Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 44 Kehancuran Keluarga Handoko


__ADS_3

Kehancuran Keluarga Handoko


Viky berdiri di samping Jaya yang masih berlutut, matanya sekarang menatap tajam ke arah Luky, tanpa melihat ke arah Jaya Viky berkata: "Aku mengerti akan posisi kamu, sangat sulit untuk kamu memutuskan antara dua pilihan yang sulit, antar keluarga dan kebenaran… tapi aku ucapkan terima kasih atas semua yang kamu lakukan sekarang…".


Setelah Viky menyelesaikan kalimat nya, dia berjalan ke arah Luky dan berkata: "Sekarang semua bukti sudah terungkap, apa yang akan kamu lakukan setelah ini…" Ucap Viky menatap tajam ke arah Luky.


Saat ini, tanpa di sadari semua orang, Sudon melesat menyerang ke arah para tetua dari keluarga Handoko, dalam sekejap mata para tetua dari keluarga Handoko sudah di kalahkan dengan satu serangan dari Sudon.


"Krist… sekarang apa yang akan kamu lakukan… aku yang membunuh orang-orang dari keluarga Handoko, jika kamu ingin menuntut balas kamu bisa pergi mencari aku kapan saja…" Ucap Sudon yang menatap dingin ke arah Krist setelah membunuh para tetua dan sebagian orang-orang dari keluarga Handoko.


"Tidak… tidak… tidak berani… mereka memang pantas untuk di bunuh… Tetua melakukan tugas yang seharusnya tetua lakukan dari dulu…" Jawab Krist yang sedikit ketakutan karena tatapan dari Sudon.


"Gara-gara kalian, orang-orang bodoh, melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang… dan menjadikan sebuah masalah menjadi sebesar ini… kalian semua memang pantas untuk di bunuh…" Ucap Krist menatap tajam ke arah orang-orang dari keluarga Handoko.


"Aa…aaa" Krist berteriak dengan keras kemudian dia mengeluarkan sebuah pedang dan berlari ke arah kerumunan orang-orang keluarga Handoko.


Dengan energi yang tidak kalah kuat dari orang-orang Pasukan Magnium, serta kemarahan yang sangat besar Krist menerjang kerumunan dari orang-orang keluarga Handoko, dia membunuh membabi buta, setiap orang dari keluarga Handoko yang di lewatinya pasti lah mati, mati dengan mengenaskan.


Sudon dan Krist tidak menyerang ke arah Luky, mereka berdua berpikir, biarkan Viky yang membuat keputusan apa yang akan dia lakukan terhadap Luky. karena ada satu dua hal yang tidak bisa di wakilkan.


Disaat ini, orang-orang dari keluarga Handoko, sudah tidak tersisa lagi semua di bunuh oleh Sudon dan juga Krist beserta orang-orang Pasukan Magnium,


Sudon melihat ke sekeliling, orang-orang dari keluarga Handoko semuanya sudah tergeletak di tanah, tanpa ada yang bergerak satu pun.


"Jaya… suruh orang-orang kamu untuk menandatangani surat perjanjian bahwa mereka tidak akan membocorkan tetang masalah ini keluar… jika masalah ini sampai bocor, kamu yang akan aku cari, untuk membuat perhitungan…" Perintah Sudon kepada Jaya, dengan raut wajah yang terlihat kurang senang.


"Baik tuan… itu adalah hal mudah, akan aku perintahkan mereka untuk menjalankan sebuh misi, dan misi tersebut bisa menghapus ingatan mereka selama 2 hari kebelakang…" Jawab Jaya dengan rasa takut, serta percaya diri, bahwa idenya sangat bagus.


Sudon tidak mengindahkan jawaban dari Jaya dan berbalik menatap ke arah Krist.


"Dan juga untuk kamu Krist… aahh sudah lah… percuma saja… orang-orang dari Divisi Perang tidak akan semudah itu membocorkan sebuah rahasia…" Ucap Sodon.

__ADS_1


Orang dari Divisi perang, mereka sudah di latih untuk tidak sembarang berbicara, apa lagi tetang sebuh misi atau rahasia dari Divisi perang itu sendiri.


"Baik Tetua… Tetua bisa tenang untuk masalah ini… aku bisa menjaminnya…" Jawab Krist.


Setelah memastikan semuanya aman terkendali, Sudon dan Felix pun pergi meninggalkan tempat tersebut. tapi sebelum Sudon pergi dia menghampiri Viky.


"Nak… aku tunggu kunjungan kamu di kota Lemi, untuk kata-kata yang terakhir, aku berharap kepada kamu untuk mempertimbangkannya…" Ucap Sudon dengan melangkah pergi, tapi baru sekitar 3 langkah, Sudon berbalik ke arah Viky dan berkata kembali.


"Kami para tetua Divisi Perang masih punya satu kejutan untuk kamu, dan aku sangat yakin kamu akan sangat menyukai kejutan tersebut… Jika kamu penasaran kamu bisa datang kapan pun…" Sudon tersenyum dengan penuh makna dan arti tertentu.


Sesaat Sudon dan Felix pergi, sekarang semua mata yang berada di sana tertuju ke arah Viky yang masih berdiri di depan Luky, dia menatap dengan tajam ke arah Luky yang masih terduduk lemas di tanah.


Suasana menjadi hening setelah Sudon pergi, tidak ada yang berani bersuara, bahkan suara dari hembusan napas pun mereka tidak berani di keluarkan secara keras, semua orang menunggu dengan penasaran apa yang akan di lakukan oleh Viky selanjutnya, terutama Krist.


Viky mengalirkan energinya ke arah tangan, kemudian dia angkat serta di arahkan tepat ke dada Luky.


"Bruk..."


"Membunuh kamu adalah sesuatu yang sangat mudah dan terlalu baik... Mulai sekarang kamu akan merasakan kehidupan yang sengsara sebagai orang miskin dan cacat..." Setelah kalimat terlahir dari Viky, dia berjalan dan menginjak tepat di lutut Luky.


"Krek.. Krek" Terdengar dua kali suara tulang retak.


"Aaaa…" Luky berteriak dan berguling-guling kesakitan, suaranya menggema hingga 5 mil jauhnya.


Disaat ini semua orang menatap kaget atas apa yang Viky lakukan, semua orang yang berada di sana,


semua orang berpikir Viky akan membunuh Luky dengan kejam, tapi nyatanya tidak… Luky masih lah hidup sampai detik ini.


Krist menatap heran kepada Viky, Lord Jendral Magnium ternyata seorang pemimpin Pasukan Magnium yang di takuti di dunia ternyata tidak sekejam dan seganas yang di kabarkan, atau kabar tersebut hanyalah kabar burung dan hanya omong kosong belaka.


"Membunuhnya adalah hal mudah, dan terlalu ringan hukuman baginya… aku menghancurkan sumber energinya dan mematahkan kakinya… biarkan dia merasakan bagaimana rasanya hidup dalam kesengsaraan dan kemiskinan…" Viky menatap ke arah Krist, dengan tangan menunjuk ke arah Luky.

__ADS_1


Akhirnya setelah Viky menjelaskan kepada Krist, Krist dan orang-orang dari Pasukan Magnium yang berada di situ bisa mengerti.


"Krist kekayaan dan perusahaan dari keluarga Handoko cukup banyak, kamu bisa pilih untuk berhenti dari Divisi Perang dan kamu bisa mengurus kekayaan dari keluarga Handoko atau kamu bisa terus berada di Divisi perang dan masalah kekayaan dan perusahan keluarga Handoko bisa aku atau Deky yang mengurusnya…" Lanjut Viky berkata kepada Krist.


"Terima kasih atas tawaran dari Lord Jendral tapi sebelum itu, ijinkan saya untuk mengakhiri penderitaan paman saya… sebesar apa pun kesalahannya, dia tetaplah paman saya, dari aku kecil sampai sekarang dia terus merawat dan menyayangi saya…" Jawab Krist, Dia sadar bahwa setelah ini pamannya atau Luky akan menjalani hidup yang penuh penderitaan, jadi jalan terbaiknya adalah membunuhnya, dan mengakhiri penderitaannya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2