamu inginkan… tinggal sebutkan saja apa mau kamu…?" Jawab Viky dengan nada yang lemas karena tidak bisa mengelak lagi, dan Viky juga tahu bahwa Lisa akan berhenti bertanya lagi jika pembicaraan di alihkan ke hal yang dia inginkan.
"Apa yah…?" Jawab Lisa sambil berpikir.
"Yah sudah kamu pikirkan saja dulu apa yang mau kamu minta… jika sudah ada kamu tinggal bilang kepada kakak apa mau kamu karena permintaannya hanya 1… kakak akan membersihkan dulu badan kakak…" Ucap Viky yang melihat bahwa Lisa sedang berpikir, dan dia segera beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
__ADS_1
"Jika 2 permintaan boleh yah…?" Ucap Lisa bertanya di saat Viky akan menutup pintu kamar mandi.
"Tidak… hanya satu." Jawab Viky dengan singkat, dan ketika di kata terakhir nadanya sedikit di tekankan.
"Yah sudah, kalau begitu aku akan pergi sekarang ke rumah kak Rere dan menceritakan semuanya… jika kak Rere tidak percaya, kak Rere bisa pergi ke sini untuk melihat wanita yang kakak bawa…" Jawab Lisa dengan turun dari atas tempat tidur Viky.
"Baiklah… baiklah… 2 permintaan akan kakak kabulkan… jika lebih dari itu maka tidak akan ada satu pun yang akan kakak kabulkan permintaan kamu…" Jawab Viky dengan buru-buru dan dia juga kembali membukakan pintu kamar mandi yang akan hendak tertutup.
Kemudian Lisa pergi dari kamar Viky, dengan raut wajah yang gembira, setelah Viky selesai membersihkan badannya dan berpakaian dengan rapih, dia pun segara turun dari lantai atas, menuju ke meja makan untuk sarapan pagi.
"Apa Aldo belum pulang dan masih di tempat latihan…?" Gumam Viky, setelah melihat bawah di meja makan tidak ada Aldo di sana, dan di meja makan hanya ada 3 wanita yang tengah duduk dan mengobrol sambil makan sarapan pagi.
Setelah menyapa Ibunya, Viky duduk di kursi dimana biasa dia duduk, namun semua orang menghentikan makannya dan melihat ke arah Viky.
"Kenapa…?" Ucap Viky bertanya kepada ke 3 wanita yang melihat ke arahnya dengan tatapan yang sedikit aneh, dan dia juga tidak perlu mengenalkan Dewi kepada ibunya, karena pasti sebelum Viky datang ke sini, sudah salah mengobrol dan saling mengenalkan diri masing-masing.
"Tidak… aku hanya ingin tahu, apa yang kamu lakukan semalam kepada aku, di saat aku tengah mabuk…?" Ucap Dewi yang pertama berkata dan bertanya kepada Viky.
"Baguslah jika hanya seperti itu… jika kakak berbuat lebih berarti kakak sama saja dengan Vanteko Ma dan laki-laki lain, yang suka menggunakan kesempatan dalam kesempitan…" Jawab Dewi, dengan mata yang tajam menatap ke arah Viky, dan mencoba mencari tahu apa ada hal yang di sembunyikan oleh Viky dari kejadian tadi malam.
"Jika aku ingin berbuat sesuatu, dan menggunakan kesempatan dalam kesempitan, untuk apa aku membawa kamu pulang ke sini, sudah saja aku membawa kamu ke hotel, jika sudah selesai maka akan aku tinggalkan kamu sendirian di sana…" Jawab Viky berkata dan mengungkapkan niat jahat yang akan dia lakukan tapi di urungkan niat tersebut.
Ibunya Viky hanya diam saja tidak berkata apa pun, di pikirannya baik itu Rere atau pun Dewi, yang mana juga sama saja di matanya, karena yang terpenting bagi ibu Viky, adalah ke bahagia Viky, bahkan jika ke 2 nya pun tidak masalah asala saling mengerti satu sama lain, dan tidak menimbulkan masalah besar ke depannya.
Dewi pun hanya diam tidak menjawab perkataan dari Viky, dan hanya melanjutkan makan sarapannya.
"Dewi… apa kamu mau kembali dulu, atau kamu mau langsung ke tempat latihan…?" Ucap Viky bertanya dan memulai pembicaraan di saat semua orang tengah selesai dengan sarapan mereka masing-masing.
"Mungkin aku akan kembali ke rumah terlebih dulu untuk menyiapkan serta membawa baju ganti untuk di tempat latihan nanti… dan juga untuk berpamitan dengan keluarga aku… takutnya jika tidak berpamitan mereka akan cemas kepada aku… walau pun sebenarnya tidak perlu, karena aku yakin kak Dadan sudah membicarakan hal ini dengan ayah serta ibu…" Jawab Dewi.
"Mau aku antar kamu, atau kamu mau pakai mobil aku untuk kembali ke rumah kamu…?" Ucap Viky bertanya kembali.
__ADS_1
"Aku yang antar kak Dewi pulang saja kak bagaimana…?" Timpal Lisa yang tiba-tiba ikut campur dalam pembicaraan Viky bersama dengan Dewi.
"Tapi kamu kan harus kuliah… jadi tidak bisa mengantar Dewi untuk pulang…" Jawab Viky yang tidak setuju atas tawaran dari Lisa.
"Jam kuliah aku hari ini siang kak, jadi aku bisa pergi dulu bersama kak Dewi, sekalian aku juga ingin belajar mobil, karena aku tidak mau setiap kemana-mana harus di ikuti oleh sopir…" Jawab Lisa yang menyangkal dan juga tetap memaksa untuk pergi bersama Dewi, karena tujuan Lisa yang sebenarnya adalah bukan masalah mengantar Dewi, tapi karena dia ingin belajar mengendarai mobil.
"Baiklah… baiklah, kamu bisa pergi untuk mengantar Dewi pulang tapi Untuk masalah kamu ingin belajar mobil, lebih baik kamu pergi kursus menyetir saja, jangan asal mencoba di jalan, takut membuat kecelakaan yang akan membuat kerugian bagi banyak orang, dan takutnya kamu juga akan terluka nantinya…" Jawab Viky, yang mengerti dengan maksud dan tujuan dari Lisa, dan dia hanya bisa mengarahkannya ke jalan yang benar dan tidak mencoba dengan asal.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...