
Negosiasi Dengan 2 Syarat
"Zemi… atau haruskah aku memanggil kamu panglima perang dari pasukan Prasetyo… aku beri tahu kamu dulu dari awal… jika kamu melangkah maju, maka masalah ini tidak akan sesederhana seperti ini lagi… aku sarankan untuk kamu dengan segera menarik mundur semua orang-orang kamu… dan melupakan kesalahpahaman yang terjadi di sini…" Ucap tetua ke 3, setelah dia berada di samping Try Rasya, dengan melihat ke arah Zemi dengan tatapan yang tajam.
"He… he… he… masalah yang terjadi sekarang memang sudah tidak sederhana lagi, dengan datangnya kamu ke sini, salah satu tetua dari keluarga Try… namun jika kamu ingin aku menarik mundur orang-orang aku sekarang… baik, akan aku lakukan, tapi dengan 2 syarat…" Jawab Zemi dengan mengacungkan 2 carinya, Zemi bukanlah orang bodoh jadi dia juga mengerti arah pembicaraan dari tetua ke 3.
"Syarat apa yang ingin kamu ajukan…? jika masih dalam batas wajar maka aku akan menyanggupi syarat dari kamu…" Jawab tetua ke 3, dengan sedikit mengurangi kewaspadaan nya karena di pikirannya dia sudah sedikit mengendalikan situasi.
Semua orang akhirnya bisa sedikit bernapas lebih lega lagi, karena ada yang membantu mereka dalam menyelesaikan masalah ini, dan yang mereka lihat bahwa tetua ke 3 juga sudah sering menghadapi situasi seperti ini, karena mereka melihat dari raut wajah tetua ke 3 terlihat sangat tenang sekali
Semua orang yang hadir di sana juga tahu bahwa ketika di hadapkan suatu masalah yang menyangkut dua belah pihak yang mempunyai status dan kekuasaan, maka negosiasi lah yang menjadi jalan terakhir untuk tidak terjadi sebuah peperangan, karena ketika perang terjadi, maka sudah di pastikan ke 2 belah pihak akan mengalami kerugian, baik secara materi atau secara korban orang yang di akibatkan sebuah peperangan.
"Syarat yang pertama, aku minta kompensasi uang sebesar 100 juta, maka aku akan menarik semua orang-orang aku dari sini…" Jawab Zemi yang tidak berbasa-basi dan langsung membicarakan masalah kompensasi untuk adiknya.
"Dan untuk syarat yang ke 2, aku akan melupakan masalah ini, dan tidak akan membahasnya di kemudian hari, oleh karena itu… aku akan membawa beberapa gadis yang ada di sini untuk bisa menemani kami bersenang-senang… namun aku bisa pastikan bahwa mereka akan pulang dengan keadaan masih hidup dan sangat utuh besok tanpa ada kekurangan sedikit apa pun dari tubuhnya…" Lanjut Zemi mengatakan syarat yang ke 2 kepada tetua ke 3 dari keluarga Try.
Setelah mendengar syarat ke 2 dari Zemi, semua wanita yang berada di pihak Try Rasya, raut wajah mereka langsung berubah pucat, karena mereka juga tahu arti dari kata-kata Zemi, walau mereka bisa pulang dalam keadaan hidup dan tidak kekurangan apa pun, tapi menurut para wanita, mungkin lebih baik mati dari pada pulang dengan menanggung malu.
Namun para wanita tersebut, hanya bisa berharap bahwa tetua ke 3 tidak akan menyetujui syarat ke dia 2 dan menyerahkan beberapa wanita di antara mereka kepada pihak dari Zemi.
"Untuk masalah uang sebesar itu… aku tidak membawanya sekarang, jadi akan aku kirim secara pribadi nanti uangnya ke tempat kamu…" Jawab tetua ke 3 tentang syarat yang pertama.
"Apa kata-kata kamu bisa di pegang… aku merasa kurang yakin, untuk kamu dapat mengirimkan uang nya secara pribadi kepada aku…" Jawab Zemi yang tidak percaya begitu saja dengan kata-kata dari tetua ke 3, karena dia berada di lingkungan bawah tahan, jadi dia sudah pernah bahkan sering mengalami hal ini secara berulang kali.
__ADS_1
"Apa kamu tidak percaya kepada aku… aku adalah tetua ke 3 dari keluarga Try, dan aku juga mempunyai beberapa perusahaan yang berada di bawah kendali aku secara langsung… jika aku berbohong kepada kamu, kamu bisa mencari aku secara langsung di kediaman keluarga Try, dan keluarga Try tidak akan membantu aku sama sekali… serta kamu bebas melakukan apa saja kepada aku… jika aku tidak bisa menepati janji aku…" Jawab tetua ke 3 mencoba menyakinkan Zemi dengan status yang dia miliki, baik di luar atau pun di dalam keluarga,
"Hanya masalah uang 100 juta saja, jika keluarga Tru tidak memberikannya sekali pun, aku bisa dengan cepat mendapatkan uang tersebut… dengan menjual salah satu perusahaan yang aku miliki, bahkan aku bisa mendapatkan uang lebih dari hasil menjual salah satu perusahaan aku…" Lanjut tetua ke 3 berkata dengan dia memamerkan sedikit kekayaan yang dia miliki kepada Zemi, dan memang benar apa yang dia katakan tetua ke 3, bahwa dia yang notabennya seorang tetua tidak mungkin, memiliki kekayaan yang kurang dari 100 juta
"Bukan aku tidak percaya dengan kata-kata kamu, tapi di dalam lingkungan aku, hal ini sudah sering terjadi… jadi aku tidak bisa kamu bodohi seperti membodohi anak kecil… " Jawab Zemi yang masih tidak percaya dengan kata-kata dari tetua ke 3, dia berkata seperti itu, karena di pikirannya, jika seseorang mempunyai kekayaan yang cukup besar, dia yakin di dalam kartu banknya pasti memiliki uang lebih dari 100 juta, apa lagi sekarang ini orang yang menjadi lawan bicaranya adalah seorang tetua dari keluarga kelas 2 No 1 yang ada di Kota Taraka, jadi sangat tidak mungkin jika tidak membawa uang dengan nominal 100 juta di dalam kartu banknya.
"Aku tahu apa yang ada di pikiran kamu saat ini… aku berkata jujur bahwa aku datang ke sini dengan terburu-buru jadi aku tidak membawa kartu bank serta ponsel aku… namun… jika kamu tetap masih tidak percaya dengan kata-kata dari aku… aku akan memberikan sebuah jaminan kepada kamu…" Jawab Tetua ke 3 dengan mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, dan dia juga sedikit mengerti kenapa Zemi tidak percaya dengan kata-katanya.
Dan memang benar tetua ke 3 datang ke sini dengan terburu-buru setelah mendengar bahwa Try Rasya mengalami suatu masalah, karena tetua ke 3 sangat menyayangi Try Rasya, bahkan bisa di bilang bahwa Try Rasya sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.
"Ini adalah kunci mobil yang aku bawa ke sini… kamu bisa pergi membawanya sebagai jaminan… perlu kamu tahu bahwa harga mobil ini tidak kurang dari 200 juta… jadi bagaimana, apa kamu bisa percaya kepada aku sekarang…?" Lanjut tetua ke 3 dengan memperlihatkan sebuah kunci mobil yang dia keluarkan dari dalam sakunya kepada Zemi.
Tetua ke 3 yang melihat bahwa Zemi tidak merespon kata-katanya, dia pun mengerti bawah Zemi tidak menolak jaminan yang dia berikan dan Zemi juga tidak mengiyakan untuk menerima jaminan tersebut, kemudian dia melemparkan kunci mobil tersebut kepada Zemi, Zemi yang menyadari bahwa tetua ke 3 mengerti akan sikap yang dia tunjukan, dan dia juga menyadari bahwa kunci mobil yang di tawarkan tetua ke 3, di lemparkan oleh tetua ke 3 ke arahnya, Zemi pun dengan sigap mengambil kunci mobil yang di lempar oleh tetua ke 3 ke arahnya.
"Baiklah… kalau begitu, masalah ini sudah selesai… kamu bisa membawa semua orang-orang kamu pergi dari sini sekarang…" Jawab tetua ke 3 dengan nada yang sedikit memerintah kepada Zemi.
"Aku lihat kamu juga belum terlalu tua, aku rasa kamu pastinya tidak melupakan sesuatu kan…?" Ucap Zemi dengan nada yang sedikit bercanda.
"Syarat yang aku berikan kepada kamu, baru kamu penuhi salah satu dari ke 2 syarat tersebut, dan masih ada syarat yang ke 2 yang belum kamu penuhi…" Lanjut Zemi berkata.
Setelah kata-kata dari Zemi keluar, semua orang yang hadir di sana, yang berada di pihak Try Rasya… tanpa aba-aba mereka semua dengan serempak melihat ke arah tetua ke 3, mereka semua ingin tahu apa yang akan tetua ke 3 katakan, dan raut wajah semua wanita yang ada di sana terlihat sangat tegang sekali, dan juga para pria yang mempunyai pacar di antara wanita yang berada di sana, raut wajah mereka juga tidak lebih baik dari pada para wanita yang ada di sana.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1