
Tanda Perang Telah Di Mulai
Viky berjalan dengan memangku Rere yang masih dalam keadaan tangan yang terikat, dengan raut wajah yang dingin serta aura seorang Lord Jendral menyelimuti tubuh Viky.
Setiap orang yang melihat Viky, mereka semua bergidik ngeri karena aura yang Viky keluarkan sangat menakutkan. Viky berjalan dengan sangat gagah dan juga sangat menakutkan. namun ada juga yang merasa sedikit cemburu karena keromantisan Viky yang berani menyelamatkan wanitanya dari sarang musuh.
Aldo dan Jaguar, mereka ber 2 tidak mengatakan apa pun hanya membukakan pintu helikopter dan salah satu dari mereka masuk ke dalam untuk menyalakan helikopter dan duduk di kursi pengemudi. karena melihat raut wajah serta aura dari Viky yang sudah tidak di turunkan lagi, dan menunjukkan tingkat kekuatannya yang asli.
Setelah mendudukkan Rere di kursi di dalam helikopter Viky berbalik melihat ke arah orang yang mengantar dia.
"Kamu… apa kamu tahu siapa yang memukul wanita aku…" Ucap Viky dengan nada yang dingin serta mata yang tajam menatap ke arah orang tersebut.
"Aku… sebenarnya…" Jawab orang tersebut dengan sedikit ragu-ragu.
"Jika kamu memberitahu siapa yang memukul wanita aku, dan kamu berhasil selamat dari gempuran rudal serta tank dari pasukan aku… maka aku akan memberikan kesempatan untuk kamu hidup…" Potong Viky atas jawaban dari orang tersebut yang terlihat ragu-ragu.
"Baik tuan… yang memukul wanita tuan adalah Pimpinan Komandan Fast… tapi tuan jangan bilang bahwa tuan tahu dari saya…" Jawab orang tersebut setelah berpikir beberapa saat.
Orang tersebut memberitahukan apa yang ingin Viky tahu bukan tanpa alasan, karena dia melihat aura kekuatan Viky melebihi pimpinannya jadi dia juga berpikir bahwa sedikit kemungkinan untuk pihak dia bisa menang melawan kekuatan pasukan Viky, dan dia juga memiliki sedikit pemikiran bahwa orang yang berada di hadapannya adalah Lord Jendral dari pasukan Magnium, oleh karena itu pasti semua pasukan Magnium berada di sekitar sini untuk berperang dengan pihak dia, demi menyelamatkan wanita Lord Jendral, atau pimpinan dari pasukan Magnium.
"Baiklah… kamu berdoa saja, agar kamu tidak mati dalam gempuran yang akan aku kirim nanti… jika kamu masih hidup nanti, kamu cari aku, untuk menagih kesempatan untuk kamu bisa pergi dari sini hidup-hidup…" Jawab Viky, dengan maksud memberikan sedikit bocoran atas apa yang akan dia lakukan setelah pergi dari sana, dan juga jika orang tersebut masih ingin hidup maka orang tersebut harus menghindari serangan yang akan Viky luncurkan, jika tidak maka tidak ada kesempatan untuk dia bisa selamat.
"Baik Tuan…" Jawab orang tersebut sambil menganggukkan kepalanya, dan percakapan mereka hanya bisa di dengar oleh mereka ber 2, karena mesin serta suara baling-baling helikopter yang berputar menutup percakapan mereka dari orang yang berjarak sedikit jauh, bahkan Aldo dan juga Jaguar pun tidak bisa mendengar percakapan Viky dengan orang tersebut.
Kemudian Viky berbalik dan masuk ke dalam helikopter setelah melihat orang tersebut menganggukkan kepalanya, setelah Viky berada di dalam helikopter dia menutup pintunya dan helikopter pun terbang dan kembali menuju ke barak atau tempat orang-orang dari Viky berada.
"Jaguar… hubungi Lion, bilang kepadanya untuk segera siapkan sebuah pesawat zet dengan amunisi dan juga bahan bakar yang penuh…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Jaguar setelah dia melepaskan ikatan yang ada di tangan serta mulut Rere.
Yang tidak Viky sadari setelah dia melepaskan ikatan tersebut, entah karena apa air mata dari Rere mulai keluar, namun Rere tidak mengatakan apa pun hanya memeluk lengan Viky dengan segera setelah ikatan tangannya terlepas.
__ADS_1
Tidak lama Helikopter dari Viky telah sampai di barak, dan semua orang berbaris dengan rapih membentuk sebuah lingkaran di sekeliling helikopter Viky.
"Aldo… kamu bawa Rere, dan periksa dengan seksama oleh dokter terbaik yang kita punya di sini, aku tidak mau ada hal yang terlewatkan…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Aldo untuk membawa Rere dan memeriksanya takut ada luka dalam yang tidak bisa di cek secara kasat mata.
"Baik Lord…" Jawab Aldo.
Namun Rere tidak melepaskan pelukannya dari tangan Viky, dan pelukan dia menjadi lebih erat lagi setelah mendengar kata-kata dari Viky barusan.
"Rere… sayang, kamu tunggu di sini sebentar, kamu sudah aman sekarang, semua orang di sini adalah orang-orang kita, dan kata-kata kamu adalah perintah mutlak bagi mereka…" Ucap Viky dengan lembut, serta raut wajah dan sorot mata yang hangat, dan aura pembunuh yang dengan seketika hilang dari tubuh Viky, Viky saat ini berubah drastis 180° kembali seperti orang biasa.
Rere pun secara perlahan melepaskan pelukannya pada tangan Viky, dan dia pun mengikuti Aldo pergi dari sana untuk melakukan pemeriksaan, walau pun menurut Rere hal itu tidak di perlukan, tapi Viky ingin Rere benar-benar bersih, baik hal itu dari luka dalam atau racun yang memiliki efek jangka panjang atau mungkin ada hal lain yang berbahaya yang ada di tubuh Rere.
Setelah Rere masuk ke dalam sebuah tenda, dan tidak terlihat lagi, Viky kembali berubah, dengan raut wajah yang dingin serta mata yang merah, dan aura seorang Lord Jendral menyelimuti tubuhnya.
"Lion… tembakan flare gun ke udara sebagai tanda di mulainya perang…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Lion untuk memberikan sinyal bahwa perang telah di mulai.
"Baik Lord…" Jawab Lion yang kemudian dia pergi dari sana untuk menembakan flare gun ke udara.
"Dor…"
"Bom…"
"Bom…" setelah berada cukup jauh di atas langit, dua tembakan seperti kembang api tersebut pecah dan memercikan bara api yang kecil.
Dan dari pihak lawan pun membalas dan melakukan hal yang sama seperti yang pihak Viky lakukan.
"Eagle… sebagai tanda awal serangan kita, tembakan sebuah meriam dari tank baja…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Eagle setelah melihat balasan flare gun dari pihak lawan.
"Baik Lord…" Jawab Eagle, yang mengerti maksud dari perintah Viky, karena hal itu sering mereka lakukan di saat perang dulu, walau pun tembakan tersebut tidak akan mengenai musuh, karena ke 2 belah pihak berada pada titik aman dari serangan sebuah tank baja.
__ADS_1
"Dug…" terdengar sebuah suara tembakan meriam dari sebuah tank baja, setelah Eagle pergi dari hadapan Viky.
"Bom…" seketika tanah yang menjadi sasaran dari tembakan tersebut pun meledak dan tidak sedikit tanah yang terbang ke udara.
"Baiklah… selanjutnya aku yang akan melakukan serangan pertama dan memberikan tekanan mental untuk kalian semua serta memberikan sedikit kerusakan pada alat-alat yang kalian miliki… kalian telah menyentuh orang yang salah, maka terima saja akibatnya…" Gumam Viky dengan berjalan ke arah pesawat zet yang sudah di siapkan oleh Lion, dan semua orang yang berbaris di depan Viky pun memberikan jalan kepada Viky.
"Maaf kemarin author tidak up, karena mungkin ada kata-kata dari author yang melanggar S&K, jadi up author di cekal, jadi author merevisi kembali babnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...