Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 376 Orang yang paling Viky takuti


__ADS_3

Orang yang paling Viky takuti


Setelah Viky dan ibu pengasuhnya selesai makan, dia pergi meninggalkan restoran tersebut, namun dia tidak memberitahu Ji Song, bahwa Viky akan pergi dari sana, karena di pikiran Viky, akan jadi rumit jika memberitahu Ji Song, pastinya Ji Song bertanya Viky akan pergi ke mana dan pastinya akan memaksa kepada Viky, untuk mengantar Viky, setelah Ji Song tahu bahwa Viky mampu membayar seluruh tagihan makan, dengan jumlah ratusan juta.


"Buna… untuk menjaga keamanan buna, lebih baik buna ikut saja bersama aku di kota Taraka… aku yakin ibu juga akan sangat sedang jika buna bisa tinggal bersama dengan kami… sekalian juga buna bisa menemani ibu di rumah…" Ucap Viky mengajak ibu pengasuhnya untuk tinggal bersama dia di kota Taraka, dia saat mereka ber 2 berada di dalam mobil dan hendak kembali ke kediaman Keluarga Latimore.


Viky mengajak ibu pengasuhnya untuk tinggal bersama dia, Karena jika ibu pengasuhnya tinggal di kota Taraka banyak keuntungan untuk Viky begitu juga untuk ibu pengasuhnya, seperti Viky bisa menjaga keamanan ibu pengasuhnya dan juga bisa sekalian menemani ibunya saat di rumah sendirian.


Namun ibu pengasuh Viky, hanya diam saja tidak menjawab ajakan dari Viky, entah karena dia setuju untuk tinggal bersama Viky, tapi dia malu mengatakannya, atau mungkin karena dia bingung harus berkata apa untuk menolak ajakan tersebut, dan akhirnya suasana di dalam mobil pun hening hingga sampai ke depan gerbang kediaman Keluarga Latimore.


Saat ini di bagian depan kediaman Keluarga Latimore masih tampak seperti sebelumnya, yaitu sangat ramah dengan orang-orang dari Keluarga Latimore, namun tidak tampak para petinggi di antara orang-orang tersebut, dan juga tidak ada lagi orang yang terluka yang berada di sana, karena untuk orang yang terluka sudah di bawa ke bagian belakang kediaman Keluarga Latimore untuk di obati.


Dan di sana juga terdapat orang-orang dari Viky, yang tengah bersantai sambil istirahat di beberapa rumah yang ada di bagian depan kediaman Keluarga Latimore, karena orang-orang dari Viky tidak ada yang terluka jadi mereka tengah bersantai sambil memulihkan energi mereka yang sudah terkuras di saat pertempuran tadi.


Di saat Viky memasuki kediaman Keluarga Latimore, dia melihat bahwa mobil yang menjemput ibunya sudah terparkir di depan mansion Keluarga Latimore dan juga ada beberapa mobil yang Viky kenali terparkir di sana, kemudian Viky pun bergegas mengendarai mobilnya ke arah mansion dan memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil tersebut.


Setelah selesai memarkirkan mobilnya, Viky turun dari dalam mobil di ikuti oleh ibu pengasuhnya, ketika Viky baru saja turun, dari arah mansion, terlihat seseorang dari Keluarga Latimore berlari menuju ke arah Viky.


"Maaf tuan… nyonya besar sudah ada di dalam dan sedang menunggu tuan, bersama dengan kepala keluarga dan juga para tetua serta yang lainnya…" Ucap orang tersebut dengan sopan berkata setelah dia berada di dekat Viky.


"Baiklah… biasa kamu antar aku ke dalam…?" Ucap Viky bertanya, namun nadanya sedikit merasa lega setelah memastikan mobil yang dia kenali tersebut adalah mobil dari orang-orang Viky yang dia tugaskan untuk menjaga ibunya.


"Silahkan tuan… saya juga di tugaskan untuk menunggu tuan di sini, dan membawa tuan ke dalam…" Ucap orang tersebut mempersilahkan Viky, untuk ikut pergi bersama dia ke dalam mansion


"Baguslah… jika ada Tiger dan ke 9 panglima di sini, aku tidak khawatir jika ibu di tekan oleh Jibsen untuk dapat memaafkan mereka…" Ucap Viky di dalam hati, sambil berjalan mengikuti orang yang di tugaskan untuk menjemput Viky, dia ikuti oleh ibu pengasihnya berjalan di samping Viky.


Di dalam mansion semua orang hanya diam melihat ke arah meja utama situasi di sana sangat sepi walau pun banyak orang yang berada di sana, hanya terdengar beberapa orang yang tengah mengobrol di meja utama. dan di meja utama saat ini tengah duduk Jibsen kepala Keluarga Latimore, dan ke 3 anaknya bernama Kent Latimore, Nara Latimore dan Dinata Latimore, serta Ratna ibu dari Viky dan juga Lisa yang duduk berdekatan dengan Nara Latimore, dan untuk Tiger serta ke 9 panglima pasukan Magnium mereka berdiri tepat di belakang Ratna dan juga Lisa.

__ADS_1


Untuk Istri Jibsen, dia tidak ada di sana karena sedang masa pemulihan, atas tangannya yang di patahkan oleh Viky beberapa saat yang lalu.


Ketika Viky memasuki mansion tersebut, sontak semua orang melihat ke arah Viky dan mereka juga langsung berdiri menyambut kedatangan Viky, termasuk juga Jibsen dan anak-anaknya yang duduk di meja utama, tapi tidak untuk Ratna dan juga Lisa karena mereka ber 2 tidak terbiasa melakukan hal itu, Viky yang tidak peduli dengan tatapan semua orang berjalan dengan santai menuju ke arah meja utama.


"Liva…" Ucap Ratna dengan sedikit berteriak karena dia sedikit kaget dan dengan reflek dia berdiri setelah dia melihat dengan jelas siapa orang yang bersama dengan Viky.


Semua orang yang berada di sana sangat bingung, karena mereka tidak tahu siapa orang yang di panggil oleh kakak dari kepada keluarga mereka, karena tidak ada yang menjawab panggilannya, hanya Viky dan Ratna saja yang tahu, bahkan Jibsen pun tidak tahu siapa yang di panggil olek kakaknya tersebut.


"Viky… apa wanita yang ada di sebelah kamu itu adalah Liva ibu pengasuh kamu dulu…?" Ucap Ratna bertanya di saat Viky akan mengatakan sesuatu.


"Yah… ini adalah buna ibu pengasu……" Belum sempat Viky menyelesaikan kata-katanya, Ibu Viky sedikit berlari buna dan langsung memeluknya dengan erat.


Di saat mereka ber 2 saling berpelukan, tidak terasa air mata dari ke 2 nya mulai keluar, air mata tersebut bukan air mata kesedihan namun air mata kebahagian.


"Nyonya… maaf… maafkan aku…" Ucap Liva atau ibu pengasuh Viky dengan nada suara yang sedikit kurang jelas, karena saat itu dia sedang menangis.


"Tidak… tidak… kamu jangan memanggil aku nyonya, karena aku bukan lagi bagian dari Klan Xian… dan kamu juga bukan lagi pelayan dari Klan Xian, kamu sekarang adalah wanita bebas yang tidak terkekang lagi dengan peraturan yang ada di dalam Klan Xian… kamu bisa memanggil aku Ratna, karena umur kita juga tidak terlalu jauh…" Jawab Ratna setelah dia melepaskan pelukannya.


"Ayo, duduk, banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu…" Ucap Ratna mengajak Liva untuk duduk.


Namun Liva sedikit ragu-ragu untuk duduk, dan dia melirik ke arah Jibsen meminta persetujuan apa dia boleh ikut duduk bersama dengan mereka.


"Buna… kenapa…? apa ada yang salah…? Jika buna tidak nyaman duduk di sini, kita bisa mencari tempat yang lain, buna itu adalah keluarga aku, maka dimana aku berada buna juga bisa berada di sana… jika ada yang melarang buna, maka orang tersebut tidak layak untuk ikut berkumpul bersama kita…" Ucap Viky yang menyadari sikap ibu pengasuhnya yang terlihat canggung untuk duduk di meja utama bersama yang lain, namun di kalimat terakhir nadanya sedikit di tekankan dan sudut matanya menatap ke arah Jibsen.


"Benar… benar apa yang di katakan Nak Viky, kita semua adalah satu keluarga… jadi…" Ucap Jibsen, namun belum selesai dia berkata-katanya sudah di hentikan oleh Viky.


"Kita yang berada di meja ini adalah keluarga, tapi tidak termasuk kamu… karena kita masih ada urusan yang belum selesai…" Jawab Viky dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah Jibsen dan maksud kamu di sini adalah Jibsen beserta anak-anaknya.

__ADS_1


"Viky… jaga bicara kamu, ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk bersikap tidak sopan kepada orang yang umurnya lebih tua dari kamu, dan bagaimana pun dia juga adalah paman kamu, paman satu darah adik kandung ibu… perlu kamu tahu bahwa selama ini dia yang membantu keluarga kita secara diam-diam…" Ucap Ratna dengan nada yang sedikit marah kepada Viky, karena Viky bersikap tidak sopan kepada pamannya sendiri.


"Maaf ibu…" Jawab Viky dengan singkat meminta maaf kepada ibunya dengan menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang melakukan kesalahan dan siap menerima hukuman, karena bagi Viky, tidak ada kata yang lebih harus di patuhi selain kata dari ibunya, karena seorang ibu tidak akan pernah menyuruh anaknya melakukan hal yang tidak baik atau bahkan bisa mencelakakan anaknya (Jadi Jagalah ibu kalian selagi kalian masih mempunyai ibu, jangan sampai kalian menyesal setelah ibu kalian tidak ada), dan tidak ada orang yang harus lebih di takuti di dunia ini selain dari ibu.


Di pikiran Viky, sekuat apa pun dia di luaran dan sebanyak apa pun orang yang tunduk serta takut kepadanya, di depan ibunya dia tetaplah masih anak-anak.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2