
Semua Kekuatan Berkumpul
Viky dan Aldo berjalan ke arah Deky.
"Giliran kamu sudah selesai… sekarang keadaan sudah di luar kendali kamu… kamu lebih baik mundur dan beristirahat… jurus yang kamu pakai tadi cukup menguras energi…" Perintah Viky kepada Deky sambil menepuk bahu Deky.
"Luky… masalah sudah sampai sejauh ini… aku sarankan kamu untuk mundur… jika tidak… mungkin tidak akan ada kesempatan lain…" Ucap Viky dengan datar, menatap dengan tajam ke arah Luky.
"Ha…ha…ha… apa kamu tidak bisa melihat, keadaan sekarang berada di pihak aku… hanya tinggal sedikit lagi untuk menang dan kamu menyuruh aku untuk mundur ha…ha…ha… Setelah melihat kekuatan yang aku miliki sekarang, apa kamu ketakutan hingga menjadi bodoh…?" Jawan Luky sambil tertawa mengejek ke arah Viky.
"Aku akan memberi kamu satu kesempatan terakhir… kamu tarik semua orang-orang kamu dan masalah ini selesai…" Jawab Viky dengan nada marah, dan energi serta aura membunuh keluar dari tubuhnya.
Wajah Luky berubah serius dia tidak menanggapi kata-kata dari Viky.
"Aku beritahu kepada kamu 2 master yang aku undang dari luar negri, mereka bernama Mike dan Tyson, kekuatan mereka sudah mencapai tingkat kesatria. hanya butuh satu orang untuk mengalahkan semua orang-orang kamu… dan ini adalah keponakan aku Krist dari Divisi perang Emas Putih beserta pasukannya…" Ucap Luky dengan bangga memperkenalkan orang-orang kuat di pihaknya yang baru saja datang.
"Aku tahu kamu orang dari Divisi perang, tapi di hadapan keponakan aku, kamu tidak ada apa-apanya… dia adalah komandan tertinggi di pasukan Emas putih, walau dia masih muda tapi jabatan yang dia punya tentu lebih tinggi dari pada kamu… jika aku membunuh kamu hari ini… Krist akan membantu aku untuk berbicara di hadapan para petinggi Divisi perang Montana…" Lanjut Luky dan menatap ke arah Krist.
"Dengan kamu berada di sini aku bisa tenang membunuh Viky… para petinggi dari Divisi perang pasti akan lebih mendengarkan dan membela kamu yang sebagai komandan tertinggi dari pasukan Emas Putih… dari pada dia yang hanya prajurit biasa, dan sudah di buang oleh Divisi perang pusat…" Ucap Luky kepada Krist, dan di akhir kalimat dia menatap ke arah Viky dengan tatapan merendahkan.
"Heemm…" Krist hanya menjawab dengan sebuh anggukan, karena Krist adalah tipe orang yang sedikit berkata dan banyak bekerja.
Sebenarnya Krist tidak mau ikut campur urusan keluarga Handoko, tapi karena pamannya sendiri yang meminta dia mau tidak mau harus datang, Luky sudah di anggap sebagai Ayahnya sendiri, karena dari kecil Krist di rawat dan di besarkan oleh Luky, perhatian dan kasih sayang Luky terhadap Krist lebih besar dari pada terhadap Yanto anak kandungnya sendiri.
Luky menatap ke arah Viky. "Viky… Sekarang apa yang akan kamu lakukan setelah melihat semua ini…?" Luky bertanya, dengan nada dan tatapan yang merendahkan kepada Viky.
"Kamu ingin tahu apa yang akan aku lakukan… baiklah kamu bisa lihat apa yang akan aku lakukan sekarang…" Jawan Viky, dan berjalan ke arah Yanto yang masih tergeletak di tanah.
"Apa kamu yang membunuh ayahku…?" Tanya Viky dengan memegang rambut Yanto dan sedikit di angkat ke atas.
"Tidak… tidak… aku tidak membunuh ayah kamu…" Jawab Yanto dengan menahan rasa sakit dan tekanan energi yang keluar dari tubuh Viky.
"Plak…" Viky melayangkan sebuah tamparan tepat d wajah Yanto.
__ADS_1
Luky yang melihat ini, dia menyipitkan matanya, dan tangannya terkepal, mata Luky menatap tajam ke arah Viky, api kemarahan terpancar dari matanya.
"Jadi ini yang akan kamu lakukan…? kamu cukup menguras kesabaran yang aku punya…" Selesai berkata Luky menatap ke arah Mike dan Tyson, Make dan Tyson menganggukkan kepala dan melesat menuju ke arah Viky.
Viky yang tidak menanggapi perkataan dari Luky, dia terus bertanya kepada Yanto dengan pertanyaan yang sama, dan melayangkan sebuah tamparan kembali.
Dari arah belakang, Mike dan Tyson menerjang ke arah Viky, melayangkan sebuah pukulan penuh dengan energi.
Pukulan dari Mike berhasil di tahan oleh Aldo tapi pukulan dari Tyson mengarah tepat ke arah kepala Viky, semua orang-orang dari keluarga Handoko menyaksikan kejadian tersebut dengan sangat tegang.
Tapi begitu pukulan tersebut hampir mengenai kepala Viky jaraknya tidak kurang dari 1 jari, dari kegelapan sebuah bayangan muncul dan menghantam tubuh dari Tyson. dan tubuh Tyson pun terpental jauh sejauh 5 meter, dan Tyson pun memuntahkan seteguk darah berwarna hitam.
Waktu di saat ini seakan- akan terhenti, mata setiap orang penuh dengan ketidak percayaan, mulut satu persatu dari mereka terbuka lebar. dengan tercengang melihat orang kuat yang tiba- tiba muncul di tengah- tengah peperangan itu. Semua bingung dengan apa yang terjadi dengan Tyson, pasalnya bayangan tersebut bergerak begitu cepat seperti petir, bahkan Luky yang seorang Master bintang 5 tahap akhir pun tidak dapat mengimbangi kecepatannya.
Luky menatap ke arah Tyson yang terluka, dan berbalik menatap ke arah orang yang menyerang Tyson, karena orang tersebut membelakangi Luky dan orang-orangnya, Luky tidak bisa mengenali orang tersebut.
Tapi detik berikutnya, orang tersebut berbalik badan dan menatap tajam ke arah Luky. Luky akhirnya tau siapa orang yang menyerang Tyson tadi.
Ritz tersenyum dingin, melihat ke arah Luky dan berkata: "Oh? Luky kamu ternyata mengenaliku? Hahahah ... akan tetapi, hari ini aku tidak di panggil Ritz, aku juga bukan lah Dewa Perang Pusat. tolong panggil aku.... AS.35!"
"AS.35?" Luky tersadar dan berkata.
Ritz dengan sombong berkata: " Benar, di Pasukan ksatria Magnium, urutan aku adalah 35!"
Sedangkan di ikuti dengan perkataan Ritz yang baru saja keluar, seketika satu persatu nafas yang tidak kalah kuat di bandingkan dengan Ritz, bahkan orang kuat yang lebih kuat dari Ritz, satu persatu muncul, setiap dari mereka mengeluarkan aura dewa perang! orang- orang ini seketika muncul dari berbagai sisi, mengerumuni orang- orang dari Keluarga Handoko....
Salah satu orang kuat itu tiba- tiba muncul dari belakang kerumunan Keluarga Handoko, energi di dalam tubuhnya seketika meledak, seketika orang-orang Keluarga Handoko yang di bagian belakang ini langsung terbang keluar, dan ia berkata dengan suara dingin: "Disini AS.34!"
Boom.... kembali terdengar suara keras, satu pro dari tim Ksatria Magnium berkata: "Disini Sky 33!"
Boom... Boom... Boom... Boom... Boom.... Boom.... Boom... satu di lanjutkan dengan satu lagi dan lagi, aura tingkat dewa perang di pertengahan bermunculan.
Nafas orang kuat dari utara menyembur ke langit, lapisan awan di langit di saat ini juga tidak sedikit yang di buat hancur. Orang yang datang dengan datar berkata: "Saya adalah, Pilar Selatan Pasukan Magnium, Pilar langit Jaguar! "
__ADS_1
Boom ..... lapisan awan di sebelah selatan juga di buat berantakan oleh seorang master dengan aura yang begitu kuat dan berkata: " Saya adalah.... Pilar Utara, Pilar langit Cheetah! "
Orang kuat dari kesatria di sebelah barat menunjukan diri: " Saya adalah..... Pilar Timur, Pilar langit Tiger! "
Orang kuat dari kesatria di sebelah timur juga menunjukan diri: " Saya adalah.... Pilar Barat, Pilar langit Lion! "
Boom... Boom... Boom... Boom... di ikuti dengan kemunculan dari Empat Pilar langit dari Pasukan Ksatria Magnium, serta 9 Panglima Pasukan Ksatria Magnium, seketika sekeliling di sekitar tempat peperangan itu, Tiga ribu orang kuat di bawah Pasukan Kstaria Magnium mulai bermunculan dengan cepat, di bawah gunung dari bukit di sebelah sungai itu satu demi satu kendaraan berlapis baja militer bergemuruh datang, di puncak gunung sebuah mesin meriam dengan lubang mulut yang begitu besar di ledakan, dari kejauhan helikopter bersenjata yang lengkap dengan delapan moncong senjata datang kemari....
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1